My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 26


__ADS_3

Denzel yang sudah berdiri dari atas tubuhnya Tevy dia langsung saja menutup dan mengunci pintu kamarnya itu dari dalam.


Sedangkan Tevy dia langsung saja menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya ketika melihat Denzel yang sedang berjalan dengan begitu santainya hanya menggunakan cel4n4 d4l4mnya saja didepannya, dan tangannya Tevy yang salah satunya sedang mengeluarkan darah karena tarikan paksa dari jarum selang infusnya tadi.


Denzel yang sudah mengunci pintu kamarnya, dia langsung saja kembali lagi kearahnya Tevy yang masih berada diatas ranjang sambil menutupi wajahnya menggunakan telapak tangannya.


Ketika Denzel melihat Tevy pandangan Denzel teralihkan dengan tangannya Tevy yang sedang mengeluarkan darah seperti itu.


Dengan segera, Denzel langsung saja menghampiri Tevy, dan langsung menarik tangannya Tevy untuk melihat luka ditangannya Tevy.


" Kamu menarik paksa jarum infus kamu ",, kata Denzel ketika sudah duduk disampingnya Tevy sambil memegangi tangannya Tevy yang terluka.


" Tuan, bisakah anda memakai baju dan celana anda lagi?? ",, kata Tevy sambil memejamkan matanya.


" Memangnya kenapa Tevy?? ",, jawab Denzel sambil teesenyum miring kepada Tevy yang masih memejamkan matanya.


" Saya tidak nyaman melihat anda seperti itu ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Baiklah ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Denzel lalu berdiri dari duduknya, dan langsung memakai celana pendeknya yang tadi dia lepaskan.


" Kamu sudah bisa membuka mata kamu itu Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy yang sudah duduk lagi dipinggiran ranjang sampingnya Tevy.


Tevy yang mendengar perkataannya Denzel, dia lalu dengan perlahan membuka matanya, dan melihat kearah bawahnya Denzel.


" Kenapa cuma memakai celana pendek saja?? ",, tanya Tevy lagi sambil menunjuk celana yang dipakai oleh Denzel.


" Memangnya kenapa Tevy, saya lebih nyaman seperti ini jika berada didalam kamar ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Terserah sajalah, lebih baik daripada tadi yang hanya memakai cel4n4 d4l4m saja ",, kata Tevy akhirnya kepada Denzel.


" Bukannya kamu lebih suka ya jika saya memakai celan4 d4l4m seperti tadi ",, kata Denzel menggoda Tevy lagi.


" Kata siapa?? ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Denzel reflek langsung saja mengusap rambut kepalanya Tevy dengan sangat lembut sekali, sambil tersenyum manis ketika mendengar jawabannya Tevy yang sedang menampilkan wajah lucu menurut Denzel.


Hal seperti itu adalah hal termanis yang pernah dilakukan oleh Denzel kepada seseorang.

__ADS_1


Sedangkan untuk Tevy sendiri, entah kenapa dia merasa nyaman saja berada didekatnya Denzel.


" Sudah ya Tuan, ijinkan saya pulang, saya tidak mau disini terus, saya mempunyai kehidupan saya sendiri dan kegiatan saya sendiri ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Tapi saya tidak mengijinkan kamu untuk pergi dari dalam mansion saya ini Tevy ",, jawab Denzel dengan sangat santai sekali, sambil beranjak pergi dari hadapannya Tevy menuju kebalkon kamarnya.


Tevy yang tidak terima dengan perkataannya Denzel, dia lalu beranjak berdiri juga dari duduknya dipinggir ranjang untuk menghampiri Denzel.


" Tuan tidak bisa begitu dong ",, kata Tevy sambil berjalan menghampiri Denzel yang sudah menaruh kedua tangannya disamping pinggangnya dengan melihat para anak buahnya yang sedang pada berjaga disekitar area mansionnya.


" Apa hak anda melarang saya untuk pergi dari dalam mansion ini Tuan, anda bukan suami saya, dan saya juga bukan saudara anda!! ",, lanjut lagi perkataannya Tevy kepada Denzel ketika sudah berada disampingnya Denzel dengan mendongak menatap wajahnya Denzel yang begitu tinggi sekali didepannya.


Denzel yang sudah melihat Tevy berdiri disampingnya, dia lalu menghadap kearahnya Tevy sambil sedikit menunduk melihat wajahnya Tevy yang sedang mendongak kearahnya.


" Kamu memang bukan saudara saya, kamu juga bukan istri saya, dan jika saya mau, saya bisa menjadikan kamu sebagai istri saya saat ini juga ",, kata Denzel dengan sangat santai sekali kepada Tevy.


Dengan mata meereka masih saling menatap satu sama lainnya dengan posisi yang cukup dekat sekali.


Denzel dan juga Tevy mereka berdua tidak tahu saja jika Cryill ternyata melihat mereka berdua yang sedang berada diatas balkon kamarnya Denzel seperti itu.


Cryill yang tadinya ingin melarikan diri dari Denzel, dia berniat menghindar dari Denzel dengan pergi kesuatu tempat.


Cyrill tidak sengaja melihat Denzel dan Tevy lagi sedang berada diatas balkon kamarnya Denzel, dengan keadaan Denzel masih bertelanjan9 dada seperti yang tadi dia lihat.


Cryill lalu memutuskan tidak jadi masuk kedalam mobilnya lagi dan dia malah ingin melihat Kakaknya yaitu Denzel yang sedang berbincang dengan Tevy seperti itu.


Walau tidak bisa mendengar percakapan mereka, tapi tetap saja matanya Cryill tidak mau beralih dari Denzel dan juga Tevy.


" Dan mengapa saya tidak menginjinkan kamu pergi dari mansion saya ini, karena saya ingin saja, saya masih ingin melihat kamu disini, entah nanti akan saya jadikan pembantu atau ............ ",, kata Denzel sambil menjeda perkataannya dan sambil juga mendekat kearahnya Tevy hingga Tevy akhirnya terpojok dengan pagar pembatas balkon kamarnya Denzel.


Cryill yang melihat adegan itu dia langsung saja tersenyum cerah sekali.


" Nah!! adegannya bagus sekali, tahan Kak, tahan sebentar ",, kata Cryill sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya untuk memfoto Denzel dan juga Tevy.


Tevy langsung saja menahan dad4nya Denzel yang sudah sangat dekat sekali dengan badannya.


" A..... atau apa Tuan ",, kata Tevy dengan sedikit gugup sambil menahan dad4nya Denzel menggunakan kedua tangannya.


Sebelum menjawab perkataannya Tevy, Denzel langsung saja tersenyum miring sambil membelai wajah mulusnya Tevy dengan semakin mendekatkan wajahnya kewajahnya Tevy.

__ADS_1


Cekrek!!


Cekrek!!


Ya kalian tahu, siapa yang mengabadikan momen itu ketika Denzel sudah sangat intim sekali dengan Tevy.


" Atau akan saya jadikan budak n4fsuku ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Tevy sambil menampilkan alisnya yang dia naikan keatas sebelah.


Tevy yang mendengar kelanjutan perkataannya Denzel, dia langsung saja mendorong tubuhnya Denzel dengan cukup kuat sekali, alhasil membuat Denzel langsung saja mundur beberapa langkah dari hadapannya Tevy.


" Lebih baik, saya loncat dari sini daripada harus menjadi budak n4fsu anda Tuan mesum ",, kata Tevy kepada Denzel dengan sangat marah sekali.


Denzel hanya menampilkan wajah remehnya saja kepada Tevy ketika mendengar jawabannya Tevy, sambil menyandarkan badannya kepagar balkon yang ada dibelakangnya.


" Silahkan saja kalau kamu berani Tevy ",, jawab santai dari Denzel kepada Tevy.


Denzel tidak tahu saja, jika Tevy tipe cewek yang tidak takut jika ditantang, semakin ditantang, semakin juga Tevy tertantang.


Tevy langsung saja naik keatas pagar pembatas itu, untuk membuktikan jika dia tidak bercanda akan perkataannya baru saja tadi.


Sedangkan Denzel, dia masih santai menunggu apakah Tevy berani melompat juga atau tidak.


Namun ketika Denzel melihat Tevy benar-benar ingin melompat dari balkon kamarnya, dengan sigap Denzel langsung saja menarik tubuhnya Tevy dan Tevy langsung dia bawa kedalam dekapannya.


Sangat romantis sekali, dan mata mereka saling mengunci satu sama lainnya dengan posisi yang membuat mereka terlihat sangat serasi dari kejauhan.


Dan tidak lupa pastinya ada netijen yang mengabadikan momen tersebut.


Cekrek, cekrek, cekrek.


Entah sudah berapa jepretan foto yang berhasil diabadikan oleh Cryill, iya netijennya adalah Cryill adiknya Denzel sendiri.


Dan Cryill akan membuat kegemparan serta kejutan untuk Tevy dan juga Denzel dari hasil jepretan yang didapatkannya itu.


Setelah mendapatkan jepretan yang cukup banyak, serta cukup memuaskan baginya, Cryill langsung saja melanjutkan kaburnya untuk menghindari amarah sang Kakak yang tadi sudah ketahuan mengintip dan akan kembali nanti malam sekali, disaat sang Kakak sudah tertidur, begitu fikirnya Cryill.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2