Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 221


__ADS_3

Malam harinya..


Andrew duduk bersandar bantal, begulat dengan ponselnya. Andrew menerima banyak ucapan selamat dari teman sekolah dan beberapa rekan bisnis dari luar negeri.


Lovely keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati ranjang. Lovely naik keatas ranjang dan duduk di samping Andrew.


"Sibuk sekali, ada hal serius apa?" Tanya Lovely.


Andrew menunjukan pesan-pesan yang masuk diponselnya pada Lovely, Lovely membaca dan tersenyum manis.


"Sayang sekali mereka tidak bisa datang." Jawab Lovely.


"Ya, sangat di sayangkan." Andrew meletakan ponselnya di meja.


Andrew dan Lovely saling diam, suasana menjadi canggung. Entah mengapa setelah menikah justru merasa malu dan canggung. Lama saling diam akhirnya Lovely membuka suara.


"Kamu.. bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Lovely ragu-ragu.


"Apa? Perasaanku? Aku.. ahh maksudku aku baik, aku bahagia juga lega. Pada akhirnya aku bisa menikah denganmu. Love, maafkan aku.." suara Andrew lirih. Andrew tidak berani menatap Lovely.


Lovely melihat tangan Andrew, perlahan memegang tangan Andrew dan tersenyum pada Andrew. "Lupakan itu, aku sudah memaafkanmu Andrew." Jawab lovely, tersenyum cantik.


Andrew memalingkan wajah menatap Lovely, melihat senyum cantik Lovely jantung Andrew berdebar kencang.


Deg..


Deg..


Deg..


Andrew tidak dapat menahan lebih lama lagi, Andrew mendekat mancium lembut bibir Lovely.


Andrew mengusap tengkuk Lovely perlahan. Ciuman lembut yang mendarat begitu memabukkan, malam itu begitu indah. Ciuman terlepas, Andrew mengecup kening Lovely.


Andrew dan Lovely saling memandang, tenggelam dalam pesona masing-masing. Wajah mereka kembali dekat, dan semakin dekat.


Cup..


Kecupan ringan kembali mendarat di bibir Lovely, Andrew sengaja mengulur waktu, memberikan kecupan-kecupan lembut. Lovely tersipu malu, wajahnya yang putih merona seperti tomat.


Andrew mencium Leher Lovely, bahu dan kembali mencium bibir Lovely. Tangannya sudah berkeliaran kemana -mana, "umh.." suara Lovely merasakan sesuatu masuk dari balik bajunya. Sentuhan lembut, deru nafas yang memburu menyatu dalam dinginnya malam. Andrew dan Lovely menghabiskan waktu bersama, saling memadu cinta.


..


..


..


..


..


(Adegan dewasa sedang berlangsung)


♡♡♡♡♡


Flip dan Dominic akhirnya menemukan tubuh Molly. Dominic lega, meski sedih harus kehilangan isttinya namun tubuh istrinya bisa ditemukan dan akan di makamkan dengan layak.


Dominic ikut bersama petugas medis untuk pergi ke rumah sakit, begitu juga Flip dan Naomi.


"Flip, terima kasih. Kau sudah membantuku, kedatanganmu sungguh berkah bagi keluargaku." Ucap Dominic.


"Tidak masalah paman, aku senang bisa membantu." Jawab Flip tersenyum.


Perawat menemui Dominic, mengatakan jika dokter ingin bertemu dan berbicara. Dominic mengiyakan, Dominic mendekati Naomi dan berpesan untuk menunggunya.


"Naomi, tunggu papa. Tetap disini bersama Flip, oke?" Ucap Dominic dengan penuh kasih.


"Oke papa," jawab Naomi


Dominic menatap Flip, "tolong jaga putriku sebentar Flip. Aku segera kembali."


Flip mengangguk, "iya paman, Naomi aman bersama ku." Jawab Flip.


Dominic tersenyum, pergi meninggalkan Flip dan Naomi. Dominic mengikuti perawat untuk menemui dokter.


Flip duduk di ruang tunggu, Naomi mengikuti duduk di samping Flip. Naomi hanya diam, masih bingung dengan apa yg terjadi. Karena dirinya benar-benar tidak mengerti akan keadaan saat itu.


"Apa kau memikirkan sesuatu Naomi?" Tanya Flip.


Naomi menunduk dan menggeleng, "tidak ada, aku tidak memikirkan apa-apa." Jawab Naomi.


"Kau berbohong! Aku tahu apa yang kau pikirikan." Jawab Flip mengejutkan Naomi.

__ADS_1


Naomi mengangkat kepalanya dan menatap Flip, keningnya berkerut. "Apa maksudmu Flip?" Tanya Naomi.


Flip mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. "Katakan padaku, apa kau ingat sesuatu? Hal yang kau sukai misalnya." Flip memancing Naomi berbicara.


Naomi berfikir keras, karena benar-benar tidak ingat apa-apa. "Aku menyukai bintang, menyukai langit malam." Jawab Naomi tiba-tiba.


Flip kaget, "benarkah kamu Naomi? Aku akan tanyakan hal ini nanti pada paman Dominic. Aku belum mengetahui bagaimana kebiasaab dan kesukaan putrinya, aku akan mencari tau siapa kamu sebenarnya. Jika benar kamu Naomi aku tidak akan melepaskanmu!" Dalam hati Flip.


"Kau jangan terlalu dekat Flip," Naomi memalingkan wajah dan sedikit menjauhi Flip.


Wajah Naomi merona, berdekatan dan bertatap muka dengan Flip membuat jantungnya berdebar. Seperti rasa yang tidak asing lagi, seperti sudah terbiasa bertatap muka sebelumnya. Naomi bahkan merasa selelu dekat dengan Flip, merasa aman dan sangat nyaman.


"Aneh sekali, kenapa aku seperti ini?" Dalam hati Naomi.


"Flip.." Naomi memanggil.


"Ya, ada apa?" Jawab Flip.


"Apakah sebelum malam ini, kita sudah pernah bertemu? Aku merasa tidak asing denganmu, suaramu, sikapmu, dan caramu menatapku seperti sudah pernah aku lihat sebelumnya. Mungkin kita pernah bertemu sebelum aku hilang ingatan? Atau ini hanya dugaaku saja?" Naomi menjelaskan pada Flip.


Flip kaget, ternyata Naomi merasakan hal yang sama dengannya. Merasakan ada sesuatu yang tidak asing.


"Jujur saja, aku juga merasa seperti itu Naomi. Kau mirip seseorang yang aku kenal, dia adalah seseorang yang dekat denganku. Sangat dekat.. aku tidak bisa melupakannya walau sesaat. Aku merasa ada sesuatu yang aneh denganmu, aku ragu apakah kau benar-benar Naomi putri tuan Lozza atau Naomi ku." Jawab Flip melanjutkan penjelasan Naomi.


Naomi memalingkan wajah, kembali menatap Flip. "Naomi ku? Maksudmu? Temanku itu juga bernama Naomi?" Tanya Naomi sangat penasaran.


Flip mengangguk, "kau benar. Dia bernama Naomi, bukan hanya sekedar teman. Aku menyukainya, menyayanginya bahkan sudah jatuh cinta padanya. Naomi ku berbeda, dia bukan manusia sepertimu. Dia adalah roh yang belum pernah dilaharikan, dia selalu menggangguku, dan menghodaku. Membuatku ku kesal dan jengkel, terkadang aku ingin meleyapkannya. Tetapi aku juga ingin melindunginya. Hanya dia yang selalu ada untukmu, selalu bersamaku, menemaniku juga menghiburku. Semuanya berakhir saat dia pergi, setelah itu aku tidak lagi bertemu dengannya. Aku hanya bisa bertemu dalam mimpi, dan pada akhirnya aku bertemu denganmu. Kau sangat mirip dengannya." Panjang lebar Flip menjelaskan.


Naomi mendengar cerita Flip dengan serius, sempat tidak percaya dengan apa yang diucapkan Flip. Namun dirinya juga melihat Flip bisa melihat hal yang tidak bisa dilihat papanya.


"Kau jatuh cinta pada Hantu? Naomi mu itu hantu?" Naomi sembarangan bicara.


Flip tersenyum, "ya.. bisa dibilang begitu. Hantu cantik yang nakal." Jawab Flip.


"Ya ya ya, terserah saja." Jawab Naomi.


"Kata-katamu sepertinya, juga ekspresi wajahmu saat berbicara seperti itu." Flip berbisik di telinga Naomi, menggoda Naomi.


Wajah Noami kembali memerah, wajah Flip begitu dekat. Naomi mendorong wajah Flip menjauh darinya. "Jangan dekat-dekat, sudah aku katakan sejak tadi jaga jarak dengan ku." Naomi kesal.


Flip tertawa, tidak menghiraukan perkataan Naomi. Flip memegang tangan Naomi yang menyentuh wajahnya. Flip menggenggam erat tangan Naomi. Membuat Naomi salah tingkah.


"Flip apa yang kau lakukan, lepaskan tanganku." Ucap Naomi.


"Flip.." Naomi memanggil.


"Naomi.." Flip berbalik memanggil.


"Menyebalkan!" Naomi menggerutu dengan memutar bola mata.


Flip gemas melihat Naomi yang seperti itu, menarik hidung Naomi pelan. "Gadis nakal, berani sekali kau mengataiku menyebalkan. Aku akan menghukummu." Ucap Flip.


"Apa? Apa yang bisa kau lakukan? Berani sekali menghukumku, dasar menyebalkan." Naomi membuang muka masih kesal dengan Flip.


Flip mendekati wajah Naomi dan berbisik, "kau cantik jika seperit itu." Flip menggoda Naomi.


Naomi malu, juga merasa kesal. Naomi memalingkan wajah secara tiba-tiba ke arah Flip. Hidung Naomi dan Flip bersentuhan, keduanya diam tertegun. Mata Flip dan Naomi saling menatap dalam, jantung Flip berdebar.


Deg..


Deg..


Deg..


Wajah Flip memerah, perasaan yang sudah lama hilang kembali datang. Naomi kaget sehingga tidak bisa berkata, Naomi tanpa sadar mengambil nafas, wajahnya memerah. Flip mejauhkan wajahnya dan mengusap kepala Naomi.


"Buang nafasmu, kenapa kau menahan nafas seperti itu? Apa kau terpesona olehku nona Lozza?" Flip kambali menggoda Naomi.


Naomi membuang nafas panjang, merasa lega. "Flip, kau menyebalkan! Aku tidak mau bertemu lagi denganmu. Uhhh.." Naomi kesal, terus menerus di goda oleh Flip.


"Oke-oke, maafkan aku. Aku tidak akan menggodamu lagi. Jangan kesal Naomi, ayolah.." Flip membujuk Naomi untuk meminta maaf.


Naomi tersenyum dalam hati, tetapi masih memasang wajah kesalnya. Naomi menatap Flip dan mengerutkan dahi.


"Baik-baik aku maafkan, ada hal yang harus kau penuhi." Kata Naomi.


"Apa itu? Katakan.. aku akan penuhi apapun permintaanmu." Jawab Flip.


"Traktir aku makan selama seminggu." Jawan Naomi.


Flip terkejut, "hah? Makan? Apa kau ****? Yang kau inginkan hanya makan?" Tanya Flip.


"Lalu kau pikir apa? Sebuah ciuman? Pelukan? Oh tidak.. jangan bermimpi, kau bukan pria tipeku." Jawab Naomi, jawaban Naomi mmebuat Flip kesal.

__ADS_1


Flip mengerutkan dahinya, "sial! Aku di rendahkan oleh gadis jelek ini. Lihat saja, seminggu kedepan kau pasti menyatakan cinta padaku." Dalam hati Flip.


Tiba-tiba Naomi tertawa, "Hahaha.. kau ingin bertaruh? Siapa diantara kita yang akan jatuh cinta lebih dulu? Jangan terlalu sombong tuan muda, aku Naomi bukan wanita lemah seperti yang kau pikirkan. Dan juga, jangan mengolokku jelek!" Jawab Naomi.


Flip terkejut, "kau bisa tau apa yang aku pikrikan? Bisa mendengar isi hatiku?" Tanya Flip tanpa ragu-ragu lagi.


"Ya aku bisa dengar, sangat jelas." Jawab Naomi.


Flip tersenyum, "luar biasa, sepertinya kita bisa menjadi tim yang hebat Naomi. Kau memiliki kekuatan spesial." Flip memuji.


"Tunggu, apa maksud dari kita? Kau.. kau juga bisa mendengar isi hatiku, jadi tadi kau dengar saat aku bicara?" Naomi kaget, setelah sadar jika Flip bisa mendengar apa yang dia katakan dalam hati.


"Sssttt.." Flip meletakan ujung jari telunjuk tangan kanannya tepat di bibir Naomi. "Jangann bicara bergitu keras, ingat kita ada di rumah sakit. Aku bisa mendengarnya, sangat jelas." Flip tersenyum, meniru gaya bicara Naomi.


Naomi tersenyum tanpa sadar, Flip tiba-tiba terdiam melihat senyum manis dibibir Naomi. Senyuman yang selalu di rindukannya, senyuman yang selalu memberikan kekuatan. Melihat Naomi tersenyum Flip merasa senang, seakan dirinya kembali hidup.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2