Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 189


__ADS_3

Setelah makan dan minun obat, Andrew diminta oleh Brian untuk beristirahat. Flip berpamitan pada Brian dan Andrew, karena ada janji bertemu dengan dokter seniornya. Brian mengiyakan dan meminta Flip menghubungi mamanya menayakan apakah perjalanan mama dan papanya lancar atau ada kendala. Flip mengangguk mengiyakan, Flip melambaikan tangan pergi meninggalkan ruangan Andrew.


Suasana hening, Brian diam tanpa bicara. Andrew terlihat gelisah. Sedari tadi ingin menyampaikan sesuatu pada Brian, Brian yang tahu akhirnya bicara karena tidak tahan melihat kegelisahan hari Andrew. Brian menarik kursi dan duduk di samping Andrew, Brian membuka buku yang ada di tangannya dan membacanya.


"Bicaralah, paman akan dengarkan." Kata Brian dengan tenang.


Brian meyilangkan kaki dan bersandar, mencari posisi yang nyaman. Andrew mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan, perutnya terasa sangat sakit dan nyeri. Andrew merengek.


"Ahhh.." desahnya menahan rasa sakit.


"Jangan tegang, santai saja. Kamu baru berhadapan denganku saja sudah seperti ini, bagaimana jika bibimu datang besok?" Kata Brian pada Andrew.


Mata Andrew membulat, Andrew kemudian menunduk. "Paman.. bolehkah aku bicara dengan Lovely?" Suara Andrew lirih.


"Bicaralah! Siapa yang akan melarangmu bicara nak, nanti paman akan bicara pada Lovely. Sekarang dia sedang sibuk mengurusi pekerjaanmu di kantor. Lovely mengirim pesan pada ku jika siang ini tidak bisa kembali ke rumah sakit karena banyak sekali pekerjaan. Dia akan datang malam nanti, paman akan tinggalkan kalian berdua. Bicaralah sepuasmu dengan Lovely, dan tolong jangan bicara dengan nada yang tinggi. Dari kecil hingga dewasa tidak ada yang bicara kasar dan membentaknya." Brian masih dalam posisi melihat buku ditangan.


"Baik paman, aku mengerti." Jawab Andrew.


"Mmm.. apa boleh paman menghubungi mamamu, dan memberitahu kondisimu? Paman bertanya ini karena paman tidak mau kamu salah paham, paman hanya ingin kamu jujur kepada mamamu juga. Bagaimana pun Kim Ha Na adalah orang yang berjasa merawatmu dari bayi. Cinta dan kasih sayangnya padamu tulus, dia bahkan mengabaikan pekerjaan dan rutinitasnya demi mencurahkan perhatian ya padamu dan adik-adikmu." Brian menutup bukunya dan meletakan bukunya dipangkuannya.


Brian menatap Andrew, Andrew hanya diam dan menunduk.


"Angkat kepalamu Andrew, hadapi kenyataan ini! Jalanmu masih jauh untuk menyerah. Jangan sia-sia kan waktu mu hanya untuk meratap dan bersedih, yang lalu biarlah berlalu. Meski kamu harus menangis darah itu tidak akan merubah kenyataan yang ada. Bukankah paman sudah katakan, hidup ini sulit! Hidup ini penuh tantangan, jika kamu putus asa dan menyerah begitu saja maka semua selesai. Dimana Andrew yang selalu semangat? Dimana Andrew yang kuat yang paman kenal? Kamu adalah Andrew yang sama, baik dulu maupun sekarang kamu tetaplah Andrew! Sekarang ceritakab sebenarnya apa yang kamu pikirkan sehingga kamu menggila seperti itu?" Brian penasaran ingin tahu apa yang Andrew pikirkan.


Andrew mengangkat kepalanya, menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong. "Aku ingin papa mendapat keadilan paman, aku merasa kecewa karena sebenarnya aku sudah melihat jika akan terjadi sesuatu pada papa saat itu. Bahkan kejadian itu berkali-kali terlihat sampai terbawa ke dalam mimpi. Hanya saja aku tidak menyadari jika orang yang aku lihat dan yang ada dalam mimpiku adalah papa. Yang paman katakan benar, kekesalan, kekecewaan dan kemarahan membuat mata dan hatiku tertutup oleh kebencian dan dendam. Aku benar-benar kesal pada diriku sendiri, aku kecewa kenapa aku begitu bodoh sampai-sampai aku tidak bisa melihat apa yang aku lihat. Pikiranku kacau paman! Aku sudah tidak tahan.. (Andrew bercerita penuh dengan emosi, sampai matanya berkaca-kaca. Matanya sudah terasa panas dan pedih.) Aku terus memikirkan papa, aku terus berandai-andai. Jika saat itu aku tau kejadian yang aku lihat menimpa papa maka aku bisa mencegahnya. Aku merasa gagal paman, aku gagal menyelamatkan papaku sendiri disaat aku bisa menyelamatkan orang lain yang bahkan tidak aku kenal." Andrew menangis terisak.


Brian menutup matanya kilas, lalu berdiri. Brian meletakan bukunya di meja dan memeluk Andrew.


"Menangislah, menangislah sepuasmu nak. Katakan semua yang ingin kamu katakan, paman akan medengarkan semua keluh kesahmu. Jangan takut, paman ada disini, kamu tidak sendirian." Brian mengusap punggung Andrew.


"Paman......." Andrew menjerit lirih mencengkram lengan Brian.


"Malang sekali kamu, kehilangan papa kandung, kehilangan mama kandung dan harus kehilangan papa angkat yang sangat menyanyangimu. Sungguh memilukan, rasanya aku seperti kembali ke masa mudaku dimana aku hanya hidup seorang diri saat papa dan mamaku tiada." Batin Brian.


"Paman mengerti Andrew, kamu sangat kehilangan dan kamu masih belum bisa menerima kematian papa mu yang begitu tragis. Paman juga sama denganmu, paman dulu juga kehilangan orangtua di usia muda. Paman hidup sendiri tidak punya siapa-siapa. Berbeda denganmu, kamu masih memiliki mamamu, adik-adikmu. Dan juga paman!" Kata Brian menenangkan hati Andrew.


Andrew mengangguk, "ya paman, aku tahu.. aku mengerti." Jawab Andrew lirih.


"Sekarang, kamu mau berubah kan? Mau meninggalkan kebencian dan dendam yang menjadi misimu? Dan Mau untuk merelakan kepergian papamu?" Tanya Brian.


Andrew kembali mengangguk. "Ya paman, aku mau.. aku ingin kembali seperti dulu. Tatapi..." Andrew tiba-tiba terdiam.


"Tetapi? Kamu memikirkan pembunuh papamu? Serahakan semua kepada polisi dan berdoalah kepada Tuhan agar pelakunya cepat tertangkap. Biarkan hukum negara yang menanganinya nanti saat mereka semua tertangkap, sedangkan kita akan tetap menjalankan hukum kasih! Oke.." sahut Brian melepas pelukan.


"Aku mengerti paman, terimakasih untuk kebaikan hati paman. Terimakasih karena paman mau memaafkan dan mengasihiku, memberiku kesempatan menebus kesalahanku." Andrew menatap Brian, Andrew menyesali perbuatannya.


"Terimakasih juga untukmu yang sudah mau jujur mengakui kesalahanmu, terimakasih juga karena kamu mau berubah dan paman harap kamu benar-benar menyesali perbuatanmu. Ayo bangun kembali hidupmu Andrew, landasi kehidupanmu dengan kasih, sukacita, dan rasa syukur. Semangaaaaat!!!" Brian tersenyum lebar memberi dukungan penuh pada Andrew.

__ADS_1


"Hanya ini yang bisa aku lakukan Abed, Nikita, Adit.. Andrew sudah seperti putraku. Aku tidak akan biarkan putraku sendiri terjebak dalam lingkaran kegelapan." Batin Brian mengacak-acak rambut Andrew.


 


Sore harinya, Felix dan Mely datang menjenguk Andrew.


"Hai Andrew, bagaimana perasaanmu nak?" Tanya Mely dengan suara lembut.


"Hai bibi, aku baik-baik saja. Terimakasih bibi dan paman mau datang melihatku." Kata Andrew menatap Felix dan juga Mely.


"Kami senang kamu baik-baik saja. Jaga diri dan kesehatanmu ya." Tambah Mely mengusap bahu Andrew.


Andrew mengangguk, "ya bibi. Bibi juga jaga kesehatan." Andrew tersenyum manis.


Mely tesenyum pada Andrew dan berbalik menghampiri Felix, "kamu lapar sayang? Kita melewatkan makan siang, aku akan pergi keluar mencari makan untukmu." Suara Mely lembut.


"Aku temani kamu, biarakan Felix disini menemani Andrew. Felix sudah lelah menjadi supirmu Mel.." Brian tersenyum menggoda Felix dan Mely.


"Hehe.. (tersenyum) itu bagus. Jika aku pergi aku akan menjadi pengawalnya nanti." Sahut Felix menggoda Mely.


Mely tersenyum, "baiklah, kamu disini, aku dan kakakku akan beli makanan. Jaga Andrew, jangan buat dia takut." Kata Mely.


Brian dan Mely pergi meninggalakan ruangan Andrew. Kini hanya ada Andrew dan Felix, suasana menjadi hening. Felix yang berdiri memilih duduk di kursi di samping Andrew. Felix merasa canggung karena jujur saja tidak tahu harus membahas apa dengan Andrew.


"Paman adalah sahabat papaku bukan?" Tiba\-tiba Andrew bersuara.


"Papa selalu mengatakan jika masa lalu papa begitu buruk. Papa bicara padaku jika dia bukan orang yang baik, apakah itu benar? Seberapa buruk papa saat itu? Maaf paman, aku hanya ingin tahu saja. Jika paman keberatan untuk menjawab maka lupakan." Kata Andrew.


"Papamu adalah seorang yang berani mengambil resiko besar. Saat itu papamu kalah dalam taruhan judi dan dengan terpaksa menjual adiknya pada Owen, kejadian itu sudah lama berlalu aku juga sudah sedikit lupa, makan aku akan menceritakan apa yang aku ingat. (Felix menatap Andrew, Andrew mengangguk perlahan) kamu tahu bibi mu kan? Dialah wanita yang di jual oleh papamu. Bibimu menjadi rebutan semua pria kala itu, bibimu dianiaya dan di siksa oleh papamu, maaf Andrew aku menceritakan keburukan papamu. Karena inilah kenyataanya, papamu sendiri yang menceritakan kepada kami jika dia menyiksa adiknya dan ingin melecehkan adiknya. Aku juga pernah melihat papamu menampar bibimu sampai bibimu tersungkur tidak berdaya. Ingin rasanya menolong namun aku tidak berdaya karena Owen melarangku. Owen mengatakan jika papamu adalah seorang psikopat yang tidak segan membunuh. Singakat kata bibimu dibawa pergi ke Indonesia, jika tidak salah ingat bibimu akan di jual kepada seorang pengusaha. Bibimu kembali ke Amerika dengan membawa pamanmu Brian, saat mendengar bibimu mempunyai lelaki bayaran papamu menjadi geram dan kacau. Dari situlah dimulainya peperangan mulai dari peselisihan kecil hingga hal besar. Seiring waktu berjalan papamu menjadi sadar dan menjadi orang baik, semua terjadi berkat pamanmu Brian. Pamanmu Brian tidak hanya menyadarkan papamu, namun juga menyadarkanku. Kamu perlu tau Andrew, masa laluku juga sangat kelam." Felix menghela nafas panjang.


"Begitu rupanya, ternyata paman Brian sudah memiliki kasih sejak awal. Itulah mengapa paman Brian begitu sabar padaku." Keluh Andrew.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)

__ADS_1


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2