Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 210


__ADS_3

Andrew membuka mata perlahan, Andrew melihat Lovely tertidur di atas meja. Andrew berdiri dari duduknya dan melepas jasnya. Andrew menyelimutkan jasnya pada Lovely, Lovely masih terlelap tidur, terlihat sangat lelah.


Andrew mencium pipi Lovely dan mengusap-usap rambut Lovely, Andrew berfikir jika tidur dengan posisi seperti Lovely tidak nyaman. Andrew memindahkan Lovely ke sofa, Andrew menggendong Lovely dan merebahkan tubuh Lovely ke sofa. Andrew melepas sepatu Lovely dan menyelimuti kaki Lovely dengan jasnya.


Andrew jongkok di depan Lovely dan terus menatap Lovely, merapikan rambut Lovely yang berjatuhan di wajah Lovely. Andrew mencium kening dan hidung Lovely dengan lembut dan penuh cinta.


Andrew berdiri, berjalan keluar dari ruangannya. Andrew melihat sekertarisnya dan bertanya.


"Kapan Lovely datang?" Tanya Andrew.


"Sekitar setengah jam yang lalu tuan. Saya sempat masuk mengantar dokumen dan melihat anda berdua tertidur. Saya tidak aingin mengganggu dan tidak mengijinkan orang masuk. Apakah anda perlu sesuatu tuan?" Tanya sekertaris Andrew.


"Mmh, apakah aku masih ada meeting? Atau bertemu klien? Atau hal penting lainnya?" Tanya Andrew.


"Tidak ada tuan, jadwal anda sudah kosong untuk hari ini." Jawab sekertaris.


"Baiklah, jika tidak ada jadwal, jangan ganggu aku dan tidak ada yang boleh masuk ke ruanganku. Jika ada yang mendesak kamu hubungi aku dulu, ok? Lovely sedang tidur, aku tidak ingin dia terbangun dan tidak nyaman." Kata Andrew menegaskan.


"Baik tuan, saya mengerti." Jawab sekertaris.


Andrew kembali masuk dalam suangannya, menutup kembali pintu ruangannya perlahan. Andrew berjalan mengambil dokumen yang ada di mejanya, Andrew melonggarkan dasinya dsn kembali berjalan ke arah sofa.


Andrew duduk di lantai bersandar sofa yang sedang dipakai Lovely tidur. Andrew menemani Lovely yang sedang tidur dengan melihat laporan ditangannya, Andrew membuka berkas dokumen dan mulai membacanya.


Andrew fokus pada berkas dokumen di tangannya, Lovely terbangun dan terkejut saat tahu dirinya tertidur pulas. Lovely melihat kedepan, matanya melebar melihat Andrew duduk dilantai.


"Andrew, kenapa duduk dilantai?" Tanya Lovely


"Hai, kamu sudah bangun? Apa kamu lapar?" Tanya Andrew.


"Aku tidak lapar, hanya lelah saja. Kamu sudah bangun sejak tadi?" Lovely duduk bersandar.


"Hmm sudah satu jam yg lalu, kamu tidur begitu pulas. Apakah banyak sekali pekerjaanmu?" Andrew berdiri dan berpindah duduk di kursi.


"Aku tidur terlalu awal semalam, dan bangunku juga terlalu awal. Ingin tidur tidak bisa, akhirnya aku hanya sibuk membawa komik dan novel sampai langit terang. Tidak disangka saat di kantor papa menugaskan aku kluar kantor menemui klien, tetapi aku senang kamu memberiku kejutan. Terima kasih sayang.." Lovely mendekat dan mencium kilas pipi Andrew, senyumnya mengembang lebar.


"Aku senang melihatmu tersenyum seperti ini Love, teruslah tersenyum sampai akhir bersamaku." Suara Andrew begitu lembut.


"Kita akan terus bersama Andrew, selamanya." Jawab Lovely.


Andrew memeluk Lovely, Lovely mengusap-usap punggung Andrew. Andrew mengeratkan pelukan, seakan tidak ingin melepaskan Lovely.


♡♡♡♡♡


Brian dan Amelia bersiap untuk pulang, Alex berpamitan pulang lebih dulu karena ingin pergi bertemu temannya.


"Papa, mama aku pergi dulu. Aku akan pulang sebelum jam makan malam." Kata Alex.


"Oke, selamat bersenang-senang." Jawab Brian.


"Hati-hati sayang," jawab Amelia.


Alex melambai, membuka pintu ruangan dan pergi. Brian berdiri dari duduknya usai merapikan dokumen di mejanya, Brian berjalan mendekati Amelia, dan memegang tangan Amelia.


"Apa kamu juga ingin pergi berkencan sayang? Ingin beli ice cream?" Tanya Brian, Brian mencium punggung tangan Amelia.

__ADS_1


"Ayo.. jangan di tanya soal makan ice cream. Aku pasti akan menjawab iya." Kata Amelia.


Amelia tersenyum menatap Brian, Brian tersenyum dan memeluk Amelia.


"Aku merindukanmu.." kata Brian.


Amelia melepas pelukan dan mencium Brian, "ayo cepat, aku ingin makan ice cream." Kata Amelia, Amelia menenteng tasnya dan berjalan keluar ruangan.


Brian menggeleng dan tersenyum tipis, "sayang tunggu aku, sayang.. (Brian mengambil jas dan mengenakan jasnya berjalan mengikuti Amelia) bu direktur, tunggulah suamimu ini." Kata Brian berjalan di belakang Amelia.


Amelia berhentia dan mamalingkan wajah, Brian berjalan perlahan. Amelia melihat Brian dengan seksama, meski termakan usia pesona Brian masih luar biasa. Wajah yang tampan, tubuh yang masih gagah dan juga keramahan membuat Brian semakin oke.


Beberapa staf terlihat menyapa Brian, Brian tersenyum dan menyapa kembali staf-stafnya. Amelia bangga memmiliki pria sempurna seperti Brian dalam hidupnya.


Brian berdiri di samping Amelia, menatap Amelia. "Nyonya Candra, ada apa melihatku?" Tanyq Brian.


"Aku jatuh cinta padamu untuk yang kesekian kalinya tuan Candra. Pesnonamu sungguh luar biasa, meski tidak lagi muda kamu masih terlihat oke." Kata Amelia.


"Hmm begitu kah? Apa kamu sedang menggodaku sekarang ini? Jangan berani menggoda, aku tidak akan sungkan padamu nyonya." Kata Brian berbisik di telinga Amelia, Brian meniup telinga Amelia membuat jantung Amelia berdebar.


Wajah Amelia memerah, Brian berbisik dan meniup telingnya secara tiba-tiba. Amelia meraba dadanya, jantungnya berdegup kencang.


Deg..


Deg..


Deg..


"Ahh, sudah 20 tahun lebih bersama setiap Brian melakukan ini kenapa jatungku selalu berdegup, astaga aku bisa gila. Brian ini, membuatku malu saja." Batin Amelia.


♡♡♡♡♡


Di kedai ice cream..


Brian memesan ice cream favorit istrinya, semenjak menikahi Amelia, Brian mulai menyukai ice cream, meski hanya mentukai rasa itu-itu saja. Brian yang dahulu, jarang makan ice dan hampir sama sekali tidak makan ice. Melihat Amelia begitu lahap makan ice cream Brian pun mencoba makan ice cream juga. Kini keduanya sangat gemar makan ice cream, meski tidak sesering dulu namun Brian dan Amelia sering datang makan ice cream bersama.


Pesanan ice datang, Amelia tanpa banyak bicara langsung menyendok dan melahap ice di hadapannya, Brian menggeleng menatap Amelia.


"Sayang, makan dengan perlahan saja, aku tidak akan merebut ice mu." Kata Brian.


"Pembohong, terakhir kali kamu makan ice cream strawberry ku saat aku pergi ke kamar mandi, iya kan?" Amelia mendekap ice cream dihadapannya dan menatap tajam ke arah Brian.


Brian tertawa, "haha, sayang.. kamu lucu sekali." Brian menarik pipi Amelia perlahan.


Amelia tidak mempedulikan Brian dan masih fokus makan ice cream di hadapannya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..

__ADS_1


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2