
Lovely diam menatap Andrew, matanya berkaca-kaca ingin rasanya menangis kencang-kencang dan berteriak. Lovely di landa kegundahan, rasa cinta dan sayang yang mendalam tidak akan bisa di lupakan begitu saja, seharusnya ini menjadi momen bahagia dimana pria yang dicintainya melamarnya. Namun sayang, papa dan mamanya tidak merestui.
Lovely terus diam, menatap cincin yang pegang oleh Andrew, sangat ingin rasanya berkata "iya aku mau." Namun Lovely harus mempertimbangkan perasaan papa dan mamanya agar tidak kecewa. Bagaimanapun papa mamanya adalah orang-orang yang di kasihinya lebih dari apapun.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara pintu di ketuk,
kleeek..
Suara pintu di buka, sekertaris Brian berakting panik, dan mencari Brian.
"Direktur maaf, diluar ada beberapa tuan muda yang membuat keributan. Bisakah anda keluar??" Kata sekertaris dengan nada gemetar.
"Apa lagi ini?" Kata Brian.
"Ayo kita lihat," sahut Amelia.
Brian dan dan Amelia mengikuti sekertaris keluar dari ruangan. Lovely kebibgungan, rasanya ini pertama kali ada kerusuhana yang begitu besar di perusahaan papanya.
Andrew berdiri dan mendekat, "kamu menolakku? Jahat sekali." Ucap Andrew.
"Andrew, aku tidak menolakmu. Aku.. hanya saja aku.. aku tidaka bisa menentang papa dan mama, sudahlah. Aku akan lihat ada apa di depan." Lovely pergi meninggalkan Andrew ekluar dari ruangan.
Andrew tersenyum tampan, "sayang, aku harap kamu mau menerima kejutan dariku." Andrew menyusul Lovely berjalan perlahan di belakang Lovely.
Tak..
Tak..
Tak..
Lovely terkejut, karena buaknnya ada keributan melainkan kesunyian. Tidak ada seorang pun yang ada di dalam gedung, Lovely berlari ke arah bagian informasi, tidak ada orang.
"Ada apa ini? Kemana semua orang? Papa mama dan yang lain kemana? Bahkan resepsionis dan keamanan juga tidak ada." Batin Lovely.
Andrew mendekat merangkul Lovely, "apa yang kamu cari sayang?"
"Aku bingung, ada apa hari ini? Kenapa semua seperti ini? Papa mama tiba-tiba saja bertengkar, kamu melamarku, sekarang semua orang menghilang." Suara Lovely lirih.
"Kamu sedih? Tersenyumlah dan lihat apa yang sudah aku siapkan untukmu. Ini bukan suatu hal yang kebetulan sayang, tapi ini memang sengaja dipersiapkan" jawab Andrew,
Andrew mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kosong pada Brian. Andrew kembali memasukan ponselnya dan menatap Lovely, Lovely semakin bingung dengan kata-kata Andrew.
Pintu masuk utama terbuka lebar, seorang pria dan seorang wanita masuk membawa buket bunga mawar merah ditangan mereka masing-masing, mata Lovely melebar tidak hanya satu, ternyata banyak orang mengikuti dari belakang.
Lovely mengerutkan dahinya, pria-pria yang membawa buket unga berdiri di sisi kanan, berjajar rapi. Sedangankan wanota-wanita berada di didi kiri juga berjajar rapi. Lovely melihat ke arah Andrew.
"Apa lagi ini?" Kata Lovely.
"Hmm.. lihatlah siapa yang masuk paling akhir." Ucap Andrew.
Lovely menatap arah pintu, Lovely terkejut melihat papa dan mamanya yang sudah menggunakan pakaian seragam masuk bergandengan. Amelia membawa buket bunga mawar di pelukannya.
Brian dan Amelia berjalan mendekat kearah Andrew dan Lovely. Lovely masih tidak mengerti maksud dari semuanya.
Andrew mendekat dan berbisik, "masih bingung? Tunggu adikmu datang dan kamu akan tahu." Ucap Andrew.
Alex sudah mengenalan stelan jas berwarna putih. Berjalan masuk kedalam gedung dengan membawa buket bunga berukuran besar, 99 tangkai mawar, terdiri dari 94 mawar putih dan 5 mawar merah.
Dengan langkah pasti Alex berjalan, mendekati Andrew dan Lovely. Alex berhenti di hadapan Lovely dan menatap Lovely.
"Kak, terimalah ini. Ini adalah bunga yang di rangkai khusus untukmu dari seseorang yang sungguh-sungguh mencintaimu." Ucap Alex dengan gayanya yang keren.
Lovely menerima bunga dari Alex dan melihat kearah bunga yang di peluknya, ada huruf L di jelas terlihat.
"L? LOVE?" guman Lovely.
"L.. Lovely, i love you Lovely, and only you." Andrew mendekati Lovely.
__ADS_1
Andrew mendekat dan menatap Lovely, "ini semua untukmu. 99 bunga mawar di tanganmu, dan 999 bunga mawar di tangan mereka semua termasuk di tangan mamamu adalah hadiah kecil untukmu. Aku ingin mereka semua menjadi saksi betapa aku bersungguh-sungguh. Aku Andrew Williams inginkan kamu Lovely Miracle Candra sebagai istriku. Apakah kamu bersedia?" Andrew menjelaskan, Andrew kembali mengeluarkan cincin yang tadi di tunjukan pada Lovely saat berada di ruangan Brian.
Lovely menatap Brian, Brian tersenyum dan mengangguk. Lovely menatap Amelia, Amelia tersenyum dan mengangguk. Lovely tersenyum dan menatap Andrew, matanya sudah pedih dan panas, ingin sekali menangis.
"Aku bersedia menikah denganmu Andrew." Ucap Lovely tanpa ragu lagi.
Andrew tersenyum, meraih tangan kiri Lovely dan memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Lovely. Andrew mencium lembut punggung tangan Lovely.
Lovely memeluk Andrew dan menangis. "i love you" suara Lovely lirih.
Andrew mengeratkan pelukan, " i love you too Love." Jawab Andrew.
Andrew melepas pelukan, menyeka air mata Lovely dan mencium lembut kening Lovely. Lovely menatap Brian dan memeluk brian.
"Papa, terima kasih pa.." ucap Lovely.
"Sayang.. putriku yang manis." Brian mengusap-usap kepala Lovely.
Lovely kembali menangis dalam pelukan Brian. Brian terus menanangkan hati putrinya, mengeratkan pelukannya.
"Jangan menangis lagi, tersenyum dan tertawalah. Ini adalah hari bahagiamu sayang, gapailah kebahagiaanmu. Doa papa dan mama selalu menyertaimu, selamanya kamu adalah putri papa, meski menikah dengan Andrew kamu tetap lah putri kesayangan papa. Jangan bersedih, oke?" Brian mencium kepala Lovely dengan lembut.
Lovelay melepas pelukan, Brian menyeka air mata Lovely dan mencium kening Lovely. "Putriku sudah dewasa sekarang. Semakin cantik dan semakin luar biasa, papa bangga padamu. Terima kasih karena selalu mengingat papa dan juga mama. Papa dan mama tadi hanya berakting nak, tidak benar-benar menjodohkanmu dengan pria asing. Kamu memanglah putri kesayangan papa, penurut dan patuh. Jika bukan kamunapsti tadi sudah kabur bersama kekasihmu dan meninggalkan papa. Terima kasih sudah menjadi putri papa, menjadi kesayangan papa. Papa sayang padamu, sayang sekali." Brian mencium kening Lovely dan kembali memeluk Lovely.
Brian menangis, rasanya ingin selalu memeluk Lovely. "Semoga kebahagiaan terus ada padamu putri ku sayang, jangan pernah ada kesedihan yang melanda." Batin Brian.
Brian melepas pelukan, membelai rambut Lovely. Lovely menatap Amelia dan memeluk Amelia.
"Mama, terima kasih ma.." ucap Lovely.
"Hmm.. sama-sama sayang, kasih sayang papa dan mama rasanya tidak akan sia-sia saat kamu mengucapkan kata terima kasih. Mama juga berterima kasih, kamu sudah hadir dalam hidup mama. Mama sayang padamu." Amelia mengusap-usap punggung Lovely dengan lembut.
Rasa senang dan haru di rasakan Lovely, bagaimana tidak. Rasa bahagia karena dilamar oleh sang pujaan hati, ditambah lagi rasa haru dari doa papa dan mamanya. Kebahagiaan Lovely terasa begitu sempurna.
♡♡♡♡♡
Di kantor Andrew,
Beberapa jam setelah acara yang dramatis, Andrew berpamitan pada Brian, Amelia, Lovely dan juga Alex. Karena ada rapat penting dan harus kembali ke kantor.
Andrew senang dan lega, keinginannya untuk melamar Lovely sudah tercapai. Kini hanya tinggal menunggu hari H pernikahan dan menjalani kehidupan yang baru.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu ruangan dikutuk, tidak lama pintu ruangan dibuka.
Klekk..
Tak..
Tak..
Tak..
Suara langkah kaki sepatu wanita, sekertaris Andrew berjalan dan berhenti sedikit jauh dari meja Andrew.
"Tuan maaf, rapat akan segera di mulai. Klien sudah menunggu." Kata sekertaris dengan sopan.
"Oke, ayo kita pergi." Kata Andrew.
Andrew berdiri dan meraih ponselnya di meja. Andrew menyimpan ponselnya dalam saku jas dan berjalan meninggalkan ruangannya. Menuju ruang rapat. Sekertaris mengikuti Andrew keluar dari ruangannya.
Sore harinya,
Andrew merasa lelah dan tertidur di ruanganya. Andrew duduk bersandar kursi, Andrew menaikkan kakinya diatas meja menyilang dan menyilangkan tangan di dada.
Matanya terpenjam, wajah tampannya begitu mempesona. Lovely mengetuk pintu dan masuk. Lovely melangkah cepat mendekati Andrew, Lovely tertegun melihat lelaki pujaanya tertidur lelap karena kelelahan.
__ADS_1
Lovely mengambil kursi dan duduk di samping Andrew, Lovely terus manatap Andrew, mengamati wajah Andrew.
"Tampan sekali, ahh beruntungnya aku mendapatkannya." Batin Lovely
"Hoamm.." Lovely menguap. Mihat Andrew tidur, Lovely juga mengantuk dan ingin tidur.
Karena tidak ingin mengganggu Andrew yang tertidur lelap, Lovely memutuskan untuk ikut tidur. Lovely menarik kursinya maju mendekat pada meja. Lovely menyilangkan tangan di meja dan meletakan wajahnya, merasa lelah karena dari pagi sudah banyak menemui klien. Mata Lovely perlahan terpejam dan terlelap tidur.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"