Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 48


__ADS_3

Brian dan Amelia sudah kembali. Mereka baru saja sampai dirumah. Brian menidurkan Lovely di kamar. Amelia langsung kedapur untuk memasak makan malam. Amelia mengikat rambutnya ekor kuda dan memakai apron. Amelia mengeluarkan bahan makanan yang ada di lemari pendingin. Seorang pelayan mendekat dan membantu Amelia.


"Nyoya, biar saya saja yang memasak"


Amelia: tidak apa, bibi bisa membatuku. Bagaimana kondisi rumah selama kami pergi?


"Semua baik baik saja"


Amelia: Abed dan keluarganya tidak datang atau menghubungi?


"Ya.. beberap kali nyonya Amanda menghubungi. Merindukan nona kecil"


Amelia: ah.. baiklah.


Brian membuka pintu kamar mengeluarkan kepalanya dan memanggil Amelia.


Brian: sayang.. kemarilah.


Amelia melihat Brian dan menyuruh pelayan melanjutkan memasak. Amelia melepas apron dan mencuci tangan, Amelia berjalan cepat menemui Brian. Amelia berdiri si depan pintu dan menatap Brian.


Amelia: ada apa?


Brian: (memberikan ponselnya pada Amelia) ada panggilan dari Angela. Dia menghubungimu tapi ponselmu tidak aktif.


Amelia: ah.. oke.. (menerima ponsel dadi Brian dan mengangkat panggilan dari Angela)


(Panggilan terhubung)


Amelia: hallo..


Angela: sayang.. apa kabar? Kamu dimana?


Amelia: aku sudah kembali pulang ke rumah. Ada apa? Kamu masih berlibur?


Angela: aku sudah pulang dari kemarin, aku merindukan sayangku Lovely. Ayo kita jalan jalan besok.


Amelia: hmm.. besok aku bisa pergi sore. Aku harus kekantor pagi sampai siang. (Berfikir) atau begini saja, aku akan menitipkan Lovely padamu pagi saat aku dan Brian ke kantor.


Angela: Amelia kamu yang terbaik.


Amelia: oke.. sampai besok.


Angela: bye bye.. (memutus panggilan)


Amelia masuk kedalam kamar dan memberikan ponsel pada Brian. Brian meneriama dan ponsel dan melekakan di meja. Amelia duduk di tepi ranjang di samping Brian. Amelia merebahkan kepala ke dada bidanng Brian.


Amelia: besok sebelum ke kantor. Kita pergi ke rumah David mengantar Lovely.


Aku akan kirim bibi pelayan megawasi Lovely.


Brian: Angela rindu pada Lovely?


Amelia: seperti biasa, anakmu penuh pesona. Sepertimu.. (menatap Brian)


Brian: (menatap Amelia) sepertimu juga. (Tersenyum)


Amelia: baiklah, aku akan lanjutkan memasak. Kamu istirahat saja dikamar.


Brian: oke.


Amelia pergi meninggalkan Brian di kamar. Brian menaikan kakinya ke atas ranjang dan bersandar di tumpukan bantal. Banyak hal yang Brian pikirkan, pikiranya bercabang memikirkan kedua sepupunya, memikirkan perusahaan dan keluarganya.


Brian: (menghembusakn nafas perlahan) gangguan selalu saja datang dan pergi. Semoga ke depannya tidak akan ada hal buruk. Sejauh ini Felix tidak betindak pada perusahaan David, meski mereka sudah tidak bekerja sama. Apakah Felix punya rencana lain?


Brian merebahkan kepalanya ke batal dan perlahan menutup mata. Brian terlelap tidur karena merasa lelah.


♡♡♡♡♡


Keesokan harinya..


Amelia dan Brian sudah bersiap, begitu juga Lovely. Amelia dan Brian sedang sarapan. Brian memangku Lovely dan menyuapi Lovely makan. Amelia memanggil pelayan untuk bersiap mengasuh Lovely dirumah David. Hari ini suasana hati Amelia sedang buruk. Amelia terlihat kesal.

__ADS_1


Brian: sayang.. ada apa?


Amelia: tidak ada, Ku hanya sedikit kesal.


Ingin segera menyelesaikan masalah Axis grup.


(Dalam hati Brian)


Lebih baik aku diam. Amelia terlihat sangat kesal dan marah, seperti bom yang siap meledak kapan saja. Benar benar mengerikan.


Amelia selesai makan, begitu juga Lovely dan Brian. Mereka segera meninggalkan meja makan untuk pergi. Brian dan Amelia duduk di bangku depan mobil. Sedangkan seorang pelayan di belakang mobil. Mobil bergerak, melaju menuju rumah David.


Amelia: bi, laporkan padaku jika ada apa apa. Tolong awasi Lovely baik baik.


"Saya mengerti nyonya"


Amelia: jangan ijinkan Lovely ikut dengan orang asing kecuali dua orang yang fotonya aku tunjukan padamu.


"Ya nyoya"


Brian: berhati hatilah, jaga ucapanmu dan sikapmu bi. Bagaimana pun kamu dan Lovely hanya tamu.


"Baik tuan"


Brian menatap Amelia, Amelia sibuk dengan poselnya. Brian mengusap lembut bahu Amelia berusahan menenagkan Amelia. Amelia terkejut, menatap Brian tanpa ekspresi.


Brian: tennagkan dirimu sayang. Kenapa kamu jadi panik dan cemas?


Amelia: ntah lah, aku sangat kesal.


Mereka tiba di rumah David, Angela dan David terlihat duduk santai di teras depan rumah. Mobil berhenti, Brian, Amelia Lovely dan bibi pelayan turun dari mobil. Angela berdiri dan langsung menyambut. David dan Brian saling bertegur sapa.


Angela: sayang.. (menggendong Lovely)


Amelia: hallo.. bagaimana kabar kalian?


David: kami baik baik saja. Kalian bagaimana?


David: tidak, Angela memintaku cuti.


Angela: aku dan David ingin ajak Lovely belanja. Boleh kan?


Amelia: boleh, aku tinggalkan juga bibi pengasuh. Bawalah untuk mengawasi Lovely.


Angela: oke. Kamu mau ke kantor? (Melihat penampilan Amelia yang rapi)


Amelia: ya.. aku ada urusan di kantor. Tolong jaga anakku.


Angela: tenang saja, aku akan menjaganya.


Brian: kalau begitu kami pergi dulu.. (melihat Lovely di gendongan Angela) bye sayang.. jangan nakal dengan bibi Angela dan paman David. Jadi anak pandai dan penurut. Nanti papa jemput, oke?


"Papa...papapapa.."


Brian: (mencium tangan Lovely) putri papa pandai.


Amelia: (menciumi pipi Lovely) bye bye baby.. (tertawa)


"Mamama.. mama.."


"Baba..(malambaikan tangan)"


Angela: bye bye momy and dady..


David: hati hati dijalan, kalian tidak perlu cemas soal Lovely. Aku dan Angela akan menjaga Lovely dengan baik.


Brian dan Amelia melambai dan pergi. Mereka naik kedalam mobil, Brian dan Amelia menatap Lovely yang melambai. Brian dan Amelia pun meluncur menuju kantor.


♡♡♡♡♡


Brian dan Amelia sudah sampai di perusahaan. Amelia dan Brian berjalan beririnhan, baru di lobby aura dingin sudah bisa di rasakan staf peegawainya.

__ADS_1


"Pagi nyonya, tuan.."


"Pagi direktur"


"Selamat pagi tuan dan nyonya"


Brian: selamat pagi (tersenyum)


Amelia: hallo.. pagi.. (tersenyum tipis berjalan melewati para stafnya)


Amelia menemui sekertaris dan meminta semua keperluannya. Sekertaris memberikan amplop besar coklat, Amelia membukanya dan melihat isi amplop. (Mengerutkan dahi) Memasukan kembali berkas dalam amplop.


Amelia: (melihat jam tangannya) pukul 09.00 tepat panggil semua staf. Aku akan tinggu mereka diruang rapat.


"Baik nyonya, saya mengerti"


Amelia: (menatap Brian) kamu masukanlah dalam ruangamu, cek laporan harianmu. Nanti bisa menyusul.


Brian: oke.. (menurut, masuk dalam ruangan dan menutup pintu)


Amelia berbalik dan berjalan menuju ruang rapat. Amelia berjalan perlahan, *** amplop di tangannya. Amelia menahan diri dari kekesalan dan amarahnya. Hari ini penyusup dalam perusahaan Axis akan berhadapan langsung dengan Amelia. Amelia tidak akan bisa memaafkan penghianat!


Hallo semua.


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya.


Jangan lupa beri like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya.


Beri tip juga boleh.


😉😘


Yuk, intip juga karya saya yang lain.


•Pelukan Hangat Paman Tampan. (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta.


(Season 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa beri like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Bagi kalian yang mau kenal lebih dekat dengan saya yuk join grup fb/wa.


Bisa juga follow ig saya..


ig: dea_anggie


id line: dea_anggie


Fb grup: Lelaki Bayan Amelia


Jika ingin join grup wa, bisa tinggalkan jejak no wa/kunjungi grup fb saya sudah tinggalkan link disana😉.


Terimakasih banyak semuanya..


Jangan pernah bosan menunggu update dari "Lelaki Bayaran Amelia" ya..


Karena saya pun tak pernah bosan menulis next episodenya..


Mohon maaf belum bisa update banyak, tapi saya pasti akan update setiap hari..


Mohon bersabar ya para readers terkasih..


Bye bye..


Sampai jumpa di next episode..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2