My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 252


__ADS_3

Kembali keKhafita lagi.


Khafita setelah cukup puas menangis pilu didepan teras rumah mewahnya, dan tidak bangun-bangun dari terduduknya.


Sang penjaga pintu gerbang yang melihat pertengkaran serta perdebatan antara Khafita bersama Vince tadi.


Mereka semua merasa kasihan kepada sang majikan, apalagi tangisan dari Khafita terdengar sangat pilu sekali ditelinga mereka.


Para penjaga pintu gerbang yang tidak pada berani ingin membantu Khafita, mereka pun langsung saja berinisiatif menelfon telefon rumah untuk memberitahukan kepada para pembantu rumah yang ada didalam untuk membantu majikan mereka masuk kedalam rumah.


Setelah mendapatkan kabar dari para penjaga pintu gerbang, setidaknya ada dua asisstan rumah tangga yang langsung saja berlalu keluar dari dalam rumah untuk membantu Khafita.


" Ya ampun Non Khafita, Non Khafita kenapa??, ayo Non saya bantu untuk masuk kedalam kamar ",, kata salah satu asisstan rumah tangga, sambil membangunkan Khafita untuk berdiri.


Sedangkan untuk asisstan yang satunya, dia membawakan tas yang dibawa oleh Khafita malam itu.


Dengan lemas dan menurut saja apa perkataan dari para asisstannya, Khafita pun mengikuti langkah kaki dari kedua asisstan rumahnya yang sedang menuju kedalam kamar pribadinya.


" Non, ini tasnya, bibi tinggal keluar ya Non, jika Non Khafita membutuhkan sesuatu, Non Khafita bisa memanggil salah satu dari kami semua ",, kata asisstan rumah tangga itu kepada Khafita ketika mereka semua sudah sampai didalam kamarnya Khafita.


Khafita pun hanya mengangguk saja dengan tatapan kosongnya kepada para asisstan rumah tangganya itu.


Setelah itu para asisstan rumah tangga itu langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar Khafita, meninggalkan Khafita yang sedang sangat bersedih sekali.


Khafita sepeninggalan dari para asisstan rumah tangganya, dia langsung meringkukkan kedua kakinya dan langsung dia peluk untuk tumpuan dagunya.


Sambil menangis, Khafita jadi teringat dengan kejadian sebelum dia pergi keBarbados sana.


Kepergiannya keBarbados dulu itu murni karena keinginannya sendiri tanpa ada yang menyuruh sama sekali.


Khafita yang sadar dengan kondisinya, dia takut jika suatu saat akan mempermalukan Cryill jika mereka terus bersama, terlebih Khafita sangat tahu sekali siapa itu Keluarga Maverick diNegaranya.


Sebab karena itulah membuat Khafita mempunyai keputusan nekat untuk meninggalkan Cryill, padahal cinta mereka baru terjalin satu hari saja.


Walau sebenarnya Khafita begitu mencintai Cryill, dan kisah cintanya cuma hanya satu hari saja bersama Cryill, tapi rasa cinta didalam hatinya Khafita sangat tulus kepada Cryill, begitupun dengan Cryill yang sama halnya seperti Khafita.


Melihat Cryill yang sudah bahagia bersama Causa, Khafita sekarang menjadi menyesal karena dulu pernah menyuruh Cryill untuk pergi darinya dan mencari wanita lain selain dirinya.

__ADS_1


" Cryill maafkan aku, andai waktu bisa terulang kembali, pasti aku akan mempertahankan hubungan kita dan kita tentunya akan hidup bahagia ",, kata batin dari Khafita sambil menangis.


" Kak Vince.............. ",, kata batin dari Khafita lagi.


" Fita juga sudah mulai mencintai Kakak, tapi Fita tidak bisa membohongi perasaan dari Fita, jika masih ada cinta dihati Fita untuk Cryill, karena Cryill adalah cinta pertamaku ",, kata Khafita sambil menangis sejadi-jadinya sambil juga menundukkan kepalanya dikedua lututnya.


" Tuhan................ kenapa ENGKAU begitu tidak adil kepadaku........",, kata pilu dari Khafita sambil mendongakkan kepalanya keatas.


" Kenapa disaat aku sudah ingin bahagia dengan laki-laki lain, ENGKAU malah memberikan cobaan seperti ini lagi kepadaku dengan mempertemukanku lagi bersama Cryill ",, kata Khafita lagi sambil terus menangis.


" Apa yang harus aku lakukan Tuhan............... Kak Vince dia sudah memutuskan rencana pernikahan kita, dan aku rasanya tidak tahan melihat kebahagiaan dari Cryill bersama istrinya ",, kata Khafita sambil berbicara sendiri.


Setelahnya Khafita lalu mencoba tidur meringkuk dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.


Karena kecapekan menangis akhirnya Khafita pun tertidur juga malam itu dalam keadaan bersedih.


Sedang untuk Vince sendiri, dia yang sudah sampai dirumah mewah miliknya, Vince hanya bisa termenung malam itu dibalkon kamarnya sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang.


Sambil melamun, Vince sambil terus berfikir apakah keputusannya untuk memutuskan hubungannya dengan Khafita ditengah jalan apakah sudah benar.


Karena sejujurnya Vince begitu mencintai Khafita, namun dihati Vince masih ada rasa marah ketika teringat tadi dia melihat sendiri masih ada cinta dimata Khafita untuk Cryill.


Vince pun untuk mengobati rasa sakit hatinya, dia langsung saja memutar music didalam kamarnya supaya dia tidak terlalu teringat dengan rasa sakit yang ada didalam dadanya.


Dan ketika Vince sudah selesai bersih-bersih badannya didalam kamar mandi, Vince langsung saja mencoba merebahkan badannya diatas ranjang sambil terus mendengarkan music yang diputarnya, hingga lama-kelamaan mata Vince pun mengantuk dengan sendirinya malam itu.


_____.----------._____


Pagi pun datang, dan pagi harinya semua orang yang tadi malam sudah pada tidur sekarang mereka semua sudah pada terbangun dari tidur mereka masing-masing.


" Selamat pagi Mamah Causa sayang ",, sapa hangat dari Cryill kepada Causa.


" Pagi Ayah Cryill ",, sapa balik dari Causa kepada Cryill.


Dan mereka berciuman bibir sejenak sebelum beranjak turun dari atas ranjang.


Berpindah tempat ditempat lain dan masih dipagi yang sama terdengar suara orang mengaduh............

__ADS_1


" Aduuuuuuuuuh........ ",, begitulah suara Denzel, ketika kumis seksinya ditarik pelan oleh tangan mungil dari baby Hyuna Sang Princess diKeluarga Maverick.


Baby Hyuna yang sudah bisa tengkurap dan melihat Papinya seperti itu, dia reflek langsung saja tertawa lucu dengan suara khas babynya.


Dan Denzel yang sedikit terkejut tadi, dia langsung saja membawa baby Hyuna kedalam pelukannya untuk dia berikan ciuman gemasnya.


Sedang Tevy sendiri dia sedang mengurusi baby Adelio yang baru saja terbangun, dan untuk baby Zuriel serta baby Vernon belum bangun dari tidur lelapnya.


Tevy memang sengaja menaruh baby Hyuna tepat disamping Denzel yang masih tidur untuk membangunkan sang Papi.


Dan para baby sisternya sikembar memang sengaja belum Tevy suruh untuk membantunya mengurus sikembar pagi itu.


Tevy tertawa lucu ketika melihat tingkah Denzel dan Hyuna yang sedang seperti itu.


Ada rasa kebahagiaan tersendiri didalam hatinya, melihat kedekatan dari Denzel bersama baby Hyuna.


Untuk Vince sendiri dia yang semalaman tidak bisa tidur, karena entah kenapa malam tadi dia sering terbangun dan juga merasa kurang ber941rah karena sedang merasa bersedih.


Ketika bangun pagi pun Vince merasa malas-malasan untuk beranjak dari atas ranjang.


Tapi mau tidak mau Vince harus tetap bangun, karena dia harus berangkat kekantor dan melanjutkan hidupnya.


Khafita........... ??, pasti kalian menanyakan Khafita bukan.


Khafita yang sama perasaannya seperti Vince, tapi lebih kacau Khafita.


Malam itu Khafita malah bermimpi sesuatu yang membuat dirinya sepintas mempunyai niat jahat untuk merebut Cryill dari pelukannya Causa.


Ketika bangun tidur tadi, dada Khafita serasa semakin sesak saja dari semalam, bahkan jantung dia berdetak lebih kencang dari biasanya, karena mimpi buruknya itu.


" Tidak!!!, aku tidak mau menjadi pelakor!! ",, kata Khafita dengan wajah syok karena mimpinya semalam.


" Tidaaaaak!!, aku tidak mau melakukan hal itu, biarlah Cryill bahagia dengan istrinya, aku tidak mau mengganggu kebahagiaan mereka!! ",, kata Khafita lagi mensugesti dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat sekali.


" Tidaaaaaaaaak!!, yang harus aku lakukan sekarang adalah menemui Kak Vince, bukannya Cryill, iya Kak Vince, aku harus memperjuangkan Kak Vince sekarang ",, kata Khafita terus berbicara sendiri.


Sungguh pagi itu keadaan Khafita sangat berantakan sekali, makeup yang semalam belum dia bersihkan, serta rasa syok yang dialaminya karena mimpi buruknya itu, membuat Khafita seperti orang gila saja ketika bangun tidur pagi itu.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2