My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 74


__ADS_3

Sepeninggalan Cryill didalam ruang perawatannya Tevy.


Tiba-tiba Papah Carlson dia mengucapkan perkataan yang membuat Tevy dan Denzel langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Papah Carlson.


" Keluar dari dalam rumah sakit ini kalian harus meresmikan hubungan pernikahan kalian berdua ",, kata Papah Carlson kepada Denzel dan juga Tevy dengan tiba-tiba.


" Papah tidak mau tahu, mau kalian akan mengadakan acara pesta pernikahan besar-besaran atau sederhana, yang penting pernikahan kalian sah dimata negara dan agama ",, lanjut lagi perkataannya Papah Carlson kepada Denzel dan juga Tevy.


" Pokoknya yang Papah mau, kalian tidak boleh menunda pernikahan kalian, apalagi perutnya Tevy nantinya akan terlihat semakin besar saja ",, sambung terus perkataannya Papah Carlson kepada Denzel dan juga Tevy dengan posisi masih duduk anteng diatas shofa yang dia dudukin itu.


Denzel dan Tevy mereka berdua masih saja diam dengan terus fokus mendengarkan perkataannya Papah Carlson.


" Untuk urusan baju, biar Mamah saja yang mengurus, kamu temani Tevy saja Denzel, kasihan Tevy jika sering kamu tinggal untuk mengurusi pernikahan kalian ",, kata Mamah Qiara yang tiba-tiba ikut berbicara juga.


" Iya ",, jawab super singkat sekali dari Denzel kepada Mamah Qiara dan juga Papah Carlson.


" Jika anak yang dikandung oleh Tevy, benar-benar darah dagingku sendiri, benar-benar cucu kandungku, aku berjanji akan memberikan separuh kekayaan yang aku punya untuk mereka berempat dan juga Tevy ",, kata batinnya Papah Carlson sambil menatap lekat wajahnya Tevy.


Ketika Papah carlson sedang menatap Tevy dengan sambil melamun, tiba-tiba ponselnya yang dia taruh diatas meja didepannya berdering dengan cukup kencang sekali.


Waktu melamun Papah Carlson akhirnya terganggu sudah dengan suara dering ponselnya itu.


Papah Carlson langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu untuk melihat siapa yang sudah menelfonnya.


Ketika melihat ada nama rekan bisnisnya disambungan telefonnya, Papah Carlson lalu dengan segera mengangkatnya.


" Halo Tuan Smith ",, kata Papah Carlson ketika mengangkat sambungan telefonnya sambil berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Akhirnya tersisalah Mamah Qiara, Denzel dan juga Tevy didalam ruangan itu.


Mamah Qiara yang melihat Papah Carlson keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Dia lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati Tevy.

__ADS_1


" Nak, apakah kamu mempunyai saudara kembar?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Tevy dengan tiba-tiba sekali.


" Tidak tahu Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara dengan tatapan kosong yang syarat arti dengan kesedihan yang mendalam.


" Ko tidak tahu??, terus orang tua kamu dimana Nak??, biasanya orang yang bisa hamil kembar seperti ini, dia mempunyai silsilah keluarga kembar ", tanya Mamah Qiara lagi kepada Tevy sambil berdiri disamping brankar pasiennya Tevy.


" Tevy juga tidak tahu Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara dengan wajah yang terlihat sedih sekali.


" Tevy ditemukan oleh Mamah Orlin didepan pintu panti asuhannya ketika Tevy masih berumur enam bulan Mah ",, lanjut lagi perkataannya Tevy kepada Mamah Qiara dengan wajah yang menatap lurus kedepan.


Mamah Qiara sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar jawabannya Tevy.


Dan ketika Mamah Qiara melihat ada kesedihan yang mendalam dimatanya Tevy.


Mamah Qiara reflek langsung saja memeluk hangat tubuhnya Tevy yang sedang berbaring itu.


" Maafkan Mamah Nak, Mamah tidak tahu akan hal itu, mulai sekarang kamu anak Mamah, dan kamu boleh menganggap Mamah sebagai Mamah kandung kamu sendiri ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy sambil memeluk Tevy.


Tevy yang sedikit terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari Mamah Qiara, dia tetap membalas pelukannya Mamah Qiara.


" Iya Mah, terimakasih Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara ketika Mamah Qiara sudah melepaskan pelukannya.


Denzel yang daritadi masih ada disitu, sambil terus mendengarkan perkataannya Mamah Qiara kepada Tevy.


Denzel lalu membatin didalam hatinya.


" Jika keluarga Carrington adalah benar-benar keluarga kandung kamu, itu artinya kamu anak orang kaya Tevy, bahkan kekayaan dari Keluarga Carrington lebih kaya dari kekayaanku ",, kata batinnya Denzel sambil terus mendengarkan percakapannya Mamah Qiara kepada Tevy.


Ketika Mamah Qiara sedang sibuk berbincang dengan Tevy, tiba-tiba Papah Carlson yang sudah selesai menelfon, dia langsung saja masuk kedalam ruang perawatannya Tevy sambil mengatakan sesuatu.


" Mah malam ini kita harus kembali pulang, Papah ada keperluan penting dengan rekan bisnisnya Papah ",, kata Papah Carlson kepada Mamah Qiara ketika dia baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Tevy.


" Baiklah, itu Papah Carlson sudah menyuruh dan mengajak pulang, kamu disini jaga diri kamu dan kehamilan kamu baik-baik ya Tevy ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy.

__ADS_1


" Dan kamu Denzel, jaga Tevy baik-baik, jangan buat Tevy stres jika kamu ingin melihat anak kamu dan Tevy baik-baik saja, turuti semua permintaannya Tevy ",, pesan Mamah Qiara lagi kepada Denzel sebelum dia pergi.


" Iya Mah ",, jawab Tevy dan Denzel tidak sengaja bisa secara bersamaan.


Mamah Qiara dia hanya tersenyum manis saja kepada Tevy dan juga Denzel.


Sedang Papah Carlson dia sedang sibuk mengotak-atik ponselnya, entah apa yang dia perbuat, sepertinya dia sedang membalas pesan yang ada didalam ponselnya.


" Ayo Pah, kita pulang ",, kata Mamah Qiara kepada Papah Carlson ketika dia sudah puas meninggalkan pesan kepada Denzel dan juga Tevy.


" Oh ya ayo ",, jawab Papah Carlson kepada Mamah Qiara.


" Denzel, Tevy, Papah pulang dulu ya, jangan lupa pesan Papah tadi, kalian harus segera melaksanakan pernikahan kalian, sebab Papah tidak mau jika cucu Papah lahir dengan keadaan orang tua yang tidak lengkap ",, kata Papah Carlson kepada Denzel dan juga Tevy.


" Iya pah ",, sudah hanya itu saja lagi super singkat yang Denzel berikan juga kepada Papah Carlson.


Sedangkan Tevy, dia hanya tersenyum tipis saja kepada Papah Carlson.


Setelah itu Papah Carlson dan juga Mamah Qiara, mereka berdua langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy untuk pulang menuju kemansionnya Denzel untuk mengambil barang-barang yang mereka bawa sebelumnya.


Sepeninggalan dari Papah Carlson dan juga Mamah Qiara, tinggallah hanya berdua saja Tevy dan juga Denzel didalam ruangan itu.


Ketika terjadi keheningan didalam ruangan itu, tiba-tiba pandangannya Tevy teralihkan dengan wajahnya Denzel yang tiba-tiba tersenyum sangat manis sekali.


Dan sepertinya sifat jahilnya Denzel yang sering Denzel tunjukkan cuma kepada Tevy muncul lagi kepermukaan.


" Kamu kenapa tersenyum seperti itu kepadaku?? ",, tanya Tevy dengan bingung kepada Denzel.


" Aku cuma bahagia saja, cuma sekali tembak bisa kena empat sasaran sekaligus, bagaimana dengan berulang kali tembakan ya ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tersenyum jahil.


" Akan meletus perut aku!! ",, jawab Tevy kepada Denzel dengan sangat ketus sekali.


Denzel bukannya marah ketika mendengar nada ketus dari Tevy, dia malah langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali ketika mendengar perkataannya Tevy.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2