
Masih dipagi yang sama namun kita kembali lagi kemansion Ayah Marson. Lebih tepatnya didalam kamar pribadi milik Tevy.
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, baik Denzel maupun Tevy mereka berdua masih saja tertidur lelap didalam satu selimut yang sama sambil berpelukan hangat satu sama lainnya.
Dan ketika mereka masih lelapnya tidur, tiba-tiba saja telinga Tevy mendengar suara dering ponsel yang sangat mengganggunya sekali.
" Denzel, Papi..... ponselnya berbunyi ",, kata Tevy dengan suara khas orang yang masih mengantuk dan masih juga dengan mata yang terpejam.
Denzel yang masih terlelap dalam tidurnya, dia tidak mendengar perkataan dari Tevy.
Dan Tevy yang merasa Denzel tidak menyahut perkataannya, dia lalu mencoba membuka matanya sambil menatap kearah wajah Denzel.
Setelahnya Tevy langsung saja menepuk pelan pipi Denzel supaya Denzel terbangun.
Dan benar saja Denzel sedikit terusik dengan tepukan tangan yang Tevy lakukan kepipinya itu.
" Papi bangun, itu ponselnya berdering ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
Denzel yang mendengar perkataan dari Tevy, dengan mata yang masih mengantuk Denzel langsung saja meraba ponselnya yang dia taruh diata meja samping ranjangnya.
Tevy sebenarnya masih ingin tidur, namun ketika tidurnya terganggu seperti itu, Tevy malah menjadi merasa ingin buang air kecil.
Dan Tevy langsung saja beranjak dari atas ranjang untuk menuju kedalam kamar mandi.
Sedangkan Denzel sendiri dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Halo ",, kata Denzel kepada orang yang menelfonnya.
" Halo, selamat pagi Tuan Denzel ",, sapa balik dari orang seberang kepada Denzel.
" Maafkan saya pagi-pagi sekali menelfon anda Tuan Denzel ",, kata sipenelfon lagi kepada Denzel.
" Iya ada apa?? ",, kata Denzel kepada orang yang menelfonnya.
" Saya sudah menjadwalnya Nyonya Tevy untuk mengajar lagi lusa Tuan, sebab Dosen yang mengampu mata pelajaran Nona Tevy, bisa saya pindahkan kekelas lain mulai lusa Tuan Denzel ",, jawab dari sipenelfon kepada Denzel.
Dan yang menelfon Denzel ternyata orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk mengurus Yayasan kampusnya.
" Lusa depan istri saya tidak bisa, karena ada acara penting yang tidak bisa kami tinggalkan, atur ulang jadwalnya menjadi minggu depan ",, kata Denzel kepada orang itu.
" Baik Tuan Denzel jika itu permintaan anda, segera akan saya atur ulang lagi jadwalnya ",, kata sipenelfon kepada Denzel.
" Iya ",, jawab singkat dari Denzel kepada sipenelfon.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka terputus juga.
Tevy yang sudah selesai dari dalam kamar mandi, dia yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, melihat Denzel sedang memainkan ponselnya.
" Siapa Papi yang menelfon Papi tadi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Anak buah Papi, dan Mami bisa mulai mengajar lagi nanti mulai minggu depan sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil beranjak turun dari atas ranjang.
__ADS_1
" Oh............, terus kita pulang kemansion Papi kapan??, apa kita nanti akan berangkat dari sini saja bersama yang lainnya?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Setelah sarapan kita akan pulang Mami, sebab semua persiapan ada dimansion kita ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil berdiri tepat didepan Tevy.
" Baiklah, kalau begitu Mami mau mandi dulu ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
" Mandi bersama saja bagaimana sayang ",, kata Denzel sambil menempelkan tubuhnya ketubuh Tevy dengan kedua tangan yang dia taruh dipinggangnya Tevy.
" Mau m35um ini pastinya kan?? ",, kata Tevy kepada Denzel sambil tersenyum lucu.
" Tahu saja Mami, Papi rasanya sudah tidak tahan, karena sudah berpuasa sangat lama sekali ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Bagaimana ya??.............. ",, perkataan dari Tevy belum selesai akan tetapi langsung saja terputus karena Denzel tiba-tiba dia langsung saja mencium Tevy tepat dibibirnya.
Denzel mencium Tevy dengan lembut dan penuh perasaan, dan itu membuat Tevy menjadi rilaks hingga akhirnya Tevy membalas juga ciuman bibirnya Denzel.
Mereka berciuman dengan penuh penghayatan serta penuh dengan perasaan sekali.
Masih dengan bibir yang saling menempel, Denzel perlahan-lahan dan pelan-pelan dia mencoba melangkahkan kakinya hingga membuat Tevy berjalan mundur.
Dan ketika kaki dari Tevy menabrak pinggiran ranjang, Denzel langsung saja melepaskan ciumannya itu.
Pelan-pelan Denzel semakin mendekatkan badannya kearah Tevy, dan Tevy pun akhirnya menjadi berbaring diranjang dengan Denzel berada tepat disampingnya, sebab dia tidak mau menindih Tevy dengan keadaan Tevy sedang hamil seperti itu.
Mereka mengulanginya lagi ciuman bibir mereka dan kali ini dengan posisi rebahan diatas ranjang.
" Tevy................ ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Apa kamu tidak ............. ",, kata Denzel lagi dan langsung terputus lagi karena perkataan dari Tevy.
" Tidak, aku mau melakukannya denganmu Denzel, aku serius ",, kata Tevy memotong perkataan dari Denzel tadi sambil tersenyum manis sekali.
Senyum dibibir Denzel langsung saja mengembang dengan sangat sempurna sekali.
Dan setelahnya Denzel langsung saja mencium Tevy dengan sangat bersemangat sekali, lalu berpindah posisi keleher mulus milik Tevy.
Hingga akhirnya Denzel sampai jugalah didepan dada milik Tevy yang sudah sedikit membesar karena efek kehamilannya itu.
Dan Denzel tidak melepaskan baju tidur milik Tevy, hanya saja dia menyingkapnya keatas.
Tevy sendiri dia juga berusaha menikmati permainan dari Denzel, walau Tevy sebenarnya masih ada rasa sedikit trauma ketika dia pertama kali melakukan itu dengan Denzel dulu.
" Aaaaaahhhh ",, d354h Tevy ketika Denzel memainkan pucuk bikit mochinya itu dengan menggunakan lidahnya.
Permainan ranjang Denzel kali ini sangat lembut penuh dan dengan penuh kehati-hatian karena Denzel ingin membuat Tevy nyaman dan tidak menyesal melakukannya lagi dengannya.
Sudah cukup lama juga Denzel memainkan pucuk bukit mochi milik Tevy dengan nikmat sekali.
Setelahnya dengan perlahan dia berpindah semakin kebawah dan akhirnya sampai juga didepan segitiga bermuda milik Tevy.
Sebelum menarik turun segitiga bermuda milik Tevy, Denzel melihat kearah Tevy terlebih dahulu, dan Tevy pun langsung saja mengangguk kepada Denzel.
__ADS_1
Senyum miring dan menggoda dari Denzel membuat kesan yang menggoda juga bagi Tevy.
Setelahnya Denzel tanpa menunggu waktu lama lagi, dia langsung saja menarik paksa segitiga bermuda milik Tevy itu dan melemparkannya kesembarang tempat.
Dengan perlahan dan sangat menikmati sekali Denzel memainkan bibir dan juga lidahnya disurga dunianya Tevy.
" Aaaaaaahh Denzel ",, d354h nikmat dari Tevy kepada Denzel.
Denzel sendiri pun sangat menikmati sekali surga dunia milik Tevy yang memiliki aroma khas yang membuatnya candu itu.
Dan ketika Denzel sudah memainkan lidahnya didalam surga dunia itu cukup lama, akhirnya Tevy sampai juga pada puncak kenikmatannya.
" Apakah kamu siap Tevy?? ",, kata Denzel kepada Tevy ketika dia sudah mengangkat wajahnya dari surga dunia milik Tevy.
Tevy pun langsung saja mengangguk pasrah kepada Denzel.
Setelahnya Denzel langsung saja melepaksan celana kolor yang dipakainya itu beserta segitiga bermudanya juga.
" Apakah kamu mau melum451nya terlebih dahulu Tevy sebelum ku masukkan kedalam milik kamu?? ",, tanya Denzel lagi kepada Tevy.
Dan tanpa banyak berbicara, Tevy langsung saja bangun dari rebahannya dan langsung juga memasukkan rudal milik Denzel kedalam mulutnya.
Dengan gerakan kaku yang sedikit kesusahan, Tevy tetap terus memainkan rudal milik Denzel sebelum meluncur kedalam tempatnya.
Dan Denzel sendiri dia dibuat memejamkan matanya ketika merasakan kenikmatan akan lidah milik Tevy.
Ketika dirasa sudah cukup, Denzel menarik rudalnya itu dari dalam mulut Tevy, dan langsung juga Denzel membantu Tevy untuk merebahkan badannya lagi keatas ranjang.
Setelahnya Denzel langsung saja memposisikan rudalnya itu tepat kelubang antartika milik Tevy.
" Are you ready Tevy?? ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
Dan Tevy langsung mengangguk kepada Denzel.
Setelahnya dengan perlahan Denzel langsung saja memasukkan rudalnya itu kedalam gelapnya galaksi milik Tevy.
" Sangat sempit sekali Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy ketika sedikit kesusahan ingin melepas landaskan rudalnya itu kedalam palung mariana milik Tevy.
Dan Tevy hanya bisa diam saja menahan rasa ngilu dan sedikit perih dari dalam surga dunianya itu.
" Aaaaaaahhhh ",, d354h Denzel ketika dia sudah bisa memasukkan rudalnya sepenuhnya kedalam sinkhole milik Tevy.
Dari gerakan pelan, sampai akhirnya cepat sekali, Denzel menggerakkan rudalnya itu kedalam sinkhole milik Tevy.
" Aaaahhh, aaaahhhh, aaahhh ",, d354h dari Denzel dan juga Tevy saling bersahut-sahutan didalam kamar itu disuasana pagi hari.
Dan akhirnya setelah berulang kali Denzel melakukan gerakan maju mundur yang tidak membuat pusing, tapi membuat keenakan, akhirnya Denzel sampai juga dipuncak kenikmatannya itu.
Dan menyemburlah sesuatu benda cair nan kental dari pucuk rudal tersebut kedalam lubang sinkhole milik Tevy.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
__ADS_1
...***TBC***...