
Brian ada di kantor polisi untuk menemui Alvin. Brian menunggu di ruangan yang telah di sediakan khusus, Brian duduk dengan sebuah dokumen di atas meja. Brian menghela nafas panjang, berharap Alvin bisa jujur dan berterus terang kepadanya.
Pintu ruangan terbuka, petugas jaga membawa Alvin masuk untuk bertemu Brian. Brian dan Alvin saling bertatap muka, Brian menatap petugas jaga. Petugas jaga mengangguk dan pergi meninggalkan Brian dan Alvin didalam ruangan.
Brian: duduklah, tidak perlu canggung denganku Alvin.
Alvin: (duduk di hadapan Brian) ada apa?
Brian: (mengambil dokumen di hadapannya dan meletakan di atas meja di hadapan Alvin) bacalah ini baik baik.. aku tak akan memaksamu Alvin, semua keputusan ada ditanganmu.
Alvin membuka dokumen di hadapannya, rasa penasaran menyerang ingin tahu apa isi dokumen di hadapannya. Mata Alvin melebar, air matanya tiba tiba menetes membasahi wajahnya. Brian mengeluarkan sapu tangannya dan memberikan pada Alvin.
Brian: jika aku tidak menyelidiki, kamu pasti akan bungkam Alvin! Tidakkah kamu merasa kasian kepada istrimu? Kamu tidak ingin bertemu istri dan bayimu?
Alvin: (menunduk) maaf tuan.. maafkan saya, saya hanya menerima perintah dari seseorang yang tidak dikenal.
Brian: kamu ingin berterus terang atau tidak? Dengar baik baik Alvin, aku tidak akan memaksamu. Aku membantu biaya persalinan istri dan perawatan di rumah sakit semata mata karena rasa kemanusiaan. Aku tidak gunakan ini semua sebagai ancaman. Kamu mengerti maksudku kan?
Alvin: saya mengerti tuan (menatap Brian) saya sangat berterimakasih tuan mau membantu saya (menangis) saya sangat rindu pada istri saya dan ingin melihat anak saya. Tapi saya sadar, saya bersalah pada anda dan nyonya Amelia.
Brian: kamu mau berubah menjadi orang yang lebih baik, Alvin?
Alvin: (menyeka air mata sengan sapu tangan) ya tuan.. saya bsrjanji akan menjadi orang yang baik. Saya tidak akan melakukan kesalahan ini lagi. Saya akan membantu tuan mencari tahu orang misterius itu.
Brian: (tersenyum) aku percaya pasamu Alvin. Ayo ikut denganku, aku sudah meminta ijin kepada kepala polisi untuk membawamu menemui istri dan anakmu di rumah sakit.
Alvin: (terkejut) apa? Tuan.... (tersenyum bahagia tak bisa berkata apa apa) saya sungguh bahagia tuan, saya sangat bahagia.
Brian membetikan tas berisi pakaian baru untuk alvin. Alvin menerima dan tersenyum pada Brian.
Brian: gantilah pakaianmu, aku menunggumu di luar kantor.
Alvin: baik tuan. Terimakasih..
Brian pergi meninggalkan Alvin, Alvin juga keluar menuju kamar kecil untuk berganti pakaian. Alvin sangat senang, Alvin menjadi bersemangat karena akan bertemu istri dan anaknya yang baru saja lahir.
Brian berdiri di luar kantor menunggu Alvin, Brian memasukan kedua tangannya dalam saku celana dan bersandar di dinding. Alvin keluar, berjalan mendekati Brian. Brian tersenyum melihat Alvin dengan wajah yang cerah berseri. Alvin terlihat sangat bahagia ingin bsrtemu istri dan anaknya.
Brian dan Alvin berjalan bersama menuju parkira. Brian membawa Alvin meninggalkan kantor polisi menuju rumah sakit.
♡♡♡♡♡
Rumah sakit..
Mobil berhenti dihalaman rumah sakit, Brian mengambil bunga di bangku belakang dan memeberikan pada Alvin. Alvin menatap Brian merasa heran.
Brian: bawalah ini untuk istrimu. Jadilah pria manis dan romantis Alvin. Istrimu pasti semakin mencintaimu, seorang istri pasti akan bahagia jika suaminya peduli dan pengertian.. anggap saja aku membantumu berkencan.
Alvin: tuan terimakasih, anda banyak membantu saya. Jujur saja saya sangat malu berhadapan dengan anda saat ini.
Brian: sudahlah, ayo kita turun. Istrimu pasti sudah menunggu.
Brian dan alvin keluar dari dalam mobil, menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit. Brian berjalan di samping Alvin, Alvin sesekali menatap bunga di tangannya dan tersenyum. Brian tersenyum tipis melihat Alvin yang bersemangat dan bahagia.
Brian dan Alvin sampai di ruang rawat istri Alvin. Brian berhenti dan menatap Alvin.
Brian: aku tak akan masuk dan menganggu kalian. Aku akan menunggumu disini Alvin. Jika ads apa apa beritahu aku. Oke?
Alvin: terimakasih tuan, anda sangat baik.
Brian: sama sama.. pergilah temui istri dan anakmu Alvin. Aku ucapkan selamat atas kelahiran putramu. Semoga putramu menjadi pria yang baik dan bijaksana di masa depan.
Alvin: saya sangat beruntung memiliki atasan sebaik anda tuan Brian. Saya sangat berterimakasih tuan.
Brian tersenyum lebar dan mengangguk. Brian membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Alvin masuk. Alvin masuk, Brian kembali menutup pintu dan duduk di ruang tunggu di depan kamar rawat. Alvin berjalan mendekati istrinya yang sedang berbaring tidur. Alvin mengusap lembut wajah istrinya dan mencium kening istrinya.
Alvin: Elena.. maafkan aku..
Elena membuka mata dan menatap Alvin, Elena terkejut mendapati suami yang dikasihinya ada di hadapannya.
Elena: Alvin?
__ADS_1
Alvin: sayang..
Elena menangis haru, Alvin menyeka air mata Elena dan memeluk Elena. Alvin menangis dan mengeratkan pelukan.
Elena: apa tuan Brian yang membawamu?
Alvin: \(melepas pelukan dan mengangguk\) ya.. dia yang membawaku kesini untuk bertemu denganmu dan anak kita.
Elena: jujurlah padanya sayang, dia orang baik. Pasti akan mengerti kondisi kita.
Alvin: jujur apa lagi, aku benar benar tidak mengerti siapa orang yang menyuruhku. Dia hanya menyuruh orangnya datang dan kita hanya bicara lewat telepon.
Elena: maaf, aku lah yang membuatmu melakukan ini semua. Aku terlalu menuntutmu Alvin \(meraba wajah Alvin\)
Alvin: akulah yang salah, aku tidak mampu membahagiakanmu. Hidup bersamaku kamu selalu dalam kesulitan.
Pintu kamar terbuka, perawat datang menggedong bayi. Brian mengikuti perawat ingin tahu keadaan istri dan anak Alvin. Brian menyapa Elena dengan ramah.
Brian: hallo..
Elena: hallo tuan Brian, terimakasih sudah membawa suamiku datang melihat kami.
Brian: sama sama..
"Silahkan nyonya, bayi anda.."
Alvin: perikan kepada saya, saya papanya..
"Baik tuan, silahkan.. (meletakan bayi dalam gendongan Alvin)"
"Saya permisi, tuan.. nyonya.."
Brian: maaf merepotkan, terimakasih..
Perawat meninggalkan ruangan. Brian mendekat dan melihat bayi dalam gendongan Alvin. Seketika teringat Andrew yang harus hidup sebagai seorang yatim piatu. Hati Brian tergerak melihat Alvin menciumi bayinya dan memeluk erat, Brian mulai berkaca kaca. Brian menahan air matanya jatuh, mulai mengatur ulang nafasnya.
Brian: Alvin..
Brian: istriku mengirim pesan, dia sudah mencabut tuntutan nya padamu dan ingin menemuimu di rumah.
Alvin: (terkejut) nyonya.. membebaskan saya? Saya tidak akan dipenjara lagi?
Brian: masih ada prosedur yang harus kamu selesaikan di kantor polisi. Setelah dari kantor polisi kita akan kerumahku, bagaimana?
Alvin: baik tuan, saya bersedia.
Brian: baiklah kalau begitu. Elena maaf, aku harus memintamu menahan kerinduanmu pada suamimu. Tidak masalah bukan?
Elena: tidak apa apa tuan. Saya mengerti, saya berterimaksih tuan dan nyonya begitu baik.
Brian: sama sama..
♡♡♡♡♡
Rumah Felix
Max menerima laporan jika Alvin dibebaskan, tuntutan perusahaan Axis kepada Alvin di cabut. Max melapor, Felix bersikap tenang.
Max: tuan apa langkah kita selanjutnya?
Felix: sudah aku katakan, diam saja! Tidak perlu bertindak. Akan ada saatnya kita menumbangkan mereka semua. Bersabarlah Max.. kita biarkan mereka menikmati kemenangan mereka dulu.
Max: baik tuan saya mengerti. Saya hanya khawatir Alvin.... (kata kata terputus oleh Felix)
Felix: tenang saja dia tidak mengenali kita. Rahasia kita masih aman..
Max: baiklah tuan. Saya akan terus mengawasai Alvin.
Felix: awasi juga keluarga Alvin, bukankah istrinya di rumah sakit?
Max: Brian membantu istri Alvin dan membiayai perawatannya.
Felix: hmmm.. banyak hal baik di lakukan, dia pandai mengambil hati orang. Sudahlah.. kita hanya perlu diam dan mengawasi saja dari jarak jauh. Jangan lakukan hal hal bodoh Max.
__ADS_1
Max: baik tuanku..
Felix duduk bersandar, mengangkat kaki ke atas meja dan menyilangkan dua tangan di dada. Senyum tipis menghiasi wajahnya menatap ke arah Max.
♡♡♡♡♡
Brian meminta Alvin menunggu di sofa ruang tamu. Brian masuk untuk memanggil Amelia. Tidak lama Amelia keluar dan menemui Alvin, Amelia tersenyum cantik menyapa Alvin. Alvin berdiri dan langsung berlutut di hadapan Amelia. Amelia terkejut, membantu Alvin berdiri.
Amelia: tidak perlu berlutut padaku Alvin. Jika ingin berterimaksih, berterimakasih lah pada Brian. Dia yang sudah mencabut tuntutannya.
Alvin: tuan berkata jika nyonya yang melakukannya.
Amelia: ya itu benar, tetapi Brian lah yang membujukku. Dia sampai mengirimi ku Video istri dan anakmu. Aku seorang istri dan seorang ibu. Hatiku sedih saat melihat video itu. Dan pada akhirnya aku mengikuti hati nuraniku untuk membebaskanmu.
Alvin: terimakasih nyonya, apa yang anda inginkan sebagai balasannya?
Amelia: mudah saja, kamu bisa bekerja di perusahaan kakakku untuk sementara waktu ini. Kamu tahu kan kasus yang menjerat kakakku. Aku harap kamu mau membantuku mebgurus perusahaan kakakku Alvin.
Alvin: dengan senang hati nyonya, terimakasih sudah mau mempercayai saya. Saya sangat berterimakasih.
Amelia: ingat Alvin, semua yang kita tabur entah itu kebaikan atau keburukan, semua akan kita tuai. Kita akan mendapatkan buah manis jika kita menabur kebaikan. Oke? Berubahlah demi istri dan anakmu. Aku percaya padamu, aku harap kamu tidak mengecewakanku. Dan juga mengecewakan Brian.
Alvin: tentu saja nyonya, saya akan berusaha dengan baik. Saya akan setia kepada Nyonya dan tuan.
Amelia: thankyou Alvin.. selamat datang, senang bekerja sama denganmu.. (mengulurkan tangan)
Alvin: (tersenyum bahagia menyambut uluran tangan Amelia) saya juga senang bekerja dengan anda Nyonya. Terimakasih..
Amelia dan Alvin akhirnya berdamai. Brian yang menggedong Andrew dan lovely di masing masing tangannya mengintip dari dalam. Brian tersenyum lebar, istrinya mau menerima sarannya dan menerima Alvin kembali. Memberi Alvin kesempatan kedua untuk berubah.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1