My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 208


__ADS_3

Kita terbang keRoma Italia sejenak yuk readers, tempat dimana Cryill dan Causa sedang melangsungkan acara berbulan madu mereka hadiah dari Denzel.


Ketika sudah beberapa jam naik pesawat kemarin, akhirnya pesawat jet pribadi yang Cryill dan Causa naiki sampai juga disalah satu bandara yang ada diNegara Roma Italia sana.


Disaat masih dalam pesawat, Cryill dan Causa tidak terlibat banyak bicara, mereka berdua memilih lebih banyak diam dengan Causa yang selalu ingin dipeluk oleh Cryill.


Yaps, Causa memang tidak mau ditinggal pergi oleh Cryill ketika didalam pesawat kemarin, karena rasa trauma yang pernah dia rasakan.


Cryill yang capek duduk sambil memeluk Causa dikursi panjang, dia lalu mengajak Causa untuk berpindah tempat didalam kamar pribadi yang ada didalam pesawat tersebut.


Awalnya Causa tidak mau ketika diajak rebahan berdua diatas ranjang yang ada disitu.


Namun ketika Cryill tetap kekeh ingin tiduran disitu sekalian beristirahat, mau tidak mau akhirnya Causa pun mau juga, dan dia langsung memeluk Cryill lagi dengan mesra.


Cryill yang melihat Causa memeluknya seperti itu, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali, sambil membalas pelukannya Causa.


" Jika kamu sudah mau denganku, tidak peduli ini didalam pesawat atau tidak, pasti aku sudah meminta hakku kepadamu saat ini ",, kata batin dari Cryill pada waktu itu.


Dan ketika mereka berdua sudah sampai dihotel tempat mereka menginap, ternyata Denzel memilihkan hotel yang ada dipinggir pantai dengan pemandangan yang sangat bagus sekali.


Serta fasilitas yang didapat oleh Cryill dan Cuasa sangat tidak mengecewakan untuk mereka berdua.


Cryill dan Causa yang baru saja sampai didalam kamar hotel mereka untuk pertama kalinya, baik Cryill dan Causa pada waktu itu, mereka langsung saja dihadapkan dengan keadaan yang super canggung sekali.


Akan tetapi rasa canggung yang mereka rasanya terkalahkan dengan rasa capek yang sedang mereka rasakan.


" Emm, aku mau kekamar mandi dulu, kamu istirahatlah ",, kata Cryill pada waktu itu kepada Causa.


Causa pun hanya menganguk saja kepada Cryill.


Sepeninggalan dari Cryill, Causa bukannya langsung merebahkan badannya diatas ranjang yang sudah bertabur dengan kelopak bunga, melainkan dia memilih untuk melihat-lihat sebentar isi didalam kamar hotel yang super luas itu, yang sangat kental sekali dengan nuansa untuk sepasang pengantin baru yang sedang melakukan acara berbulan madu.


" Disini sangat mewah sekali, dan sepertinya aku baru pertama kali masuk kedalam kamar hotel yang super mewah seperti ini ",, kata Causa yang sedang melihat-lihat interior kamar.


" Aduuuh.............. ",, kata mengaduh dari seseorang dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Dan orang yang mengaduh itu adalah Cryill yang tidak sengaja ditonjok hidungnya oleh Causa hingga sampai mengeluarkan darah.


Cryill yang tadi sudah selesai dari dalam kamar mandi, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, namun tidak menemukan Causa berada diatas ranjang.


Ketika Cryill sedang mencari Causa didalam kamar tersebut, ternyata Causa berada disisi kiri kamar hotel mereka sedang mengagumi interior dan pemandangan dari balik jendela.


Dan Causa sendiri ketika ingin berbalik badan, dia dibuat sangat terkejut sekali dengan kehadiran dari Cryill yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya saja tanpa ada suara sama sekali.


Sikap waspada yang sudah dimiliki Causa sebagai bodyguard, membuat Causa reflek meninju hidung mancung milik Cryill hingga mengeluarkan darah.


" Astaga ya ampun Cryill, maafkan aku, aku tidak sengaja karena terkejut dengan kehadiran kamu yang tiba-tiba berdiri dibelakangku ",, kata Causa sambil mengajak duduk Cryill dipinggir ranjang.


Cryill tidak menjawab perkataan dari Causa, sebab dia sedang sibuk menahan rasa sakit dihidungnya, sekaligus menahan darah yang sedang keluar dari lubang hidungnya itu.


Causa sendiri dia langsung saja membuka kopernya untuk mencari peralatan P3K yang selalu dia bawa kemana-mana.


Setelahnya Causa langsung saja berlalu kedalam kamar mandi, dan langsung juga keluar dari dalam kamar mandi sambil membawa handuk yang sudah dibasahi dengan air oleh Causa.


" Tahan ya Cryill, sini aku obati dulu hidungnya ",, kata Causa kepada Cryill.


Cryill pun yang sedang diobati oleh Causa seperti itu, dia reflek memandangi Causa dengan penuh keterpesonaan.


Sikap dingin, kaku yang melekat khas didiri Causa sudah tidak pernah Cryill rasakan lagi ketika Causa sudah berstatus calon istrinya.


" Apakah masih sakit ",, kata Causa sambil mengurut pelan hidung mancung Cryill dengan ilmu yang sudah dia pelajari ketika masih menjadi seorang bodyguard.


" No ",, jawab Cryill secara singkat sambil terus memandangi Causa dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


" Maaf ya, aku tidak sengaja, untuk sentuhan terakhir sebentar ",, kata Causa kepada Cryill.


Setelahnya Causa langsung berdiri didepan Cryill dan langsung juga memijat kepala Cryill dengan pelan dari arah depan membuat wajah Cryill bisa berada persis didepan dada Causa.


" Aroma parfumnya aku suka ",, kata Cryill didalam hatinya ketika mencium aroma parfum milik Causa.


Sedang Causa sendiri yang baru sadar jika posisi mereka sedikit awkward, membuat dia langsung saja menundukkan pandangannya kearah Cryill.

__ADS_1


Dan Cryill sendiri dia langsung juga mendongakkan kepalanya menatap Causa yang sedang menatap kearahnya.


Cryill yang usil, dia langsung saja memeluk Causa dengan erat, hingga membuat Causa langsung terjatuh diatas tubuhnya.


Causa yang mendapatkan serangan mendadak dari Cryill, dia reflek langsung berteriak kecil kepada Cryill.


" Cryill apa yang kamu lakukan, tolong lepaskan tubuhku?? ",, kata Causa kepada Cryill.


" Apakah kamu sudah siap melakukannya denganku Causa?? ",, kata Cryill menatap Causa dengan tatapan yang tidak pernah Causa lihat dari Cryill.


" Apakah kamu sudah menerimaku setulus hatimu untuk menjadi istrimu Cryill?? ",, tanya balik dari Causa kepada Cryill.


" Aku mau menyerahkan semuanya kepadamu, asal kamu sudah mau menerimaku sebagai istrimu bukan sebagai pemuas n4f5umu saja ",, lanjut lagi perkataan dari Causa kepada Cryill dengan posisi yang masih sama.


" Dan aku juga tidak mau jika ada hal yang masih kamu rahasiakan dariku!! ",, sambung lagi perkataan dari Causa kepada Cryill.


" Rahasia apa yang ingin kamu ketahui dariku Causa??, aku akan mencoba menjawabnya dengan jujur kepadamu ",, tanya dari Cryill kepada Causa.


" Apakah sampai sekarang masih ada perempuan yang kamu cintai Cryill didalam hatimu??, jika masih ada kejarlah dia, dan kita akhiri saja pernikahan ini sebelum semuanya berlanjut, sebab aku tidak mau menjadi penghalang untukmu mendapatkan kebahagiaanmu ",, kata Causa kepada Cryill.


Cryill yang mendengar pertanyaan dari Causa yang seperti itu, dia reflek langsung saja melepaskan tubuh Causa dari atas tubuhnya.


Setelahnya Cryill memilih melangkahkan kakinya untuk berjalan kejendela kamar dengan kedua tangan yang dia masukkan kedalam saku celananya.


Sedang Causa sendiri yang melihat Cryill bersikap seperti itu kepadanya, dia hanya bisa diam saja, sambil menunggu jawaban dari Cryill.


Jujur Cryill katakan, pertanyaan dari Causa tadi mengingatkannya dengan Khafita, wanita pertama yang bisa mencuri hatinya.


Namun semua itu berakhir ketika Khafita sendirilah yang menyuruhnya pergi dari sisinya.


Cryill sebelum menjawab pertanyaan dari Causa, dia langsung saja menarik nafasnya dengan cukup panjang sekali.


Karena yang pasti dadanya akan sedikit sakit jika akan menceritakan semuanya kepada Causa, wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2