
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit, Tevy yang sudah masuk lagi kedalam kamar apartemennya sambil membawa sebungkus makanan yang tadi dibelinya juga waktu berolahraga.
Tevy langsung saja membawa makanannya itu keatas meja makan yang berada didekat dapurnya.
Diwaktu Tevy sedang mengambil piring untuk menaruh makanannya nanti, tiba-tiba telefon yang ada diapartemennya berdering dengan cukup keras sekali.
Tevy buru-buru menaruh piring itu diatas meja makan, supaya dia bisa segera mengangkat telefon yang berbunyi itu.
" Halo?? ",, kata Tevy ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.
" Halo Nak, ini Mamah Orlin ",, kata seseorang yang sedang menelfon Tevy.
Dan ternyata orang itu adalah Mamah Orlin, orang yang sudah membesarkannya, alias ibu panti asuhan tempat dia dibesarkan dulu.
" Mamah, Tevy sangat senang sekali Mamah menelfon Tevy pagi ini ",, kata Tevy ketika mengetahui yang menelfonnya adalah orang yang sangat dia sayangi.
" Mamah apa kabar??, maaf Tevy belum bisa menelfon sejak kemarin, karena Tevy sedang lagi banyak pekerjaan, Mamah ada apa menelfon Tevy?? ",, kata Tevy lagi kepada Mamah Orlin.
" Tidak ada apa-apa ko Nak, Mamah mengerti, kamu baik-baik saja kan disana Nak??, Mamah hanya kangen sekali dengan kamu ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
" Tevy juga kangen sekali dengan Mamah, tapi maafkan Tevy ya Mah, Tevy belum bisa menjenguk Mamah dan yang lainnya juga, sebab tugas-tugas Tevy untuk mahasiswanya Tevy masih banyak sekali ",, kata Tevy kepada Mamah Orlin dengan nada yang tidak enak.
" Iya tidak apa-apa ko, tapi janji ya kalau ada waktu kamu harus datang menjenguk Mamah dan adik-adik disini ya Nak ",, kata Mamah Orlin lagi kepada Tevy.
" Siap Mah, pasti ",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin sambil tersenyum manis, walau Mamah Orlin tidak bisa melihat senyumannya.
" Ya sudah kalau begitu kamu sarapan dulu sana, kamu nanti mau berangkat mengajar jam berapa Tevy?? ",, tanya Mamah Orlin lagi kepada Tevy.
" Jam delapan pagi ini Mah, Mamah jangan lupa sarapan juga ya, jaga diri Mamah baik-baik disana dan sehat selalu untuk Mamah dan yang lainnya juga disana ya",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin.
" Iya Nak, kamu juga ya ",, jawab Mamah Orlin kembali kepada Tevy.
__ADS_1
Dan selanjutnya panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Tevy yang sudah menaruh gagang telefon apartemennya itu, dia lalu tersenyum tipis karena merasa rindu juga dengan Mamah Orlin orang yang sudah membesarkannya.
Sebab sudah beberapa bulan ini Tevy belum berkunjung kepanti asuhan tempatnya dibesarkan dulu .
Dan itu artinya Tevy juga sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan Mamah Orlin.
Tevy setelah itu dia langsung saja beranjak dari duduknya untuk melanjutkan makannya lagi, dan lalu dia akan bersiap-siap berangkat kekampus untuk mengajar seperti biasanya.
Tevy nanti mengajar hanya empat jam saja, dijam delapan sampai jam sepuluh pagi, dan nanti jam tiga sampai jam empat sore.
Dan Tevy yang sudah selesai bersiap-siapnya dia lalu berangkat menuju kekampus tempat dia mengajar, namun kali ini Tevy berdandan dengan memakai topi pantai yang dia punya dengan menggunakan kaca mata yang cukup modis untuk menutupi wajahnya itu.
Sebab Tevy tidak mau jika sampai Denzel atau para anak buahnya mengetahui keberadaannya, dan nanti ketika sudah sampai dikampus Tevy akan melepaskan aksesorisnya itu dan berganti dengan stylenya seperti biasanya.
Sedangkan kita beralih kesitampan Denzel.
Denzel yang tadi sudah bersolo karir sambil membayangkan lekuk tubuhnya Tevy yang menurutnya sangat indah itu. Denzel lalu memutuskan untuk mandi sekalian untuk bersiap-siap berangkat kekantornya.
Setelah itu Denzel lalu berangkat menuju kePerusahaannya yang besar itu.
Dengan pakaian berjas yang rapi dan juga perlente, Denzel sebelum berangkat kekantornya, dia ingin mengunjungi markas senjatanya terlebih dahulu.
" Kita kemarkas tempat penyimpanan senjataku dulu ",, kata Denzel kepada sopir sekaligus anak buahnya ketika sudah duduk dikursi penumpang yang ada dibelakang.
" Baik Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzel dengan sopan.
Mobil yang ditumpangi Denzel lalu menuju kemarkasnya Denzel, markas tempat penyimpanan perbagai senjata miliknya Denzel yang dijaga super ketat sekali oleh para anak buahnya, serta ada banyak CCTV disetiap sudut dan lorongnya.
Sekitar empat puluh menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Denzel akhirnya sampai juga di dalam pelataran markasnya.
__ADS_1
Para anak buahnya Denzel langsung saja berjejer rapi untuk menyambut kedatangannya Denzel.
Denzel langsung saja keluar dari dalam mobil ketika pintu sudah dibukakan oleh salah satu anak buahnya.
Sepatu yang sudah mengkilap semakin mengkilap saja ketika terkena sinar matahari pagi.
" Tuan ada senjata baru berjenis pistol yang kekuatannya hampir mirip dengan pistol Ruger Super Redhawk 454 Casull yang baru saja rilis dipasaran Tuan, dan pistol itu sangat diminati oleh pihak kepolisian serta para pembisnis Tuan, apa kita akan membajaknya lagi, jika kita bisa membajaknya, keuntungan yang akan kita dapatkan semakin berkali-kali lipat Tuan",, lapor anak buahnya Denzel yang ditunjuk sebagai ketua untuk mengawasi semua senjata yang ada dimarkasnya ketika Denzel baru saja masuk kemarkasnya sambil melihat semua koleksi senjata miliknya.
" Jangan ",, jawab santai dari Denzel kepada anak buahnya itu sambil berkeliling melihat semua para koleksi senjatanya.
" Saya ingin bermain cantik saat ini ",, kata Denzel lagi kepada anak buahnya itu.
" Maksudnya Tuan, maaf saya kurang faham?? ",, kata anak buah itu kepada Denzel.
" Pertemukan saya dengan pemilik Perusahaan yang membuat pistol itu, karena saya ingin membeli semua pistol yang sudah mereka buat, lalu akan saya jual lagi dengan harga yang cukup tinggi, bagaimana menurut kamu?? ",, kata Denzel kepada anak buahnya.
" Berarti kita nanti akan mempunyai semua surat-surat lengkapnya, dan itu termasuk legal Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzl.
" Memang itu tujuanku ",, kata Denzel kepada anak buahnya dengan sangat santai sekali.
" Jika itu keputusan Tuan, saya akan segera usahakan pertemukan Tuan dengan Pemilik Perusahaan yang merakit pistol itu Tuan ",, jawab lagi anak buahnya Denzel kepada Denzel.
" Segera pertemukan saya dengan mereka, saya mau kekantor dulu ",, kata Denzel lagi dan setelahnya dia langsung berlalu dari hadapan anak buahnya tadi yang diajak mengobrol.
Dan anak buah itu dia langsung saja menundukkan sedikit badannya ketika melihat Denzel berlalu pergi dari hadapannya.
Denzel yang sudah keluar dari dalam markasnya dia langsung saja masuk lagi kedalam mobilnya untuk menuju Perusahaannya.
Perusahaan yang bergerak dibidang Kontruksi, bidang perhotelan, mall dan juga bidang industri apa saja tergantung dari Perusahaan apa yang akan mengajaknya bekerja sama.
Namun saat ini anak cabang Perusahaannya Denzel sedang bergerak dibidang industri pangan, sebab Perusahaannya Denzel sedang bekerja sama dengan Perusahaannya Ayah Marson Carrington yang bergerak dibidang bahan pangan.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...