Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 158


__ADS_3

Lovely merasa cemas, melihat Andrew yang tidak sadarkan diri. Air matanya terua mengalir, Lovely menggigit ujung kuku ibu jari tangan kanannya. Petugas medis melakukan penolongan pertama kepada Andrew.


10 menit kemudian..


Mobil ambulance sampai di rumah sakit. Andrew diturunkan dari mobil Ambulance dan langsung di bawa ke IGD. Lovely menunggu di depan IGD dengan perasaan yang kacau. Khawatir, sedih, cemas, panik dan kecewa semua bercampur menjadi satu.


Seorang perawat menghampiri Lovely dan meminta Lovely mengisi data pasien. Lovely mengiyakan dan berjalan mengikuti perawat di depannya. Lovely mengisi data dan menggunakan namanaya sebagai wali. Seelah selesai mengisi data Lovely kembali ke tempat asal, Lovely duduk dan menunduk.


"Bagimana ini, haruskan aku beritahu bibi Kim? (Berfikir) tidak-tidak, jika bibi Kim tau dia pasti akan sedih. Begitu juga papa dan mama pasti akan langsung datang kesini, mereka juga pasti akan panik dan cemas. Bagaimana ini? Ahh.. apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batin Lovely.


Lovely tidak bisa tenang, Lovely berdiri dan berjalan mondar-mandir didepan ruang IGD. Sesekali menatap ruangan berharap dokter cepat keluar dan memberi kabar. Sekertaris Andrew datang bersama suaminya, langsung menemui Lovely dan bertanya mengenai kabar atasannya.


"Nona, bagaimana keadaan tuan?" Merasa cemas.


"Dokter belum keluar memberi kabar, aku harap tidak ada masalah besar." Jawab Lovely.


"Bersabarlah nona, saya turut bersedih melihat kondisi dan keadaan tuan. Jujur saja, pertama datang ke kantor tuan tidak terlihat sedih atau menunjukan keanehan, hanya saja melakukan beberapa teguran kepada staf yang memang tidak bekerja dengan baik. Sampai tiba-tiba ada kejadiam seperti ini diluar kantor." Kata sekertaris itu.


"Bantu aku, bisakah kamu menangani pekerjaan kantor. Andrew sepertinya perlu perawatan beberapa hari disini, aku akan datang kekantor tetapi hanya sebentar karena aku juga harus mengawasi dan memantau keadaan Andrew." Lovely menatap sekertaris Andrew dengan wajah memelas.


"Nona.. jangan memasang wajah seperti itu. Saya pasti akan membantu anda dan juga tuan, saya akan bekerja semampu saya nona."sekertaris tersebut tersenyum menatap Lovely, berusaha menenangkan dan menghibur Lovely.


Pintu ruangan terbuka. Seorang dokter keluar. Dokter tersebut berjalan menghampiri Lovely dan menyampaikan hasil pemeriksaan, belum sampai mendengar apa-apa tubuh Lovely sudah gemetar.


"Luka di kepala tuan Williams cukup parah, tuan Willimas juga kehilangan banyak darah. Saat ini sedang dilakukan transfusi darah. Kami juga sudah memeriksa luka ditangan dan kakinya. Maaf nona, boleh saya bertanya? Apakah tuan ada masalah dengan seseorang atau mungkin sekelompok orang? Luka ditangannya begitu banyak. Saya juga melihat ada bekas luka di punggung tangan tuan Williams." Kata Dokter.


Lovely terdiam tidak tau harus bicara apa. "Begini dok, saya akan jelaskan seauai apa yang saya lihat dan semoga dokter memahami apa yang saya sampaikan." Jawab Lovely.


Lovely mulai bercerita jika luka ditangan buka akibat perkelahian melainkan luka yang di buat sendiri oleh Andrew. Lovely juga menjelaskan keanehan pada Andrew, dokter mengangguk menanggapi cerita Lovely dengan tenang. Lovely terpaksa menceritakan keadaan Andrew yang sebenarnya kepada dokter karena bagaimanapun Andrew harus mendapatkan perawatan. Lovely tidak ingin melihat Andrew yang semakin kacau dan tidak terkendali.


Lovely selesai bercerita. "Kira-kira seperti itu dok, saya tau bagaimana keadaanya tetapi mengapa begitu sulit untuk mengendalikan diri?" Lovely merasa bingung.


Dokter menghela nafas, " begini nona, menurut cerita yang saya dengar dari anda saya dapat menyimpulakan jika keadaan tuan tidak semudah apa yang anda pikirkan. Batinya benar-benar tertekan sepertinya, saya mengerti mengapa tuan sampai melukai diri sendiri seperti itu. Saya akan mencoba membantu anda, mencarikan psikiater yang bisa diandalkan. Anda harus banyak bersabar nona. Saya sudah tulis resep, (memberikan resep) mohon di minum secara teratur, setelah sadar kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan. Saya permisi." Kata dokter, dokter banyak menjelaskan


"Terimakasih dokter, terimakasih banyak." Ucap Lovely.


Dokter tersebut pergi meninggalkan Lovely. Lovely mengusap dahinya merasa sedikit lebih lega.

__ADS_1


"Nona maaf, saya harus kembali pulang. Orang tua saya sednag berkunjung ke rumah." Kata seleetaris Andrew.


"Ya.. pukanglah. Aku serahkan beberapa tugas kantor padamu. Selalu kirim laporan kantor ke email ku aku akan tunjukan pada Andrew nanti.


"Baik nona, saya permisi. Jaga kesehatan anda." Sekertaris tersebut berkata dengan suara lembut.


"Hati-hati di jalan, maaf merepotkanmu." Lovely tersenyum cantik.


Sekertaris melambaikam tangan dan pergi. Lovely pergi membeli obat untuk Andrew.


♡♡♡♡♡


Keesokan harinya..


Ponsel Flip berdering, Flip yang tidur merasa tidak nyaman ponselnya terus berdering. Naomi membuka selimut Flip dan terkejut saat Flip tidur hanya mengenakan celana pendek tanpa mengenakan baju. Seketika Naomi langsung memalingkan wajah.


"Naomi si hantu nakal, jangan coba-coba membangunkan ku. Aku akan memusnahkanmu." Suara serak Flip, dengan mata yang masih tertutup.


"Flip, dimana bajumu?" Tanya Naomi.


"Aku tidak pakai, aku lelah semalam pulang larut dari laboratorium. Sudah jangan banyak bicara lagi hantu nakal, pergi sana." Flip mengubah posisi tidurnya.


"Beraninya menikmati tubuhku yang polos ini. Hantu nakal, sudah berapa kali kamu lakukan ini. Hantu nakal, kamu benar-benar nakal." Flip masih menutup matanya.


Naomi meronta, melepaskan tangan Flip. "Menyebalkan sekali bocah sepertimu Flip! Aku akan membunuhmu." Kata Naomi.


"Aku sudah dewasa bukan bocah. Usiaku sudah 18 tahun, aku bukan bocah berusia 5 tahun hantu jelek dan nakal Naomi Williams." Jawab Flip yang kembali menarik selimut menutupi tubuh dan wajahnya.


Ponsel Flip kembali berdering, Naomi melihat layar ponsel dan membangunkan Flip. Menggoyang-goyang tubuh Flip.


"Flip bangun! Dasar si tukang tidur, pemalas! Ada panggilan dari Dokter Frans. Mungkin hal penting, jangan menjadi pemalas. Ayo cepat bangun!" Naomi terus mengomel agar Flip bangun.


Flip yang ada di balik selimut merasa kesal, sudah menahan diri agar tidak emosional. " oh sial! Kamu selalu mengangguku Naomi. Aku banar-benar kesal padamu. (Flip membua selimut dan meraih ponselnya) ini hari liburku, aku ingin bermalas-malasan dan bsrsantai. Ada saja yang mengganggu." Flip menerima panggilan.


(Percakapam di telepon)


"Hallo.." jawab Flip.

__ADS_1


"Selamat pagi Flip Collyn. Ah apa aku perlu memanggi dokter Flip?" Ucap seseorang di ujung telepon.


"Jangan seperti itu, saya masih belum pantas di sebut sebagai dokter. Akan saya pakai gelar itu saat usia saya mencapai 20 tahun. Ada apa dokter Frans? Ada hal penting?" Tanya Flip.


"Apa kamu sibuk Flip, aku butuh bantuamu. Jika ada waktu luang datangkah ke kota ku, ada pasien yang perlu bantuanmu." Jawab dokter Frans.


"Hmm sedang saya libur sampai akhir pekan, saya akan datang ke rumah sakit anda nanti. Sampai jumpa dokter Frans." Ucap Flip.


"Baiklah-baiklah, aku tau kamu sedang ada disinggasanamu saat ini. Ranjang yang empuk, bantal yang empuk. Hahaha.. kebiasaanmu tetap sama murid kesayanganku. Selamat tidur, aku akan menunggumu nak. Sampai jumpa." Dokter Frans mengakhiri panggilan.


Flip meletakan kembali ponselnya di meja dan kembali tidur. Flip tiba-tiba bangun dan duduk, matanya terbuka lebar menatap Naomi.


"Ada apa menatapku?" Tanya Naomi.


"Aku akan memusnahkanmu." Jawab Flip.


"Bocah gila. Apa kamu sedang demam? Aku akan mmebunuhmu lebih dulu." Naomi kesal.


"Haha.. ayo bunuh. Aku ingin tau bagaimana caramu membunuhku. Ayo cepat bunuh aku." Flip menatap tajam pada Naomi.


Naomi tersenyum tipis, mendekat dan mencium kilas bibir Flip. Flip terkejut, wajahnya memerah. Flip kembali tidur dan menutupi wajahnya dengan selimut.


"Aaahhh hantu nakal, beraninya menggunakan cara seperti itu. Aku benci itu, aku benci.." batin Flip.


Naomi tersenyum senang, Naomi menyentuh bibirnya. Naomi merasa aneh, sejak pertama mencium Flip rasanya benar-benar seperti nyata. Seperti dirinya adalah manusia yang bisa langsung bersentuhan dengan Flip. Oleh karena itu Naomi selalu mencuri-curi kesempatan mencium dan menggoda Flip.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo hallo hallo..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih banyak..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Bye bye..

__ADS_1


♡Dea Anggie😉♡


__ADS_2