Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 83


__ADS_3

Mobil felix berhenti di sebuah tempat. Felix membuka pintu mobil dan turun dari mobil, Felix kembali menutup pintu mobil dan berjalan perlahan masuk kedalam sebuah gedung yang berdiri kokoh didepannya. Langkah Felix tiba tiba terhenti, Felix menatap bangunan di hadapannya dengan perasaan sedih, melihat kekiri dan kenanan.


Bayang bayang masa lalu pun muncul, dimana hari itu adalah hari terakhir Felix datang ke tempat itu. Disinilah mama Felix berada. Felix menutup matanya perlahan, air mata jatuh menetes membasahi pipinya. Mulutnya yang diam bersuara lirih memanggil seseorang.


Felix: Mama.. (mengehela nafas) ma, Felix datang!


Felix membuka mata perlahan dan tersenyum tipis. Felix memantapkan hati untuk masuk kedalam. Felix menemui dokter yang menangani mamanya. Meski tak pernah berkunjung, Felix tetap menjalin komunikasi yang baik dengan dokter yang menangani mamanya melalui telepon atau email. Felix tidak pernah terlambat mentransfer uang untuk kebutuhan mamanya.


Kedatangan Felix disambut dengan baik. Felix menyapa ramah dokter dan perawat yang ada di ruangan. Perawat dan dokter saling memandang, tak pernah datang. Sekalinya datang Felix berperilaku aneh dan bertutur kata tidak seperti biasanya.


Felix: hallo dok, apa kabar anda..


"Hallo tuan Collyn, kabar baik. Anda bagaimana?"


Felix: sedang tidak baik. Boleh saya melihat hasil kesehatan mama saya?


"Tentu saja. (Mencari dikumen milik mama Felix di laci) nyonya Collyn pasti senang anda datang. Jujur saja beliau sangat merindukan anda. Selalu bertanya kepada saya, apakah anda datang menjeputnya atau tidak. (Mengeluarkan, dan memberikan sebuah dokumen kepada Felix) ini adalah hasil pemeriksaan terakhir nyonya Felicia Collyn. Silahkan..


Felix tersenyum menerima dokumen yang di sodorkan oleh dokter. Felix langsung membuka halaman dokumen satu persatu, jantung Felix berdegup kencang. Tangannya gemetar, Felix membaca dengan seksama sampai tiba pada sebuah tulisan jika Felicia Collyn dinyatakan sembuh dari ganguan kejiwaannya. Mata Felix berkaca kaca, matanya sudah sangat perih dan panas, tak tahan untuk menangis. Felix pun akhirnya menangis, air matanya jatuh perlahan. Air mata jatuh membasahi dikumen yang dibaca. Felix merasa bahagia sekaligus sedih dan kecewa.


Bahagia karena mamanya sembuh. Kecewa karena disaat saat penting, dimana mamanya sedang dalam peroses pengobatan dirinya tidak ada di samping mamanya. Felix merasa sangat sedih dan kecewa, Felix merasa malu. Merasa tidak berguna bagi mamanya. Felix menyeka air matanya perlahan.


"Tuan, anda baik baik saja?"


Felix: ya dok, saya baik baik saja. Terimakasih dokter sudab mau membantu saya merawat mama saya. Maaf sekali disaat saat penting saya tidak bisa datang dan melihat perkembangan mama.


"Saya mengerti kondisi anda tuan. Tidak apa apa semua sudah berlalu. Mari saya antar menemui Nyonya Collyn"


Felix: baik dok..


Dokter berjalan beriringan dengan Felix dan seorang perawat mengikuti dibelakang. Dalam perjalanan menuju ruangan Felicia Collyn, dokter menjelaskan point point penting di saat mamanya mejalani masa pemulihan. Felix tersenyum bahagia mendengar penjelasan dokter.


Dokter dan Felix berdiri di sebuah pintu. Dokter tersenyum menatap Felix. Felix menatap dokter dihadapannya tanpa ragu.


"Silahkan tuan Felix. Ini adalah ruangan khusus nyonya Felicia Collyn"


Felix: (tersenyum lebar) terimakasih dokter.


"Terimkasih kembali. Senang bisa membantu anda tuan Collyn. Saya permisi ingin memeriksa pasien saya yang lainnya"


Felix: silahkan dok.


Dokter dan perawat pergi meninggalkan Felix. Felix menatap pintu di depannya dan membuka pintu perlahan. Felix masuk dalam ruangan dan kembali menutup pintu. Felix terkejut, ternyata didalamnya terdapat beberapa ruangan lagi. Felix melihat ruang tamu, dapur dan kamar tidur. Felix berjalan mencari mamanya, langakah kakinya menyusuri seluruh ruangan. Felix panik tidak menemukan mamanya, Felix berteriak memanggil manggil mamanya. Felix melihat pintu belakang ruangan terbuka. Felix berlari keluar memanggil mamanya. Felix merasa sedih.


Felix: mama.. (berteriak)


Saat berada di depan pintu belakang Felix melihat seorang wanita cantik menatap kearahnya. Wanita itu duduk dengan memegang sebuah bingakai Foto. Felix tersenyum, berlari mendekati mamanya. Felix langsung berlutut dan memendamkan wajahnya dalam pangkuan mamanya. Felix menangis tersedu.


Hiks..


Hiks..


Hiks..


Tubuh Felix gemetaran. Tangan Felicia mengusap lembut kepala Felix.


Felicia: putraku, Felix Collyn... (Suara lembut)


Felix mengangkat kepalanya menatap Felicia. Felicia tersenyum cantik menyeka air mata Felix, Felicia mencium lembut kening Felix.


Felicia: jangan menangis. Oke..

__ADS_1


Felix: mama.. (air mata mengalir deras) maafkan Felix ma, maaf.. Felix bersalah ma, maafkan Felix.. Felix jahat, Felix jahat.. (meracau menyalahkan diri sendiri)


Felicia: Felix dengarkan mama..(memegang wajah Felix, menyeka air mata Felix) mama tidak pernah menyalahakan siapapun tidak menyakahkanmu atau papa. Semua salah mama, mama yang tidak bisa mengendalikan diri. Mama menggila karena mama emosional.


Felix: Felix rindu pada mama, mama baik baik saja? Sekarang kita bisa tinggal bersama ma..


Felicia: kamu menjemput mama pulang kan?


Felix: ya ma, ayo kita pulang. Felix akan merawat mama. Felix berjanji tidak akan pernah meninggalkan mama lagi. Maaf ma... (menangis)


Felicia: putraku.. (memeluk Felix) sudah lupakan semuanya, mama baik baik saja sayang. Meski kamu melupakan mama sekalipun, mama tidak akan pernah melupakanmu. Kasih ibu sepanjang masa sayang, mama mencintaimu (melepas pelukan menciumi kening Felix)


Felix: Felix sayang mama, sayang sekali. Hanya mama seorang yang Felix punya dalam dunia ini.


Felicia: apa papamu tidak datang?


Felix: (menggeleng) ayo kita pulang ma, aku akan ceritakan semua diperjalanan.


Felicia tersenyum dan mengangguk perlahan. Felix membantu Felicia berkemas. Usai berkemas mereka menemuu dokter di ruangan untuk berpamitan. Dokter menyerahkan seluruh berkas dokumen riwayat kesehatan Felicia pada Felix. Felix sangat berterimakasih dan akan sukarela mengirim dana disetiap bulannya, untuk membantu pasien yang lain. Dokter sangat senang, tidak menyangka jika Felix Collyn bisa sebaik ini. Felix dan Felicia berpamitan pada dokter dan perawat. Felicia dan Felix pergi meninggalkan tempat itu dan kembali pulang ke rumah Felix.


 


Diperjalanan pulang, Felix membuka suara dan bercerita. Felix menceritakan tentang Owen, bagaimana Owen semasa hidup sampai kejadian Owen meninggal. Juga menceritakan keadaan papa dan istrinya, menceritakan kejadian kejadian yang baru saja di alami. Menceritakan tentang Mely. Siapa Mely, bagaimana Mely dan juga wanita seperti apa Mely. Felicia tersenyum, Felicia memahami anaknya sedang di mabuk cinta.


Felicia: boleh mama bicara?


Felix: ya, tentu ma. Katakan apa yang ingin mama sampaikan?


Felicia: jadilah pria setia! Apapun keadanamu kelak, mau jatuh atau tetep berdiri kokoh. Tetaplah bertahan! Jangan pernah sekalipun mencoba berlari seperti papamu, oke? Asal ada kemauan dan usaha meski kamu jatuh 1000x pun kamu akan bisa bangkit sayang. Uang bisa didapat jika kita mau bekerja keras dan usaha. Tetapi kebahagiaan tidak akan selalu datang menghampirimu.


Felix: iya ma, Felix mengerti. Felix akan mencoba yang terbaik. Thankyou mom..


Felix: ya. Sangat suka, sampai sampai dikepalaku hanya ada wajahnya.


Felicia: ijinka mama bertemu, mama sangat penasaran.


Felix: oke, kita bisa bertemu nanti malam. Aku janji padanya untuk mengajak makan malam.


Felicia: oke, mama sudah sangat tidak sabar bertemu calon menantu mama.


Felix tersenyum mendengar kata kata Felicia. Mobil memasuki halaman rumah dan berhenti. Felix dan Felicia turun dari mobil, Felix meminta pelayan rumahnya melayani mamanya. Sementara itu Felix meminta ijin kembali ke kantor, Felicia mengiyakan permintaan anaknya. Felix pun pergi meninggalkan rumahnya.


♡♡♡♡♡


Dikantor Max dan Felix duduk berhadapan. Max terlihat gugup dan menunduk. Felix tersenyum melihat tingkah laku Max, lalu tertawa keras.


Felix: haha.. Max, ada apa? Kenapa kamu jadi salah tingkah begini? Tenang saja aku tidak akam marah padamu atau melukaimu.


Max: (menatap Felix) benarkah, kamu tahu semuanya yang aku lakukan?


Felix: (tersenyum lebar) aku tau, kamu kembali padaku untuk mendapatkan sesuatu yang bisa menggoyahkan posisiku bukan? Max dengar, aku sudah tidak ingin lagi bermusuhan dengan siapapun. Dan sekarang aku bebaskan kamu. Kamu bisa pergi jika kamu mau, dan bisa tetap tinggal jika kamu masih berkenan. Maafkan aku Max, maafkan semua kesalahanku di masa lalu dan sekarang. Aku terlalu keras padamu, maaf.. (bicara lembut)


Max: tuan.. jangan berkata seperti itu, kita sudah saling mengenal selama 10 tahun. Selam itu pula aku setia menemanimu.


Felix: lupakan semua itu Max. Saat itu kamu tertekan dan terpaksa melakukan semua kemauanku, percayalah aku tidak bermaksud mencelakaimu atau meremehkanmu. Aku terpaksa seperti itu, belajar menjadi orang yang keras demi menjalani hidupku.


Max terdiam, entah mengapa hatinya tiba tiba merasa sedih. Bagi Max, Felix adalah satu satunya keluarga. Meski Felix bersikap dingin dan arogan tetapi Felix tak pernah menyakitinya secara fisik. Max memikirkan semua baik baik, sampai tina pada akhir keputusannya. Max berdiri dan mendekati Felix dan berlutut dihadapan Felix.


Max: aku akan setia padamu sampai akhir tuan Felix Collyn.


Felix terlejut, Fekix berdiri dan mendekati Max. Membantu Max berdiri dan langsung memeluk Max.

__ADS_1


Felix: terumaksih Max. Kamulah orang yang paling dekat denganku selain mamaku.


Max: tuan.. (menangis haru)


Felix: Max, terimakasih.. (suara lirih)


Felix melepas pelukan dan menepuk bahu Max perlahan. Max menyeka air matanya.


Felix: datanglah kerumah Max. Mamaku sudah kembali.


Felix: benarkah? Bibi sudah pulang? Bagaimana keadaanya?


Felix: mamaku sudah sehat kembali Max. Aku senang bisa berkumpul kembali dengan mamaku.


Max: selamat tuan, saya ikut bahagia.


Felix dan Max akhirnya berdamai. Tidak ada pertengkaran atau pembalasan dendam. Max memilih setia bertahan menemani Felix dan mencoba melupakan kejadian di masa lalu.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2