
♡Amelia♡
Segar sekali setelah mandi. Aku melihat Brian asik dengan pekerjaanya. Sibuk menatap laptopnya. Aku naik ke ranjang dan mendekat. Aku mengintip apa yang dia kerjakan dari tadi. Ternyata membalas email dari klien.
Aku mencium lembut pipi Brian. Aku kembali turun dari ranjang untuk menyisir rambutku.
Brian: sayang, kamarilah.. (bicara lembut)
Amelia: (mendekat) ada apa?
Brian: duduklah, aku akan sisir rambutmu.
Amelia: kamu sibuk, ku bisa sendiri.
Brian menutup laptopnya dan meletakan dimeja, dia tersenyum padaku. Aku naik ke ranjang dan duduk di depannya, dengan posisi membelakangi Brian. Aku memberikan sisir padanya. Brian dengan hati hati menyisir rambutku. Sesekali dia mengusap lembut kepalaku.
Brian: apa yang kamu pikirkan? Kenapa diam?
Amelia: tidak ada, aku senang kamu perhatian padaku. Terimkasih sayang.
Brian memelukku dari belakang, menciumi pipiku berkali kali, aku hanya tersenyum.
Brian: kapan aku tidak perhatian? Kapan aku tidak peduli? Kamu lah yang utama dalam hidupku. Mati untukmu pun aku rela sayang.
Aku sedih mendengar kata katanya. Aku melepas tangan Brian dari perutku dan berbalik. Aku menatap Brian dengan tajam dan kesal.
Amelia: jangan bicara hal buruk itu lagi sayang. Aku tidak suka mendengarnya. Aku akan sangat sedih bila itu terjadi. Kamu berjanjin padaku untuk menua bersamaku kan?
Brian: (tersenyum) tentu saja, kita akan menua bersama. Maaf ya, membuatku sedih.
Brian memelukku, mengusap lembut punggungku. Aku memendamkan wajahku dalam pelukan Brian.
Amelia: (melepas pelukan) apa lukamu masih sakit?
Brian: tidak, sudah jauh lebih baik.
Amelia: bagus kalau begitu. Aku senang kamu kembali pulih.
Klekk..
(Suara pintu dibuka)
Aku dan Brian memalingkan wajah bersamaan. Aku terkejut, mama Amanda datang dengan Lovely. Mama Amanda mendekat dan memberikan Lovely padaku.
Amanda: jaga lovely sebenetar. Aku harus ke restorant sebrang rumah sakit. Aku melihat disana ramai dan antri, kasian Lovely jika aku ajak.
Amelia: perlua aku temani ma?
Amanda: tidak, kalian baik baiklah disini. Apa ada sesuatu yang kalian butuhkan?
Amelia: tidak ma, terimakasih.
Amanda: mama pergi dulu.
Brian: hati hati..
Mama Amanda keluar dari ruangan. Lovely menatap ke arah Brian. Brian terseyum, Lovely pun tersenyum.
Brian: berikan padaku, aku akan menggendongnya.
Amelia: hati hati lukamu (menyerahkan Lovely)
Brian: (menggedong Lovely) hallo sayang.. (tersenyum, menciumi pipi lembut Lovely) papa rindu sekali padamu sayang.
Lovely hanya tersenyum dan sesekali tertawa. Aku menyandarkan kepalaku di bahu Brian. Brian mencium keningku lembut.
Brian: terimakasih, sudah menajaga Lovely.
Amelia: hmm.. yang menjaga mama. Aku hanya memberinya Asi.
Brian: iya, kamu sibuk mengurusku. Maaf membuatmu lelah dan sibuk.
Amelia: tidak apa sayang, cepatlah sembuh. Agar kita bisa berkumpul bersama dirumah.
Brian: iya.. aku akan rajin minum obat, dan banyak istirahat. (Membelai wajah Lovely)
Amelia: sayang.. (tersenyum dan mencium hidung Lovely) senang ya bertemu papa.. (memegang tangan Lovely)
__ADS_1
Brian: Lovely cantik sepertimu sayang.
Amelia: aku harap dia berani dan penuh cinta sepertimu Brian. Tumbuh menjadi wanita luar biasa.
Brian: semoga saja.. (melihat Lovely yang mulai tertidur) lihat putri kita tertidur. Lucu sekali (tersenyum)
Amelia: iya, dia merindukanmu Brian, tertawa bersamamu dan langsung tidur.
Mama Amanda kembali dan membawa Lovely pulang. Mama Amanda buru buru karena sudah ditunggu supir taxi di lobby rumah sakit.
Lovely pulang aku merasa sedih. Brian berbaring. Brian memegang tanganku dan mencium lembut punggung tanganku.
Brian: sudah malam, ayoo tidur.
Amelia: ya.. \(berbaring di samping Brian\) tidurlah, besok pemeriksaan terakhirmu. Jika kondisimu baik, kamu bisa pulang.
Brian: akhirnya, aku ingin cepat pulang. Aku bosan disini. Tidak bisa bebas menciummu dan menggodamu.
Amelia: Brian.. \(tersenyum\) jangan bergurau.
Brian mendekat dan mencium bibirku.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantungku berdebar, astaga Amelia. Ini bukan pertama kalinya Brian menciummu. Kenapa begitu gugup. Brian melapas ciumannya dan mencium keningku.
Brian: kenapa wajahmu?
Amelia: apa lagi, aku malu.. jantungku selalu berdebar saat kamu menciumku.
Brian: benarkah? Wah aku berhasil mengguncang hatimu sayang.
Amelia: \(mencium kilas bibir Brian\) tentu saja, pesonamu sungguh luar biasa tuan. tidurlah, selamat tidur sayangku. Mimpi indah. I love you..
Brian: I Love you too.
Pesonamu juga luar biasa istriku. Bukan hanya jantungmu yang berdebar, jantungku pun sering berdebar melihat senyum cantikmu. Selamat tidur sayang. Mimpi indah bersamaku.
Aku menarik selimut dan masuk dalam pelukan Brian. Brian mencium lembut keningku. Mengusap kepala ku. Brian mendekapku erat. Mataku mulai tertutup, aku pun terlelap tidur. Tenggelam dalam mimpi indah bersama Brian.
○○○○○
Brian sudah menjalani pemeriksaan terakhir. Dokter sudah mengijinkan Brian pulang. Sekarang Brian bersiap sedang berganti pakaian dibanri Amelia. Amelia mengancing kemeja Brian. Merapikan kemeja Brian dan langsung memeluk Brian.
Amelia: jangan terluka lagi sayang. Aku akan sangat cemas nanti.
Brian: (mengeratkan pelukan) oh sayangku, kamu sangat peduli padaku. Terimkasih sayang.
Amelia: (melepas pelukan, tersenyum ke arah Brian) ayo kita pulang. Lovely sudah menunggu di rumah.
Brian: (mencium kilas kening Amelia) baiklah, ayo kita pulang (tersenyum)
Amelia dan Brian keluar dari ruangan. Menuju lobby rumah sakit. Boby melihat Amelia dan Brian, dengan cepat membuka pintu belakang mobil. Brian tersenyum menatap Boby.
Boby: hallo tuan..
Brian: hai bob, bagaimana kabarmu? (Tersenyum)
Boby: seperti yang anda lihat (tersenyum)
Brian dan Amelia masuk dalam mobil. Boby menutup pintu dan mengikuti masuk dalam mobil. Boby menjalankan kemudi. Mengantar Brian dan Amelia pulang.
○○○
Sesampainya di rumah Brian di sambut oleh Abed, Nikita dan Amanda. Brian senang, semua peduli padanya.
Brian: ini kejutan?
Abed: welcome..
Abed memeluk Brian erat, Abed menepuk lembut punggung Brian.
__ADS_1
Abed: selamat datang kembali Brian, kami senang kamu pulih dan kembali pulang.
Brian: terimkasih. (Melepas pelukan)
Nikita: apa kamu sudah merasa baikan? Terimkasih bantuanmu Brian. Anderw akhirnya bisa kembali.
Brian: sama sama. Itu semua berkat suamimu yang tangguh.
Amelia memapah Brian ke dalam rumah. Amelia langsung membawa Brian ke kamar untuk beristirahat. Amelia menata bantal, Brian duduk di ranjang dan bersandar. Amelia meraba lembut wajah Brian dan tersenyum cantik.
Amelia: kamu istirahat dulu, aku akan buatkan kamu bubur untuk makan siang.
Amelia berbalik hendak keluar kamar, Brian menahan tangan Amelia. Amelia berbalik menatap dan Brian.
Amelia: ada apa? Kamu butuh sesuatu?
Brian: kemarilah.. ada sesuatu yang ingin aku berikan.
Amelia mendekati Brian, Brian meraih tengkuk Amelia dan mencium Amelia. Amelia terkejut, ingin menolak tapi tidak bisa. Brian mencium lembut bibir Amelia. Tidak lama Brian melepas ciumannya dan tersenyum. Brian mencium lembut pipi Amelia.
Brian: terimakasih sudah mau merawatku sayang. Aku hanya bisa berikan ciuamaku untukmu. Aku hanya bisa memberikan tubuhku ini untukmu.
Amelia: sama sama.. semua yang aku miliki adalah milikmu Brian, begitu juga sebaliknya. Kamu dan aku adalah satu (tersenyum) istirahatlah..
Brian: bawa Lovely kemari, aku ingin bermain bersamanya.
Amelia: iya.. aku akan segera kembali.
Amelia pergi keluar kamar. Amanda memberika Lovely pada Amelia.
Amelia: terimakasih ma, sudah susah payah menjaga Lovely.
Amanda: sama sama.. tidak perlu sungkan.
Abed: kami harus kembali Amelia, sampaikan salam pada Brian.
Amelia mengangguk pelan. Amelia mengantar mereka sampai di teras.
Amelia: terimakasih.. (tersenyum) hati hati di jalan.
Nikita: bye bye, jaga dirimu Amelia
Amelia: kamu juga Nikita. Hati hati semua.
Abed, dan keluarganya naik dalam mobil dan meluncur pergi. Amelia masuk dan menutup pintu, menggendong Lovely ke kamar.
Amelia: sayangnya mama (menciumi Lovely) dikamar dengan papa ya, mama mau buat bubur. Hmmmm.. sayangku, putriku yang cantik.
Amelia masuk dalam kamar. Brian tersenyum melihat Amelia dan Lovely. Amelia membaringkan Lovely di samping Brian.
Amelia: Abed, Nikita dan mama sudah pulang. Kamu jaga Lovely, aku akan masak bubur.
Brian: iya, pergilah memasak. Hati hati sayang.
Amelia: iya sayang.. (pergi keluar kamar)
Amelia pergi di dapur untuk memasak bubur. Sementara Brian bermain dengan Lovely, Brian berbaring dan memeluk Lovely. Menepuk lembut punggung Lovely. Brian menciumi pipi Lovely, dan tersnyum.
Brian: jadilah, wanita hebat dan bijaksana sayang. Papa akan selalu ada untukmu. Papa akan menjagamu, melundungimu. Dan selalu menyayangimu.
Lovely tertirdur, Brian mengusap lembut kening Lovely. Brian memejamkan mata dan tertidur.
○○○○○
Amelia membuka pintu dan masuk, menutup pintu perlahan. Amelia mendekat ke ranjang. Amelia melihat pemandangan yang indah. Pemandangan dimana Brian tidur memeluk Lovely. Amelia tersenyum dan naik ke atas ranjang perlahan. Amelia membelai rambut Brian dan juga pipi Lovely.
Amelia: kalian lah sumber kebahagiaanku. Kalian adalah segalanya. Love you Brian and Lovely.
Amelia berbaring, memeluk Lovely. Memegang erat tangan Brian. Amelia memejamkan mata dan terlelap tidur.
Brian, Lovely dan Amelia tidur bersama. Mereka larut dalam mimpi yang indah.
❤❤❤
•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•
•Terimakasih•
__ADS_1
•Beri ☆ juga yaa•