
Felix mengantar Mely pulang. Mobil Felix berhenti di depan halaman rumah Brian.
Mely: thanks.. (mencium kilas pipi Felix)
Felix menarik lengan Mely dan langsung mencium bibir Mely. Mely terkejut, menutup mata merasakan ciuman Felix. Felix begitu lembut mencium bibir Mely. Mely bisa merasakan hangatnya nafas Felix. Jantung Mely berdebar Mely mencengkaram bajunya sendiri. Felix melepaskan ciumannya dan mencium kilas kening Mely.
Felix: mimpi indah pujaan hatiku.
Mely membuka mata perlahan menatap Felix. Mely tersenyum cantik, Mely meraba wajah Felix lembut.
Mely: kamu juga mimpi indah, saa... yang (suara lembut)
Felix tersenyum dan kembali mencium bibir Mely, kali ini Mely tidak tinggal diam. Mely membalas ciuman Felix dan membuat Felix memanas.
(Dalam hati Felix)
Sial! Ahhhhh.. Mely sungguh sangat menggoda. Aku tidak akan tahan lagi jika seperti ini. Wanita ini seperti ular berbisa yang siap menebar racun. Oh baby, kamu sangat liar.
(Dalam hati Mely)
Apa ini Mely kamu sungguh memalukan. Bisa bisanya seperti ini. Astaga, sepertinya aku sudah gila karena Felix selalu menggodaku. Pria bodoh ini sungguh sungguh membuatku terpikat sekarang.
Mely melepaskan pelukan dan memeluk Felix. Felix mengembangkan senyum tampannya dan mengeratkan pelukan.
Felix: cepatlah masuk, sudah sangat larut sayang. (Berbisik lembut)
Mely: (melepas pelukan) kamu langsung pulang atau ingin pergi lagi?
Felix: langsung pulang, aku akan menghubungimu begitu aku sampai dirumah. Jangan berfikiran yang tidak tidak.
Mely: bukankah kamu ada janji dengan Max di club (wajah masam)
Felix: (mengusap rambut Mely) hei, bukan aku yang akan ke Club. Tapi Max. Aku akan kembali pulang kerumah. Masuklah, aku akan menunggumu masuk dan langsung pulang.
Mely: oke, hubungi aku jika sudah sampai. Jika tidak kamu akan terima hukumanmu.
Felix: aku janji sayang, masuklah. Kamu ingin kakak sepupu menhajarku?
Mely: (tersenyum) apakah kamu takut melawannya? Aku masuk, bye..
Felix: bye bye sayang..
Mely turun dari mobil dan berjalan masuk menuju pintu utama. Mely berbalik dan melambaikan tangan, Felix melambaikan tangan dan tersenyum. Mely tersipu malu masuk ke dalam rumah. Felix dan mobilnya melaju meninggalkan rumah Brian.
Di dalam rumah Amelia sudah menunggu di ruang tamu. Amelia duduk di sofa memegang majalah. Mely terkejut, tidak biasanya Amelia duduk di ruang tamu disaat tengah malam.
Mely: hai kak.. (menutup pintu dan berjalan ke arah Amelia, duduk di samping Amelia) kakak Amel belum tidur?
Amelia: bagaimana kencanmu sayang?
Mely: hmm, ada apa kak? Apa kak Brian menyuruhmu untuk aku menjauhi Felix.
Amelia: bukan seperti itu. Dengarkan aku baik baik. Kamu tahu siapa Felix? Bagaimana kehidupan Felix? Dan latar belakang Felix?
Mely: ya.. aku tau semua, Felix sendiri yang bercerita padaku. Dia terbuka padaku. Aku tau semua tentangnya kak. Ada apa?
Amelia: (menghembuskan nafas panjang)
Brian hanya takut kamu terlibat dalam masalah. Felix adalah seorang mafia. Tentu saja, banyak musuh yang mengincar.
Mely: aku tau kak, dan aku sudah pertimbangkan semuanya. Aku akan mencoba berdiri di samping Felix, mendampingi Felix.
Amelia: waw, kamu sudah mulai tertarik pada Felix? Mulai mencintainya?
Mely: sepertinya begitu, dia pria bodoh yang bisa membuat jantungku berdebar.
Aku selalu rindu jika jauh darinya.
Amelia: haha.. (tertawa kecil) kalian mengingatkanku dengan Brian saat kami pertama kali bertemu dan berkencan. Aku mengerti perasaanmu Mely, aku akan coba merayu Brian. Agar Brian mau sepenuh hati menerima Felix sebai adik iparnya.
Mely: kak Amel, kamu yang terbaik. Thank you kakak. I love you.. (merangkul lengan Amelia)
__ADS_1
Amelia: sama sama, tidurlah. Atau Brian akan keluar dan mengomel.
Mely: siap kakak ipar (berdiri dan berlari masuk menuju kamarnya)
Amelia tersenyum cantik, berdiri dan berjalan perlahan menuju kamarnya. Amelia membuka pintu dan masuk, kembali menutup pintu dan berjalan mendekati Brian yang berdiri menatap jendela kamar. Amelia memeluk Brian dari belakang, membenamkan wajahnya di punggung Brian.
Brian: Mely sudah kembali?
Amelia: sudah, Mely sudah kekamarnya. Aku juga sudah bicara padanya.
Brian: bagaimana menurutmu?
Amelia: Mely menyukai Felix, aku rasa Felix adalah lelaki romantis sepertimu.
Brian: itu bagus. Yang harapkan adalah Mely bisa bahagia. Itu saja. Mereka adalah adik adikku, tanggung jawabku.
Amelia: percayalah, seburuk apapaun seseorang pasti punya sisi baik. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga kita.
Brian melepas pelukan Amelia dan berbalik. Brian menatap Amelia dan tersenyum, mencium kening Amelia. Memeluk Amelia erat.
Brian: (menarik nafas dan menghembuskan nafas perlahan) thanks sayang, semenjak ada kamu disisiku hidupku selalu penuh dengan kebahagiaan. Jangan pernah lelah melangkah bersamaku Amelia.
Amelia: Brian.. hmmmm.. (memendamkan wajah dalam pelukan) aku merindukan pelukan ini. (Tersenyum cantik) percayalah, aku akan selalu ada untukmu.
Bria melepas pelukan membelai rambut Amelia. Brian menatap Amelia dengan penuh perasaan.
Brian: besok aku akan meminta Boby mengantarmu ke rumah sakit. Pulangnya aku akan jemput. Aku ada rapat sayang.
Amelia: tidak perlu, aku bisa pergi sendiri. Kamu bekerjalah dulu, bukankah besok ada acara? Undangan dari tuan Alfred.
Brian: hmmm.. apa kamu mau ikut?? Kita bisa mengenang masa lalu kita.
Amelia: haha.. (tertawa lebar) masa masa dimana kamu nekat menciumku. Aku sangat kesal saat itu.
Brian: jika saat ini aku menciummu seperti saat itu? Apa kamu akan kesal?
Amelia: tidak.. (membelai wajah Brian lembut) aku pasti menyukainya, gigo ku sayang.
Amelia: Brian.. Lelaki Bayaran Amelia.
Brian: haha.. tapat sekali, sayang kamu sangat manis.
Brian gemas pada Amelia, mendekat dan menciun lembut bibir Amelia. Amelia mencengkaram tengkuk Brian dengan tangan kirinya. Mengusap dada Brian dengan tangan kanannya. Brian mengusap lembut bahu Amelia. Brian dan Amelia larut dalam buaian cinta.
Sementara itu di kamar, Mely sedang menunggu panggilan dari Felix. Mely dengan sabar menunggu, berkali kali melihat layar ponselnya. Tidak ada tanda tanda panggilan masuk atau pesan masuk dari Felix. Hati Mely mulai gelisah, ingin sekali rasanya Mely menghubungi Felix. Namun Mely merasa itu terlalu berlebihan.
5 Menit kemudian..
Drrrtttt.. drrrrttt..
(Ponsel bergetar)
Mely tersenyum, panggilan dari Felix. Tanpa menunggu lama Mely langsung menerima panggilan dari Felix.
Mely: ha..lo
Felix: hai sayaang, kamu menunggu panggilanku?
Mely: tidak, aku baru selesai membersihkan muka. Kamu sudah di rumah?
Felix: ya, aku sudah sampai dan sekarang sudah ada di atas ranjang.
Mely: oh begitu. Tidurlah, besok masih harus bekerja kan?
Felix: apa besok bisa pergi bersama? Aku ada undangan ulang tahun rekan bisnis. Jika kamu mau pergi denganku pasti aku akan sangat senang.
Mely: pukul berapa?
Felix: pukul 7 malam. Aku akan jemput kamu. Pakailah gaun tertutup, aku tidak ingin wanitaku menjadi pusat pergatian. Apa kamu mengerti?
__ADS_1
Mely: sayang sekali, aku ingin mencoba gaun malamku yang terbaru.
Felix: jangan membantahku sayang, ini perintah. Tidak boleh memakai baju terbuka, dada terbuka atau punggung terbuka.
Mely: semua gaun malam terbuka tuan Collyn.
Felix: aku tidak peduli, aku ingin kamu memakai baju tertutup titik.
Mely: ahh baiklah, baik. Aku akan menurut padamu.
Felix: tidurlah, selamat malam sayangku. Mimpi indah..
Mely: selamat malam, selamat tidur Felix. Mimpi indah..
Felix: muaaaccchhhh.. i love you baby
Mely: muach.. i love you too (berbisik dan langsung memutus panggilan karena malu)
Mely tersipu memendamkan wajahnya ke bantal yang ada dipangkuannya. Mely tersenyum manis memikirkan Felix.
♡♡♡♡♡
Felix tersenyum, berbaring menatap langit langit kamarnya. Felix menutup mata perlahan membayangkan wajah cantik Mely. Suara tawa keluat dari mulut Felix, wajah Felix merona..
Felix: astaga, sudah setua ini masih seperti anak anak saja. Cinta memang gila, cinta ku pada Mely membuatku gila. Ahhhhhh (membuka mata) Mely, aku akan tunjukan ketulusanku padamu. Aku akab memberimu kejutan yang menarik. Aku pasti akan selalu membahagiakanmu. Pasti..
Felix menghubungi Max, meminta Max menghubungi kepala polisi pusat. Dan mengatur jadwal pertemuan Felix dengan kepala polisi pusat. Felix ingin membahas soal Abed dengan kepala polisi pusat. Felix berniat mengeluarkan Abed.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
Jangan lupa beri Vote ya, Terimakasih semua..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1