
Sedang kita bergeser sejenak kemansion megah miliknya Ayah Marson.
Christian yang dibantu Kakaknya yaitu Charles dalam mencari keberadaannya Tevy yang mereka yakinin sudah menikah dengan Denzel pun, mereka cukup kesulitan sekali.
" Bagaimana apa kalian bisa menemukan informasi dari istrinya Tuan Denzel itu?? ",, tanya Ayah Marson pada waktu itu ketika mereka berempat sudah duduk dishofa yang ada diruang keluarga.
Mereka berempat karena ada Mamah Jovanka disitu juga.
" Maafkan kami Ayah, sungguh data-data dari istrinya Tuan Denzel sangat sulit sekali dilacak ",, jawab Charles kepada Ayah Marson.
" Iya Ayah, dan saya juga sedikit kesulitan ketika ingin menemui Tuan Denzel, selain dia jarang sekali kekantor, jadwal dia juga begitu padat sekali Ayah apalagi selama dua mingguan ini Tuan Denzel full tidak berangkat kekantor ",, lapor Christian juga kepada Ayah Marson.
Yah seperti itulah readers kegiatan mereka selama satu bulan lebih itu, selalu melaporkan perkembangan pencarian mereka tentang keberadaannya Tevy kepada Ayah Marson.
" Ayah mempunyai rencana dan Ayah sangat membutuhkan bantuan dari kalian, termasuk Natalie dan Nia, anak dan istri kamu Charles ",, kata Ayah Marson kepada kedua anak kembar identiknya itu.
" Rencana apa itu Ayah, kenapa sampai melibatkan anak dan juga istriku?? ",, tanya Charles kepada Ayahnya.
Ayah Marson lalu membicarakan rencananya itu kepada kedua anaknya dengan sangat serius sekali.
Sedangkan Mamah Jovanka yang juga mendengarkan rencananya Ayah Marson itu, dia hanya bisa berdoa didalam hatinya semoga rencana dari suami dan juga anak-anaknya bisa berjalan dengan lancar.
Christian dan juga Charles ketika sudah mendengar dan mengerti akan rencana dari Ayah Marson, mereka lalu menyusun rencana untuk melaksanakan rencana tersebut.
Sedang kita geser kesuatu tempat, tepatnya didalam cafe, ada seorang wanita yang sedang berbincang dengan kedua sahabat-sahabatnya.
" Kapan nih Popp, kamu bisa menikah dengan siChristian yang super tampan dan super tajir sekali itu?? ",, tanya temannya kepada Poppy, orang yang saat ini menjadi kekasihnya Christian.
" Tenang saja, sebentar lagi kita juga akan menikah, siTian yang bodoh itu kan dia sangat mencintaiku, tapi dia tidak tahu saja jika aku tidak mencintainya namun hanya mengincar hartanya saja ",, jawab Poppy dengan sangat senang sekali sambil tertawa puas juga.
" Dan lagi pula kemarin kita baru saja membicarakan pesta pertunangan kita yang akan dilaksanakan dua minggu lagi ",, lanjut lagi perkataannya Poppy kepada kedua temannya dengan gayanya yang sombong.
" Hebat kamu Popp, dan kasihan siChristian, dia kan laki-laki baik dan penurut pula ",, kata temannya Poppy lagi kepada Poppy.
" Ya jika kamu mau sama dia ambil saja, toh selama ini aku hanya menginginkan uangnya bukan dirinya ",, jawab enteng dari Poppy kepada temannya.
" Benar nih tidak apa-apa?? ",, goda temannya kepada Poppy lagi.
__ADS_1
" Nanti nyesel lho ",, kata teman yang satunya lagi kepada Poppy.
" Ambil saja, kan aku sudah ada siMaxi yang sangat aku cintai dari dulu ",, jawab Poppy dengan gaya sok cantiknya itu kepada kedua teman-temannya.
" Gila-gila temanku yang satu ini, membuang Tian yang jelas-jelas baik malah memilih siMaxi ",, kata temannya lagi kepada Poppy.
Namun Poppy hanya tertawa saja menanggapi perkataan temannya itu yang menjelek-jelekkan Maxi kekasih sesungguhnya.
Semua apa yang dikatakan oleh Poppy kepada kedua temannya sudah direkam jelas oleh seseorang.
Dan Poppy tidak tahu saja apa yang akan terjadi dihari kedepannya nanti, lihatlah serta rasakan saja Poppy, apa yang kamu tanam, itu juga apa yang kamu tuai.
Kembali keDenzel dan juga Tevy dalam keadaan saat ini.
Denzel yang sudah turun ditangga terakhir, dia lalu memanggil Hendy dan juga Faine.
" Iya Tuan?? ",, jawab Hendy dan juga Faine kepada Denzel secara bersamaan, sedang Cryill dia masih setia berdiri dibelakangnya Denzel.
" Hendy, jadwalkan saya besok dengan Dokter kandungan yang terbaik yang ada dikota ini ",, kata Denzel kepada Hendy.
" Siap Tuan, akan kami laksanakan dengan baik perintah Tuan ",, jawab Hendy dan Faine secara bersamaan kepada Denzel.
" Dan satu hal lagi Faine, bawakan makan malam saya kedalam kamar, dan itu yang bagus untuk ibu hamil juga ",, kata Denzel lagi kepada Faine.
Dan setelah itu Denzel langsung saja berbalik badan ingin menuju kedalam kamarnya, namun langsung dicegah oleh Cryill yang sangat penasaran sekali siapa yang hamil, apakah Tevy, begitulah isi benak didalam hatinya Cryill.
" Ada apa Cryill?? ",, tanya Denzel kepada Cryill yang mencegah jalannya untuk naik kedalam kamarnya.
" Kak, tadi yang Kakak bawa masuk kedalam kamar apakah Tevy?? ",, tanya Cryill kepada Denzel.
" Iya ",, jawab super singkat sekali dari Denzel kepada Cryill.
" Terus apa benar Tevy sedang hamil Kak?? ",, tanya Cryill lagi kepada Denzel.
" Tadi apa yang kamu dengar dari perkataanku kepada Hendy dan juga Faine?? ",, tanya balik dari Denzel kepada Cryill.
" Jika Tevy sedang hamil ",, jawab Cryill kepada Denzel.
__ADS_1
" Itu tahu, sudah sana minggir, aku mau masuk kasihan Tevy dia sedang sakit ",, jawab Denzel juga kepada Cryill sambil mendorong tubuhnya Cryill untuk menyingkir dari hadapannya.
" Tevy hamil??, wah ini berita bagus dan perlu saya kasih tahukan kepada Mamah, pasti Mamah suka deh dengan berita ini ",, kata Cryill ketika Denzel sudah berlalu pergi dari hadapannya menuju kedalam kamarnya.
Cryill lalu masuk kedalam kamarnya untuk menghubungi sang Mamah tercintanya itu, supaya tidak terdengar oleh Kakaknya yaitu Denzel.
Sedangkan Denzel ketika sudah sampai didalam kamarnya, dia langsung melihat Tevy sedang tertidur dengan wajah yang masih pucat, namun tidak sepucat tadi.
Tevy yang merasakan ada seseorang duduk dipinggir ranjangnya, dia lalu membuka matanya, dan langsung melihat Denzel ternyata yang duduk disitu.
" Maafkan aku yang sudah salah sangka kepadamu ",, kata Denzel memberanikan diri meminta maaf kepada Tevy, sebab Denzel tidak mau membuat Tevy kefikiran dengan sikapnya yang buruk tadi ketika diklinik.
Dan itu akan mempengaruhi janin yang sedang tumbuh didalam rahimnya Tevy.
Tevy tetap masih diam saja sambil terus melihat kewajahnya Denzel.
" Tidurlah lagi, nanti makan malamnya akan diantarkan kesini, dan kamu nanti harus meminum obatnya ",, kata Denzel lagi dengan nada yang masih sama seperti tadi, empat huruf yaitu kaku.
Tevy juga masih sama sepert tadi juga, hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya Denzel sama sekali.
Setelah berkata seperti itu kepada Tevy, dan tanpa berpamitan kepada Tevy, Denzel langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya sekaligus menetralisir degub jantungnya yang sangat kencang sekali itu, karena baru saja meminta maaf kepada Tevy.
Serta rasa senang yang Denzel rasakan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata, karena didalam perutnya Tevy sedang tumbuh benih bibit kualitas unggul yang akan menjadi tongkatnya ketika tua kelak.
Dan Denzel ketika sudah sampai didalam kamar mandi, dia langsung saja memegangi dadanya yang berdetak cukup kencang itu sambil tersenyum dengan sangat bahagia sekali.
...π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§...
Malu, tapi mau ya Bang Denzel ituπ.
Suka, tapi malu mengungkapkan, ya Bang Denzel jugaπ.
Contoh Cryill Bang, apa adanya, yang tidak punya rasa malu dan seringnya malu-maluinπππππ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
...***TBC***...
__ADS_1