
Andrew pergi berbelanja di supermarket tidak jauh dari rumahnya. Andrew pergi berjalan kaki, Andrew merasa bosan di rumah, Andrew juga merasa kesepian.
Andrew mendorong troli belanja, berjalan perlahan berkeliling. Andrew membeli kebutuhan yang di perlukan, Andrew masih berkeliling berjalan ke area kebutuhan dapur.
Andrew menghentikan langkahnya secara mendadak, pandangannya gelap di dalam kegelapan Andrew melihat sesuatu. Sepasang suami istri dengan seorang anak laki-laki sedang berbelanja, sang papa pergi meninggalkan istri dan anaknya untuk mencari sesuatu. Sang mama mengambil troli dan memasukan si anak ke adalan troli, sang mama sibuk memilih kebutuhannya.
Seseornag tidak dikenal meminta bantuan, sang mama lengah dan menolong seseorang asing yang meminta bantuannya. Tanpa di sadari sang mama, anaknya sudah dibawa lari oleh seseorang asing lainnya. Sang mama terkejut dan berteriak-teriak meminta bantuan.
Si penculik dengan cepat pergi menjauhi sang mama, si penculik tersebut hendak keluar dari supermarket. Andrew kembali tersadar, Andrew menghela nafas panjang dan melihat sekeliling. Andrew tidak jadi berbelanja sayuran dan meilih mencari pasangan suami istri yang di lihatnya.
Andrew sudah berkeliling lama, mencari dan terus mencari. Matanya sibuk melohat dan mengamati sekeliling, namun tidak ada seseorang yang sama seperti apa yang di lihatnya. Andrew memutuskan pergi dan berjalan menuju kasir unguk membayar tagihan belanjaanya.
"Bagaimana ini, kenapa hatiku tidak tennag dan gelisah? Apakah karena aku tidak bisa menenukan pasangan itu? Apakah ini artinya aku harus kembali menolong orang lain? Ahhh.. aku harus cari dimana pasangan itu." Batin Andrew merasa Kecewa. Andrew cemas dan panik karena tidak menemukan sepasang suami istri yang di lihatnya.
Tiba giliran Andrew untuk melakukan transaksi pembayaran di kasir. Andrew memindah semua barang belanjaannya di meja kasir. Mata Andrew masih melihat sekeliling mencari-cari, tatapan matanya berpaling ke arah pintu utama supermarket tersebut.
Pintu bergerak dan terbuka secara otomatis, sepasang suami istri dengan seorang anak laki-laki masuk kedalam supermarket. Pasangan itu terlihat senang dan tertawa berasama, Andrew melebarkan mata melihat dengan pasti.
"Sepertinya benar mereka." Batin Andrew.
Andrew menerima kantong belanjanya, Andrew meletakan belanjaanya di troli dan segera mencari pasangan tersebut.
Andrew kembali berkeliling, tidak menemukan pasangan itu. "Sial! Dimana mereka." Guman Andrew, mengigit bibir bawahnya karena panik.
"Tolong.. Tolong.. anakku.." teriakan seseorang menggemparkan supermarket tersebut.
Perasaan Andrew tidak enak, Andrew meninggalkan troli berisi belanjaanya dan berlari mencari pelaku penculikan. Andrew teringat sesuatu, dengan cepat berbalik ke pintu utama.
Di pintu utama Andrew melihat seseorang yang dilihatnya dan menarik baju seseorang tersebut dari belakang. Andrew melihat, seseorang tersebut membawa seorang anak laki-laki. Andrew merebut anak laki-laki itu dari menendang kaki penculik itu. Anak laki-laki itu menangis, Andrew menggendong dan memeluk anak laki-laki tersebut, berusaha menenangkan.
Semua orang berbondong-bondong datang mendekat. Mama dan papa si anak laki-laki itu langsung berlari menghampiri Andrew. Andrew memberikan anak laki-laki dalam gendongannya kepada mama si anak.
"Terimakasih tuan, maafkan saya merepotkan anda." Ucap mama si anak laki-laki.
"Tuan, anda baik-baik saja? Apakah anda terluka? Saya sudah menghubungi petugas keamanan dan polisi." Kata papa si anak laki-laki.
"Saya baik-baik saja tuan, nyonya tidak perlu khawatir." Jawab Andrew dengan tersenyum.
Penculik di amankan oleh petugas keamanan supermarket. Pasangan suami istri dan anaknya pergi meninggalkan Andrew karena harus memberikan keterangan pada staf supermarket dan pada polisi yang sudah berada di perjalanan.
Andrew menghela nafas panjang, "akhirnya, aku bisa menyelamatkan anak itu." Batin Andrew.
Andrew berjalan perlahan menghampiri troli belanjanya dan mengambil belanjaanya. Andrew menggendong dengan satu tangan barang bawaanya, melangkah keluar dari supermarket. Sesampainya di pintu utama dan baru saja melangakah kaki keluar pintu Andrew di tikam oleh seseorang tidak di kenal. Seseorang tersebut menikam tepat di perut Andrew, Andrew menjatuhkan barang bawaanya. Orang yang menikam Andrew berlari dan langsung di kepung beberpa orang yang melihat Andrew terkapar bersimbah darah.
Semua ramai dan keluar dari supermarket melihat apa yang terjadi. Pelaku yang menikam Andrew berhasil di amankan, manager supermarket menghubungi Ambulance. Karena Andrew sudah tersungkur dan tidak sadarkan diri, sementara banyak darah yang keluar dari luka tusukan pisau di perutnya.
Sebuah taxi berhenti di depan halaman tumah Andrew, seseorang keluar dari dalam taxi. Ya.. seseorang tersebut adalah Brian.
Brian melangkahkan kaki berjalan mendekati pintu utama. Brian menekan bel rumah beberapa kali, Brian menunggu lama dan mondari - mandir di depan pintu. Udara malam semakin dingin, Brian merasa kedinginan.
"Dimana mereka? Jika pergi bekerja bukankah seharusnya sudah pulang? Ini sudah hampir jam makan malam, kenapa belum kembali? Hhhhh.. (menggigil) dingin sekali, lebih baik aku mencari sesuatu yang hangat baru kembali kesini. Anak-anak ini, bagaimana mereka menjalani kehidupan seperti ini." Batin Brian sedikit kecewa, karena kedatangannya tidak disambut.
Brian berbalik dan berjalan, melangkahkan kaki pergi meninggalkan rumah Andrew. Brian berjalan kaki dengan tubuh menggigil kedinginan, meninggalakan kopernya di depan rumah Andrew.
"Astaga, dingin sekali hhhh.. (menggigil) jika seperti ini aku tidak akan tahan, aku akan menjadi beku. Amelia, aku tidak baik - baik saja." Keluh Brian, kakinya terus melangkah dan berjalan menyusuri jalan.
Brian sudah berjalan cukup jauh, melihat sebuah Coffee Shop. Brian berjalan cepat dan masuk kedalan Coffe Shop tersebut. Brian melihat sekeliling dan melihat tempat kosong di dekat kaca Coffe Shop. Brian bergegas berjalan mendekati tempat kosong tersebut, Brian duduk dan memanggil pelayan untuk memesan minuman hangat.
Pelayan datang, berjalan dengan cepat mendekati Brian, "silahkan tuan, ini buku menunya." Kata seorang pelayan menyodorkan buku menu di hadapan Brian.
"Tidak perlu, aku langsung pesan saja. Berikan aku satu Cappucino panas." Kata Brian menatap pelayan di sampingnya.
"Baik tuan, akan segera kami siapkan, permisi." Pelayan itu mencatat pesanan Brian dan mengambil kembali buku menu di hadapan Brian. Pelayan tersebut berjalan pergi meninggalkan meja Brian.
Brian menatap kelaur, dari dalam Brian bisa jelas melihat pandangan dari luar. Melihat orang yang berlalu lalang berjalan dan beberapa tempat di sebrang jalan yang ramai. Brian melihat lampu yang bersinar terang menerangi jalan.
Brian mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi istrinya Amelia. Brian merasa rindu kepada Amelia, dan ingin tahu sedang apa istri kesayangannya saat ini. Panggilan tersambung, terdengar nada suara tut... tut.. tut.. suara nada panggilan terganti dengan suara serak milik Amelia.
\(Percakapan dalam telepon\)
"Mmm.. iya sayang." Jawab Amelia.
__ADS_1
"Kamu tidur sayangku? Aku mengganggumu?" Tanya Brian dengan lembut.
"Tidak apa, aku baru saja tertidur. Hoaaam.. (menguap) kamu sudah sampai? Sudah bertemu putrimu tercinta tuan Candra?" Amelia menggoda Brian.
"Belum, aku bertemu gadis muda yang cantik. Sedang berjalan ke arahku membawa segelas wine dan dia menatapmu, tatapan mata yang nakal, hmm penggoda.." Brian berbalik menggoda Amelia.
(Yang sebenarnya terjadi adalah, si pelayan menghampiri Brian dengan membawa nampam berisi segelas cappucino panas pesanan Brian. Dan menyajikan cappucino panas di hadapan Brian, pelayan itu tersenyum dan mengatakan "selamat menikmati tuan" lalu pergi meninggalkan Brian yang seibuk berbincang dengan Amelia di telepon)
"Lanjutkan saja, aku akan membunuhmu jika kamu berani macam-macam disana. Jangan bergurau sayang, katakan kenapa belum bertemu Lovely?" Amelia mulai penasaran.
"Sepertinya Andrew dan Lovely belum pulang, saat aku datang dan menekan bel rumah berkali\-kali tidak ada yang membuka pintu. Kamu tau, suami tercintamu ini sudah menggigil kedinginan. Aku hampir beku disana, aku berjalan dan mencari kehangatan, maksudku segelas cappucino. Kamu tau maksudku kan, bukan kehangatan yang itu." Brian menjelaskan kepada Amelia.
"Ya tentu aku tau, jika kehangatan itu bersiaplah untuk aku kembalikan kamu pulang ke tanah kelahiranmu. Dan carilah kehangatanmu disana, san biarkan dua anakku tetap disini." Jawab Amelia berpura- pura jahat.
"Jahat sekali, jika begini aku semakin tidak bisa meninggalkanmu. Bagaimana ini, virus jahatmu melumpuhkan hatiku, dan juga menyerang langsung ke jantungku. Jantungku berdebar dan berdetak kencang saat mendengar suara kecemburuanmu." Brian mulai berkata manis.
"Hahaha.. sayang, jangan mulai bicara manis seperti anak muda. Sudah memiliki dua anak yang dewasa, tidakkah kamu malu tuan Candra? Usiamu juga tidak muda lagi." Ucap Amelia meledek Brian.
"Malu? Jika aku bicara pada istri orang maka itu bisa di sebut dengan malu, atau menggoda gadis-gadis muda. Aku bicara pada istriku sendiri, ahh nyonya Candra jangan membuatku merindukanmu. Kamu tentu tau, aku tidak akan bisa tidur tanpamu di sisiku. Malam ini aku tidur memeluk bantal." Kata Brian terlihat sedih.
"Sudah-sudah jangan merengek, sedang apa? Jangan lupa makan dan jangan tidur terlalu larut. Jaga kesehatanmu suamiku sayang, tunggu aku datang ke sana dan kita akan kembali bersama-sama. Apa kamu mengerti? Jangan membuatku cemas dengan keadaanmu." Amelia mulai cerewet dan banyak bicara. Brian hanya mendengarkan dan tersenyum lebar.
"Amelia ini, sudah lebih dari 20 tahun menikah masih saja suka mengomel jika berjauhan, berdekatan saja telingaku sudah terasa nyeri dan berdengung. Yahhh.. mau bagaimana lagi, hanya dia wanita yang aku cintai. Amelia adalah segalanya bagiku, hidup dan matiku. Ingin dia mengomel seperti apa aku hanya bisa tersenyum dan menahan diri untuk tidak menghentikan dia bicara." Batin Brian.
Amelia terus bicara hingga akhirnya merasa lelah, karena Brian hanya menjawab ya, tidak, oke dan hmm..
"Tidurlah sayang, jaga dirimu dan juga tolong jaga Alex selagi aku tidak ada. Aku pasti akan menjaga diriku, aku akan baik\-baik saja untukmu. Selamat malam sayang, selamat tidur. Mimpi indah.." Kata Brian dengan suara yang begitu lembut.
"Oke.. bye sayang, muaaachh.. i love you.." jawab Amelia.
"Muaachh.. i love you too.. bye.." jawab Brian yang langsung mengakhiri panggilan.
Brian meletakan ponselnya di meja dan meletakan dua tanggannya di cangkir, mendekap cangkir untuk menghangatkan tangannya. Brian menatap kearah luar, Brian melihat seperti ada sesuatu, ada keributan dan ramai orang.
Pintu Caffee Shop terbuka, sepasang kekasih masuk dan bergosip. Mereka duduk di belakang meja Brian, mereka bergosip mengenai Andrew.
"Kasian sekali dia, sudah menolong lalu ditikam." Kata si perempuan.
"Hmm.. jika aku tidak salah dengar dia adalah orang Amerika yang tinggal di sekitar sini. Benar tidaknya aku juga tidak tahu, tuan muda yang malang." Kata si pria.
Brian terus mendengarkan, hatinya merasa tidak enak setelah mendengar kata Amerika dan tuan muda. Pikirannya langsung tertuju pada Andrew, Brian berdiri, meraih ponsel di meja dan memasukan dalam saku mantelnya. Briaan mendekat dan bertanya pada sepasang kekasih yang ada di belakang mejanya.
"Maaf mengganggu, apakah kalian sedang membicarakan sesuatu? Ada apa?" Tanya Brian.
"Oh itu tuan, di sebrang sana ada seorang tuan muda yang di tusuk oleh seorang penculik, temannya menculik bayi dan aksinya di gagalkan, mungkin karena teman yang lain kesal akhirnya balas dendam." Si Pria menjelaskan, dan si wanita mengangguk mengiyakan kata\-kata kekasihnya.
"Baiklah, terimakasih. Semoga hari kalian menyenangkan." Brian berbalik, meletakan selembar uang di dekat cappucinonya dan memanggil pelayan.
Pelayan segera datang menghampiri Brian. "Ambil saja kembaliannya, terimakasih." Kata Brian, Brian langsung pergi.
"Ahh terimakasih tuan." Kata pelayan itu senang karena mendapatkan tip.
Brian keluar dari Caffee Shop dan menyebrang jalan menuju supermarket yang ramai orang.
Deg..
Deg..
Deg..
Tiba-tiba jantung Brian berdetak kencang. Brian mere**s mantelnya merasa tidak nyaman. Semakin dekat detak jantungnya semakin kencang, semakin tidak terkendali. Brian menjadi gugup dan gemetar.
"Kenapa ini, tubuhku gemetar. Kenapa juga perasaanku tidak enak?" Batin Brian.
Brian melihat kerumunan di depannya dan menyela masuk dalam kerumunan. "Permisi, maaf.. permisi.." kata Brian dengan sopan saat menyela.
Perasaan yang semakin campur aduk menyatu dalam hati Brian. Brian akhirnya berhasil menyela dan memalingkan wajah, mata Brian melebar. Brian terkejut melihat wajah Andrew, dan melihat tubuh Andrew yang bersimbah darah.
"Andrew......" teriak Brian, Brian berlari mendekati Andrew dengan perasaan cemas dan panik.
"Andrew.. Andrew.." Brian berlutut dengan dua kaki dan menggoyang-goyangkan bahu Andrew. Brian menapuk perlahan wajah Andrew.
"Tuan maaf, kami harus membawanya ke rumah sakit." Kata seseorang berdiri di samping Brian.
__ADS_1
"Ahh iyaa.." Brian berdiri memberi jalan.
Petugas medis datang dan langsung menandu Andrew, memasukan Andrew ke dalam ambulance.
Brian menjelaskan kepada petugas medis jika Andrew adalah keluarganya. Petugas medis mengijinkan Brian untuk ikut pergi ke rumah sakit, Brian menemani Andrew didalam mobil ambulance.
Brian memegang tangan Andrew, "bertahanlah nak, jangan sampai ada apa-apa padamu. Bagaimana pamanmu ini akan menjelaskan pada mamamu? Paman tidak bisa melihat mamamu bersedih. Bertahan lah Andrew......" batin Brian, tangan Brian gemetar memegang tangan Andrew.
Brian melihat banyak darah yang keluar dari luka tusukan di perut Andrew, dua orang tim medis berusaha mengehentikan pendarahan. Ambulance melaju dengan cepat.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1