Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 205


__ADS_3

Keesokan harinya di rumah sakit. Julian datang menemui Andrew. Julian datang seorang diri ke rumah sakit, di rumah sakit Julian bertemu Kim Ha Na.


" hai Julian, selamat pagi." Sapa Kim Ha Na.


"Pagi bibi Ha Na, apa kabar bibi?" Julian tersenyum tampan.


"Baik, kamu? Ah.. dimana papamu? Sedang bekerja?" Tanya Kim Ha Na.


"Tidak bi, papa sedang sakit. Dan beristirahat di rumah, aku datang karena Seira meminta ku membawakan bubur untuk Andrew." Julian memberikan tas berisi bubur pada Kim Ha Na.


Kim Ha Na menerima tas dan meletakan di meja. Kim Ha Na menatap Julian, "Sampaikan terima kasih pada Seira. Apakah papamu baik-baik saja? Tidak ada yang serius kan?" Kim Ha Na sedikit cemas.


"Papa baik bi, hanya perlu banyak beristirahat. Papa terlalu giat bekerja dan masih senang bepergian jauh untuk perjalan bisnis, sehingga papa mengabaikan kesehatannya." Julian menjelaskan.


"Kamu jagalah kesehatanmu, kamu sudah makan? Jangan terlalu lelah bekerja, banyak istirahat." Kim Ha Na menasihati Julian.


"Ya bibi, terima kasih. Aku senang masih ada yang perhatian padaku," kata Julian dengan suara lirih.


Meski tersenyum dan terlihat baik-baik saja, Kim Ha Na melihat Julian begitu kesepian. Kim Ha Na memegang tangan Julian, dan mengusap tangan Julian.


"Ada apa? Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Kim Ha Na.


Julian menatap Kim Ha Na dengan penuh makna, seakan ingin mengatakan sesuatu namun ditahan dalam hati. Kim Ha Na, meraba wajah Julian.


"Kamu bisa bicara padaku Julian, jika kamu membutuhkan tempat berkeluh kesah. Jangan simpan bebanmu sendiri, berbagilah pada kami, Andrew juga bisa mendengar keluh kesahmu." Kata Kim Ha Na.


Julian melirik ke arah Andrew, Andrew mengangguk dan tersenyum. "Bi, sebenarnya aku ingin bibi menjadi mamaku." Julian menunduk.


Kim Ha Na terkejut, "Julian.." suara Kim Ha Na tertahan.


"Ma, menikahlah dengan paman Marco. Oke.." sahut Andrew.


Kim Ha Na menghela nafas, menggelengkan kepalanya perlahan. "Kalian sudah merencanakan ini? Lain kali tidak boleh seperti ini, kalian tidak boleh menjodoh-jodohkan kami seperti ini." Kim Ha Na mengomel.


Ponsel Julian berdering, Julian meraba saku celananya dan mengeluarkan ponselnya.


"Siapa?" Tanya Andrew ingin tahu.


"Seira, tunggu sebentar. Aku akan menerimanya." Jawab Julian.


Andrew mengangguk, Julian menerima panggilan dari Seira.


(Perbincangan di telepon)


"Hallo Sei, ada apa?" Tanya Julian.


"Kamu pulanglah, papamu pingsan Julian." Suara Seira gemetar.


Julian melebarkan mata, "apa?? Papa.. oke aku pulang, kamu panggil dokter pribadi papa untuk datang Sei. Tolong jaga papaku lebih dulu." Julian panik.


Julian mengakhiri panggilan Seira. Wajahnya terlihat sedih.


"Ada apa Julian? Apa ada masalah? Papa mu kenapa?" Tanya Kim Ha Na.


"Papa pingsan bibi, mungkin papa memaksa untuk bekerja. Bibi, aku ijin pulang lebih dulu. Andrew.. (Julian menatap Andrew) tetap semangat dan cepat sembuh. Aku akan kembali lagi nanti." Kata Julian.


Andrew mengangguk, "oke, Hati-hati Julian. Semoga paman lekas pulih." Ucap Andrew mendoakan kesembuhan Marco.


"Hati-hati di jalan Julian, nanti bibi akan datang menjenguk papamu. Sampaikan salam bibi pada papamu." Kata Kim Ha Na.


Julian mengangguk, "iya bi, bibi jaga kesehatan ya. Bye.. bye Andrew.." Julian pergi meninggalkan ruangan Andrew.


Kim Ha Na penasaran dengan keadaan Marco, walau bagaimana pun Marco dan Kim Ha Na memliki hubungan yang sangat baik di masa lalu. Kim Ha Na merasa sedih saat teman dekatnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Andrew menatap Kim Ha Na, "mama penasaran dan ingin tahu keadaan paman Marco?" Andrew bertanya.


"Hmm.. tidak apa, nanti mama akan datang. Tunggu kekasih hatimu datang." Kim Ha Na menggoda Andrew.


"Mama.." Andrew merasa malu.


"Kamu berani menggoda mama, kamu berfikir mama tidak bisa menggodamu. Hmmm.. (Kim Ha Na mengacak-acak rambut Andrew) anak mama tersayang, (Kim Ha Na mencium kening Andrew) dengar sayang, jangan membuat Lovely sedih dan menangis lagi, oke? Wanita itu punya banyak maaf untuk pria nya, namun wanita tidak akan pernah bisa melupakan sikap atau prilaku buruk dari prianya. Jadi hati-hati dengan sikapmu, jangan melakukan hal bodoh lagi." Kim Ha Na menasihati Andrew.


Andrew mengangguk, "iya mama, Andrew mengerti. Terima kasih mama selalu mengingatkan ku," Andrew tersenyum.


"Iya, kamu lapar? Mau mama suapi?" Tanya Kim Ha Na.


Andrew menggeleng, "aku ingin disuapi Lovely." Jawab Andrew.


Kim Ha Na tersenyum, "ya ya ya.. mama mengerti, lakukan apa maumu, pandai sekali mencari kesempatan dalam kesempitan. Dengan alasan sakit bisa bermanja pada Lovely," Kim Ha Na menggoda Andrew lagi.


Tok..


Tok..


Tok..

__ADS_1


Kleek..


Seseorang mengetuk dan membuka pintu, ternyata Mely, Felix dan Flip datang menjenguk Andrew.


Mely berjalan dan merentangkan tangan memeluk Kim Ha Na.


"Kim Ha Na.." Mely memanggil.


"Mely.." Kim Ha Na menyapa balik.


Kim Ha Na dan Mely berpelukan, Felix berdiri dan melihat Andrew.


"Hai Andrew, bagaimana kabarmu? Lukamu?" Tanya Felix.


"Hallo paman Felix, kabarku sangat baik, lukaku juga. Paman baik?" Tanya Andrew kembali.


"Paman baik nak, jaga kesehatanmu agar lekas pulih. Oke?"


Andrew mengangguk, Andrew menatap Flip. "Hai Flip, kamu terlihat tidak baik, ada apa?" Tanya Andrew.


"Aku baik-baik saja Andrew, hanya kurang tidur." Jawab Flip.


Andrew mengangguk mengiyakan jawaban Flip meski tidak yakin jika Flip baik-baik saja.


Felix menyapa Kim Ha Na, "hai Ha Na.."


"Hai, Fel.." Kim Ha Na menyapa balik.


Kim Ha Na, Mely dan Felix duduk di sofa berbincang. Sementara Andrew bersama Flip. Ponsel Mely berdering, panggilan dari seseorang.


"Maaf ada panggilan dari pelanggan boutique ku. Aku anggat dulu, kalian lanjutkan bicara." Mely berjalan keluar dari ruangan untuk menerima panggilan.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Felix pada Kim Ha Na.


"Baik, kamu? Semakin terlihat muda." Kim Ha Na tersenyum.


"Aku sungguh takjub padamu Ha Na, dibanding dulu sekarang kamu jauh lebih sabar dan bisa mengendalikan diri." Kata Felix.


"Ya, kamu benar. Aku tidak menyangkal jika kehidupanku dulu tidak lepas dari balas dendam dan mencari kesenangan. Aku banyak belajar dari banyak orang Fel, dari Brian, Amelia, Abed, jika melukai orang lain untuk pembalasan adalah sebuah kesalahan besar. Bukankah kamu juga sama, kita tidak jauh berbeda, sama-sama memiliki masa lalu yang gelap." Jawab Kim Ha Na.


"Aku juga belajar menjadi baik Ha Na, hidup seperti inj jauh lebih baik, dahulu hidupku penuh ancaman. Bahkan aku harus membawa pistolku saat aku tertidur, karena nyawaku menjadi taruhan dan menjadi incaran banyak musuh. Namun sekarang, tidak perlu menggunakan kekerasan, aku cukup menggunakan pikiranku untuk membuat semua musuhku mundur. Aku berterima kasih padamu, kesempatan kedua yang kamu berikan tidak akan pernah aku sia-siakan." Ucap Felix.


"Aku senang jika kamu bisa hidup baik Felix, tenggelamkan semua yang merugikan hidup kita, kita lakukan hal-hal baik mulai dari sekarang, saling membantu, menolong, saling memberikan nasihat dan mengingatkan sesama yang berbuat tidak baik. Aku bangga padamu, kamu mendidik Flip dengan baik." Kim Ha Na memuji Felix.


"Wow, aku tidak pernah menyangka, Kamu sungguh-sungguh punya pemikiran seperti itu. Hmm.. memang benar yang banyak dikatakan orang, jika ada niat dan kegigihan disitu pasti ada pencapaian. Kamu benar-benar sudah berubah Felix," jawab Kim Ha Na.


"Kamu tentu tau, aku juga punya dukungan penuh dari Mely. Dialah yang membuatku bertekat meninggalkan semua hal-hal yang tidak baik, yang aku lakukan dahulu. Mely tidak pernah menuntutku, namun kata-katanya sangat tajam. Bicara soal pasangan, kamu tidak ingin menikah lagi?" Tanya Felix.


"Astaga, kalian sudah bergosip. Siapa yang memberitahumu? Jangan-jangan Brian dan Amelia, mereka itu benar-benar." Kim Ha Na merasa malu.


"Kenapa? Apa salahnya menikah lagi. Bukankah kamu butuh seseorang yang bisa melindungimu, memberimu kebahagiaan? Jangan terjebak dalam bayang-bayang masa lalu Ha Na, aku tahu semua tidak muda. Terkadang kita memang harus melepas apa yang ada dalam genggaman kita demi untuk menerima sesuatu yang lebih baik lagi. Cobalah, bukankah tuan Roobs orang yang baik?" Felix menatap Kim Ha Na.


"Jadi kamu juga menjadi tim pendukung??" Kim Ha Na tersenyum.


Felix tertawa begitu juga Kim Ha Na. Pintu ruangan terbuka Mely sudah selesai berbincang di telepon dan kembali masuk dalam ruangan.


"Sayang, kita harus kembali. Nanti malam aku ada janji bertemu dengan pelanggan." Mely duduk di samping Felix.


"Ya, setelah kita kita kembali pulang." Jawab Felix.


"Ha Na maaf, sepertinya kita tidak bisa lama-lama berbincang. Aku harua kembali pulang, Felix ada pekerjaan begitu juga aku. Flip juga akan kembali bekerja lebih awal, jika kamu bosan disini datanglah ke rumah kami." Ucap Mely.


"Ah.. aku lupa, sepertinya Ha Na akan menjadi pelanggan barumu sayang. Dia sudah mempunyai calon suami." Sahut Felix kembali menggoda.


"Sayang... (Mely mencubit perut Felix) jangan menggoda Ha Na." Ucap Mely.


"Ouch.. sakit, sayangku kamu begitu tega mencubit perut suamimu yang tampan ini." Felix mengusap perutnya perlahan.


"Ahahahaha.. (Kim Ha Na tertawa lebar) astaga, kalian lucu sekali. Satu begitu percaya diri, satu begitu kejam." Kim Ha Na menggoda Felix dan Mely.


"Jangan dengarkan mulut manisnya Ha Na, Felix memang suka asal bicara. Tetapi jika kamu memang membutuhkan bantuanku, aku siap membantumu semampuku." Mely menawarkan bantuannya pada Kim Ha Na.


"Terima kasih Mely, kamu sungguh baik. Aku senang mempunyai keluarga seperti kalian, perhatian dan peduli padaku." Ucap Kim Ha Na.


Mely tersenyum, "lupakan rasa canggung seperti itu Ha Na, kita keluarga harus saling mengasihi, kepada sesama saja kita saling mengasihi, dengan keluarga harus lebih dari mengasihi bukan?" Kata Mely.


"Flip, ayo berpamitan pada bibi." Ucap Felix menatap ke arah Flip.


Flip berjalan kearah Kim Ha Na, "bibi.. aku pulang, jika ada waktu aku akan datang ke Amerika untuk berkunjung." Kata Flip.


"Datanglah kapan pun kamu mau, bibi akan senang jika kamu sering-sering datang." Kata Kim Ha Na.


Felix dan Mely berdiri, di ikuti Kim Ha Na. Felix dan Mely berpamitan.


"Kami pergi Ha Na, jaga diri dan kesehatanmu." Ucap Mely.

__ADS_1


"Aku menunggu kabar baik darimu Ha Na." Ucap Felix.


"Hati-hati kalian semua," Kata Kim Ha Na.


"Andrew, paman dan bibi pulang dulu ya, cepatlah sembuh dan kembali melakukan aktivitasmu." ucap Felix sembari memeluk Andrew.


"Paman, jagalah kesehatan paman. Terima kasih untuk nasihat-nasihat paman, aku akan selalu ingat semua nasihat paman." Jawab Andrew.


"Sama-sama nak.." jawab Felix.


Felix melepas pelukan, Mely mendekat dan memeluk Andrew. "Jaga diri dan kesehatanmu Andrew, bibi doakan yang terbaik untukmu. Jangan menyerah dalam keadaan apapun, seberapa berat perkara yang engkau dapat pasti ada jalan keluarnya. Jangan pernah merasa sendiri, lebih baik bercerita untuk mengurangi bebanmu. Oke.. sampai jumpa dilain waktu sayang." Mely melepas pelukan, mencium kening Andrew, lalu mengusap lembut rambut Andrew.


Flip mendekat dan memeluk Andrew, "aku akan kembali mengunjungimu di lain waktu, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Jangan berputus asa, karena harapan akan selalu ada bagi orang-orang yang percaya. Jangan pernah meninggalkan jalan kebenaran saudaraku, aku pasti akan selalu merindukanmu." Ucap Flip.


"Thanks Flip, aku juga pasti akan merindukanmu. Terus semangat juga untukmu," jawab Andrew dengan senyuman.


Flip melepaskan pelukan dan menepuk ringan bahu Andrew. Felix, Mely dan Flip pergi meninggalkan kamar, Kim Ha Na mengantar sampai didepan pintu.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terima kasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2