
Felix mendekat dan menatap dalam mata Mely. Mely melebarkan mata, menatap mata Felix. Tubuh meli gemetar, keringat dingin bercucuran. Mely ketakutan, aura kemarahan Felix sungguh luar biasa. Mely bisa merasakannya. Mely mengatur nafas mencoba mengendalikan diri.
Felix: kamu berani sekali Mely. Kamu menggodaku hanya demi Brian? Kamu ingin melindunginya? Kamu tau apa akibatnya bermain main dengan Felix Collyn? Mely.. tidakkah kamu merasa perbuatanmu ini keterlaluan? (Suara meninggi)
Mely: aku tau, jika kamu ingin melukaiku silahkan. Jangan lukai keluargaku, dan jangan salah paham lagi. Aku mohon padamu untuk mencari tahu kebenarannya. Keluargaku tidak bersalah, Owen lah yang jahat.. (membela diri)
Mendengar kata kata Mely, Felix semakin geram. Kedua tangannya mengepal.
(Dalam hati Mely)
Oh tidak.. aku kelepasan bicara. Apa yang harus aku lakukan? Akankah aku mati? Apa Felix akan membubuhku? Pria seperti apa kamu Felix, aku merasa takut sekarang. Dadaku sesak, seakan aku merasa berdiri ditepi jurang. Asalkan keluargaku baik baik saja, aku matipun tidak masalah. Aku memang salah, tidak seharusnya bermain main dengan seorang Felix Collyn.
Felix tersenyum kepada Mely. Senyum tampan yang mematikan. Mely terkejut, tiba tiba Felix memeluknya dengan erat. Felix langsung meghantam lemari kaca di belakang Mely dengan tangan kirinya sekuat tenaga.
Braaaaakkkkkkkkk...
(Suara hantaman tangan Felix)
Lemari kaca retak, beberapa serpihan kaca berjatuhan di lantai disertai darah Felix yang mengalir deras. Mely kaget, seketika melepas pelukan Felix dan melihat ke belakang. Mely melihat kaca yang retak dan posisi tangan Felix yang masih mengepal menghantam kaca. Darah segar mengalir di kaca dan di tangan Felix. Sebagian juga menetes di lantai. Mely menarik tangan Felix dan melihat tangan Felix yang terluka.
Mely: pria bodoh!
Felix: ya aku bodoh!
Mely: pria bodoh! Sangat bodoh!
Felix: ya aku bodoh, aku sangat bodoh!
Mely: tutup mulutmu, jangan banyak bicara. Ayo kita ke rumah sakit. (Panik)
Mely merasa sedih, kedua tangannya gemetar memegang tangan kiri Felix yang terluka. Tanpa sadar air mata Mely jatuh, Mely tidak menyangka Felix akan melukai diri sendiri. Tangan kanan Felix meraba lembut wajah Mely. Mely menatap Felix, Felix tersenyum menyeka air mata Mely.
Felix: jangan menangis, maafkan aku Mely. Apa aku menakutimu?
Mely: dasar Felix bodoh! (Memeluk Felix)
Felix: ya aku bodoh! Teruslah memakiku sampai kamu puas.
Mely: aku sangat kesal padamu. Aku membencimu. (Menangis tersedu)
Felix tersenyum tampan mengusap penggung Mely. Mely melepaskan pelukan dan menyeka air matanya sendiri.
Mely: ayo cepat lukamu harus diobati. Kita harus ke rumah sakit.
Felix: tidak perlu. Aku baik baik saja. Ambilkan ponselku, aku akan hubungi dokterku.
Mely: oke.. (meraba jas Felix dan mengambil ponsel Felix, lalu memberikan kepada Felix)
Felix menerima ponselnya dan menghubungi dokter. Meminta dokter pribadinya datang ke kantornya. Felix menutup panggilan dan menatap Mely. Mely terus menatap luka di punggung tangan Felix.
Felix: ada apa??
__ADS_1
Mely: kenapa kamu tidak memukulku atau membunuhku.. bukankah aku sudah sangat jahat padamu.
Felix: aku tak bisa melukaimu. Jika kamu orang lain, pasti aku akan mengahabisimu.
Mely: berikan alasan kenapa kamu tidak ingin melukaiku.
Felix: karena aku mencintaimu. Aku mencintaimu Mely. Sangat mencintaimu.
Mely: aku tidak menyukaimu. Dan aku tidak akan menjelaskan ulang alasanku mendekatimu.
Felix: aku tidak menyuruh kamu mencintaiku, atau menyukaiku. Juga tak menyuruhmu mmeberikan alasan.
Mely terdiam tak bisa berkata apa apa. Felix meraba lembut wajah Mely dan mencium bibir Mely. Mely menutup mata perlahan mencengkram erat jas Felix. Mely merasakan sesuatu, ciuman Felix lebih manis dari sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, pintu diketuk.
Mely terkejut dan langsung melepaskan ciuman. Sedikit menjauhi Felix. Dokter datang dan langsung menghampiri Felix, meminta Felix untuk duduk bersandar di sofa. Dokter langsung memeriksa keadaan Felix dan mengobati luka Felix.
10 menit kemudian...
Dokter sudah membalut luka Felix dengan perban. Dokter berpamitan pada Felix dan pergi meninggalkan ruangan Felix. Mely duduk di samping Felix dan memegang tangan Felix yang terluka.
Mely: maaf Felix..
Felix: aduh sakit.. (berpura pura) permintaan maafku kurang tulus nona. Aku tidak dengar..
Mely tersenyum tipis, mencium kilas pipi Felix dengan lembut. Mely berbisik di telinga Felix.
Mely: maafkan aku sayang.. (suara sexy)
Mely: kamu sudah baik baik saja, aku haris pergi sekarang.
Felix: kemana?
Mely: menemui sahabatmu mengantar makan sianngnya.
Felix: ayo pergi aku akan mengantarmu.
Mely: tidak perlu aku bisa sendiri. Kamu istirahatlah menenangkan pikiranmu. Oke?
Felix: aku tak akan biarkan wanitaku pergi seorang diri.
Mely: aku bukan wanita mu.
Felix: bukan wanitaku melainkan calon istriku.
Mely: Felix... (kesal)
Felix: Mely.... (menatap tajam)
Mely mengehela nafas dan menerima tawaran Felix untuk mengantarnaya. Felix terlihat senang. Senyum tampannya mengembang.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Mobil Felix sudah sampai di perkiran. Mely menatap Felix, Felix menatap Mely dan tersenyum.
Felix: ada apa? Kita sudah sampai. Pergilah, aku akan menunggu sampai kamu selesai.
Mely: kamu tidak ingin turun? Tidak ingin menemui Abed??
Felix: tidak, lain waktu aku akan temui Abed. Saat ini aku tak ingin melihat siapa siapa dan menemui siapa siapa lagi selain kamu.
Mely: baiklah, tunggu aku. Aku segera kembali. (Tersenyum)
Mely membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil. Mely kembali menutup pintu mobil dan pergi meninggalkan Felix yang ada di dalam mobil. Mely berkunjung menemui Abed untuk mengantar makan siang.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa Vote yaaaaa....
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"