Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 91


__ADS_3

Amelia dan Brian sedang berbincang santai di atas ranjang. Brian memijat kaki Amelia perlahan, Brian melihat beberapa memar pada kaki Amelia dan mengoles minyak. Amelia terus menatap Brian, menorehkan senyum manisnya.


Amelia: (memegang tangan Brian) sayang, cukup.. aku baik baik saja.


Brian: bagaimana bisa baik baik saja. Kakimu memar seperti ini. (Menatap kaki Amelia)


Amelia: aku baik baik saja. Jangan khawatir. (Meraba wajah Brian lembut)


Brian memegang tangan Amelia dan menciumi tangan Amelia. Brian menggenggam erat tangan Amelia. Brian menatap Amelia.


Brian: meski kamu bicara kamu baik baik saja, hatiku merasa sakit melihatmu seperti ini.


Amelia: bukan salahmu sayang, aku hanya terlalu lelah berjalan.


Brian: besok pagi kamu ada kelas Yoga kan? Aku akan temani.


Amelia: sungguh? Wah aku senang sekian lama akhirnya kamu ada waktu menemaniku.


Brian: hmm.. besok Abed dan bibi akan kembali ke rumah mereka. Hak asuh Andrew juga akan diproses, Abed akhirnya kembali menikmati hidupnya.


Amelia: Mely dan Felix sudah menemuimu?


Brian: akhir pekan ini kita akan berlibur bersama ke pantai. Aku, kamu, Lely, Boby, Mely, Felix dan Abed. Juga bibi Amanda dan anak anak.


Amelia: itu idemu?


Brian: tentu saja, aku, Lely dan Mely dulu sering sekali berlibur bersama. Bersama orangtua kami masing masing. Setiap berlibur selalu pergi ketempat dimana kita bisa menikmati pantai dan alam. Mamaku bicara jika pantai adalah tempat terbaik meluapkan emosi kita. Menghilangkan rasa lelah dan menenagkan hati.


Amelia: begitukah? Mamamu orang seperti apa?


Brian: orang yang baik dan penyayang, mamaku sepertimu.


Amelia: wow.. sungguh? Pasti mamamu seorang yang hebat.


Brian: tentu saja, seorang wanita yang mencintai suami dan anaknya. Sepertimu yang mencintaiku dan Lovely.


Amelia tersenyum cantik, Brian mendekat dan memeluk Amelia. Amelia mengeratkan pelukan.


Amelia: terimakasih untuk segalanya. Cintamu, kasih sayangmu, perhatianmu, pengorbananmu. Kamu adalah suami terbaik. Aku tak akan pernah bisa berpisah denganmu.


Brian: sayangku.. (mencium kepala Amelia)


Malam itu Brian dan Amelia saling bicara. Tawa kecil sesekali keluar dari mulut Amelia. Brian menggoda Amelia, mereka mengenang masa lalu mereka. Masa lalu yang manis dan penuh kenangan indah.


♡♡♡♡♡


Boby mengantar Lely pulang. Boby dan lely turun bersama dari mobil. Boby dan Lely berjalan bersama sampai di depan pintu.


Boby: masuklah, aku akan pulang setelah melihatmu masuk ke dalam.


Lely: hati hati dijalan sayang. Sampai jumpa besok.


Boby: selamat malam, selamat tidur, mimpi indah sayangku..


Lely tersenyum menatap Boby, Boby mendekat dan mencium bibir Lely dengan lembut. Boby melepaskan ciuman dan memeluk Lely.


Boby: aku tidak ingin berpisah denganmu.


Lely: hmm.. (melepas pelukan, membelai wajah Boby) bersabarlah sayang, tidak lama lagi kita akan bersama. Aku selesaikan dulu semua urusanku.


Boby: (kesal) menunggu adalah hal paling membosankan.


Lely: haha.. (tertawa kecil) jangan pernah bosan menunggu. Percayalah aku hanya untukmu. I love you sayang (mencium kilas pipi Boby) aku masuk dulu..

__ADS_1


Boby: bye sayang, aku pulang dulu. Sampai besok. (Mencium kening Lely)


Lely berbalik dan membuka pintu. Tiba tiba Felix dan Mely datang. Felix dan Mely turun dari mobil. Felix dan Mely berjalan mendekati Lely dan Boby.


Mely: hai kak Bob, lama tidak bertemu.


Boby: hai Mel, (menatap Felix) hallo tuan Collyn.


Felix: panggil saja Felix. Kamu Boby? Asisten Brian kan?


Boby: benar.. (tersenyum)


Felix: hai, senang bertemu denganmu


(Menjulurkan tangan)


Boby: iya tuan, senang berjumpa dengan anda. (Menjabat tangan Felix)


Mely: kak, (menatap Lely) aku akan kenalkan seseorang.


Lely: (menutup pintu dan mendekati Mely) iya sayang, ada apa?


Mely: dia kekasihku, Felix Collyn.


Felix: hai, Felix Collyn (menjulurkan tangan)


Lely: halo, Lely Candra (menjabat tangan Felix) senang bertemu denganmu tuan Collyn.


Felix: senang bertemu denganmu, kakak ipar. (Tersenyum)


Felix: oke, aku pulang dulu. Besok aku akan menjemputmu.


Mely: hati hati dijalan.


Felix tersenyum dan berbalik, berjalan kearah mobilnya. Mely terus menatap ke arah Felix.


Mely: eh, iya kak. Kak Boby hati hati di jalan.


Boby: oke..


Lely dan Mely masuk kedalam rumah. Boby pergi meninggalkan rumah Brian.


♡♡♡♡♡


Rumah sakit..


Kim Ha Na sadar, Maria terlihat senang. Membantu Kim Ha Na duduk bersandar dan memberikan segelas air. Kim Ha Na meneguk habis segelas air dalam sekali minum.


Kim Ha Na: (memberikan gelas) dimana pria itu?


Maria: (menerima gelas, meletakan di meja) siapa? Tuan Abed?


Kim Ha Na: pria yang membawaku ke rumah sakit. Apa namanya Abed?


Maria: ya, namanya Abed.


Kim Ha Na: kamu bertemu dengannya?


Maria: tentu saja. Jika bukan karena dia saya tidak akan tahu anda ada di rumah sakit.


Kim Ha Na: cari tahu tentangnya Maria. Aku tidak ingin berhutang budi atau apapun pada orang lain.


Maria: Abed adalah direktur salah satu perusahaan disini. Saya baru dapatkan kartu namanya dari perawat. Perawat mengira bahwa Abed adalah suami anda. Begitu juga dokter yang menangani anda.

__ADS_1


Kim Ha Na: apa? Suami? Enak saja. Aku tidak mau punya suami seperti dia.


Maria: iya nona, dan ada hal penting lain yang saya ingin bicarakan dengan anda.


Kim Ha Na: ada apa?


Maria: ini mengenai Felix. Felix mempunyai kekasih bernama Mely. Seorang desainer dan pemilik butik di daerah pusat kota. Ini informasi mengenai Mely. (Memberikan tablet)


Kim Ha Na menerima tablet dan menggeser layar tablet. Kim Ha Na membaca dengan seksama profil mengenai Mely. Dahinya berkerut, seperti teringat akan sesuatu.


Maria: apaa ada masalah nyonya?


Kim Ha Na: tidak, aku hanya ingat mamaku.


Maria: mama? Bukankah mama anda sudah meninggal saat melahirkan anda?


Kim Ha Na: ya kamu benar, papaku bercerita jika mamamu berasal dari indonesia. Sedangkan aku sendiri belum pernah pergi ke Indonesia. Aku ingin pergi kesana, ke tempat kelahiran mama.


Maria : (merangkul Kim Ha Na) tenangkan diri anda nona. (Mengambil tablet dari tangan Kim Ha Na)


Kim Ha Na: hubungi papa. Katakan jika kita akan kembali akhir bulan ini.


Maria: baik nona, segera saya sampaikan. Nona istirahatlah, saya akan menghubungi tuan besar.


Maria membantu Kim Ha Na berbaring. Maria pergi meninggalkan ruangan dan menghubungi (Kim Ji Ho) papa Kim Ha Na.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2