
Malam pun menjelang, Tevy baru bangun sekitar pukul tujuh malam, dan itu pun karena dibangunkan oleh Mamah Orlin.
Ketika mereka semua sedang makan malam bersama dengan anak panti yang lainnya, anak-anak panti asuhan yang berjumlah lima puluh orang itu mereka sangat terkejut dan juga sangat senang sekali dengan kedatangan dari Tevy.
Umur dari anak-anak panti yang ada disitu, beraneka macam, yang paling terkecil berusia lima tahun, dan paling besar adalah berusia dua puluh tahun.
Jadi ketika Tevy berkunjung kesitu, itu artinya Tevy yang paling tua diantara mereka semuanya.
Setelah makan malam itu, Mamah Orlin mengajak berbicara berdua saja dengan Tevy digazebo yang ada dihalaman belakang panti asuhan itu.
Dan disinilah Mamah Orlin dan juga Tevy sudah duduk berdampingan didalam gazebo menikmati malam pedesaan yang malam itu sungguh cerah sekali banyak bintang-bintang dilangit, namun sayang perasaannya Tevy tidak secerah langit malam itu.
" Nak, apa kamu benar sudah menikah dengan orang kaya itu?? ",, tanya Mamah Orlin kepada Tevy.
" Mamah harap kamu tidak menjawab tidak Nak, karena Mamah lihat ada begitu banyak tanda dileher kamu itu ",, lanjut lagi perkataannya Mamah Orlin kepada Tevy.
Sebenarnya Tevy ingin berbicara jujur kepada Mamah Orlin, dan bercerita apa adanya kepada Mamah Orlin jika dia belum menikah dan itu foto adalah keisengan dari adiknya Denzel saja.
Tapi perkataan Mamah Orlin yang terakhir tentang banyak bekas tanda dilehernya membuat Tevy akhirnya mengiyakan saja perkataan dari Mamah Orlin.
" Iya seperti yang Mamah lihat diberita televisi itu Mah, maafkan Tevy Mah ",, akhirnya hanya kata itu yang terucap dari bibir tipisnya Tevy sambil menundukkan pandangannya.
Mamah Orlin yang melihat Tevy menunduk seperti itu, dia lalu tersenyum sebelum menanggapi perkataannya Tevy.
" Mamah tidak marah kepadamu Nak ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy sambil memegang bahunya Tevy dan juga mengusapnya.
" Hanya saja Mamah takut jika kamu salah memilih pasangan dan juga dimanfaatkan laki-laki saja ",, lanjut lagi perkataannya Mamah Orlin kepada Tevy, sambil membayangkan nasibnya dulu yang dicampakkan laki-laki yang sudah menghamilinya dan begitu dia cintai.
Tapi sayang, bayi yang dia pertahankan akhirnya gugur sudah karena merasa stres dan tertekan dengan keadaan.
Akhirnya itulah yang membuat Mamah Orlin tidak mau menikah sampai diusianya yang sudah tua seperti itu, dan memilih mendirikan Panti Asuhan daridulu untuk menemani serta menghibur kesendiriannya.
Tevy yang sudah tahu perihal cerita dari Mamah Orlin ketika waktu masa mudanya, dia langsung saja mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah wajahnya Mamah Orlin ketika mendengar Mamah Orlin berbicara seperti itu.
__ADS_1
" Tenang saja Mah, Mamah tidak perlu khawatirkan untuk soal itu ",, kata Tevy kepada Mamah Orlin untuk menenangkan perasaannya Mamah Orlin yang khawatir kepadanya.
" Dan oh ya Mah, ijinkan Tevy untuk tinggal sampai perasaan Tevy membaik ya Mah, entah itu sampai kapan Tevy juga tidak tahu ",, kata Tevy lagi kepada Mamah Orlin.
" Apa kamu sedang bertengkar dengan Tuan Denzel itu Nak?? ",, tanya Mamah Orlin kepada Tevy.
Tevy hanya mengangguk saja kepada Mamah Orlin.
" Nak, jika ada masalah, lebih baik selesaikan masalah itu dengan baik-baik dan dengan kepala dingin, jangan kabur seperti ini, karena dengan kabur seperti ini, itu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi membuat tambah besar masalah ",, nasihat dari Mamah Orlin kepada Tevy.
" Iya Mah Tevy sangat tahu akan itu, tapi Tevy mohon ya Mah, ijinkan Tevy disini dulu, sebab Tevy sungguh sedang tidak ingin bertemu atau melihat dengan Denzel ",, kata Tevy kepada Mamah Orlin dengan menampilkan wajah sedihnya.
" Iya nak, terserah kamu saja, lagipula pintu Panti Asuhan ini selalu terbuka untuk kamu, tapi jika perasaan kamu sudah tenang cepatkan selesaikan masalah kamu itu ya, karena tidak baik berlarut-larut dalam masalah seperti ini ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
" Terimakasih banyak mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin sambil memeluknya juga.
Mereka malam itu lalu berpelukan bersama-sama sambil menuangkan rasa rindu yang sudah beberapa bulan tidak bisa bertemu.
Tevy yang sudah merebahkan badannya diatas ranjangnya pun, dia lalu melamun lagi dalam diamnya.
" Maafkan aku Mah, yang harus berbohong kepadamu, aku terpaksa melakukan itu, sebab karena stempel sialan ini dileherku ",, kata batinnya Tevy untuk Mamah Orlin.
" Aku sengaja mengakui perikahan bohongan ini, karena jika aku bilang tidak, aku takut jika suatu saat aku hamil, aku akan bingung menjelaskannya kepadamu ",, sambung lagi perkataannya Tevy didalam hatinya sambil terus melihat kelangit-langit kamarnya.
Setelah berkata seperti itu, didalam hatinya, Tevy lalu mencoba memejamkan matanya, dan berdoa semoga hari esok lebih baik dari hari itu.
Singkat cerita tidak terasa Tevy sudah satu bulan saja berada didalam panti asuhan itu.
Tevy menjalani rutinitasnya dengan sangat riang gembira sekali, dan perlahan sedikit demi sedikit dia sudah bisa melupakan rasa sakit hatinya itu untuk Denzel.
Untuk mencukupi kebutuhannya pribadi Tevy mengandalkan uang tabungan yang dia punya, sedangkan untuk membantu kebutuhan panti asuhan, Tevy terpaksa memakai uangnya Cryill yang dia ambil dari ATMnya Cryill yang kemarin Cryill berikan kepadanya.
Selama satu bulan itu pula Denzel tidak pernah berhenti atau lelah dalam mencari keberadaannya Tevy.
__ADS_1
Hingga Denzel sering marah-marah kepada anak buahnya yang selalu tidak bisa mencari informasi dimana keberadaannya Tevy.
Dasar adik l4knat seperti yang dikatakan oleh Denzel untuk Cryill.
Karena Cryill memang pantas disebut seperti itu.
Sebab Cryill jika melihat Kakaknya marah-marah kepada anak buahnya karena tidak bisa menemukan keberadaannya Tevy, dia didalam kamar selalu tertawa dengan sangat puas sekali melihat penderitaan sang Kakak.
" Rasain, memangnya enak ditinggal oleh Tevy, tahu jika ditinggal Tevy membuat sedih, kalau aku lebih baik memilih dipukulin oleh Tevy deh, daripada harus begitu uring-uringan setiap hari ",, kata Cryill sambil mentertawakan Denzel yang sedang marah-marah.
" Eh tapi ko Tevy belum mengabariku ya, kan katanya dia akan menghubungiku, kenapa sudah satu bulan ini dia belum menelfon atau mengirimiku pesan ",, kata Cryill lagi sambil berbicara sendiri.
" Terus dari pemberitahuan diponselku Tevy juga menggunakan uang diATMku hanya sedikit sekali setiap minggunya, sebenarnya Tevy bersembunyi dimana dari kejaran anak buah Kakakku?? ",, lanjut lagi perkataannya Cryill sambil berfikir.
" Tapi Tevy hebat juga ya bisa bersembunyi dari Kakakku dan bisa lolos dari pencarian para anak buah dari Kakakku, kira-kira dia bersembunyi dimana ya?? ",, kata Cryill lagi sambil semakin penasaran dengan tempat persembunyiaannya Tevy.
Berbeda dengan Cryill yang sedang mentertawakan Denzel, Denzel sendiri yang sudah berada didalam kamarnya, dia baru saja marah-marah dan merasa geram sendiri, entah kepada siapa rasa marahnya Denzel itu, tapi yang pasti yang membuat perasaannya Denzel seperti itu, karena dia tidak bisa menemukan keberadaannya Tevy.
Denzel yang sedang dalam keadaan frustasi seperti itu, dia lalu meminum wine koleksinya hingga habis tiga botol sekaligus, dan itu otomatis membuat Denzel mabuk seketika.
Disaat Denzel sedang mabuk seperti itu, tiba-tiba mansionnya diserbu musuhnya dengan cara tidak diduga.
Para anak buahya Denzel mereka terus melawan para musuhnya Denzel yang berjumlah sekitar seratus orang itu yang sedang menyerang mansionnya Denzel.
Dan ketika para anak buahnya Denzel sedang pada sibuk sendiri-sendiri seperti itu, ketua dari mereka perlahan-lahan menyusup masuk kedalam mansion untuk mencari kamarnya Denzel.
...πππππππππππππ...
Apa yang terjadi dengan Denzel, sambung part selanjutnyaππ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
...***TBC***...
__ADS_1