
Hari Ulang tahun Lovely dan Andrew tiba. Brian dan Amelia merayakan dengan sederhana mengingat masih dalam suasana duka atas kepergian Nikita dan ditahannya Abed. Amanda duduk disamping Andrew dan Lovely, Brian mengambil foto.
Lovely terlihat cantik dan lucu, sangat menggemaskan. Begitu juga dengan Andrew. Brian menggendong Andrew dalam pelukannya. Andre semenjak pagi sangat sensitif, dan sering menangis. Amanda, Amelia dan Brian menjadi kebingungan.
Amelia berfikir mungkin Andrew merindukan Abed. Berbeda dengan Brian yang berfikir Andrew merindukan Nikita. Brian duduk memangku Andrew dan memberikan Foto Abed dan Nikita. Andrew diam melihat foto Nikita ada Abed. Brian sedikit lega, Andrew bisa bersikap tenang dari sebelumnya.
Amelia duduk disamping Brian memangku Lovely. Amelia dan Brian saling menatap dan tersenyum satu sama lain. Brian merankul Amelia dan mencium pipi kiri Amelia. Amelia merebahkan kepalanya kebahu Brian.
Amelia: ini adalah ulang tahun pertama putri kita sayang.. ulang tahun Andrew juga..
Brian: ada apa? Kamu terlihat sedih..
Amelia: ingat kejadian tahun lalu?
Brian: (mengusap bahu Amelia) sudah jangan pikirkan itu. Sekarang adalah hari bahagia kita harus merayakan dan bahagia.
Amelia: (tersenyum tipis)ah iya, aku mengundang Alvin dan Elena. Kamu tidak keberatan kan? Maaf, aku lupa memberitahumu kemarin. Aku terlalu sibuk.
Brian: tidak masalah, mereka juga sudah seperti keluarga kita.
Seorang pelayan datang menghampiri Brian dan Amelia, memberitahukan jika Alvin dan Elena sudah datang. Brian dan Amelia menyambut Alvin dan Elena.
Alvin: hallo.. tuan Brian dan nyonya Amelia..
(Tersenyum)
Brian: hallo Alvin, apa kabar?
Alvin: baik tuan..
Brian: hallo Elena, sudah membaik?
Elena: Hallo tuan, kabar baik. Anda bagaimana?
Brian: aku baik, perkenalkan.. ini istriku Amelia Candra.. (merangkul Amelia)
Elena: hallo nyonya Amelia, saya Elena..
Amelia: hallo Elena, senang bertemu denganmu. Maaf merepotakanmu datang.. (tersenyum melihat bayi di gendongan Elena) apa itu bayimu? (Mendekat) lucu sekali Elena, siapa namanya?
Elena: Kenzo Enrico.. nama panggilannya Ken.
Amelia: Dia tertidur, kamu bisa tidurkan di dalam box. Masuklah.. kamu juga bisa istirahat, tidak lelah menggendong baby Ken? Berikan padaku, aku akan tidurakan dalam box.
Elena memberikan Kenzo kepada Amelia, Amelia menggendong dengan sangat hati hati. Amelia, Brian, Alvin, dan Elena masuk ke dalam. Amelia meletakan Kenzo dalam box yang ada di samping sofa. Brian mempersilahkan Alvin dan Elena duduk, mengenalkan Amanda, Lovely dan Andrew pada Alvin dan Elena.
Brian duduk disusul Amelia. Alvin memberikan sebuah dokumen dan cd kepada Amelia.
Alvin: nyonya maaf saya lancang. Saya hanya ingin membantu tuan Abed. Ini adalah rekaman kamera pengawas di parkiran tempat Yoga. Dimana Adit mendatangai nyonya Nikita. Dan juga kamera pengawas jalan di luar gedung tempat kejadian perkara. Yang merekam kegiatan Adit dan orang orangnya saat berada di luar gedung. Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat sendiri. Semoga ini bisa membantu nyonya, tuan. Maaf kan kelancangan saya.. (menunduk)
Amelia menerima dan membuka dokumen, ada beberapa gambar yang terlihat jelas saat Adit dan Nikita ada di dalam mobil.
Amelia: Alvin, terimakasih banyak.. semoga ini bisa membantuku untuk meringankan hukuman kakakku.
Brian: kamu masih mau berusahan meminta keringanan hukuman?
Amelia: tentu saja, ini bukan sepenuhnya salah Abed, Adit kan juga bersalah. Aku harus membantu Abed memperjuangkan keadilan.
Alvin: saya siap membantu nyonya.
Brian: (tersenyum) istriku begitu perhatian, aku bangga padamu sayang. Terus lah berjuang, kami semua juga akan berjuang. (Mengusap rambut Amelia)
Amelia: thankyou Brian, Alvin.. (tersenyum cantik) aku jadi lebih semangat, aku pasti kan membantu Abed. Selama aku masih hidup dan bernafas aku tidak akan menyerah. (Bersemangat)
"Menyerah apa?"
__ADS_1
Suara Abed yang yang baru datang mengheningkan suasana. Semua terdiam, Amelia tersenyum berdiri dan berjalan menghampiri Abed. Amelia memeluk Abed.
Amelia: selamat datang kak.
Abed: iya sayang, terimakasih sudah menyambutku.
Amelia: (melepas pelukan) sapalah mama dan Andrew kak, mereka menunggumu.
Abed: iya aku juga sangat rindu pada mama dan anak anak. (Berjalan mendekati Amanda)
Amelia mengikuti Abed dan langsung menyembunyikan dokumen dan cd di bawah bantal. Amelia menatap Brian memberi isyarat. Brian mengangguk tanda mengerti. Brian membawa dokumen dan cd masuk dalam kamar. Amelia manatap Alvin memberi isyarat, untuk menutup mulut. Alvin mengerti maksud Amelia dan mengangguk.
Amelia tersenyum dan mengangguk. Amelia memalingkan wajahnya, melihat Abed dan Amanda yang saling berpelukan. Abed melepas pelukannya dari mamanya dan menggendong Andrew, menciumi Andrew dengan penuh kasih sayang.
Abed: sayang, ini papa..
"Papa.. mmmmmhhh.. paa.. pa.."
Abed: pandai sekali anak papa. (Melihat Lovely yang duduk dikereta) hallo sayang.. (mendudukan Andrew si sampingnya, menggendong Lovely) astaga kamu semakin gemuk Lovely. Paman tidak akan sanggup jika seperti ini.
Amelia: apa petugas jaga yang mengantarmu?
Abed: tentu saja, dia menungguku di luar.
Amelia: oh iya kak, dia Alvin.. mantan manager di Axis dan sekarang aku tugaskan mengelola perusahaanmu.
Abed: hai.. aku Abed.
Alvin: halo tuan, saya Alvin. Senang bejumpa dengan anda.
Abed: maaf merepotkanmu Alvin.
Alvin: saya akan berusaha dengan baik tuan. Mohon bimbingan anda.
Alvin: dengan senang hati tuan.
Suasana kembali msncair. Abed dan Alvin saling berbincang, Amelia tersenyum senang melihat Abed yang mulai kembali ceria dan sesekali menebar senyuman.
Acara tiup lilin dimulai, semua berdoa.
Andrew di gendong oleh Abed, dan Lovely di gendong oleh Brian. Suana hening..
\(Dalam hati Amelia\)
Selamat ulang tahun putriku Lovely. Panjang umur dan selalu sehat, selalu bahagia sayangku. Jadilah kebanggaan papa mama. Mama selalu berdoa yang terbaik untukmu. Maafkan mama jika mama belum menjadi mama yang sempurna. Mama mencintaimu Lovely.
Dan untuk Andrew, semoga panjang umur dan selalu bahagia. Tumbuhlah menjadi pria kuat dan penuh kasih sayang. Jauhilah yang buruk dan selalu lakukanlah hal yang baik. Jadilah kebanggan kami semua. Amen..
\(Dalam hati Brian\)
Untuk putri kecilku Lovely, selamat ulang tahun yang pertama sayang. Panjang umur, selalu sehat dan bahagia. Jadilah anak yang patuh pada papa dan mama. Anak yang baik dan rendah hati. Papa percaya penuh, kelak Lovely akan menjadi wanita bijaksana dan tangguh seperti mama. Lovely, papa dan mama akan selalu mendoakan yang terbaik. Doa kami selalu menyertaimu sayang. Kamu lah kebanggaan dan sumber kebahagian kami. Amen..
Untuk Andrew, selamat ulang tahun tampan. Panjang umur, selalu sehat dan bahagia. Paman berdoa agar kelak kamu menjadi orang yang baik dan bijaksana. Amen...
Paman sayang padamu Andrew. Paman sayang kepada papa dan mama Andrew. Papa dan mama Andrew adalah sahabat terbaik paman. \(Air mata menetes\) ini pasti berat untukmu Andrew. Paman harap suatu saat nanti jika kamu tahu kebenaran tentang orantuamu kamu tidak berfikir jelek pada papa angkatmu. Dia sangat menyayangimu. Sanggat sangat menyayangimu..
\(Dalam hati Abed\)
__ADS_1
Selamat ulang tahun Andrew dan Lovely. Panjang umur, selalu bahagia. Jadilah anak anak yang baik. Selalu sehat dan terhindar dari segala keburukan. Amen..
Andrew, maaf.. papa tidak bisa menjaga dan melindungimu saat ini. Papa bukan papa yang baik, papa tidak bisa diandalkan, papa tidak berguna karena harus meninggalkanmu seorang diri. Maaf sayang... \(menangis\)
Saat air mata menetes, Abed merasakan sesuatu di wajahnya. Ada tangan yang menyeka air matanya. Seseorang berbisik ditelinganya.
"Sayang, jangan menangis. Kamulah yang terbaik untukku dan Andrew. Aku bersyukur, Tuhan mengirimmu pada ku disaat aku terpuruk. Aku mencintaimu Abed, aku sangat mencintaimu."
Suara lembut Nikita terdengar jelas ditelinga Abed. Air mata semakin deras menetes, dada Abed terasa sesak. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Abed membuka mata perlahan dan mengatur nafasnya. Saat matanya terbuka Abed melihat semua masih menunduk dan menutup mata. Abed menyeka air matanya sendiri. Senyumnya tiba tiba mengembang mengenang kejadian yang baru saja terjadi, seperti mimpi yang nyata. Perasaan antara senang dan kesedihan yang luar biasa.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan \(End\)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
\(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan\)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea\_anggie
Line id: dea\_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1