
Pagi pun menjelang, sekitar pukul enam pagi, seperti biasanya perutnya Tevy merasakan gejolak yang sungguh sangat amat menyiksanya.
Sambil melepaskan pelukannya Denzel dengan cukup kasar, Tevy langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi, dan muntah-muntah seperti biasanya.
Denzel yang terkejut ketika Tevy sedikit kasar tadi dalam melepaskan pelukannya, dia langsung saja membuka matanya, dan langsung juga mendengar jika Tevy muntah-muntah hebat lagi didalam kamar mandi.
" Proses membuat anaknya memang enak, tapi ketika melihat Tevy muntah-muntah seperti itu terus, ko aku menjadi kasihan kepadanya ",, kata Denzel sambil melihat kearahnya Tevy yang sedang muntah-muntah didepan pintu kamar mandi.
" Tapi jika ditawari mau nambah anak lagi, ya aku dengan mantap akan menjawab mau dong ",, kata Denzel lagi sambil tertawa sendiri.
Kehamilannya Tevy saat ini kenapa membuat kelakuannya Denzel malah hampir mirip seperti Cryill sih.
Dan setelah berbicara sendiri seperti itu, Denzel langsung saja turun dari atas ranjang untuk mendekati Tevy.
" Apakah sudah enakan istriku sayang ",, kata Denzel kepada Tevy dengan memanggil Tevy dengan panggilan istri.
Dan panggilan itu membuat Tevy langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel dengan tatapan mautnya.
" Hei kenapa kamu melihatku seperti itu, awas nanti lompat keluar lho itu bola matanya ",, kata Denzel ketika melihat tatapannya Tevy kepadanya.
Tanpa memperdulikan Denzel, Tevy langsung saja meninggalkan Denzel sendirian didepan kamar mandi.
Dan bagian untuk Denzel untuk menyiram muntahannya Tevy lagi.
Ketika Denzel baru saja selesai menyiram muntahannya Tevy, dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Denzel langsung saja berjalan kearah pintu itu untuk membukanya, dan disaat sudah dibuka ternyata yang mengetuk tadi adalah Hendy.
" Ada apa Hendy?? ",, tanya Denzel kepada Hendy.
" Tuan, saya sudah menjadwalkan dan janjian dengan Dokter kandungan yang ada dirumah sakit Healthy Living Hospital nanti sekitar jam setengah delapan Tuan, karena Dokternya bisanya jam segitu, sebab Dokter itu nanti jam sembilan ada jadwal operasi ",, lapor Hendy kepada Denzel.
" Iya baiklah, kalau begitu katakan kepada Faine untuk segera menyiapkan sarapan untuk kami, serta jangan lupa minuman yang saya pesan semalam kepada Faine untuk Tevy ",, jawab Denzel kepada Hendy.
" Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu ",, kata Hendy kepada Denzel.
Dan Denzel dia hanya mengangguk saja kepada Hendy, setelah itu Denzel langsung saja menutup pintu kamarnya lagi.
" Tevy, ayo kita bersiap-siap, kita akan segera kerumah sakit untuk periksa kandungan kamu itu ",, kata Denzel kepada Tevy.
Dan Tevy masih sama tidak mau menjawab perkataannya Denzel, dia lalu ingin beranjak turun dari atas ranjang untuk mengambil pakaiannya yang ada didalam kopernya.
"Kamu diam saja disitu ",, kata Denzel kepada Tevy yang ingin beranjak turun dari atas ranjang.
__ADS_1
Tevy langsung saja menghentikan gerakannya ketika dicegah oleh Denzel, dan sambil terus memperhatikan apa yang ingin dilakukan oleh Denzel.
Ternyata Denzel dia berjalan kearah kopernya Tevy, dan membawa kopernya Tevy keatas ranjang.
Dengan percaya dirinya Denzel memberantakin kopernya Tevy untuk mencarikan baju yang pantas untuk Tevy pakai nanti.
Bahkan Denzel juga mengambil bra dan juga cel4n4 dal4mnya Tevy, dan hal itu membuat Tevy langsung saja melototkan matanya sambil ingin merebut branya yang sedang disampirkan Denzel kepundaknya, namun langsung dicegah oleh Denzel.
" Kenapa Tevy, malu??, untuk apa malu, saya sudah melihat semua apa yang ada didalam bra sama celana d4l4m ini ko ",, kata Denzel sambil mengangkat cel4n4 dal4mnya Tevy sambil tersenyum miring dan mengangkat sebelah alisnya keatas.
Tevy sungguh sangat malu sekali dengan kelakuannya Denzel yang seperti itu, dengan gerakan cepat Tevy langsung saja merebut cel4n4 d4l4mnya itu dan langsung Tevy usapkan kewajahnya Denzel karena saking gemasnya.
Namun hal itu reflek langsung membuat Tevy tertawa kecil dengan kelakuannya kepada Denzel.
Dan Denzel yang melihat Tevy tertawa seperti itu, dia juga reflek memandang Tevy dengan tatapan yang sungguh terpesona sekali.
Sedangkan Tevy dia langsung saja diam seketika ketika ditatap oleh Denzel seperti itu.
Disaat mereka sedang saling tatap menatap satu sama lainnya, tiba-tiba pintu kamarnya Denzel diketuk lagi dari luar.
Dengan berjalan santai dan jangan lupakan branya Tevy masih tersampir dipundaknya, Denzel langsung saja membuka pintu kamarnya lagi.
Namun kali ini Denzel dia dibuat terkejut sekali dengan orang yang mengetuk pintu kamarnya.
Mamah Qiara yang usilnya sama seperti Cryill, dia yang melihat bra tersampir dipundaknya Denzel, membuatnya langsung menggoda Denzel.
" Aduh pasti kamu sangat sehat sekali ya pagi ini, karena baru saja meminum susu ",, goda dan sindir Mamah Qiara kepada Denzel.
" Siapa yang minum susu Mah, Denzel saja belum sarapan ",, jawab Denzel belum sadar jika dia masih menyampirkan branya Tevy dipundaknya.
" Ini ",, kata Mamah Qiara lagi sambil sedikit mengangkat branya Tevy.
Denzel yang melihat branya Tevy diangkat begitu oleh Mamah Qiara, dia langsung saja tertawa lucu kepada Mamahnya.
" Biar saja, lagian enak sih ",, jawab Denzel kepada Mamahnya sambil tertawa lucu.
" Sudah minggir sana ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Denzel sambil mendorong Denzel supaya tidak menghalangi jalannya.
Denzel hanya diam saja tidak bisa menahan kedua orang tuanya yang sudah masuk kedalam kamarnya untuk melihat Tevy.
Dan disaat Mamah Qiara dan juga Papah Carlson sudah masuk kedalam kamarnya Denzel, dia melihat seorang wanita yang sedang melipat baju yang ada didalam koper.
Tevy yang merasa ada seseorang sedang berdiri didekatnya dia langsung saja mengalihkan pandangannya kesamping.
__ADS_1
" Oh ya Tuhan, cantik sekali wajah kamu Nak ",, kata Mamah Qiara ketika sudah melihat wajahnya Tevy.
Dan Mamah Qiara dia langsung saja duduk disampingnya Tevy.
Sedang Tevy dia masih diam saja sambil terus memperhatikan Mamah Qiara dan juga Papah Carlson.
" Apakah kamu yang bernama Tevy?? ",, tanya Papah Carlson kepada Tevy dengan mode dingin seperti yang biasa Denzel lakukan.
" Iya Tuan ",, jawab Tevy dengan sangat singkat sekali kepada Papah Carlson.
" Apa benar kamu sedang hamil?? ",, tanya Papah Carlson lagi kepada Tevy.
" Iya Tuan ",, jawab Tevy lagi kepada Papah Carlson.
" Apakah bisa dibuktikan jika anak yang sedang kamu kandung itu adalah anaknya Denzel?? ",, tanya Papah Carlson lagi kepada Tevy dengan nada yang sama persis seperti Denzel ketika menanyai seseorang.
Tevy yang mendengar perkataannya Papah Carlson dia langsung saja menatap dengan tatapan marah dan terlukanya kepada Papah Carlson.
Denzel yang berdiri disamping Papahnya, dia langsung saja menegur dengan keras perkataannya Papah Carlson kepada Tevy tadi.
" Ada apa Denzel??, kenapa kamu sebegitunya dengan gadis ini, bisa jadi dia hanya mengaku-ngaku saja hamil anak kamu ",, jawab Papah Carlson kepada Denzel dengan sangat santai sekali.
" Maaf Tuan, anda sungguh menyakiti perasaan saya, mulut anda itu sama seperti anak anda Denzel!! ",, jawab Tevy kepada Papah Carlson dengan tegas.
" Jika anak anda yang terhormat itu tidak memperko54 saya kemarin, saya juga tidak mungkin hamil seperti ini, dan asal anda tahu saja Tuan, lebih baik saya hidup miskin daripada harus menjual harga diri saya cuma untuk memenuhi kebutuhan saya!! ",, sambung lagi perkataannya Tevy kepada Papah Carlson dengan sangat berani sekali.
Dan setelah itu Tevy langsung saja beranjak turun dari atas ranjang dengan keadaan marah sambil ingin berlalu keluar dari dalam kamarnya Denzel.
Namun ketika Tevy hampir sampai didepan pintu kamarnya Denzel, tiba-tiba dia merasakan kepalanya semakin sangat pusing sekali, dan perutnya juga tiba-tiba merasakan kram yang amat sakit sekali.
Tevy langsung saja pingsan seketika karena saking tidak kuatnya menahan rasa sakit dikepala serta perutnya itu.
Dan Denzel yang melihatnya dia langsung saja berlari menangkap tubuhnya Tevy supaya tidak terjatuh kelantai yang dingin itu, namun ketika Denzel tidak sengaja melihat cel4nanya Tevy sedikit basah dibagian tengah, Denzel langsung saja memegangnya.
Alangkah terkejutnya Denzel, ketika apa yang dia pegang itu adalah sebuah darah yang dikeluarkan oleh Tevy.
" Jika terjadi apa-apa dengan Tevy dan calon anakku, aku tidak mau memaafkan Papah seumur hidup aku!! ",, kata Denzel kepada Papahnya dengan tatapan yang sungguh sangat marah sekali.
Dan setelah itu Denzel langsung saja membawa Tevy keluar dari dalam mansionnya untuk menuju kerumah sakit.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1