My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 145


__ADS_3

Denzel yang sudah berdiri didepannya Tevy, dia langsung saja duduk dishofa sebelahnya Tevy.


Namun Tevy dia tetap diam saja dan tidak mau mengajak berbicara duluan kepada Denzel.


" Mami..........?? ",, panggil Denzel kepada Tevy.


" Iyyah.... dia manggil aku Mami lagi, geli sekali rasanya telinga aku ini ",, kata batin dari Tevy ketika mendengar Denzel memanggilnya Mami lagi.


" Mami masih marah ya sama Papi?? ",, kata Denzel kepada Tevy sambil memeluk manja tubuhnya Tevy dari samping.


Namun Tevy tetap saja diam dan stay cool dengan gayanya yang jutek itu.


" Papi ada hadiah untuk Mami ",, kata Denzel lagi dengan nada lembutnya kepada Tevy.


Tapi Tevy masih tetap diam saja tidak menjawab lagi perkataan dari Denzel.


" Lihat kearah Papi dong ",, kata Denzel kepada Tevy sambil menarik dagunya Tevy menggunakan jarinya untuk menghadap kearahnya.


" Mami boleh ko mengajar lagi, tapi ada syaratanya.....?? ",, kata Denzel kepada Tevy.


Dan baru perkataan Denzel yang itu membuat Tevy langsung saja tersenyum cerah sekali kepada Denzel.


" Beneran boleh Papi?? ",, kata Tevy kepada Denzel dengan sangat senang sekali.


Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada Tevy sambil tersenyum tipis sekali.


" Terus apa syaratnya Papi, supaya Mami bisa mengajar lagi?? ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.


" Papi akan ikut Mami, ketika Mami sedang mengajar?? ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Tevy yang mendengar perkataan dari Denzel dia langsung saja berfikir untuk beberapa detik.


" Kalau Denzel ikut aku mengajar, terus bagaimana dengan para mahasiswa aku, pasti mereka semua merasa tidak nyaman dengan kehadiran Denzel yang bak seorang Tirani itu, tapi aaaah sudahlah fikir sambil berjalan saja, yang terpenting dia memperbolehkanku mengajar ",, kata batin Tevy sambil berfikir sejenak.


" Bagaimana Mami, apakah Mami setuju dengan syarat dari Papi?? ",, kata Denzel lagi kepada Tevy yang sedang berfikir.


" Eemm, boleh deh Pi, yang terpenting Mami diperbolehkan mengajar lagi ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Dan Denzel langsung saja mengangguk dan tersenyum kepada Tevy.


" Sebentar ya sayang ",, kata Denzel kepada Tevy.


Dan Tevy pun hanya diam saja sambil terus memperhatikan Denzel yang sedang mencoba menelfon seseorang.


" Halo Tuan ",, kata seseorang yang sedang ditelefon oleh Denzel.


" Atur jadwal untuk istriku supaya dia bisa mengajar lagi dikampus ",, kata Denzel kepada orang tersebut.

__ADS_1


" Apakah Nyonya Tevy jadi mengajar lagi Tuan?? ",, tanya orang itu kepada Denzel.


" Iya jadi, dan buatkan jadwal yang sekiranya tidak membuat istriku kecapekan karena dia sedang mengandung anakku ",, jawab Denzel dengan tegas kepada orang diseberang sana.


" Baik Tuan, secepatnya saya akan mengatur jadwal untuk Nyonya Tevy, dan secepatnya juga saya akan segera mengabari anda Tuan Denzel ",, jawab orang itu lagi kepada Denzel.


" Iya, saya tunggu ",, jawab singkat dari Denzel kepada orang tersebut.


Dan Denzel setelahnya dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


Sedangkan Tevy yang daritadi hanya diam saja sambil terus memperhatikan serta mendengarkan pembicaraan dari Denzel pun, dia langsung saja bertanya kepada Denzel ketika Tevy melihat jika Denzel sudah selesai menelfon.


" Kamu tadi sedang menelfon siapa Denzel?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.


" Don't call me Denzel Tevy....!!, Papi, ok?? ",, kata Denzel kepada Tevy.


Tevy langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika dia mendengar perkataan dari Denzel.


Dan setelahnya Tevy mengulangi lagi pertanyaannya untuk Denzel, namun menggunakan panggilan Papi.


" Papi tadi menelfon siapa?? ",, tanya ulang dari Tevy kepada Denzel.


" Orang yang Papi percayai mengurus Yayasan ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Yayasan?? ",, ulang kata dari Tevy kepada Denzel.


" Tunggu-tunggu..............!! ",, kata Tevy kepada Denzel.


" UNIVERSITY DC MAVERICK......... apakah itu kampus milik Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.


Dan Denzel langsung saja mengangguk kecil kepada Tevy.


Sedangkan Tevy sendiri dia langsung saja tercengang dan cukup terkejut sekali ketika dia baru menyadari kenyataan itu.


Sungguh selama ini Tevy tidak sadar, jika kampus tempatnya mengajar sejak satu tahun yang lalu milik ayah dari anak-anaknya.


" University DC Maverick, apakah itu Universitas Denzel Chevalier Maverick kepanjangannya?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.


" Iya Tevy, dan aku sudah mendirikan Yayasan kampus itu sejak sepuluh tahun yang lalu, namun dulu masih dibantu oleh Papah untuk biaya pembangunannya ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Tapi semenjak lima tahun yang lalu, semua pembiayaan untuk keperluan Yayasan sudah sepenuhnya menggunakan uang pribadiku sendiri ",, lanjut lagi perkataan dari Denzel kepada Tevy.


Tevy masih cukup tercengang ketika mendengar jawaban dari Denzel.


Dan Tevy pun masih speechles untuk bertanya lagi kepada Denzel.


" Ngomong-ngomong Mami ko tahu kepanjangan nama dari Papi, kan Papi tidak pernah memberitahukannya kepada Mami?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.

__ADS_1


" Itu didata ponsel Papi kan ada nama lengkapnya Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Dan Denzel hanya beroh ria saja menjawab perkataan dari Tevy.


" Oh ya, Mami pernah melewati sekolahan yang bernama Maverick school, dan disatu lingkup itu ada SD, SMP dan juga SMA, apakah itu juga Yayasan milik Papi?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.


" Iya, dan kalau sekolahan itu semua, baru beroperasi sejak lima tahun yang lalu, namun pembangunannya sudah sejak sembilan tahun yang lalu, karena aku membangun semua sekolahan itu membutuhkan waktu sekitar empat tahunan ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Papi, sungguh Mami sangat terkejut terkejut sekali ",, kata Tevy kepada Denzel sambil memegangi dadanya, karena Tevy tidak menyangka jika seorang Denzel mempunyai minat untuk mencerdaskan anak bangsa.


" Iya, karena Papi senang melihat anak-anak yang pada rajin menuntut ilmu, sebab merekalah penerus bangsa selanjutnya ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Dan tanpa diduga oleh Denzel, jawaban dari Denzel tadi membuat Tevy langsung saja memeluk Denzel dengan sangat erat sekali dari samping.


Sebab Tevy tidak menyangka, jika dibalik sifat dan sikap dingin, acuh serta kejamnya seorang Denzel Maverick ada tersimpan kepedulian yang besar untuk anak-anak.


Dan sedikit demi sedikit penilaian dari Tevy untuk Denzel sudah mulai berubah didalam hatinya.


Denzel yang tiba-tiba dipeluk seperti itu oleh Tevy, dia pun cukup terkejut, namun akhirnya Denzel juga lalu membalas pelukan dari Tevy itu.


" Apakah Papi juga memberikan beasiswa untuk murid yang berprestasi dan tidak mampu?? ",, tanya Tevy kepada Denzel dengan keadaan masih memeluk Denzel.


" Tentu saja dong, bahkan jika dia bisa mempertahankan prestasinya itu dari sejak SD, dia akan mendapatkan sekolah gratis hingga dia lulus kuliah dikampusku sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Begitupun dengan anak dari keluarga yang tidak mampu, mereka juga akan diberikan beasiswa sampai dia lolos sekolah ",, lanjut lagi perkataan dari Denzel kepada Tevy.


Namun hampir semua siswa sekitar sembilan puluh persennya yang bersekolah diYayasan milik Denzel, semuanya anak-anak orang kaya.


Sebab sekolahan serta kampus milik Denzel termasuk Yayasan elit hanya orang berduit saja yang mampu masuk keYayasan itu.


" Papi ternyata orang yang baik, cuma wajahnya saja yang menutupi kebaikan dari Papi ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Memangnya wajah dari Papi kenapa Mami??, kan Papi termasuk tampan ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Kata siapa tampan, ini lihat jenggot sama kumis sudah mirip seperti singa ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil berdiri berlalu menuju kearah ranjang.


Denzel pun langsung saja mengusap jenggot dan kumisnya itu yang memang dari kamarin belum sempat dia cukur karena sibuk mengurusi Tevy.


Denzel pun langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk mencukur dan merapikan jenggot serta kumisnya itu.


Sedangkan Tevy dia memilih untuk merebahkan badannya, karena memang sudah butuh diistirahatkan sejak tadi.


Sungguh Tevy saat ini merasa sangat bahagia sekali, bisa mengetahui ada sisi baik didalam dirinya Denzel.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2