My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 212


__ADS_3

Hari-hari berlalu tanpa mereka sadari, Tevy pun sudah kurang lebih satu minggu mengajar menjadi Dosen.


Dan dalam satu minggu itu Denzel akan selalu ikut ketika Tevy mengajar.


Sungguh Tevy merasa sedikit kurang suka dengan perhatian dari Denzel, namun semua itu Tevy berfikir yang positif saja jika Denzel sangat mencintainya, supaya Tevy tidak merasa terkekang dengan cinta yang diberikan oleh Denzel.


Untuk semua para mahasiswa dan mahasiswinya Tevy, mereka semua sudah sangat hafal sekali jika akan diajar oleh Tevy.


Sebab mereka sudah sangat tahu sekali jika suami dari Princess mereka akan selalu menemani sang istri tercinta ketika mengajar.


Tidak cuma Tevy dan Denzel saja yang sibuk dengan kegiatan mereka dalam satu minggu itu.


Begitupun bagi Christian, Milka, Cryill maupun Causa.


Kita bahas Christian dan Milka dulu.


Christian dan Milka mereka semakin lengket saja, dan mereka berdua juga sedang pada sibuk mempersiapkan untuk acara pesta pernikahan mereka yang akan segera dilangsungkan kurang lebih beberapa minggu lagi.


" Milka aku sangat senang sekali, dan tinggal menghitung hari saja kita akan segera menjadi sepasang suami istri ",, kata Christian kepada Milka.


" Iya My Prince ",, jawab Milka sambil mencubit hidung mancung milik Christian.


Christian yang gemas dengan Milka dia langsung saja memeluk Milka dengan mesra sambil memberikan gelitikan kecil diperut rampingnya Milka.


Ayah Marson dan Mamah Jovanka pun mereka berdua juga sudah semakin mengenal dekat saja dengan Milka.


Dan mereka sangat yakin jika Milka memang pantas menjadi pendamping hidup dari putra kedua mereka, walau Milka bukan dari kalangan berada seperti mereka.


Dari Swedia kita terbang keNegara Roma Italia sejenak, yaitu Negara tempat Cryill dan Causa sedang menikmati bulan madu mereka.


Cryill dan Causa selama satu minggu disana, walau sudah tidur bersama dan sering berciuman mesra, sungguh mereka berdua belum pernah melakukan malam pengantin mereka satu kali saja.


Itu semua karena mereka belum pada siap satu sama lainnya, namun tidak dengan malam ini.


Entah kenapa malam itu diRoma sedang diguyur hujan yang cukup lebat, udara malamnya pun cukup dingin sekali.


Causa yang kedinginan dia langsung memesan minuman hangat kepada pihak hotel tempatnya menginap.


Dan Cryill sendiri sudah tahu udaranya sedang dingin, dia malah asik tiduran sambil bertel4nj4n9 dada didalam kamar hotel mereka berdua.

__ADS_1


" Cryill apakah kamu tidak dingin, disini dingin sekali lho udaranya ",, tanya Causa kepada Cryill.


" Iya dingin, tapi nanti jika tidur sambil memeluk kamu kan sudah tidak dingin lagi ",, jawab Cryill dengan wajah manjanya yang sudah berani dia tunjukkan kepada Causa.


Causa pun selama satu minggu bersama Cryill, dia sudah tidak terkejut lagi dengan sikap Cryill yang seperti itu kepadanya.


Dan Causa yang mendengar perkataan dari Cryill, dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil menikmati kopi susu hangat miliknya.


" Itu sudah aku pesankan kopi susu, apa tidak mau kamu minum Cryill, minumlah dulu, nanti keburu dingin ",, kata Causa kepada Cryill.


" Jika aku meminum kopi susu yang lainnya apakah boleh?? ",, jawab Cryill sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Causa.


Causa pun langsung saja tersenyum simpul ketika mendengar perkataan dari Cryill sambil menikmati kopi susunya.


" Kamu ini ada-ada saja, sudah yuk tidur, aku mengantuk, disini sangat dingin sekali ",, kata Causa kepada Cryill sambil ikut merebahkan badannya diranjang samping Cryill.


Cryill yang melihat Causa sudah tidur diranjang sampingnya, dia langsung saja memeluk Causa dengan cukup erat sekali.


Dan tidak lupa Cryill sama seperti kemarin-kemarin, dia akan selalu meminta ciuman kepada Causa sebelum tidur.


Causa sendiri yang sudah bisa mengimbangi ciuman bibir dari Cryill, dia pun langsung membalasnya dengan tidak kalah agresifnya seperti Cryill.


Tangan Cryill pun tanpa sadar sudah merambah hingga kedadanya Causa.


Dan Causa pun yang merasakan tangan Cryill meraba salah satu bagian terpenting dari tubuhnya, dia mencoba tidak menolaknya.


Sebab fikir Causa, mungkin malam itulah saatnya dia menyerahkan yang memang seharusnya dia serahkan kepada Cryill sejak malam pertama mereka kemarin.


Cryill yang fikirannya sudah tidak karuan, karena berciuman sambil memainkan pucuk bukit marshmallow milik Causa, membuat dia berani menurunkan ciumannya hingga keleher dan juga kedada Causa.


Causa masih diam saja ketika Cryill mencoba membuka pakaian yang dipakainya itu.


Dan ketika Cryill sudah berada tepat didepan marshmallow milik Causa, dia langsung saja memandang kearah Causa.


Causa yang dipandang oleh Cryill dengan tatapan seperti itu, dia langsung saja menganggukkan kepalanya dengan pelan kepada Cryill.


Cryill yang melihat anggukan kepala dari Causa, dia langsung saja tersenyum miring dan langsung juga memasukkan pucuk bukit marshmallow milik Causa kedalam mulutnya.


Rasa kenyal dan tidak bisa diartikan oleh Cryill membuat Cryill seperti kecanduan dengan marshmallow milik Causa.

__ADS_1


" Aaaaaaahh Cryill, geli aaahh ",, d354h dari Causa kepada Cryill sambil sedikit menjambak rambut kepala Cryill.


Semakin pusing saja kepala Cryill ketika mendengar d354han merdu dari Causa yang belum pernah didengarnya selama tidur bersama satu minggu diRoma.


Cryill yang sudah tidak tahan, tiba-tiba saja dia melepaskan h154p4nnya itu ketika sudah cukup lama memainkan pucuk bukit marshmallow milik Causa.


" Bolehkah............ ?? ",, ijin dari Cryill kepada Causa sambil menatap Causa dengan tatapan berkabut g41rah.


" Lakukanlah ",, jawab Causa kepada Cryill sambil menganggukkan kepalanya.


Tanpa menunggu waktu lama, Cryill langsung saja bangun dari atas tubuh Causa, dan dia langsung saja melepaskan apa saja yang melekat ditubuhnya.


Setelahnya Cryill langsung juga membantu Causa untuk melepaskan kain yang melekat ditubuh Causa.


Hingga akhirnya mereka berdua pun sudah sama-sama tidak berpakaian sama sekali.


Cryill begitu lega sekali, karena adik kecilnya sudah tidak merasa kesempitan lagi didalam kurungannya ketika sudah dilepaskannya begitu.


Dan Causa sendiri dia sangat malu sekali ketika tidak memakai pakaian sama sekali dihadapan Cryill seperti itu.


Terlebih pandangan Causa teralihkan terus dengan milik Cryill yang tegak berdiri sempurna bagai tiang listrik yang ada disebelah rumahnya, begitulah fikiran dari Causa.


" Kenapa Causa, apa kamu sudah tidak sabar merasakannya?? ",, kata Cryill kepada Causa sambil tersenyum miring sambil juga men9urut pelan adik kecilnya itu.


Causa pun hanya bisa tersenyum garing saja kepada Cryill.


" Wao tidak aku sangka sungguh indah sekali tubuh dari istriku ini, semuanya kenyal sesuai dengan tempatnya ",, kata Cryill kepada Causa sambil memandangi Causa dengan tatapan yang membuat Causa menjadi malu sendiri.


" Jangan memandangiku seperti itu Cryill, aku sungguh sangat malu sekali ",, kata Causa kepada Cyrill sambil mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada diatas ranjang.


" Untuk apa kamu malu Causa, mari kita nikmati yang seharusnya kita nikmati sejak kemarin ",, kata Cryill kepada Causa.


Dan setelah berkata seperti itu kepada Causa, Cryill langsung saja menindih badan Causa dengan sangat bersemangat sekali.


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


Lanjut part sebelah😁😁🀭.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2