
Ketika pesta masih berlangsung, Vince yang sedang ikut menyalami para tamu undangan yang hadir dan menyapa ramah kepada mereka semua.
Vince dikejutkan dengan kedatangan dari Delania, Kakak dari Khafita, wanita yang dikenalnya diNegara Barbados.
" Lho Vince?? ",, kata Delania kepada Vince.
" Delania??, kamu Delania kan, Kakaknya Khafita?? ",, kata Vince juga kepada Delania.
" Iya aku Delania, ko kamu ada disini??, kamu dapat undangan juga ya, dari siapa, Tuan Marson, Pangeran Christian ataukah Nona Milka?? ",, kata dari Delania kepada Vince.
Vince pun langsung saja tersenyum ketika mendengar perkataan dari Delania.
" Milka dia adalah adik kandungku.... '',, jawab Vince kepada Delania sambil tersenyum.
Delania yang mendengar jawaban dari Vince dia sungguh sangat terkejut sekali.
" Waaaao, itu artinya kamu salah satu anggota dari Kerajaan dong sekarang ",, kata Delania kepada Vince sambil bercanda.
Vince pun hanya menanggapi perkataan dari Delania dengan senyuman tipis saja.
" Oh ya kamu datang bersama siapa Nia??, sendirian saja ya?? ",, tanya Vince kepada Delania.
" Tidak, sebentar, tadi dia sedang mengambil minum untuk ku ",, jawab Delania kepada Vince.
" Hai ",, sapa tiba-tiba dari seorang laki-laki kepada Delania dan juga Vince.
" Nah ini dia, perkenalkan Vince dia kekasihku, namanya Edwin ",, kata Delania kepada Vince.
" Dan sayang perkenalkan, dia Kakak kandung dari Nona Milka sekaligus temannya Khafita, namanya Vince ",, kata Delania juga kepada Edwin.
Edwin dan Vince pun langsung saja berjabat tangan dengan formal ketika sudah diperkenalkan oleh Delania tadi.
" Ya sudah, kalian nikmati saja pestanya ya, saya mau menyambut para tamu undangan yang lainnya ",, kata Vince kepada Delania dan juga Edwin.
" Iya ",, jawab Delania kepada Vince sambil tersenyum.
Sedang Edwin dia hanya mengangguk formal saja kepada Vince sambil tersenyum tipis.
Disisi lain, tepatnya dirumah sakit tempat Tevy dirawat, saat ini ruang perawatan Tevy tertutup rapat dari dalam.
Tidak ada yang diperbolehkan masuk lagi selain, Denzel, Papah Carlson maupun Mamah Qiara.
Sebab Dokter menyuruh Tevy jangan diganggu dulu dengan banyaknya tamu yang ingin menjenguk.
" Sayang, apakah masih sakit perutnya?? ",, tanya Denzel sambil mengusap lembut perut buncitnya Tevy.
Dan Tevy sendiri dengan bertambahnya usia kandungannya, tubuh Tevy terlihat semakin berisi saja.
" Sudah tidak, Mami sudah merasa lebih baik ko Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil memegang tangan Denzel.
__ADS_1
" Tadi Mami sangat membuat Papi khawatir sekali, rasanya jantung Papi serasa akan copot dari tempatnya ",, kata Denzel kepada Tevy.
Tevy pun langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataan dari Denzel tadi.
Namun sebelum Tevy menjawab perkataan dari Denzel, dia sudah diintrupsi oleh perkataan dari Papah Carlson terlebih dahulu.
" Denzel, Tevy, Papah sama Mamah mau ijin datang kepesta pernikahan Christian dan Milka dulu ya??, nanti setelahnya kami akan kesini lagi ",, kata Papah Carlson kepada Denzel dan Tevy.
" Iya Pah, tidak apa-apa, maafkan Tevy yang sudah merepotkan Papah ya ",, jawab Tevy kepada Papah Carlson sambil tersenyum.
" Silahkan saja Pah, lagi pula disini juga sudah banyak pengawal ko yang berjaga didepan ",, jawab Denzel kepada Papah Carlson.
" Baiklah, kalau begitu kami tinggal dulu ya Nak ",, kata Mamah Qiara juga kepada Denzel dan Tevy.
Tevy dan Denzel pun langsung saja menganggukkan kepala mereka kepada Mamah Qiara sambil tersenyum manis.
Setelah itu Papah Carlson dan mamah Qiara langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk meninggalkan ruang perawatan Tevy menuju keIstana Kerajaan untuk menghadiri pernikahan dari Christian dan juga Milka.
Kita terbang sejenak keRoma Italia, yaitu tempat dimana Cryill dan Causa berbulan madu.
Cryill dan Causa mereka saat ini sudah pada menyiapkan barang-barang bawaan mereka, sebab esok hari mereka berdua sudah akan kembali terbang pulang keNegara asal mereka, yaitu Swedia.
Semenjak Cryill dan Causa sudah melakukan malam pengantin baru mereka kemarin.
Hampir setiap malam, Cryill dan Causa akan melakukan itu terus menerus, seperti tiada mengenal lelah ataupun mengenal rasa jenuh sama sekali.
Seperti hari ini saja Cryill dan Causa sedang menghabiskan waktu mereka untuk menikmati udara segar dipantai yang dekat dengan hotel mereka menginap.
" Hari ini Pangeran Christian dan Milka menikah ya Cryill ",, kata Causa sambil menikmati pemandangan pantai yang ada didepannya.
" Iya, dan aku sudah menyiapkan hadiah untuk mereka, apakah kamu mau tahu hadiah apa yang sudah aku siapkan untuk pernikahan mereka ",, jawab Cryill kepada Causa.
" Apa itu?? ",, tanya Causa kepada Cryill.
" Akan aku jawab, tapi kita kembali kekamar lagi yuk, sudah tidak tahan nih mau lagi denganmu ",, jawab Cryill dengan manja kepada Causa.
Causa pun langsung saja memajukkan bibirnya berpura-pura cemberut kepada Cryill.
Cryill yang melihat wajah cemberut dari Causa dia langsung saja tertawa lucu.
" Bercanda sayang, sudah yuk kita kembali kedalam kamar, aku ingin menonton televisi ",, kata Cryill kepada Causa.
" Ko menonton televisi, tumben?? ",, kata Causa kepada Cryill.
" Iya aku ingin melihat pesta pernikahan dari Christian dan juga Milka, pasti kan kan pernikahan mereka disiarkan melalui saluran televisi atau youtube secara live ",, jawab Cryill kepada Causa.
" Kalau mau menonton youtube disini tidak enak, silau ",, sambung lagi perkataan dari Cryill kepada Causa.
Dan Causa pun yang mendengar perkataan dari Cryill dia langsung saja mengangguk membenarkan.
__ADS_1
Setelahnya mereka berdua langsung beranjak dari pantai tersebut untuk kembali lagi kedalam kamar hotel tempat mereka menginap untuk ikut menikmati pernikahan dari Christian dan Milka melalui siaran youtube maupun televisi yang secara live tersebut.
Namun alangkah terkejutnya Cryill, ketika dia juga mendapatkan berita tentang Tevy yang masuk kerumah sakit dihari yang sama ketika Christian dan Milka menikah.
" Princess Moana dilarikan dirumah sakit, tepat disaat sang Kakak sedang melangsungkan pesta pernikahannya ",, baca dari Cryill disebuah artikel berita online.
Causa yang membacanya juga, dia pun tidak kalah khawatirnya dengan Cryill.
" Coba kamu hubungi Kak Denzel saja Cryill, untuk menanyakan bagaimana keadaan dari Kak Tevy ",, kata Causa kepada Cryill.
Cryill pun langsung saja mengangguk kepada Causa, dan setelahnya dia langsung menghubungi Denzel.
Denzel yang sedang duduk dikursi sebelah brankar Tevy, dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu, ketika melihat nama Cryill tertera dipanggilan masuk ponselnya.
" Halo Cryill ",, kata Denzel kepada Cryill.
" Kak aku baca berita jika Tevy masuk kerumah sakit??, apakah itu benar Kak?? ",, tanya Cryill kepada Denzel.
" Iya benar, dia saat ini sedang dirawat dirumah sakit ",, jawab Denzel kepada Cryill.
" Sekarang bagaimana keadaan dari Tevy Kak??, apakah dia baik-baik saja beserta keempat keponakan Cryill ?? ",, tanya Cryill lagi kepada Denzel.
" Iya mereka baik-baik saja, tadi cuma kelelahan biasa ",, jawab singkat dari Denzel kepada Cryill.
" Syukurlah kalau begitu, Cryill lega mendengarnya ",, jawab Cryill kepada Denzel.
" Kamu sendiri kapan sampainya disini?? ",, gantian Denzel yang bertanya kepada Cryill.
" Jadwal penerbangan kami dari sini besok jam sepuluh pagi Kak, paling tidak sekitar jam lima sore kalau tidak ada hambatan kami sudah sampai disana ",, jawab Cryill kepada Denzel.
" Baiklah, hati-hatilah kamu disana, dan jaga Causa dengan baik, semoga kalian selamat pulang sampai disininya ",, kata Denzel kepada Cryill.
" Aamiin, iya Kak terimakasih ",, jawab Cryill kepada Denzel.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka pun akhirnya terputus juga.
Cryill yang sudah menutup telefonnya dia langsung saja menjelaskan keadaan dari Tevy kepada Causa.
Causa sendiri yang mendengar perkataan dari Cryill, dia langsung saja merasa sangat lega sekali.
Setelahnya tanpa diduga oleh Causa, Cryill langsung saja menindih tubuhnya dengan tiba-tiba.
Dan hal itu membuat Causa menjadi sangat terkejut sekali.
Entahlah terserah Cryill mau melakukan apa sama Causa, toh mereka sudah sah sebagai sepasang suami istri.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1