Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 22


__ADS_3

3 bulan berlalu..


Amelia tak kunjung pulang. Brian melakukan rutinitasnnya. Pagi bekerja sampai sore. Dan pulang larut malam. Saat pulang Brian terlihat berantakan, pelayan sempat kebingungan. Brian masuk dalam kamar dan mengurung diri disaat hari libur. Hanya keluar saat makan, itupun hanya makan beberapa potong buah yang dikupas sendiri atau makan roti isi. Masakan pelayan jarang dimakan.


Boby yang siaga di samping Brian merasa kasihan. Boby datang ke rumah Abed dan menceritakan semua tentang Brian.


..


..


..


..


..


Abed terkejut, dia tidak menyangka Brian akan berubah seperti itu. Boby meminta Abed bicara pada Brian agar tidak minum minum setiap malam.


Boby: tolong tuan bicaralah dengan tuan Brian. Saya kasian, melihatnya menangis setiap saya antar pulang. Pelayan dirumah juga bilang tuan suka memesan wine. Makan tidak teratur, tengah malam masih sibuk bekerja. Kadang juga merokok di teras.


Abed: ini karena Amelia. Sungguh dia membuat seseorang menjadi gila. Kamu tidak temukan kabar apa apa Bob?


Boby: tidak tuan, saya sudah melihat nama nama penumpang pesawat kesemua tujuan 3 bulan terakhir. Tidak ada nama nyonya.


Abed: apa mungkin Amelia sembunyi di suatu tempat? Bagaimana dengan Hotel?


Boby: saya sudah cek semua hotel dikota, tidak ada nama Amelia dalam daftar tamu yang menginap.


Abed: orangku juga tidak ada yang menemukan Amelia. Kamu kembalilah Bob, nanti malam aku akan ke rumah dan bicara pada Brian.


Boby: terimakasih tuan. Saya permisi.


Boby pergi dari rumah Abed. Amanda melihat dan menghampiri Abed. Abed menceritakan kondisi Brian. Amanda ikut sedih mendengar Brian yang berubah semenjak kepergian Amelia.


Abed: kasian Brian ma, kira kira mama tau tidak Amelia kemana??


Amanda: kemana mama juga tidak tahu. Amelia sudah tidak ada keluarga lain kan selain Smith. Smith sudah lama meninggal juga.


Abed: ya sudahlah, aku akan tambah oranv lagi untuk mencari. Bahkan polisi juga tidak bisa dapat informasi apa apa.


Ponsel Abed berdering..


Panggilan dari Nikita


Abed: ya sayang, ada apa?


Nikita: sayang, kamu cepat datang ke jalan XX aku menunggumu di taman. Aku mengikuti seseorang mirip Amelia. Aku melihatnya saat di rumah sakit tadi.


Abed: baiklah, kamu tunggu disana, aku akan datang. (Memutus panggilan)


Amanda: ada apa?


Abed: Nikita melihat seseorang mirip Amelia ma, aku pergi dulu ma.


Amanda: semoga memang benar Amelia. Amelia kembalilah pulang, kasian suamimu sayang.


°°°°°


Nikita berdiri dibawah pohon, dia terlihat sedang menunggu seseorang. Sebuah mobil berhenti, seseorang turun dari mobil dia adalah Abed. Abed berjalan mendekati Nikita.


Abed: sayang, kamu baik baik saja?


Nikita: aku baik baik saja, kamu lihat rumah itu. (Menunjuk sebuah rumah sederhana dengan taman bunga di halaman depan) aku lihat wanita yang mirip Amelia masuk kesana.


Abed: ayo, kita harus menemui Amelia.


Abed menggandeng tangan Nikita. Dan masuk dalam mobil bersama. Mereka menuju rumah yang ditunjuk oleh Nikita tadi. Abed mengamati sekitar.


Abed: daerah sini memang sepi.


Nikita: semoga aku tidak salah orang. Aku berharap itu Amelia.


Abed: semoga saja, ayo kita turun.


Abed dan Nikita turun. Mereka berjalan masuk halaman dan berakhir di pintu utama. Abed menekan Bel rumah beberapa kali. Pintu terbuka sedikit, seseorang mengintip. Abed melihat bahwa itu Amelia. Amelia terkejut dan berniat menutup pintu, Abed menahan pintu dengan kakinya agar tidak tertutup.


Abed: Amelia buka pintunya


Amelia: tidak, kalian pulanglah! Aku tidak ingin bicara dengan siapa siapa.


Abed: ayolah, susah payah kami mencarimu. Nikita akhirnya menemukanmu. Kamu tidak bisa menghindariku. Ayo kita bicara, jangan seperti ini Amelia.


Amelia membuka pintu. Abed dan Nikita masuk. Amelia kembali menutup pintu. Amelia berjalan dan duduk di sofa di ikuti Abed dan Nikita.


Amelia: bicaralah, aku tidak punya banyak waktu. Aku harus menjaga Lovely.


Nikita: aku akan jaga Lovely, dimana dia. Kalian bisa bicara baik baik.


Amelia: ada di kamar (suara pelan)


Nikita berdiri dan berjalan ke kamar. Nikita pergi masuk dalam kamar untuk menjaga Lovely.

__ADS_1


Abed: pulanglah sayang.. kasian Brian.


Amelia: aku tidak ingin pulang, aku ingin bercerai dengn Brian.


Abed: dengarkan aku, apa yang kamu lihat saat itu hanyalah salah paham. Brian dan Lee tidak ada hubungan apa apa. Itu murni salah paham saja.


Abed mulai menjelaskan perlahan kepada Amelia. Wajah Amelia yang semula kusut dan kesal perlahan berubah menjadi normal. Abed juga menceritakan kondisi Brian saat ini. Amelia terkejut.


(Dalam hati Amelia)


Tidak mungkin.. Brian jarang minum. Hanya akan minum jika ada acara penting. Juga tidak merokok. Kenapa sekarang berubah, benarkah karena aku?


Abed: pulanglah dan lihatlah kondisinya. Baru kamu bisa putuskan akan bertahan atau berpisah. Aku berharap kamu selalu bahagia Amelia. Jangan menyakiti Brian. Brian adalah lelaki baik, dia sangat sayang dan cinta padamu. Ingatlah saat saat romantis kalian bersama. Pulanglah, bersamaku. Oke?? Jangan karena hal seperti ini kamu dan Brian berpisah. Kasian Lovely.


Amelia: (terdiam beberapa saat) ya.. aku akan kembali dan pulang. Aku akan titipkan Lovely pada mama dan aku akan menemui Brian. Pria bodoh itu membuatku tidak tenang. Aku merasa bersalah sekarang.


Abed: ayolah, meski bodoh kamu masih menyimpan rasa bukan? Aku tidak percaya 3 bulan tanpa Brian kamu baik baik saja. Jangan bilang kamu menangis di bawah bantal atau dibawah selimut? Aku tau kebiasaanmu menangis. Jangan kerasa kepala, dan jangan keras hati.


Amelia: jangan menggodaku. Aku akan siap siap, tunggulah. Aku akan kembali pulang bersama kalian.


Amelia berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Amelia bersiap kembali untuk menemui Brian. Jauh di dalam hati sesungguhnya Amelia sangat merindukan Brian. Karena hanya Brialah satu satunya orang yang Amelia sayangi dan cintai.


#karena sakit hati dan kesal Amelia jadi hilang kendali dan pergi dari rumah. Amelia pergi menemui James Burneo. James menyuruh Amelia menenagkan diri dahulu. James juga memberi nasihat pada Amelia jika berpisah akan sangat berpengaruh pada Lovely. James selalu mengingatkan pada Lovely, tidak ada pria sebaik Brian. James berkata jika Amelia sangat beruntung mendapatkan Brian. James menyuruh Amelia lekas pulang. Dan menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin James meyangkal jika Brian mau melakukan hal kotor dengan wanita lain. Karena James percaya pada Brian.


Selama 3 bulan Amelia merenung dan berfikir. Amelia memang berencana kembali pulang. Tidak disangka Abed dan Nikita datang untuk membujuk Amelia pulang. Dengan penjelasan Abed, Amelia meyakinkan diri untuk pulang. Mendengar cerita Abed, Amelia menjadi sedih. Amelia merasa bersalah telah pergi. Karenanya Brian menjadi berubah. Brian tidak peduli pada siapapun, tidak peduli pada kesehatan dan keselamatannya.


○○○○○


♡Amelia♡


Aku membuka pintu utama perlahan. Aku masuk dan kembali menutup pintu. Pelayan melihatku, aku menempelkan jari telunjuk tangan kananku dimulut. Pelayan mengangguk mengerti maksudku. Aku melambai agar pelayan mendekat. Pelayan berjalan perlahan mendekatiku.


Amelia: (suara pelan) apa tuan ada dirumah?


"Ada nyonya, tuan baru datang"


Aku mengangguk dan melambaikan tanganku menguruhnya pergi. Pelayan itu pergi menjauh dariku. Aki berjalan perlahan menuju kamar. Aku membuka pintu kamar perlahan, dan masuk kedalam. Aku tutup pintu perlahan. Aku berjalan perlahan.


Aaaaarrrrgghhhhh!!!(Brian berteriak)


Buuukkkk.. (suara hantaman)


Aku mendengar suara teriakan dan hantaman, aku terkejut. Apa itu? Jangan jangan.. aku berlari mendekat, benar saja aku melihat Brian sudah mendaratkan tinjuan ke arah cermin meja riasku. Aku melihat darah mengalir turun dicermin.


Amelia: Brian.... (berteriak)


Aku berteriak karen panik, Brian memalingkan wajah dan melihatku. Aku mendekati Brian dan melihat tangannya. Darah segar menetes dilantai. Aku mengeluarkan ponselku berniat menghubungi dokter pribadi yang bekerja di klinik kantor. Brian mengambil Ponselku dan melempar ponselku ke ranjang. Brian memelulku erat. Brian menangis sesenggukan.


Brian: maafkan aku sayang, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku.


Aku menghubungi dokter tetapi belum diangkat. Mungkin tidur? Aku melihat jam tanganku, hah sudah tengah malam. Aku mengakhiri panggilanku, membalut tangan Brian dengan sapu tangan akan membawa Brian pergi kerumah sakit. Aku menarik tangannya dan keluar kamar. Aku memanggil pelayan.


"Ada apa nyonya? (kaget melihat tangan Brian yang berdarah) tuan.. tuan.. tangan anda??"


Amelia: bereskan kamar segera, aku tidak mau kamar yang bau dan kotor! Kami akan ke rumah sakit.


"Baik nyonya saya mengerti"


Amelia: keluarkan dan buang saja meja rias dalam kamar.


"Iya nyonya"


Brian hanya diam, dia tidak bicara apa apa. Aku menggandeng tangan Brian berjalan keluar rumah, kami masuk dalam mobil dan melesat menuju rumah sakit. Di dalam mobil aku menyetir sambil mengomel.


Amelia: bodoh! Kamu bodoh Brian. (Kesal)


Brian: ya aku bodoh! (Tenang)


Amelia: kenapa lukai diri sendiri? Mau mati?


Brian: ya aku mau mati, jika mati kamu akan pulang kan? Setidaknya kamu pasti ingin melihat ku untuk terakhir kali sebelum aku dimakamkan.


Amelia: apa kamu gila? (Kesal)


Brian: ya, aku gila! Aku gila karenamu.


Amelia: aaaarrggghh!!!! Brian... cukup! Bagaimana kamu bisa menjawab setenang ini? Aku panik setengah mati. Kalau bosan hidup kenapa tidak melompat saja ke laut. (Mengomel)


Brian: tepikan mobilnya aku akan lompat dari jembatan. Aku akan menuruti kata katamu.


Amelia: sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu. Yang terpenting sekarang adalah merawat lukamu.


Aku langsung diam begitu juga Brian. Sungguh lelaki bodoh, bodoh, bodoh! Aku panik dan mencemaskannya, dia malah tenang tenang saja. Apa lukanya tidak sakit, aku saja yang melihat merasa sakit. Aku mempercepat laju mobilku.


Brian: (terkejut) Amelia pelan pelan, jangan mengebut seperti ini (panik)


Amelia: diam dan duduk dengan baik, aku yang menyetir. Jika tidak aku akan lebih cepat lagi.


Brian: oke oke.. aku diam! (Terus menatap Amelia)


(Dalam hati Brian)

__ADS_1


Kamu masih begitu peduli padaku, tetapi keras kepala untuk kembali. Kamu begitu jahat menyiksa perasaanku Amelia. Tapi sekarang aku senang. Kamu kembali lagi, kali ini aku akan pastikan kamu tidak akan bisa pergi jauh jauh dari hidupku.


Brian: dimana Lovely?


Amelia; dirumah Abed.


Huh, akhirnya sampai juga di rumah sakit. Aku memarkir mobil , aku dan Brian turun. Aku menggandeng tangan Brian masuk dalam lobby. Seorang perawat dengan cepat menghampiri dan membawa Brian masuk IGD untuk menjalani perawatan.


Aku menunggi diruang tuanggu, aku harap lukanya tidak parah. Aku merasa bersalah pada Brian. Aku bersandar pada kursi dan menghela nafas.


30 menit kemudian...


Brian keluar IGD dengan perawat, mereka menghampiriku yang duduk di kursi.


"Nyonya ini obatnya, harap ganti perban sesering mungkin. Dan jangan terkena air"


Amelia: baiklah, aku mengerti. Terimakasih banyak. (Tersenyum)


"Sama sama, semoga lekas sembuh tuan"


Brian: terimakasih (tersenyum)


Perawat pergi meninggalkan kami. Aku melihat tangan Brian kiri yang di perban. Aku menatap Brian, Brian menatapku. Tangan kanannya menyeka air mataku dengan lembut. Brian memelukku dan mengusap kepala belakangku.


Brian: jangan menangis. Ayo kita pulang.


Amelia: iya..


Brian melepas pelukan dan menggandeng tanganku keluar dari rumah sakit. Aku menatap Brian, lelaki ini sungguh punya pesona yang luar biasa. Kami pun sampai di parkiran, Brian dan aku masuk dalam mobil. Kali ini Brian yang menyetir. Sepanjang perjalanan hanya diam tetapi mata kami saling memandang sesekali. Brian mengembangkan senyumannya. Dia menatapku dengan penuh arti seorah dia ingin mengatakan sesuatu.


°°°°°


♡Brian♡


Aku dan Amelia sudah kembali di rumah, sekarang kami ada di kamar. Amelia menyiapkan air dan obat, aku menuruti keinginan Amelia. Amelia berdiri dihadapanku. Aku menarik tangannya dan mendekapnya lalu merebahkan tubuhku bersama Amelia.


Brian: maaf... aku dan Lee tidak ada hubungan apa apa, aku harap kamu mengerti. Saat itu posisi kami memang bisa membuat semua orang salah paham. Jika kamu berada diposisiku pun aku juga pasti akan marah.


Amelia: aku yang salah, Brian maaf tidak seharusnya aku pergi meninggalkanmu. Aku tidak menepati janjiku padamu. Maaf.. (menangis) aku selalu merindukanmu. Aku selalu menangis saat mengingatmu.


Brian: sayangku, jangan pergi lagi. (Merenggangkan pelukan dan menyeka air mata Amelia) jangan menangis, aku yang salah aku tidak mengejarmu dan tidak mencarimu dengan baik.


Amelia: kita saling memaafkan. Oke? (Menatap Brian)


Brian: sudah ridak marah lagi?


Amelia menggeleng dan memelukku. Aku mengusap usap lembut kepala dan rambutnya. Aku mencium kepalanya berulang ulang.


Brian: aku merindukanmu sayang, sangat rindu.


Amelia: kamu sudah makan? (Melepas pelukan)


Brian: belum, kenapa?


Amelia: mau aku buatkan roti isi? Atau salad atau.. (kata kata terputus)


Cerewet, aku merindukan bibir yang banyak bicara ini. Mmm.. suara Amelia saat aku mencium lembut bibirnya. Bibir tipisnya aku gigit lembut, hmmm.. membuatku gemas. Tangan Amelia meraba lembut wajahku dan leherku.


(Dalam hati Amelia)


Hmm.. manisnya rasa wine masih melekat di bibir Brian, aku bisa merasakannya. Wine dengan kwalitas rasa terbaik. Yang punya ciri khas rasa manis yang pekat. Brian ini, selama aku pergi sudah berapa banyak wine yang dia minum. Bisa bisanya merusak kesehatannya sendiri. Pria yang bodoh!


Amelia melepas ciumanku dan mencium kilas pipiku, dia berbisik lembut di telingaku.


Amelia: i love you Brian..


Seketika aku mendekapnya dan menciumi lehernya. Aku berbisik ditelinga Amelia.


Brian: i love you too Amelia..


Amelia mencium leherku lalu memelukku erat. Aku senang dia seperti ini. Aku senang dia memelukku dan menciumku. Awalnya aku mengira ini hanya mimpi, atau halusinasiku saja. Melihat Amelia ada di rumah. Sampai akhirnya aku sadar, ini semua bukan mimpi atau halusinasi. Ini nyata.. Amelia kembali pulang, kembali dalam pelukanku.


Amelia: maafkan aku Brian.. maaf, aku membuatmu menderita.


Brian: sudah jangan pikirkan itu lagi. Kita lupakan saja masalah itu. Ayo kita mulai dari awal lagi, kita saling mencintai dan mengasihi. Jangan ada lagi salah paham diantara kita.


Amelia: aku janji, aku tidak akan pergi lagi. Apapun yang terjadi. Aku akan tetap disampingmu.


Brian: tidurlah, aku akan memelukmu. Ayo besok jemput Lovely kita.


Amelia: kamu tidak makan?


Brian: besok saja, sekarang aku hanya ingin memelukmu.


Amelia: hmm.. aku rindu tidur dalam pelukanmu sayang. Kamu juga tidur, mimpi indah sayang. (Amelia mencium kilas pipi Brian)


Brian: mimpi indah sayang. I love you..


Tidurlah Amelia, aku akan memelukmu. Tidak akan aku biarkan kamu pergi meninggalkanku lagi. Aku sangat mencintaimu. Hidup tanpamu aku tidak akan bisa bertahan. Karena dari awal kamulah orang yang selalu memberi dukungan dan semangat. Sampai akhirnya aku bangkit. Dari pria sampah menjadi sekarang ini. Aku tanpamu bukanlah siapa siapa Amelia. Kamulah penolongku, kamu bossku dan kamulah ibu dari anakku. Istriku.. sampai akhir aku akan tetap bertahan dan setia padamu.


•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•

__ADS_1


•Terimakasih•


•Beri ☆ juga yaa•


__ADS_2