
Ketika Mamah Jovanka sedang terkejut seperti itu, tiba-tiba pintu ruangannya Tevy terbuka lagi dari luar, dan pelakunya adalah Cryill dan Mamah Qiara.
Cryill dan Mamah Qiara mereka berdua sangat terkejut sekali, ketika baru saja membuka pintu ruang perawatannya Tevy melihat ada orang yang tidak mereka kenal berada diruang perawatannya Tevy.
" Maaf bukannya ini ruang perawatannya Tevy ya, dan kalian semua ini siapa?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Ayah Marson, Mamah Jovanka, dan juga Christian dengan sopan.
Ayah Marson, Mamah Jovanka, dan Christian mereka bertiga langsung saja berdiri dari duduk mereka diatas shofa yang ada disitu untuk mendekati Mamah Qiara dan juga Cryill.
" Maaf Nyonya sendiri siapa ya??, dan benar ini memang ruang perawatannya Tevy ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Qiara dengan sopan.
" Saya Mamahnya Denzel Tuan, dan ini adiknya Denzel namanya Cryill ",, jawab Mamah Qiara kepada Ayah Marson dengan sopan juga.
" Oh, maaf Nyonya saya tidak tahu, kami cuma rekan bisnisnya Tuan Denzel saja, kebetulan kami sedang ada dirumah sakit ini dan tidak sengaja melihat Tuan Denzel, jadi kami putuskan untuk sekalian menjenguk Tevy istrinya Tuan Denzel ",, jawab Ayah Marson dengan ramah kepada Mamah Qiara.
Mamah Qiara yang ingin menjawab perkataannya Ayah Marson pun tidak jadi sebab tiba-tiba mereka semua mendengar perkataannya Tevy lagi yang cukup sangat keras sekali kepada Dokter.
" Dokter bercanda kan kepada saya, saya tidak mungkin hamil kembar empat kan?? ",, kata Tevy lagi kepada Dokter Khafita dengan suara yang cukup keras sekali.
Dan perkataannya Tevy gantian membuat Mamah Qiara dan juga Cryill yang baru saja mendengar menjadi sangat terkejut sekali, bahkan Cryill dia langsung saja membayangkan sedang dikerubungi empat orang baby sekaligus yang sedang berputar-putar diatas kepalanya.
" Hah hamil kembar empat?? ",, kata Mamah Qiara ketika mendengar perkataannya Tevy tadi.
Dan perkataannya Mamah Qiara langsung saja dianggukin oleh Ayah Marson, Christian dan juga Mamah Jovanka.
" Telinga Mamah tidak salah dengar kan Cryill?? ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Cryill yang sedang terbengong sambil melamun itu.
Dan perkataannya Mamah Qiara reflek langsung dijawab Ayah Marson, Mamah Jovanka dan juga Christian dengan gelengan kepala.
Sungguh lucu jika kita berada didalam satu ruangan dengan mereka semua.
" Cryill kamu kenapa!!, diajak berbicara sama Mamah malah diam bengong seperti itu ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill sambil mengagetkan Cryill dengan cara memukul keras lengannya Cryill.
Pukulan tangannya Mamah Qiara membuat Cryill langsung tersadar dari melamunnya tadi, sebab ketika Cryill mendengar perkataannya Tevy yang sedang hamil kembar empat.
__ADS_1
Diatas kepalanya Cryill seperti ada empat orang baby yang sedang berputar-putar sambil membawa gunting, pisau, krim cukur dan juga sisir.
Sebab Cryill seperti masih trauma dengan mimpinya yang takut beneran rambutnya akan digunduli oleh anak-anaknya Denzel dan juga Tevy.
" No-no-no ",, kata Cryill ketika sadar akan tepukan tangan dari Mamah Qiara tadi.
" Kamu bilang no-no-no kenapa Cryill?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Cryill semakin bingung saja dengan tingkahnya Cryill.
Sedangkan Mamah Jovanka, Ayah Marson dan juga Christian mereka masih diam melihat kearahnya Cryill yang terbengong seperti itu.
" Cryill tidak apa-apa Mah, Cryill hanya takut anak-anaknya Kak Denzel sama Tevy nanti mereka akan menggunduliku, dan mencukur habis ini jenggot kesayanganku ",, jawab Cryill kepada Mamah Qiara sambil memegang rambut kepalanya dan juga jenggotnya dengan wajah yang sangat ketakutan sekali.
" Kuda laut ini sembarangan saja jika berbicara, mana bisa anak-anak dari Kakak kamu seperti itu ",, kata Mamah Qiara dengan nada gemasnya kepada Cryill.
Dan Christian yang melihat ekspresinya Cryill dia langsung saja tertawa lucu, begitupun dengan Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka yang ikut-ikutan tersenyum lucu.
Sedang kita kembali keTevy yang lagi diperiksa oleh Dokter Khafita.
" Iya Nyonya, dari hasil pemeriksaan kemarin diUSG ada empat titik yang terlihat dirahimnya Nyonya Tevy, sebentar ya saya cek dulu, atau jika Nyonya Tevy tidak percaya mari Nyonya bisa cek diruangan saya nanti saya USG lagi ",, jawab Dokter Khafita kepada Tevy dengan sangat ramah sekali.
" Saya mau diUSG lagi Dokter, saya mau lihat sendiri untuk memastikannya ",, jawab Tevy dengan sangat mantap sekali kepada Dokter Khafita.
" Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar ya Nyonya, biar diambilkan kursi roda dulu sama suster saya ",, jawab Dokter Khafita kepada Tevy sambil tersenyum ramah.
Tevy hanya mengangguk tipis sekali kepada Dokter Khafita, dan Dokter Khafita langsung saja menyuruh susternya untuk mengambilkan kursi roda untuk Tevy.
Sedangkan Dokter Khafita yang tidak jadi memeriksa Tevy, dia langsung saja membuka gorden penyekat yang tadi ditutupnya.
Ketika gorden penyekat itu dibuka oleh Dokter Khafita, semua orang yang tadi menunggu Tevy selesai diperiksa, mereka semua langsung saja berjalan mendekati brankarnya Tevy.
" Tevy, Nak, bagaimana keadaan kamu ",, tanya Mamah Qiara kepada Tevy sambil tersenyum manis ketika sudah berada disamping ranjang pasiennya Tevy.
" Maafkan perkataan Papah Carlson yang tadi ya Nak, Mamah kesini ingin menjenguk kamu, sekalin ingin menunggui calon cucu Mamah ini ",, lanjut lagi perkataannya Mamah Qiara kepada Tevy dengan nada yang sangat lembut sekali.
__ADS_1
" Mamah?? ",, kata Tevy dengan ekspresi bingung kepada Mamah Qiara.
" Iya Nak, kamu kan sekarang menantu Mamah, dan sedang mengandung cucu Mamah, ya harus memanggil Mamah dengan panggilan Mamah dong ",, jawab Mamah Qiara kepada Tevy sambil tersenyum ramah sekali.
Tevy langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel.
Begitupun dengan Denzel, dia juga langsung saja saling pandang dengan Tevy ketika mendengar perkataannya Mamah Qiara tadi.
Sungguh Mamah Jovanka yang ada disitu dan mendengar juga perkataannya Mamah Qiara, dia ingin sekali mengatakan kepada Tevy, jika dia juga ingin sekali dipanggil Mamah olehnya.
Denzel yang saling pandang dengan Tevy, dia hanya mengangguk kecil saja kepada Tevy.
Sebelum Tevy menjawab perkataannya Mamah Qiara, kursi roda yang diambilkan oleh suster tadi ternyata sudah datang.
" Mari Tuan Denzel, tolong bantu Nyonya Tevy untuk duduk dikursi roda ini ",, kata Dokter Khafita kepada Denzel yang daritadi ikut berdiri juga diantara semua orang yang ada disitu.
Tanpa menunggu waktu lama, Denzel langsung saja menggendong Tevy untuk dia pindahkan kekursi roda itu.
" Maaf Tevy mau dibawa kemana ya Dokter?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Dokter Khafita.
" Oh Nyonya Tevy akan kami bawa keruangan saya untuk cek USG kehamilannya Nyonya ",, jawab Dokter Khafita kepada Mamah Jovanka dengan ramah.
" Bolehkah kami ikut lagi Tuan Denzel, melihat keadaannya Tevy?? ",, ijin Mamah Jovanka kepada Denzel.
" Iya Nyonya silahkan ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka ketika dia sudah menaruh Tevy diatas kursi roda.
Sedangkan Mamah Qiara dia merasa sedikit aneh dengan sikapnya Mamah Jovanka yang cuma rekan bisnis tapi ingin selalu tahu keadaannya Tevy.
Dan Mamah Qiara langsung saja memasang sikap waspada, karena takutnya jika Ayah Marson, Mamah Jovanka dan Christian mereka bertiga adalah musuh didalam selimutnya Denzel.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1