
Setelah makan ice cream Brian dan Amelia pergi ke gedung Bioskop dan menonton Film, layaknya pasangan muda -mudi Brian dan Amelia bergandeng tangan dan berjalan-jalan santai.
"Kamu senang sayang?" Tanya Brian.
"Senang sekali, terima kasih sayang. Kamu yang terbaik. Hari ini sudah mengajakku makan ice, nonton film dan jalan-jalan. Rasanya aku ingin kembali muda, kembali mengenang masa-masa indah kita bersama." Amelia tersenyum cantik.
Brian merangkul dan membawa Amelia masuk kedalam pusat perbelanjaan setelah menonton Film.
"Ingin beli sesuatu?" Tanya Brian.
"Kamu yang membayar semua tagihan?" Ameli berbalik bertanya.
"Nyonya, kamu meragukanku? Ini sudah lewat dari 20 tahun aku punya banyak uang sekarang, ya.. tentu saja pendapatanku darimu." Brian bicara lirih.
Amelia tertawa, "haha.. uang dari ku, kembali padaku.. baiklah-baiklah, tidak udah dipikirkan lagi. Apa yang ada padaku adalah milikmu juga, kita memang berbeda namun kita sudah menjadi satu dalam ikatan pernikahan, tidak ada kata punya ku dan punyamu. Yang ada.."kata-kata Amelia terputus oleh Brian.
"Milik kita bersama, sepertimu yang akan selalu menjadi milikku." Brian tersenyum dan mencium lembut pipi Amelia.
Brian dan Amelia berkeliling ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja. Dengan sabar Brian mengikuti Amelia kemana pun Amelia melangkah, menjaga dan yang pasti membawa semua barang belanjaan Amelia.
♡♡♡♡♡
Alex dan teman-temannya bertemu di sebuah Coffee Shop. Alex dan temannya berbincang dan bersendau gurau, saling menggoda satu sama lain.
"Lex, dengar-dengar kakak mu akan menikah? Apa itu benar?"
"Kak Love? Exel, jangan berguarau."
"Soal itu aku juga tidak tahu pasti. Kita juga sudah lama tidak pergi bermain ke rumah Alex."
"Alex, apa benar kak Love akan menikah? Dengan siapa? Setahuku kakakmu kan masih sendiri," Vincen mendekati Alex.
"Sudah-sudah jangan ribut lagi, iya benar kakakku akan menikah. Hari ini kekasihnya melamarnya, mungkin sebentar lagi akan menikah. Ah.. kalian jadi ke Jepang? Bukankah ingin pergi?" Alex menjelaskan dan kembali bertanya hal yang lain.
"Mungkin bulan depan, Exel masih sibuk." Jawab Vincen.
"Iya kakakku terlalu mengekangku, dia memintaku harus dan wajib pergi ke kantor." Jawab Exel.
"Jangan kesal, itu tandanya kakakmu ingin yang terbaik untukmu. Kita laki-laki, kelak akan menjadi suami dan ayah, harus bisa mandiri dan menjadi pekerja keras, pantang menyerah dan mengeluh." Jawab Alex.
"Apa papamu yang mengatakan itu Alex? Aku salut, papamu benar-benar luar biasa. Andaikan papaku seperti paman Brian, aku pasti bahagia." Keluh Vincen.
"Semua sama Vin, kita tidak bisa memilih lagir dari keluarga mana, dan yang bagaimana. Begitu juga orang tua, tidak bisa memilih seperti apa yang di kehendaki hati. Percayalah, di dunia ini selalu ada plus dan minus. Kamu harus bersyukur kamu masih jauh lebih beruntung dari pengemis dan gelandangan di luar sana. Papa ku mengatakan kita tidak boleh bicara buruk tentang orang tua, mau seburuk apapun, papa mama kita adalah orang tua kita. Orang yang membesarkan kita, memberi kita makan, dan juga orang yang berjasa dalam banyak hal sampai kita bisa seperti ini. Semua orang tua pasti menyayangi dan mengasihi anak-anaknya, begitu juga sebaliknya." Alex menjelaskan.
"Alex, boleh aku bertanya?" Vincen menatap.
"Mmh, tanyakan. Ada apa?" Jawab Alex.
"Apa papa dan mamamu tidak pernah bertengkar? Maksudku kalian selalu baik-baik saja? Tidak ada masalah?" Vince bertanya karena penasaran.
Alex tertawa, "hahaha.. Vincen, Vincen.. dengarkan aku baik-baik, tidak ada yang seperti itu di dunia ini. Masalah dan perselisihan pasti selalu ada, perbedaan pendapat dan pertengkaran itu selalu ada. Hanya saja penangannanya berbeda, papa mamaku tidak pernah bertengkar di depan ku dan kakakku, tidak pernah membentak mama, dan anak-anakknya. Papa ku selalu diam dan menunggu lawannya bicara, papaku akan terus bersikap semua baik-baik saja. Jika ada perselisihan pendapat papaku selalu mengalah dan membiarkan mamaku melakukan apapun yang di inginkan mamaku, papaku mengatakan jika tidak akan pernah memaksakan kehendak kami, hanya saja dalam keluarga kami tidak boleh ada kebohongan! Jika kamu berbohong papaku tidak akan segan. Bagi papaku kebohongan adalah musuh terbesar, berbohong tidak akan membuahkan apa-apa. Jadi aku dan kakakku tidak pernah berbohong, karena papaku sangat memahami karakter kami sampai-sampai kami tidak bisa berbohong jika didepan papa." Alex menjelaskan kembali, menceritakan bagaimana sebenarnya keadaan keluarganya.
Exel dan Vincen mengangguk, "aku baru mengetahui jika ada keluarga yang seperti ini, sungguh luar biasa Alex. Pasti dari kecil papamu sudah menarapkan sikap-sikap baiknya padamu dan kakakmu." Kata Exel.
Alex mengangguk, "ya, kamu benar Exel"
Seorang wanita datang dan masuk kedalam coffee shop, wanita itu memandang sekitar caffee shop. Seorang pelayan menabraknya dan menumpahkan minuman di bajunya.
"Maaf nona, maaf... saya akan membantu membersihkan baju anda." Kata pelayan.
"Tidak apa, dimana kamar kecil? Aku bersihkan sendiri saja." Kata wanita itu dengan suara lembut.
"Disana, (pelayan menunjukan arah) nona lurus saja lalu ke kanan." Jawab pelayan.
"Baiklah, terima kasih."
Wanita itu berjalan perlahan menuju kamar kecil, wanita itu melewati meja Alex dan teman-temannya. Alex berdiri dan terburu-buru berjalan hingga menabrak wanita yang hendak kemar kecil tersebut.
Wanita itu kehilangan keseimbangan dan akan jatuh, Alex segera menolong sebelum wanita itu jatuh, Alex dan wanita itu saling memandang, Alex terkejut melihat wanita di hadapannya.
"Stela?" Suara Alex menyapa.
Wanita itu mengerutkan dahi, mendorong Alex, "singkirkan tanganmu, aku buru\-bur Bear." Kata wanita itu lantas pergi begitu saja.
Stela pergi berjalan ke arah kamar kecil, Stela membersihkan bajunya yang kotor di kamar kecil. Terdengar Stela mengomel, karena secara tidak sengaja bertemu dengan Alex.
__ADS_1
"Kenapa sial sekali, bajuku kotor dan sekarang bertemu Alex. Pria yang sangat menyebalkan itu, dulu saja saat aku menempel padanya dia selalu dingin. Sekarang bersikap aneh, menyapaku. Ahh sial, sial sial.." Guman Stela.
Stela bercermin dan mencuci tangan, Stela keluar dari kamar kecil dan berjalan kembali untuk memesan kopi. Tiba-tiba seseorang menghadangnya.
Alex berdiri di depan Stela dengan kedua tangan di dalam saku celananya.
"Kamu Stela kan? Stela Harisson?" Tanya Alex.
"Untuk apa bertanya jika sudah tau, menyebalkan. Awas, aku ingin minum kopi" jawab Stela ketus.
"Apa benar dia Stela? Kenapa menjadi dingin padaku? Lama tidak berjumpa, inikah kesan pertamanya padaku?" Batin Alex.
"Bear, bisakah aku lewat? Kamu mrnghalangi jalanku." Ucap Stela.
Alex terkejut, memberi jalan. Stela tanpa banyak bicara lagi langsung pergi melewati Alex dengan langkah cepat.
Alex merasa aneh, sepertinya ada hal yang berubah dari Stela. Stela yang dulu selalu menempel dan manja bahkan terlalu terobsesi pada Alex justrua sekarang terkesan menghindari Alex dan ingin menjauhi Alex.
Alex masuk dalam kamar kecil dan mencuci tangan, Alex bercermin.
"Apa yang salah? Aku bahkan tidak melakukan apa-apa, mengapa Stela begitu kesal padaku? Ahh menyebalkan, membuatku pusing saja." Batin Alex.
Alex selesai cuci tangan dan keluar dari kamar kecil, kembali menemui teman\-temannya.
Alex kembali duduk, matanya menyelisik mencari-cari sesuatu. Tiba-tiba matanya melebar melihat seseorang jauh di ujung. Stela menikmati kopinya dan bermain ponselnya. Senyum cantik menghiasi wajahnya saat menatap ponsel.
Alex tertegun, menatap Stela yang begitu cantik dan manis. Vincen dan Exel saling bertatapan dikala melihat Alex yang tersenyum tanpa alasan menatap ke suaru arah.
Vincen dan Exel saling bertatapan, Vincen mengangkat Alis, Exel mengangkat bahu tisak mengetahui apa-apa. Vincen dan Exel mencari-cari sesuatu dalam coffee shop, Exel mendekati Vincen dan berbisik menunjuk ke arah Stela. Exel dan Vince bertatapan dan saling tertawa, berniat menggoda Alex.
"Ehemm.. aku melihat wanita cantik." Kata Exel.
"Sepertinya teman kita sudah jatuh cinta Exel, kita dilupakan." Vincen menggoda.
Alex yang mendengar langsung tersadar dari lamunanya. "Kalian bicara apa, dia anak teman papaku. Namanya Stela, Stela Harisson." Ucap Alex.
"Cantik, manis, kenapa tidak kamu dekati?" Exel menggoda lagi.
"Bukan seperti apa yang kalian pikirkan teman-teman. Dulu dia dan aku, kami sering bermain bersama. Dia selalu menempel padaku, menganggapku beruang yang bisa diajaknya bermain dan melindunginya. Aku sedikit jengkel dan kesal karena dia sangat manja, namun sepertinya kali ini dia sedikit berubah. Dia sepertinya menjaga jarak dan tidak ingin dekat denganku lagi. Entahlah, apapun itu bukan urusanku. Setelah ini apa yang akan kita lakukan?" Tanya Alex menatap Vincen dan Exel.
"Melihat film terbaru, aku sudah pesankan tiket. Bosan jika hanya duduk dan minum kopi seperti ini." Jawab Exel.
"Baiklah, ayo kita pergi bersenang-senang. Aku harus kembali ke rumah sebelum jam makan malam," jawab Alex.
Alex dan teman-temannya melanjutkan berbincangan mereka. Sesekali Alex meilirik ke arah Stela, Stela masih asik bermain posel dan tersenyum manis.
♡♡♡♡♡
Brian dan Amelia kembali ke rumah, saat berjalan masuk dalam rumah, Brian melihat Lovely dan Andrew berada didapur, Lovely dan Andrew tertawa bersama. Terlihat sekali wajah cantik Lovely dari jauh.
Brian menghentikan langkah, Amelia melihat kearah yang dilihat Brian.
"Ada apa?" Tanya Amelia.
"Entahlah, seperti aku akan kesepian nanri saat putriku menikah. Kenapa waktu cepat sekali berbutat, aku akan merasa kegilangan puttiku." Guman Brian.
Brian melihat, Andrew dan Lovely memasak bersama. Brian menghela nafas panjang dan berjalan menuju kamarnya. Amelia menyusul Brian, Amelia berjalan di belakang Brian, Amelia dan Brian masuk dalam kamar. Amelia menutup pintu kamarnya perlahan, menghampiri Brian yang duduk bersandar di sofa.
Brian mengangkat kakinya diatas meja menyilang. Badannya bersandar sofa, mata Brian terpejam.
Dalam pikiran Brian, Brian sedang mengenang mada lalunya. Masa lalu dimana anak-anaknya masih kecil.
"Waktu begitu cepat berjalan, kamu sudah akan menikah puttiku. Dahulu, papa masih sering menggendongmu, papa masih bermain denganmu, masih ingat kata-kata manjamu saat merengek ingin ice cream. Setelah menikah apakah papa masih bisa mendengar rengekanmu? Mendengar kata-kata manismu? Ahh..
Inikah perasaan seorang ayah yang akan ditinggal pergi anak gadisnya. Tahan Brian.. jangan menangis! Jangan bersedih, semua pasti baik-baik saja." Batin Brian
Nafas Brian terdengar berat, tiba-tiba saja air mata mengalir membasahi pipi Brian. Amelia menyeka air mata Brian dan mencium lembut pipi Brian. Amelia memeluk Brian, menghibur Brian yang bersedih.
Brian merangkul Amelia dan mengusap bahu Amelia. Brian bisa merasakan jika Amelia istrinya, khawatir padanya.
"Aku baik-baik saja sayang, jangan khawatir. Aku hanya memikirakan masa lalu dimana anak-anak kita masih kecil dan merengek, bermanja pada kita. Sekarang kitalah yang merengek saat kita melepasnya untuk bahagia." Kata Brian, membuka mata perlahan.
"Kita hanya bisa berdoa sayang, mendoakan yang terbaik untuk anak-anak kita. Mendoakan agar mereka semua bahagia, kuat dan yang pasti tidak mudah untuk menyerah dan berputus asa." Ucap Amelia.
"Kamu benar sayangku, hmm.. (Brian mengeratkan pelukan) sepertinya aku tidak salah menikahimu Amelia, kamulah yang terbaik di antara yang baik. Ya meski sedikit jahat dan kasar, tapi aku suka." Brian menggoda Amelia.
__ADS_1
Amelia melepas pelukannya dan menatap Brian, tatapan Amelia begitu tajam. Brian tersenyum, mencium kilas bibir Amelia.
Cup..
Brian berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi. "Aku akan mandi, tolong siapakan pakaian gantiku."
Amelia tersenyum, menatap kearah Brian yang berjalan menuju kamar mandi. Amelia menatap punngung Brian yang akhinya hilang setelah pintu kamar mandi di tutup.
Amelia berdiri, berjalan mendekati lemari. Amelia menyiapkan pakaian ganti Brian. Amelia duduk di ranjang dan menatap ke arah meja yang berada di samping ranjang. Melihat foto Lovely dan Alex yang terlihat menggemaskan.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1