
Mely menunggu di ruang tunggu, menanti kedatangan Abed. Pintu ruangan terbuka, Abed masuk dan berjalan mendekati Mely. Mely menatap Abed dan tersenyum cantik.
Mely: hai.. Abed?
Abed: hallo.. Mely?
Mely: ya, aku Mely. Senang bertemu denganmu.
Abed: aku juga. Maaf merepotkanmu datang Mel.
Mely: tidak masalah, kak Brian ada urusan dikantornya dan kak Amelia sedang tidak enak badan. Jadi aku yang bertugas hari ini mengantar makananmu.
Abed: thankyou.. kamu baik hati Mely, sama seperti Brian dan Amelia.
Mely membuka kotak makan dan menyiapkan makanan di hadapan Abed. Mely menceritakan mengenai Andrew. Bagaimana Andrew, kesehatan Andrew, dan lain sebagainya. Abed merasa lega, ada seseorang yang perhatian pada Andrew dan peduli pada Andrew.
Mely: kunjungi Andrew sesekali. Andrew pasti merindukanmu.
Abed: iya pasti, aku akan datang berkunjung ke rumah.
Mely: oh ya, Andrew memanggilku mama apa tidak masalah? Ntah sejak aku bertemu dengan Andrew dia langsung memanggil mama. Aku sudah meminta Andrew memanggilku bibi, tetapi Andrew tidak mau.
Abed: tidak masalah Mel, asalkan Andrew senang. Andrew pasti merindukan mamanya.
Mely: ya, aku juga rindu kak Niki.
Abed: kalian dekat?
Mely: ya aku lebih dekat dengan kak Niki dibanding kakakku.
Abed: (tersenyum) kamu datang sendiri?
Mely: (menggeleng) tidak, aku dia antar seseorang. Dia menunggu di parkiran.
Abed: siapa?? Kenapa tidak masuk?
Mely: saat ini dia belum ingin menemuimu. Tapi dia pasti akan datang menemuimu.
Abed: wah.. sepertinya bukan orang asing. Apa aku mengenalnya?
Mely: sangat kenal, kalian sahabat. Tuan Collyn..
Abed terdiam, matanya melebar mendengar nama Felix Collyn.
Mely: dan ya, apa kamu tau Owen dan Felix adalah saudara satu ayah?
Abed: apa???
Mely: ahh... jadi ini rahasia besar Felix. Bahkan Owen sendiri pun tidak tau, jelas saja kamu tidak tahu. (Meneghela nafas) aku tidak asal bicara Abed. Felix memang saudara Owen. Dan karena kematian Owen Felix menjadi seperti ini. Berusahan menghancurkanmu dan kak Brian.
Abed: astaga, jadi karena Owen. Aku akui Owen adalah seorang yang keras dan pendendam. Jauh dibandingkan Felix, aku dan Felix sudah sangat lama berteman. Dia selalu baik padaku dan selalu membantuku. Dan yang aku tau selama kita berteman Felix adalah orang yang pendiam, jika dia menyukai sesuatu dia pasti pasti akan pertahanka, meski sudah usang.
(Dalam hati Mely)
Kenapa aku jadi tersentuh mendengar cerita tentang Felix? Ahh.. aku pasti sudah gila. Tidak mungkin, Mely lupakan.. kamu dan Felix hanya sebatas bermain main. Jangan suka, jangan suka. Ini sangat memalukan.
Abed: Mely, apa ada masalah?
Mely: ahh tidak, aku hanya tersentuh dengan ceritamu. Itu saja. Lanjutkan makanmu, aku harus kembali ke boutique sekarang.
Abed: oke, thanks Mel.. tolong jaga anakku.
Mely: tenang saja, aku walinya sekarang. Pasti akan aku jaga baik baik. Aku akan kembalikan hak asuh Andrew padamu setelah kamu selesai menjalani masa hukumanmu. Okey?
Abed: oke.. hati hati di jalan. Titipkan salamku padan sahabat baikku. Katakan aku merindukannya dan ingin bertemu.
Mely: oke, aku pergi. Bye Abed..
Mely pergi meninggalkan Abed yang sedang makan. Mely keluar dari ruangan dan berjalan cepat meninggalkan kantor polisi menuju halaman parkir.
Mely membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil, Mely menutup pintu perlahan dan melihat Felix tertidur. Mely manatap Felix, tangannya meraba lembut wajah Felix. Felix memegang erat tangan Mely yang meraba wajahnya.
Felix: kamu sudah kembali?
Mely: ya, kamu lelah. Biarkan aku yang menyetir.
Felix: (membuka mata, mencium lembut tangan Mely) tidak masalah. Aku sudah cukup istirahat. Kamu ingin pergi kemana?
Mely: kembali ke Boutique.
__ADS_1
Felix: dengan senang hati mengantarmu Nyonya Collyn.
Mobil mulai melaju, meninggalkan kantor polisi menuju boutique Mely.
Mely tersenyum, ini pertama kalinya Mely senang dengan panggilan nyonya Collyn. Mely menarik tangannya dan menceritakan pada Felix mengenai Abed. Mely menyampaikan pesan Abed pada Felix. Felix terdiam tak menjawab apa apa. Mely juga terdiam, tidak ada lagi topik pembicaraan.
Felix: apa dia baik baik saja?
Mely: (terkejut) ya dia terlihat baik. Entah sebelumnya seperti apa, ini adalah pertemuan pertama kami.
Felix: apa saja yang kalian bahas?
Mely: apa lagi, tentu tentang putranya, Andrew. Aku sekarang asalah wali sah Andrew. Karena orangtua Adit sempat datang dan terjadi ketibutan. Entah apa yang mereka pikirkan, jelas jelas tau jika hak asuh diberikan pada Abed. Aku sangat kesal jika mengingat kejadian itu. Mereka juga melukai bibi Amanda.
Felix terkejut mendengar cerita Mely. Felix mengambil nafas dalam dan membuang nafas perlahan.
Felix: semua salahku Mely.
Mely: maksudmu?
Felix: akulah yang mempengaruhi pikiran orang tua Adit untuk mengambil Andrew.
Mely: apa? Astaga.. ini adalah ulahmu, perbuatanmu? (Terkejut)
Felix: ya, ini adalah ulahku. Maaf..
Mely: maaf? Padaku? Jika kamu punya hati, datanglah kerumah dan minta maaflah pada bibi Amanda. Kamu sangat keterlaluan Felix. (Kesal)
Felix: kamu marah?
Mely: ya, aku marah! Sangat marah dan kesal. Setega itu kamu pada orang yang dekat denganmu. Abed adalah sahabatmu, kenapa kamu begitu tega ingin mengancurkannnya? Kamu harus tau Felix semua perbuatanmu akan ada balasannya. Sebelum terlambat lebih baik kamu hentikan semua niatmu untuk balas dendam. Percuma, tidak ada keuntungan yang kamu dapat. Balas dendam tidak akan bisa menghidupkan Owen!
Jlebbbbbb.....!
Bagai tertusuk tombak, seketika mata Felix melebar. Felix menepikan mobilnya dam berhenti mendadak. Felix menunduk dan menangis. Mely terkejut, Mely bingung kenapa Felix tiba tiba menanngis. Mely memegang bahu Felix.
Mely: ma..af, apa kata kata ku melukai hatimu?
Felix: (menggeleng) aku lah yang salah, aku melupakan semua ajaran mamaku dan berubah jadi orang yang jahat.
Mely: hei, semua orang bisa berubah. Termasuk kamu, masih belum terlambat untuk kembali memulai bukan?
Felix menetap Mely, Mely tersenyum menyeka air mata Felix. Mely mendekat dan mencium lembut kening Felix. Mely memeluk Felix, Felix mengeratkan pelukannya.
Felix: Mely..... terimakasih..... (suara lembut)
Mely: (melepas pelukan meraba wajah Felix dengan dua tangan) kamu akan berubah kan? Tidak akan balas dendam lagi?
Felix: ya, aku tidak akan jahat lagi pada keluargamu.
Mely: bukan hanya keluargaku. Tetapi juga pada musuhmu. Berhentilah manabur garam pada luka.
Felix: ya.. (tersenyum)
Mely tersenyum, mendekat dan mencium lembut bibir Felix. Felix merangkul pinggang Mely dan membalas ciuman Mely.
♡♡♡♡♡
Felix dan Mely sampai di boutique. Mely menatap Felix dan tersenyum, Felix mendekat dan mencium pipi Mely. Felix tersenyum dan berbisik ditelinga Mely.
Felix: (suara lembut) i love you baby..
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung mely bedebar..
Wajah Mely merona..
Felix: hei, kenapa diam, kemana Mely yang aku kenal? Mely yang selalu menggodaku, dan selalu membuatku terpesona.
Mely: sekarang aku sudah tidak ada tujuan lagi untuk menggodamu. Aku tak akan menggodamu lagi.
Felix: oke, biarkan aku yang menggodamu sekarang. Aku akan mengejarmu sampai aku mendapatkan cinta dan hatimu.
Mely: oke, berjuanglah tuan Collyn..
__ADS_1
Felix: jangan pernah ada pria lain selain aku, sampai jumpa nyonya Collyn. Kita akan bertemu saat makan malam nanti, aku akan menjemputmu.
Mely: bye..
Mely membuka pintu mobil dan keluar dari mobil, menutup pintu mobil dan berjalan cepat masuk kedalam boutique nya.
Felix tersenyum lebar melihat Mely yang salah tinggah. Felix mengeluarkan ponselnya dari balik jasnya dan menghubungi Max.
(Panggilan terhubung)
Max: ya tuan.. ada hal penting apa?
Felix: hentikan penyelidikanmu mengenai Brian dan Axis Grup. Dan juga semua perusahaan koneksinya. Kita akhiri sampai disini, oke..
Max: maksud tuan?
Felix: aku tak akan jelaskan ulang. Intinya aku tak akan mengganggu Brian dan keluarganya lagi. Bukankah hal ini juga yang kamu harapkan Max?
Max: (terkejut) tuan apa maksud anda?
Felix: haha.. (tertawa kecil) aku tau, kamu kembali padaku karena ingin membantu Brian kan? Katakan kepada tuanmu, aku tak akan mengganggunya lagi. Semua sudah berakhir! Tidak akan ada lagi pertikaian di antara kami.
Max: tuan, anda bertingkah aneh. Apa ada sesuatu?
Felix: tentu saja. Seseorang yang aku cintai memintaku berubah. Sudahlah, intinya kamu lakukan apa yang aku minta.
Max: baik tuan, saya mengerti.
Felix: dan ya, aku ada perlu bicara padamu. Kamu ada di kantor?
Max: ya, saya di kantor.
Felix: tunggu aku sore nanti. Aku masih akan pergi ke suatu tempat.
Max: baik tuan. Hati hati di jalan.
Felix: ya.. (memutus panggilan)
Felix memasukan ponselnya dalam saku jasnya. Dan pergi dengan mobilnya meninggalkan boutique. Pergi menuju suatu tempat.
Felix: mama, aku datang..
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"