My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 10


__ADS_3

Meninggalkan cerita dari Ayah Marson Carrington dan Mamah Jovanka Carrington.


Sekarang kita beralih keTevy dan juga Denzel yang semoga partnya sesuai ekspetasi dari kalian semua para readers.


Pagi harinya Tevy yang mempunyai jadwal mengajar sekitar jam delapan pagi pun, dia tidak seperti biasanya.


Biasanya dia akan bangun sedikit malas-malasan sekitar jam tujuhan, dan setelah itu mandi, sarapan terus berangkat kekampus.


Namun kali ini berbeda, dari jam lima pagi Tevy dia sudah bangun, untuk menyiapkan semua keperluan yang tadi malam sudah dituliskannya diatas kertas.


" Paku sudah, garam sudah, stun gun sudah ",, kata Tevy yang sedang menyiapkan amunisi untuk perang melawan Denzel dan para anak buahnya, begitulah yang ada didalam benaknya Tevy.


" Masih kurang banyak ternyata ",, kata Tevy lagi ketika membaca semua perlengkapannya yang kurang lengkap.


" Batu, sama pasirnya aku ambil dulu ah dibawah mumpung masih sepi ",, kata Tevy lagi dan dia lalu berdiri dari duduknya untuk beranjak keluar dari dalam kamar apartemennya.


Namun sebelum itu Tevy mengambil dua kantong kresek terlebih dahulu untuk tempat dia membawa pasir dan juga batunya nanti.


Tevy yang sudah sampai dilantai dasar pun, dia langsung saja keluar dari dalam lift untuk menuju kepelataran gedung apartemennya.


Tevy terus mencari dimana yang ada banyak pasir dan juga batu-batu kecil.


Setelah beberapa kali mencari dan berjalan, Tevy akhirnya menemukan tempatnya juga.


" Aah disini pasirnya cukup banyak, aku ambil saja disini ",, kata Tevy dan dia lalu memasukkan pasir itu kedalam kantong plastik yang sudah dibawanya tadi menggunakan centong nasinya.


Setelah sudah penuh satu kantong palstik, Tevy lalu mengambil batu-batu kecil untuk dia masukkan juga kedalam kantong plastik satunya lagi.


Petugas keamanan apartemennya yang melihat Tevy sedang seperti itu, dia lalu mendekati Tevy dan langsung bertanya kepada Tevy.


" Nona, Nona sedang apa??, kenapa Nona mengumpulkan pasir dan juga batu-batu ini?? ",, tanya petugas keamanan itu kepada Tevy.


" Oh ini saya semalam baru saja membeli bunga Pak, mau saya taruh didalam vas bunga, jika tidak dikasih pasir sama batu, mana bisa berdiri, iya kan Pak?? ",, jawab Tevy dengan sangat santai sekali kepada petugas keamanan itu.


"Oh ya benar sekali Nona ",, jawab Petugas keamanan itu kepada Tevy.


" Kalau begitu boleh saya bantu Nona?? ",, kata petugas keamanan itu kepada Tevy.


" Oh boleh sekali Pak, terimakasih ya ",, jawab Tevy kepada petugas keamanan itu dengan sangat senang sekali.


Petugas keamanan itu lalu membantu Tevy untuk memunguti batu-batu kecil yang ada disekitar mereka hingga kantung plastik yang dibawa Tevy sudah sangat penuh sekali.

__ADS_1


" Waah sudah penuh, terimakasih banyak ya Pak, sudah membantu saya ",, kata Tevy kepada petugas keamanan itu.


" Sama-sama Nona, apa mau saya bantu juga membawa kedalam kamar apartemennya Nona?? ",, tanya petugas keamanan itu lagi kepada Tevy.


" Oh tidak perlu Pak, saya bisa membawanya sendiri, kalau begitu mari Pak ",, jawab Tevy dengan sangat sopan sekali kepada Petugas keamanan itu.


" Iya Nona silahkan ",, jawab petugas keamanan itu kepada Tevy.


Dan Tevy langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari situ menuju kedalam kamar apartemennya lagi.


Ketika sudah sampai dikamar apartemennya Tevy langsung saja duduk diruang keluarganya.


" Aaah capek juga membawa kedua barang ini ",, kata Tevy sambil meletakkan batu dan pasir yang tadi diambilnya disebelah perlengkapannya yang lain.


" Kurang ketapel, kelereng sama petasan ",, kata Tevy ketika melihat catatannya lagi.


" Untuk bahan itu, aku harus membelinya dulu ditoko mainan nanti ",, kata Tevy lagi sambil berbicara sendiri.


Dan setelahnya dia lalu memasukkan semua perlengkapan perangnya itu kedalam tasnya bersama buku-buku mengajarnya dan juga laptopnya.


Tevy ketika melihat kearah jam dinding kamar apartemennya masih menunjukkan pukul enam lebih sepuluh menit, dia lalu memutuskan untuk berolahraga sebentar.


Bergeser keDenzel.


Ternyata Denzel semalam dia dibuat tidak bisa tidur sama sekali.


Karena setiap Denzel memejamkan matanya, yang ada hanya bayangan Tevy yang melintas terus dipandangannya.


Dan itu membuat Denzel menjadi tidak bisa tidur serta malah membuat kepalanya pusing saja.


" Aaaah bisa gila aku gara-gara siTevy ",, kata Denzel sambil mengacak-acak rambutnya.


Denzel lalu bangun dari tidurnya untuk menuju kemeja yang dekat dengan shofa.


Setelahnya Denzel lalu menuangkan wine yang ada diatas meja itu kedalam gelasnya.


Denzel meminum wine itu sambil melihat pemandangan mansionnya dari atas balkon kamarnya, sambil mengamati para anak buahnya yang sedang pada berjaga.


Ketika sudah cukup banyak Denzel menghabiskan bergelas-gelas wine, sekitar dua belas gelas wine, dan Denzel juga sudah sedikit mabuk, akhirnya Denzel bisa tertidur juga disekitar jam tiga dini hari.


Namun didalam tidur yang sedang mabuk itu, Denzel bisa bermimpi sangat indah sekali bersama Tevy.

__ADS_1


Denzel tiba-tiba bisa menangkap Tevy, dan Denzel membawa Tevy kedalam mansionnya tepatnya kedalam kamar pribadinya itu.


Ketika sudah didalam kamar, Tevy Denzel baringkan diatas ranjang mahalnya itu, tanpa ada perlawanan sama sekali dari Tevy, bahkan Tevy malah tersenyum manis kepada Denzel.


Dan itu membuat jantungnya Denzel berdetak sangat kencang sekali ketika melihat senyum manisnya Tevy.


Dengan kepala beralaskan lengannya, Tevy masih terus membelai lembut wajahnya Denzel dengan senyum yang masih mengembang dengan sempurna.


Perlahan tapi pasti Denzel lalu mencoba mendekatkan wajahnya kewajahnya Tevy.


Semakin dekat, hingga bibir mereka akhirnya bisa saling menyentuh dengan sangat sempurna sekali.


Sejenak Denzel mendiamkannya terlebih dahulu ketika bibir mereka saling bersentuhan seperti itu.


Namun ketika Tevy tidak menolak dengan sentuhan bibirnya Denzel, Denzel langsung saja menggerakkannya dengan sangat perlahan sekali.


Pelan-pelan, lembut, penuh perasaan sekali Denzel membelai bibir tipisnya Tevy menggunakan bibir dan juga lidahnya.


Hingga tanpa diduga oleh Denzel, Tevy membalas ciuman dibibirnya itu.


Dan akhirnya Denzel serta Tevy berciuman dengan sangat mesra serta intens sekali diatas ranjang mewahnya Denzel.


Denzel yang sudah berciuman cukup lama dengan Tevy, dan terbawa suasana juga, dia lalu melepaskan ciuman dibibirnya Tevy dan mulai menyusuri leher mulusnya Tevy.


Tidak lupa Denzel memberikan tanda cinta dilehernya Tevy, hingga tanpa sadar membuat Tevy mende***h karena ulahnya.


" Aaaaaaahhhhh ",, d***h Tevy ketika dia merasakan bibirnya Denzel menghisap lehernya.


Dan suara d***hannya Tevy langsung saja membangunkan Denzel dari mimpi indahnya itu.


Denzel langsung saja terbangun dari tidurnya, dan dia juga langsung saja merasakan pusing dikepalanya.


" Si4l, ternyata hanya mimpi ",, kata Denzel ketika dia sudah tebangun dari tidurnya sambil duduk diatas ranjangnya.


" Jadi bangun kan rudal aku, ****!!, ngilu sekali rasanya ",, kata Denzel lagi ketika merasakan peluru rudalnya sudah siap menembak.


Dengan sedikit sempoyongan karena masih mengantuk dan masih sedikit pengaruh alkohol yang diminumnya semalam, Denzel lalu turun dari atas ranjang menuju kedalam kamar mandi mewahnya untuk bersolo karir dipagi hari terlebih dahulu sebelum memulai aktifitasnya.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2