Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 30


__ADS_3

♡Amelia♡


Seharian kemarin ingin bicara pada Brian, aku masih maju mundur. Takut salah bicara, kali ini aku akan bicara pada Brian. Semoga saja Brian tidak salah paham pdaku.


Aku merasakan sesuatu melingkar di perutku. Tangan Brian melingkar di perutku. Brian mencium bahuku lembut. Memendamkan wajahnya di bahuku. Aku memegang tangan Brian, memberanikan diri bicara.


Amelia: sayang.. boleh aku bicara.


Brian: hmm.. ada apa?


Amelia: aku ingin bicara soal David. Kamu jangan marah ya, aku rasa dia sedikit aneh.


Brian: aku tau sayang, dia mengincarmu kan?


Amelia: (melepas tangan Brian dan berbalik) kamu tau? Maksudku?


Brian: (mengangguk) iya, aku tau. David bukan orang sembarangan. Dia punya kekuasaan sekarang. Dia juga bukan orang Amerika. Akan sangat sulit jika kita terang terangan menentang kerjasama.


Amelia: batalkan saja kerjasamanya, aku takut.


Brian: sepertinya dia memang mengincarku untuk jadi targetnya. Menjatuhkanku mungkin.


Amelia: (memeluk Brian) aku takut kamu terluka lagi, jangan main main dengan nyawamu Brian.


Brian: hei.. justru aku yang takut kehilanganmu. David begitu ingin mendekatimu.


Amelia: aku tidak menyukainya, aku hanya akan menyukaimu. Dan selalu akan menyukaimu.


Brian: sayangku, aku tidak akan pernah melepaskanmu.


Amelia: (melepas pelukan menatap Brian) apa rencanamu?


Brian: kita ikuti saja permainannya. Aku juga sudah punya rencanaku sendiri sayang.


Amelia: apa? Jika bekerja sama dengan Axis, dia akan membuat onar. Apakah Axis akan jatuh?


Brian: jika jatuh apakah tidak bisa berdiri lagi? Apa kamu takut Axis hancur?


Amelia: bukan begitu. Aku lebih takut keluargaku yang hancur.


Brian: percayalah padaku. Aku tidak akan biarkan hal buruk terjadi. Oke?


Amelia: oke, aku percaya padamu. Apapun yang terjadi, aku akan selalu mendukungmu dan percaya padamu.


Brian tersenyum tampan. Wajahnya begitu mempesona. Aku meraba wajah Brian dan mencium lembut pipi Brian. Brian memelukku erat, mencium bahuku. Mengusap punggungku.


Brian: siapkan dirimu. Sepertinya kita perku akting juga untuk pertunjukan selanjutnya.


Amelia: iya, aku mengerti. Aku akan mendengarkan semua perintahmu.


Brian: istriku yang penurut, aku semakin cinta. (Melepas pelukan, mencium kilas kening Amelia)


Amelia: jangan bahayakan nyawamu lagi. Sudah cukup dua kali tertembak.


Brian: aku mengerti bossku. Jangan khawatir lagi. Aku akan ke kantor, kamu baik baiklah dirumah bersama Lovely kita. Mungkin akan pulang larut. Kamu tau kan, rencana yang matang akan sangat berpeluang.


Amelia: iya, hati hati. Jangan lupa makan siang dan makan malam. Aku akan hubungi nanti, untuk mengingatkan makan siang dan makan malammu.


Brian: oke, bye sayang.. aku pergi dulu


Amelia: bye.. (tersenyum)


Brian mencium bibirku lembut. Melepas ciuman, mengecup kedua pipiku dengan gemas dan mencium hidungku kilas. Brian mengambil mantel, menatapku dan tersenyum, Brian melambaikan tangan.


Brian: i love you sayang. Tidurlah lebih awal (berjalan menuju pintu, membuka pintu dan keluar dari kamar. Brian menutup pintu perlahan)


Aku menghela nafas, merasa lega. Brian ternyata tidak marah. Dia bahkan mengerti maksudku sebelum aku mengungkapkan nya. Dia peka sekali, tau saja jika akan ada badai. Brianku sungguh luar biasa. Bahkan sudah mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi David.


♡Brian♡


Aku berada di kantor saat ini. Memikirkan banyak hal, aku harus memiliki banyak rencana cadangan. David ini memang benar benar hebat. Koneksinya orang orang kuat. Bahkan terjun dalam dunia gelap, bergabung dengan anggota mafia. Riwayat hidupnya sungguh mengerikan.


Aku berdiri dan membuka laporan. Tiba tiba aku terpikirkan paman James Burneo. Kali ini kemungkinan paman James bisa menolongku. Aku mengeluarkan ponsel dari saku celanaku. Aku menghubungi paman James, untuk janji temu.


(Panggilan terhubung)


Brian: hallo, paman James?

__ADS_1


James: ya Brian, ada apa? Apa yang kamu butuhkan?


Brian: aku ada hal penting yang ingin dibahas. Bisa bertemu?


James: tentu saja, kamu akan datang? Atau kita bertemu di luar?


Brian: aku akan datang paman, aku akan kesana pukul 5 sore nanti.


James: datanglah nak. Aku menunggumu, hati hati dijalan.


Brian: terimakasih paman. Paman juga jaga kesehatan ya.


James: ya, tentu saja. Aku ingin terus hidup, melihat cucuku Lovely tumbuh dewasa. Bawalah Amelia dan Lovely juga.


Brian: iya paman, lain waktu aku akan bawa. Hanya saja saat ini aku ingin bahas hal yang sangat penting.


James: oke oke, aku mengerti. Aku tunggu dirumah ya. Persoalan apapun yang malandamu saat ini. Aku percaya kamu Brian yang tangguh, dan bijaksana.


Brian: terimakasih paman, sampai nanti.


(Mengakhiri panggilan)


Aku meletakan ponselku di meja. Kembali memeriksa berkas. Menandatangani laporan mingguan. Pintu ruanganku terbuka, aku mendengar suara langkah kaki. Suara sepatu wanita? Siapa? Bukan suara langkah kaki Amelia juga bukan langkah kaki sekertarisku. Semakin lama semakin dekat, tiba tiba seseorang berdiri di sampingku. Menepuk bahuku perlahan.


"Hallo Brian.."


(Suara sexy)


Deg..


Suara ini, astaga masalah lagi. Ini suara Angela. Aku menutup dokumenku dan menatap ke arah Angela. Sungguh diluar dugaanku, Angela terlihat lebih cantik dan dewasa. Pesonanya luar biasa, mata ini seperti tersihir. Astaga Brian, sadarlah. Hanya Amelia wanitamu satu satunya. Jangan tergoda oleh wanita lain.


Angela: kamu lupa padaku?


Angela duduk dipangkuanku, wajahnya begitu dekat dengan wajahku. Angela mengusap tengkukku.


Brian: Angela tolong, bersikaplah sewajarnya. Ini kantor! (Suara meninggi)


Angela: hmmm.. jika bukan dikantor kamu mau seperti ini?


Angela: mereka tidak disini kan. (Menekan nekan pipi Brian)


Brian: siapa yang memberitamu kantorku?


Angela: seseorang yang aku campakkan karena aku lebih mencintaimu sayang.


Brian: apa itu David?


Angela: hmm.. benar sekali. Kamu semakin tampan Brian, aku semakin suka.


Angela tiba tiba mencium bibirku. Aku langsung mendorongnya menjauh. Aku memalingkan wajahku.


Brian: aku akan keluar, minggir.


Angela: tidak, aku inggin bersamamu. Bertahun tahun aku mencarimu aku tidak menemukanmu. Aku tidak tahu jika kamu sudah pulang ke Indonesia.


Brian: jangan buat aku marah Angela. Aku tidak ingin kasar pada wanita.


Anggela mencium leherku dan membuat bekas ciuman disana. Anggela berdiri dan tertawa kecil mengejekku. Sial! Wanita ini akan membuatku dalam masalah. Aku memegang leherku dan meraba leherku. Amelia akan jadi monster jika tau leherku seperti ini. Angela ini sungguh berani. Aku berdiri dari kursiku menatap tajam ke arah Angela.


Angela: kenapa? Takut istrimu marah? Bilang saja jika aku yang melakukannya.


Brian: kamu tidak punya malu mengganggu suami orang?


Angela: kenapa malu, aku sangat mencintaimu. Jika kamu mengabaikanku, aku akan teriak dan menjerit. Aku akan katakan jika kamu ingin memperkosaku. Apa kamu ingin seluruh kantormu berfikiran jelek?


Brian: apa maumu?


Angela: tidak sulit, aku ingin menjadi kekasihmu.


Brian: tidak bisa, aku tidak ingin menduakan istriku.


Angela: oh begitu, baiklah. Aku akan lakukan sesuai kata kataku. Aku akan berteriak kencang.


Angela melangkah pergi, aku menahannya tangannya. Aku tidak ingin hal sama terjadi. Akan sangat memalukan jika semua kantor mendengar teriakan Angela. Angela berbalik dan tersenyum, dia memelukku. Haih.. Amelia maafkan aku. Aku tidak berniat menduakanmu. Aku akan cari cara untuk menyingkirkan Angela.


Angela: aku sangat rindu padamu Brian.

__ADS_1


Brian: (melepas paksa) sudah, pulanglah. Aku akan lanjut bekerja.


Angela: temui aku malam ini.


Brian: aku sibuk.


Angela: benarkah? Jadi kamu ingin aku mendatangi rumahmu? Mengganggu istrimu?


Brian: astaga, apa maumu?


Angela menahan wajahku dan mencium bibirku. Aku terkejut, wanita ini sungguh membuatku gila. Dia sangat berani dan liar. Aku terdiam, membiarkan dia melakukan apa yang dia sukai. Jika tidak dia pasti akan bertingkah. Angela melepas ciuman dan mengecup kilas bibirku.


Angela: apartemen golden city kamar 285, pukul 7 malam. Aku menunggumu sayang. (Mengedipkan satu mata dan tersenyum nakal)


Angela pergi meninggalkan aku. Aku langsung lemas, aku duduk dikursi kerjaku. Aku menghela nafas dan bersandar. Aku meraih ponselku menghubungi Amelia. Aku lebih baik jujur pada istriku. Aku tidak ingin berbohong pada Amelia.


(Panggilan terhubung)


Amelia: sayang ada apa? Perlu sesuatu?


Brian: Amelia, ada sesuatu hal yang ingin aku beritahu padamu.


Amelia: apa?


Brian: Angela datang dan mengancam.


Amelia: Angela? Kakak seniormu di universitas?


Brian: ya.. dia juga sudah menciumku. Apa kamu marah?


Amelia: hahahaha.. (tertawa) apa dia menggigitmu juga?


Brian: kamu tau? Iya, leherku di beri jejak.


Amelia: aku percaya padamu sayang. Aku tau cintamu dan hatimu hanya milikku seorang. Apa kamu tidak bisa bersikap manis pada kekasih barumu?


Brian: sayang, aku serius. Kamu mengejekku?


Amelia: bukankah kamu bisa manfaatkan dia untuk melawan David?


Brian: maksudmu?


Amelia: ayolah, aku tau jika david menggilai Angela. Oleh karena itu dia menjadikanmu targetnya. Apa aku salah?


Brian: tidak, kamu mungkin benar. Aku bisa manfaatkan Angela.


Amelia: jika kamu bersama Angela, bolehkah aku mendekati David?


Brian: kamu tidak puas denganku?


Amelia: sayang, kita lakukan syuting drama kali ini.


Brian: jangan melakukan hal hal aneh dengannya. Jangan menciumnya.


Amelia: ck.. ck.. ck.. kamu berciuman dengan Angela, aku tidak boleh mencium David? Kamu sangat egois sayang.


Brian: astaga, aku tidak akan tahan melihatmu mencium lelaki lain selain aku.


Amelia: aku ingin melihatmu cemburu sayang, haha.. (tertawa kecil) baiklah, Lovely sudah bangun. Aku tutup dulu.


Brian: sampaikan salam pada putriku. Aku mencintaimu Amelia.


Amelia: foto bekas ciuman Angela. Aku ingin lihat. Kirim padaku ya.. aku juga mencintaimu. Bye bye (memutus panggilan)


Brian memasang kamera depan dan mengambil gambar lehernya yang merah. Mengirimnya pada Amelia. Brian merasa lega. Setidaknya Brian sudah jujur kepada Amelia soal perlakuan Angela padanya.


Hallo semua...


Terimakasih sudah mau singgah dan membaca novel saya.


Jangan lupa like,☆ dan isi kolom komentar.


Bye bye..😉😘


Salam hangat,


[Dea Anggie]

__ADS_1


__ADS_2