
Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Hari pernikahan Abed dan Nikita. Banyak tamu yang hadir diacara resepsi. Semua tamu memberi selamat termasuk Brian dan Amelia.
Brian: selamat Abed, bahagia selalu (memeluk kilas Abed)
Abed: thanks.. ajari aku memuaskan wanita (berbisik)
Brian: (tersenyum) perlakukan wanitamu selembut mungkin. Sentuh dan belaian penuh cinta. Dan terakhir ciuman maut (berbisik)
Abed: ah.. baiklah, aku mengerti. (Tersenyum)
Amelia: Nikita selamat. Semoga selalu bahagia. (Memeluk)
Nikita: terimakasih Amelia, kamu juga (melepas pelukan) bahagialah selalu bersama Brian dan Lovely.
Brian: selamat Nikita, kita keluarga sekarang.
Nikita: iya terimakasih.
Amelia: selamat kakak.. (memeluk Abed) aku sangat bahagia.
Abed: (mengeratkan pelukan) terimakasih sayang. Kamu selalu peduli padaku. (Menangis)
Amelia: (melepas pelukan dan menyeka air mata Abed) kak, jangan menangis. Ketampananmu akan hilang nanti.
Abed: jangan menggodaku Amelia. (Tersenyum)
Plok..
Plok..
Plok..
(Suara tepuk tangan)
Semua mata tertuju pada arah yang sama. Semua terkejut dan melebarkan mata. Dua tidak diundang pun hadir dalam resepsi pernikahan
"sahabatku, kamu melupakanku?"
Abed: Owen, kenapa kamu datang? Dan kamu juga? (Melihat Adit)
Owen: aku hanya menemani seorang teman baru. Kasian sekali dia, kehilangan calon istri dan anaknya.
Brian: Owen, Adit jangan mencari masalah!
Owen: hai Brian Antonius Candra. Gigolo baik hati dan penuh cinta kasih. Selamat ya atas kebahagiaanmu bersama mantan tunanganku.
Amelia: aku tidak pernah ada hubungan apapun denganmu. Pergi dari sini!
Owen: haha.. (tertawa) kamu mengusirku? Jangan buru buru mengusirku, saat aku pergi aku akan bawa hal berharga yang kalian miliki (tersenyum jahat)
(Dalam hati Brian)
Apa maksud Owen ini. Hal berharga... (berfikir, tidak lama melebarkan mata) jangan jangan Lovely, dia membawa anakku? Sialan!!
Brian mendekati Owen dan mencengkram krah kemeja Owen, mata Brian menatap Owen dengan tajam.
Brian: jangan coba coba menyentuh putriku, Owen. Aku tidak akan mengampunimu!
Owen: (menepis tangan Brian) kamu pintar Brian, sayang sekali orangku sudah membawa putrimu pergi.
Amelia: bajingan!!! Kembalikan anakku padaku.
Brian: Brengsek kamu Owen!! Aku tidak akan melepaskanmu sampai terjadi sesuatu pada putriku.
Owen: tenanng saja. Putrimu bersama temannya.
Nikita: Adit, kamu bawa anakku?
Adit: apa salahnya? Dia anakku.
Nikita: kembalikan (memukul bahu Adit) kembalikan anakku. (Menangis)
Adit: akan aku kembalikan, kembalikah padaku dan tinggalkan dia!
Plaaaakkkk...
Nikita menapar Adit, Nikita dangat geram. Amarahnya meledak.
Nikita: kamu pria brengsek yang pernah aku temui. Kamu mendorongku dan meninggalkanku. Kamu bahkan tidak melihatku saat pergi! Kamu ingin aku kembali padamu? Aku tidak akan mau! Sampai mati pun tidak akan mau!
Adit: terserah! Jangan harap bertemu anakku lagi.
Owen: aku akan hubungi kalian nanti.
Tunggu dan nantikan saja. Adit, ayoo..
Adit: pikirkan baik baik Nikita. Kembali atau kehilangan!
Adit pergi bersama Owen meninggalkan Brian, Amelia, Abed dan Nikita. Amelia dan Nikita menangis tersedu. Brian menenangkan Amelia. Abed memeluk erat Nikita. Brian membawa Amelia masuk dalam villa. Demikian juga Abed dan Nikita mereka menyusul masuk dalam villa.
Owen dan Adit mengacaukan resepsi pernikahan Abed dan Nikita. Tidak hanya itu, mereka juga membawa pergi Lovely dan Andrew. Didalam villa Amanda ditemukan pingsan tersungkur di lantai. Brian menghela nafas berkali kali mencoba menenangkan diri.
Amelia: Brian, bagaimana ini? (Menangis)
Brian: tenang sayang. Aku pasti akan membawa kembali Lovely dan Andrew. Jangan bersedih. (Menyeka air mata Amelia)
Amelia: aku tidak bisa hidup tanpa anakku Brian. (Memeluk Brian)
Brian: sabar sayang. Aku harus menyusun rencana yang matang. Kamu harus bersabar. Percaya padaku, aku bawa pulang Lovely kita secepatnya.
Abed: apa renncanamu Brian?
__ADS_1
Brian: dimana tempat Owen tinggal?
Abed: Villa A. Taman kota C. No.209
Brian melepas pelukan dan mengeluarkan ponsel dari sakunya. Brian menghubungi Thomas.
(Panggilan terhubung)
Thomas: ya tuan, ada perintah apa?
Brian: bawa dua temanmu ke Villa A. Taman kota C No.209 katakan aku yang menyuruhmu. Tanyakan apa mau mereka. Kita bertemu dirumah lama 3 jam lagi.
Thomas: baik tuan. Kami akan segera pergi.
Brian: berhati hatilah. Lawanmu berbahaya, jangan menyinggung perasaannya. Atau kamu dan rekan rekanmu tidak akan bisa pergi hidup hidup.
Thomas: kami mengerti tuan. (Memutus panggilan)
Abed: apa yang kamu rencanakan?
Brian: kamu nanti ikut denganku, biarkan Amelia dan Nikita kembali ke rumahmu menjaga mamamu. Kita bicarakan rencana kita disana, tunggu kabar dari orangku.
Abed: baiklah, aku mengerti.
Nikita: bawa pulang anakku (menangis)
Abed: sayang tenanglah. Aku akan bawa kembali Andrew. Oke? (Memeluk Nikita)
Brian memeluk Amelia, dan menciumi kepala Amelia. Mengusap lembut punggung Amelia.
Brian: malam ini, tinggallah di rumah Abed. Aku akan pergi ke rumah lama bertemu Thomas, Arson, dan Billy.
Amelia: apa kamu akan menemui Owen?
Brian: jika bukan aku siapa lagi? Aku tidak mungkin menyerahkanmu padanya.
Amelia: berhati hatilah, Owen berbahaya. Aku takut kamu terluka Brian. Aku takut apa yang Daniel alami terjadi padamu.
Brian: cintamu menguatkan ku sayang. Aku pasti bisa menghadapi Owen, demi membawa pulang Lovely kita. Kamu jangan bersedih lagi. Berdoalah semoga aku dan Lovely baik baik saja.
(Dalam hati Brian)
Aku tidak tahu apa yang terjadi jika aku pergi Amelia. Owen sudah pasti punya rencananya sendiri. Dia memang sengaja memancingku datang. Mungkin juga ingin melenyapkanku. Dan merebutmu kembali. Apapun itu aku tidak akan mundur. Aku tidak takut pada kematian, yang aku takutkan kehilanganmu dan juga Lovely kita. Jangan bersedih sayang. Aku akan membawa pulang Lovely. Aku berjanji padamu.
Brian mengeratkan pelukannya. Dan mencium lembut bahu Amelia. Air matanya tiba tiba menetes. Jantung Brian berdebar kencang.
Deg!
Deg!
Deg!
Brian punya rencananya sendiri. Brian, Abed, Thomas, Arson, dan Billy berkumpul dan berdiskusi.
Thomas: penjagaan ketat.
Brian: kamu lihat anakku?
Thomas: sepertinya di lantai 2. Karena kami mendengar tangisan bayi.
Brian: apa yang Owen katakan?
Thomas: ingin anda datang seorang diri. Jika ingin nona kecil selamat.
Abed: bagaimana dengan andrew?
Arson: Adit dan Andrew tidak ada di rumah itu. Mereka pergi ke rumah A pusat kota.
Brian: baaiklah, Arson, Billy, kalian bantu Abed mendapatkan Anderw kembali. Kerahkan bantuan polisi. Adit harus dihukum berat. Jangan lukai dia, jika terpaksa pun jangan sampai membunuh.
Arson: kami mengerti tuan.
Billy: lalu anda bagaimana? Rumah Owen lebih berbahaya.
Brian: ada Thomas bersamaku. Kalian pergilah.
Abed: jaga dirimu Brian, kami pergi.
Brian: jaga dirimu juga Abed, jangan berbuat hal diluar batas.
Abed: aku mengerti (pergi)
Abed pergi bersama Arson dan Billy. Thomas manatap Brian dan terlihat cemas.
Brian: ada apa Thomas?
Thomas: tuan apa anda yakin pergi? Bagaimana jika ssesuatu terjadi?
Brian: sesuatu itu pasti terjadi. Dia memang ingin membunuhku. Dan mengambil istriku. Ingat, saat Lovely sudah ditanganmu. Cepat bawa Lovely kembali pulang kerumah Abed. Jangan hiraukan apa yang kamu lihat. Apa yang kamu dengar. Oke?
Thomas: baik tuan, saya mengerti.
(Dalam hati Brian)
Owen, ini adalah kemauanmu sendiri. Jangan salahkan aku jika aku sedikit jahat padamu. Meski kamu membunuhku pun, aku juga tidak akan biarkan kamu hidup. Ayo kita mati bersama. Itu lebih baik bagi kita!
Brian: ayo berangkat..
Thomas: baik tuan.
Sebelumnya Brian sudah menghubungi polisi untuk membantunya. Brian melarang bantuan mendekat sebelum Lovely berada dalam tangannya. Jika terlihat membawa bantuan, Brian khawatir Owen akan melukai Lovely.
__ADS_1
Brian dan Thomas menuju rumah Owen. Jantung Brian terus berdetak. Tangan Brian gemetaran. Brian yakin kali ini bahaya besar akan mengancam. Brian berusaha tenang dan mengatur nafas.
(Dalam hati Brian)
Hari ini aku akan pertaruhkan nyawaku demi putriku. Aku rela mati demi putriku. Sayangku, Lovely.. papa akan datang. Tunggulah sayang, bertahanlah. Pasti kamu lapar dan haus. Jangan menangis sayang, jangan menangis. Jadilah anak manis agar mereka yang ada disana tidak menyakitimu. Mobil kami berhenti. Aku melihat banyak sekali penjaga. Owen pasti mengerahkan banyak orang untuk melindungi diri. Aku dan Thomas turun. Kami disambut seseorang pria berpakaian lengkap. Aku dan Thomas mengikuti pria tersebut. Sesampainya didalam, aku melihat Owen duduk manis menyilangkan kaki di kursi kebesarannya.
Owen: luar biasa, kamu sungguh datang Brian Antonius Candra.
Brian: berikan anakku. Akulah orang yang kamu inginkan. Jangan libatkan anakku yang masih bayi.
Owen: (melambaikan tangan, seorang pengawal berjalan menjauhi Owen menuju lantai dua) jadi kamu sudah tau tujuanku?
Brian: ya, aku akan bertukar tempat dengan anakku.
Pengawal turun dari lantai dua menggendong Lovely. Pengawal mendekati Owen dan menyerahkan Lovely pada Owen. Owen menggendong Lovely. Brian mengepalkan tangannya. Berharap Owen tidak akan menyakiti Lovely.
Owen: kamu sungguh mencintai anakku Brian. Sampai kamu rela menukarnya dengan nyawamu sendiri.
Brian: tentu saja. Seorang ayah harus rela mati demi anaknya. Berikan anakku, kamu bisa lalukan apapun padaku.
Owen berdiri dan berjalan mendekati Brian. Owen mendekat pada Brian. Owen menatap tajam ke arah Brian.
Owen: tepati kata katamu Brian. Jika berbohong aku tidak akan segan.
Brian: aku akan tepati janjiku. (Berusaha tenang)
Owen menyerahkan Lovely pada Brian. Brian menatap Lovely, menciumi Lovely.
(Dalam hati Brian)
Maaf sayang, kamu harus pulang sendiri tanpa papa. Papa harus tinggal disini. Kamu baik baik bersama mama di rumah ya sayang. Papa akan menyusul pulang nanti. I love you Lovely.
Brian mencium lembut kening Lovely. Lalu menyerahkan Lovely pada Thomas. Thomas menatap Brian, Brian mengedipkan satu matanya sebagai kode Thomas harus secepatnya pergi bersama Lovely. Thomas mengangguk. Thomas pergi menggendong Lovely meninggalkan Brian dan Owen.
Brian berbalik dan menatap Owen. Owen berjalan perkahan mengelilingi Brian.
Owen: tidak ada yang ingin kamu sampaikan? Maksudku permintaan terakhir?
Brian: permintaanku yang terakhir adalah " MASUK!!"
Owen: (terkejut) masuk? masuk peti mati?
Diluar rumah terjadi kekacauan, Owen mengerutkan dahinya, dengan segera megeluarkan pistol. Begitu juga Brian. Mereka menodongkan pistol satu sama lain.
Owen: kamu menipuku?
Brian: tidak. Aku tidak menipumu. Aku masih disini bersamamu. Aku tidak mengingkari janjiku.
Owen: brengsek! Kamu sungguh ingin mati? Aku akan kabulkan.
Brian: ayo kita mati bersama. Itu lebih baik!
Owen: bersiaplah mati.
Brian: kamu juga.
Dorr..
(Suara tembakan)
Owen tiba tiba jatuh tersungkur. Brian terkejut, dengan cepat Owen membidik kearah Brian dan melepas tembakan asal.
Dorr...
(Suara tembakan)
Peluru manancap di perut kiri Brian. Brian menekan perutnya. Darah mengalir menembus kemeja putihnya. Polisi berdatangan. Owen tersungkur bermandikan darah. Polisi memeriksa. Owen sudah meninggal. Polisi lain menolong Brian. Memapah Brian keluar dari rumah Owen. Brian ada dalam mobil, menuju rumah sakit. Brian meringis kesakitan. Brian mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menghubungi Amelia.
(Panggilan terhubung)
Amelia: sayang, kamu dimana? Lovely kita sudah kembali.
Brian: aku.. ahh.. (kesakitan, darah terus mengalir)
Amelia: apa yang terjadi, Brian..
Brian: aku baik baik saja (bicara terbata bata) jaga Lovely, aku mencintaimu Amelia.
Amelia: kamu dimana?
Brian: ada dalam hatimu.. (memutus panggilan dengan segera) aahh..
Brian merasa kesakitan, darah terus mengalir. Brian mengatur nafasnya.
(Dalam hati Brian)
Jika aku harus mati. Aku rela, anakku sudah bersama ibunya. Amelia maaf, aku tidak tahu akankah aku bisa bertahan atau tidak. Aku berharap jika aku mati kamu akan menjaga Lovely baik baik. Amelia, maafkan aku.. aku mencintaimu.
Brian terus menekan lukanya tidak lama terkulai lemas.
"Cepatlah, tuan Candra pingsan"
" baik! Kita hampir sampai"
Mobil polisi sampai di rumah sakit. Perawat dan Dokter berbondong bondong menggiring Brian masuk dalam IGD.
#Saat Brian dan Thomas masuk dalam rumah owen. Brian melangsungkan panggilan dengan kepala polisi. Semua percakapan Brian dengan Owen terdengar. Polisi belum bisa bergerak karena belum mendapatkan kode. Sampai pada saat Brian berkata "MASUK!!" Itu adalah kode dari Brian untuk polisi, agar polisi bisa mengurus orang orang yang ada diluar rumah. Oleh karena itu diluar rumah terjadi keributan.
•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•
•Terimakasih•
__ADS_1
•Beri ☆ juga yaa•