
Denzel yang tadi mengikuti Tevy dari dalam mobilnya, melihat Tevy membelokkan kakinya kesebuah club malam.
Dia menjadi sangat khawatir sekali, dan entah kenapa Denzel tidak rela jika Tevy sampai dimanfaatkan oleh pria-pria hidung belang yang ada didalam club.
" Untuk apa siTevy pergi keclub itu, itu kan tidak baik untuknya ",, gerutu Denzel sambil mengendarai mobilnya menuju keclub tersebut.
Melihat Tevy sudah masuk kedalam club, Denzel langsung saja segera keluar dari dalam mobilnya untuk mencari Tevy.
" Kemana perginya siTevy, kenapa dia cepat sekali menghilangnya!!!, si4l ",, kata Denzel sambil terus mengalihkan pandangannya kesemua penjuru club.
Ketika sudah cukup lama mencari Tevy dan tidak ketemu, bahkan Denzel malah didekatin oleh para jalan9, akhirnya Denzel memutuskan untuk bertanya kepada petugas keamanan club yang ada dipintu depan.
" Apa anda tadi melihat gadis kecil, berkunci kuda, menggunakan kaca mata dan berpakaian sangat rapi masuk kedalam sini?? ",, tanya Denzel kepada salah satu petugas keamaan yang berjaga dipintu depan.
" Iya tadi ada Tuan, dan dia juga sudah masuk kedalam ",, jawab petugas keamanan itu kepada Denzel dengan ramah.
" Bisa bantu saya untuk mencarinya, karena dia adalah adik saya ",, kata Denzel lagi kepada petugas keamanan club itu dan mengaku jika Tevy adalah adiknya.
" Baik Tuan ",, jawab petugas keamanan itu kepada Denzel.
Dan akhirnya petugas keamanan itu dia lalu membantu Denzel untuk mencari Tevy.
Ketika sudah beberapa saat mencari, akhirnya petugas keamanan tadi sudah mengetahui sebuah informasi dari teman yang sama-sama bekerja menjadi petugas keamanan yang berjaga dipintu belakang, jika Tevy sudah keluar lewat pintu belakang.
Petugas keamanan tersebut langsung saja memberitahukan informasi itu kepada Denzel.
Dan Denzel yang mengetahui informasi itu, dia menjadi sangat marah sekali.
" Si4l, dia lolos lagi lagi dariku, huh!!, kenapa susah sekali sih menangkap gadis kecilku itu!! ",, kata Denzel dengan nada yang sedikit kesal untuk dirinya sendiri.
" Sejak kapan gadis itu menjadi gadis kecilku?? ",, kata Denzel lagi dan baru sadar jika dia mengklaim Tevy sebagai gadis kecilnya.
" Aaaah terserah!! ",, kata Denzel untuk kesekian kalinya, dan dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam club menuju kemobilnya.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Denzel ketika dia sudah sampai didepan mobilnya, Denzel melihat ada kertas note kecil yang sudah ada tulisannya berbahasa Bulgaria ditempelkan dikaca mobilnya.
Denzel lalu mengambil kertas note tersebut dan membacanya.
Denzel yang tidak mengerti arti kata tulisan didalam kertas note tersebut, dia lalu mentraslatekannya menggunakan ponselnya.
Ketika Denzel sudah mengetahui artinya, Denzel bukannya marah, dia malah langsung saja tersenyum lucu mengetahui kenakalan dari gadis kecilnya itu.
" Lucu, ditambah emoticon cium juga, selain cerdik dan lucu, kamu juga sedikit nakal, dan itu membuatku semakin tertantang untuk mendapatkanmu ",, kata Denzel sambil mengamati kertas note yang sedang dipegangnya.
Setelah berkata seperti itu, Denzel lalu melipat kertas note itu dengan baik-baik untuk dia simpan.
Dan setelahnya Denzel lalu menghubungi anak buahnya untuk menjemputnya dan juga untuk membawa mobilnya kebengkel.
Ketika Denzel sudah sampai dimansionnya dan dia juga sudah selesai bersih-bersih badannya.
Denzel yang saat ini sedang tiduran diatas ranjangnya sambil menyilangkan tangan kirinya dibelakang kepalanya.
Dia tersenyum senang sambil membaca dan mengamati terus kertas note yang dia pegang menggunakan tangan kanannya itu.
" Bahkan tulisan kamu pun juga sangat rapi sekali ",, kata Denzel lagi dengan masih berbicara sendiri.
" Baru kali ini aku sangat tertarik sekali dengan seorang wanita, yang aslinya kamu lebih pantas menjadi adikku ",, kata Denzel setelah meletakkan kertas notenya Tevy tadi diatas meja samping ranjang, sambil menatap kelangit-langit kamarnya.
" Tapi aku tidak perduli, kamu tetap harus menjadi milik aku ",, lanjut lagi perkataannya Denzel dengan sangat menggebu sekali.
Setelah berkata seperti itu, Denzel lalu mencoba memejamkan matanya untuk tidur, dan berharap besok dia bisa menemukan Tevy dan tahu semua informasi tentang Tevy.
Sedangkan kita berpindah keTevy, setelah tadi Tevy sudah sampai didalam apartemennya, dia lalu bersih-bersih badannya didalam kamar mandi.
Sambil mengaca dicermin yang ada didekat wastafel, Tevy dibuat bingung sendiri kenapa Denzel terus mengikutinya.
" Apa benar ya yang dikatakan oleh Milka, jika Tuan mucikari itu dia tidak akan tinggal diam saja sebelum menangkapku ",, kata Tevy berbicara sendiri didepan cermin wastafelnya.
__ADS_1
Dan Tevy masih saja mengira jika Denzel adalah seorang mucikari untuk menjadikannya seorang jalan9.
" Biar sajalah, walau aku takut tapi aku akan berusaha sekuat tenaga supaya aku tidak tertangkap olehnya ",, kata Tevy lagi kepada dirinya sendiri.
" Sebagai perlindungan diri, aku besok harus membawa keperluan yang harus aku bawa terus didalam tasku, jika Tuan mucikari itu mencoba menangkapku lagi seperti tadi ",, kata Tevy lagi kepada dirinya sendiri dengan sangat bersemangat sekali.
Setelah berkata seperti itu, Tevy langsung saja menuju kemeja kerjanya untuk menuliskan apa saja yang akan dibawa didalam tasnya selain buku-buku perdosenannya.
Dari paku, kelereng, stun gun, ketapel, batu, garam, pasir dan petasan yah seperti itulah yang akan dibawa oleh Tevy untuk melawan Denzel dan para anak buahnya.
Sungguh lucu, tapi memang hanya itu yang ada didalam otaknya Tevy, dan Tevy akan menyiapkannya esok hari sebelum dia berangkat mengajar.
Tevy setelah selesai menulis diatas kertas supaya dia tidak lupa, dia lalu merebahkan badannya diatas ranjangnya supaya esok badannya bisa fit untuk mengajar para mahasiswanya.
Dan Tevy juga berdoa semoga dia tidak bertemu lagi dengan Denzel serta para anak buahnya.
Doa Tevy tidak dikabulkan oleh Tuhan, sebab pemilik yayasan kampus tempatnya mengajar adalah miliknya Denzel Chevalier Maverick, orang yang sedang mengejarnya beberapa jam terakhir ini.
Terlihat dengan sangat jelas dari nama kampus tempatnya Tevy mengajar, yaitu University DC Maverick.
Tapi Tevy bisa sedikit tenang, sebab Denzel tidak setiap hari, setiap bulan, atau setiap tahun berkunjung kekampus miliknya itu.
Denzel lebih suka berada diPerusahaannya dan juga mengurusi pekerjaannya menjadi mafia, dari pada mengurusi kampus yang sangat membosankan sekali baginya.
Denzel akan mengunjungi kampusnya jika dia ingin saja, semua urusan kampus Denzel serahkan kepada orang kepercayaannya dan juga Rektor yang ada didalam kampusnya.
Tapi jika Denzel mengetahui jika Tevy bekerja menjadi Dosen dikampus miliknya, pastinya Denzel akan setiap waktu dan setiap jam mengunjungi kampusnya itu.
Serta pastinya juga akan membuat seisi kampus menjadi gempar akan kedatangannya Denzel.
Terutama untuk para mahasiswi yang pastinya sangat terpesona sekali nanti ketika melihat sang pemilik yayasan tempatnya kuliah ternyata masih sangat muda sekali dan juga tampan.
Karena difikiran mereka semua, terutama para mahasiswi dan mahasiswa serta Dosen seperti Tevy, jika pemilik yayasan biasanya orangnya pasti sudah tua.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...