My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 19


__ADS_3

Denzel yang sudah masuk kedalam mobilnya, dia lalu menyuruh anak buahnya untuk segera menuju keapartemennya Tevy.


Denzel baru kali itu, dia merasa tidak tenang dan sangat gelisah sekali, padahal walau ada penyerangan secara mendadak dari para musuhnya kemarkasnya, atau dia kehilangan tender yang sangat besar nilainya sekali pun, Denzel tidak pernah seperti itu perasaannya.


Denzel yang tidak tenang, dia sampai terus-terusan menyuruh sang sopir untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


Dan ketika sudah sampai dipelataran gedung apartemennya Tevy, Denzel langsung saja bergeges keluar dari dalam mobilnya untuk segera masuk kedalam kamar apartemennya Tevy.


" Kalian berempat ikut saya ",, kata Denzel kepada keempat anak buahnya yang berada dimobil belakangnya.


Dan setelah itu Denzel langsung saja sedikit berlari menuju kedalam kamar apartemennya Tevy.


Didalam lift pun, entah kenapa perasaannya Denzel sangat tidak tenang sekali, dia merasa lift yang dia naiki sangat lambat sekali jalannya.


Dan ting, denting lift berbunyi yang menandakan jika lift sudah sampai dilantai kamar apartemennya Tevy berada.


Denzel langsung saja berlari keluar menuju pintu apartemennya Tevy.


Denzel yang sudah sampai didepan pintu apartemennya Tevy, dia langsung saja memencet bel pintu apartemennya Tevy dengan sangat tergesa-gesa sekali.


Tevy yang mendengar bel pintu apartemennya berbunyi dengan terus-terusan seperti itu dia hanya bisa diam saja, tidak ada keinginan sama sekali untuk membuka pintunya, sebab badannya sangat-sangat lemas sekali untuk dia ajak berdiri.


Denzel yang sudah tidak tahan, dia lalu menyuruh anak buahnya untuk mendobrak pintu apartemennya Tevy.


Dan setelah percobaan kesekian kalinya akhirnya bisa juga pintu apartemennya Tevy terbuka, dan seperti yang kita tahu, pintu itu sudah rusak serta tidak bisa ditutup lagi.


Denzel langsung saja masuk kedalam apartemennya Tevy ketika pintu sudah terbuka secara paksa itu.


Tempat yang dituju oleh Denzel adalah kamarnya Tevy, ketika Denzel sudah membuka pintu kamarnya Tevy, sungguh hatinya Denzel baru kali itu dia merasa sangat takut dan khawatir sekali ketika melihat wajahnya Tevy sangat pucat sekali serta hanya berbaring saja memandangnya dengan matanya yang sayu itu diatas ranjangnya.


" Tevy ",, kata Denzel dan Denzel langsung mendekati Tevy yang sedang menatapnya lemas.


" Kenapa anda masuk lagi kedalam apartemen saya ",, kata Tevy kepada Denzel dengan suara lirihnya.


" Astaga panas sekali badan kamu Tevy ",, kata Denzel ketika dia memegang tangannya Tevy yang sungguh sangat panas sekali suhu badannya.


" Pergi anda dari sini Tuan, saya tidak butuh bantuan anda ",, kata Tevy kepada Denzel sambil mendorong dad4nya Denzel dengan tenaganya yang lemas.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan Tevy, Denzel langsung saja menggendong Tevy keluar dari dalam kamar apartemennya.


Tevy yang lemas dan masih sadar tidak pingsan, dia sedikit memberontak kepada Denzel dengan tenaganya yang sedikit itu.


" Saya tidak mau, lepaskan saya ",, kata Tevy kepada Denzel dengan suara lirihnya sambil memukul-mukul dad4nya Denzel.


" Diam Tevy ",, kata Denzel dengan nada yang super tegas sekali kepada Tevy.


Dan Tevy yang mendengar bentakan tegasnya Denzel kepadanya, dia langsung saja diam dan pasrah saja ketika Denzel menggendongnya keluar dari dalam kamar apartemennya.


Untung saja Tevy dia sudah memakai pakaian yang lebih sopan, dan tidak memakai pakaian seksinya yang semalam.


Denzel yang sudah menggendong Tevy keluar dari dalam kamar apartemennya, dia langsung saja membawa Tevy bergegas pergi dari gedung apartemen itu untuk menuju kemansionnya.


Namun sebelumnya Denzel menyuruh kepada anak buahnya untuk memperbaiki pintu apartemennya Tevy kembali seperti semula sedia kala lagi.


" Cepat sedikit ",, kata Denzel kepada anak buahnya yang mengendarai mobilnya sambil terus mendekap tubuhnya Tevy yang sudah dia selimuti menggunakan mantel tebalnya.


Sambil mata terpejam namun tidak pingsan, Tevy bisa merasakan jika laki-laki yang mendekapnya dia begitu khawatir sekali kepadanya.


" Siapa kamu, kenapa kamu begitu khawatirnya kepadaku?? ",, kata batinnya Tevy sambil memandang wajah tampannya Denzel dengan mata sayunya itu.


Dengan menggunakan tangan kanannya Denzel lalu menelfon Hendy orang kepercayaannya untuk menghubungi Dokter pribadinya dan untuk segera datang kemansionnya.


Tevy mendengar sendiri dengan sangat jelas sekali, jika Denzel menyuruh seseorang untuk memanggil Dokter untuknya.


Bahkan Tevy juga mendengar jika laki-laki yang mendekapnya sedikit marah ketika mobil yang mereka tumpangi lama sekali sampai dimansionnya.


Dan akhirnya setelah beberapa menit kemudian, mobil yang Denzel dan Tevy tumpangi sudah sampai juga didepan mansionnya Denzel.


Denzel langsung saja turun dari dalam mobilnya sambil menggendong Tevy dengan sedikit berlari menuju kedalam kamar pribadinya.


Yaps kamar pribadinya Denzel, kamar yang tidak boleh sembarangan orang boleh masuk kedalam kamarnya.


Semua asisstan mansionnya Denzel, Faine dan juga Hendy mereka bertanda tanya sekali siapakah gadis yang dibawa pulang oleh Tuannya dalam keadaan lemas terlihat pingsan seperti itu, begitulah isi benak dari semua orang yang ada dimansionnya Denzel.


" Hendy apakah Dokter Hugo sudah kamu suruh untuk datang kesini?? ",, kata Denzel kepada Hendy sebelum dia naik tangga menuju kedalam kamarnya.

__ADS_1


" Dia sedang berada diperjalanan menuju kemari Tuan ",, jawab Hendy kepada Denzel.


" Dia kalau sudah datang, antarkan dia langsung menuju kedalam kamarku ",, perintah Denzel kepada Hendy.


Dan setelahnya Denzel langsung saja naik menuju kedalam kamarnya.


Ketika sudah sampai didalam kamarnya, Denzel langsung saja menaruh Tevy diatas ranjang empuknya dengan sangat hati-hati sekali dan tidak lupa juga Tevy dia selimuti menggunakan selimut tebal miliknya yang ada diatas ranjang.


Denzel yang sudah menyelimuti Tevy dia lalu ingin beranjak menuju kedalam kamar mandi untuk mengambil kompresan, namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh Tevy.


" Anda siapa??, kenapa anda baik sekali kepada saya?? ",, kata Tevy dengan suara lirihnya kepada Denzel.


" Beristirahatlah Tevy, kamu aman disini, sebentar saya ambilkan kompresan untuk kamu ",, kata Denzel kepada Tevy dan tidak menanggapi perkataannya Tevy.


Setelah berkata seperti itu, Denzel langsung saja berlalu untuk mengambil air kompresan untuk Tevy.


Denzel mengompres Tevy dengan penuh perasaan sekali, dan baru kali ini juga Denzel mau mengurus orang sakit, padahal ketika Cryill sakit pun, Denzel malah menyuruh Dokter pribadinya untuk mengurusi Cyrill.


Ketika Denzel sedang sibuk menunggui Tevy sambil mengompresnya juga, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar, dan ternyata yang mengetuk adalah Hendy bersama Dokter pribadinya yang bernama Dokter Hugo.


Dokter Hugo langsung saja disuruh masuk oleh Denzel untuk memeriksa keadaannya Tevy.


Dokter Hugo yang sudah memeriksa Tevy, mengatakan kepada Denzel jika Tevy hanya kelelahan saja, kurang tidur dan juga dehidrasi.


Dan Dokter Hugo lalu memberikan infus kepada Tevy untuk mengurangi dehidrasinya itu serta untuk meningkatkan staminanya Tevy sejenak supaya Tevy bisa bangun untuk makan nanti.


Ketika sudah selesai memeriksa Tevy, Dokter Hugo langsung saja berpamitan pergi kepada Denzel, sedangkan Denzel sepeninggalan Dokter Hugo, dia langsung saja merebahkan badannya diranjang sampingnya Tevy sambil memandangi wajah cantiknya Tevy yang sedang tidur karena baru saja mendapatkan suntikan penenang dari Dokter Hugo tadi.


...💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮...


Hayo nih siapa yang belum membaca ceritanya Ava - Derral 😁😁😁



...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2