
Sungguh Tevy tidak pernah membayangkan atau bermimpi mempunyai sebuah kartu yang berisi uang sebegitu banyaknya.
Bahkan uang yang dipegang oleh Tevy saja paling banyak sekitar tiga puluh juta saja jika dirupiahkan.
Dan itupun Tevy harus menabung terlebih dahulu selama berbulan-bulan lamanya untuk mengumpulkan uang sekitar segitu.
Tapi ini, Tevy tanpa mengumpulkan uang untuk berbulan-bulan, dia sudah bisa langsung mempunyai uang yang jumlahnya bahkan bermiliar-miliaran rupiah jika dirupiahkan dalam mata uang Indonesia.
" Mah......... Mamah bercanda kan kepada Tevy?? ",, tanya Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Untuk apa Mamah bercanda sayang, ambillah, jika kurang nanti bilang saja ya sama Mamah atau Ayah ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy sambil tersenyum manis.
" Tapi ini terlalu banyak Mah untuk Tevy?? ",, kata Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Tidak apa-apa Nak ........... ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Itu memang hak kamu Nak, dan uang segitu tidak ada artinya untuk Mamah dan Ayah dengan bisa berkumpulnya lagi kamu disisi kami ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Tapi Mah.............?? ",, kata Tevy lagi langsung terpotong oleh perkataan dari Mamah Jovanka.
" Sudah simpan saja untuk memenuhi kebutuhan kamu, dan sekarang kamu istirahat saja dulu ya Nak, jangan sampai kecapean, Mamah mau menelfon Ayah dulu ",, sela kata dari Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Iya baiklah Mah ",, jawab Tevy akhirnya kepada Mamah Jovanka.
Dan Mamah Jovanka lalu langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar milik Tevy untuk menuju kedalam kamar pribadinya sendiri.
Sepeninggalan dari Mamah Jovanka, Tevy dia seperti orang linglung ketika pertama kali memegang uang sebegitu banyaknya dari Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson.
Sedangkan Mamah Jovanka yang sudah berada didalam kamarnya, dia langsung saja menghubungi Ayah Marson yang masih berada dikantor.
Ayah Marson yang saat ini sedang berbincang dengan Charles dan juga Christian untuk membahas pekerjaan penting, tiba-tiba saja pembahasan mereka terputus ketika mereka bertiga mendengar suara dering ponsel dari Ayah Marson.
Ayah Marson yang melihat nama sang istri tertera dipanggilan masuk ponselnya, tanpa menunggu lama lagi, Ayah Marson langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Mamah Jovanka.
" Halo Mah, ada apa menelfon Ayah?? ",, kata Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.
__ADS_1
" Halo Ayah??, apakah Ayah masih lama pulangnya dari kantor?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.
" Iya kurang tahu Mah, memangnya ada apa Mah??, apa ada sesuatu yang sedang terjadi dimansion?? ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.
Sedangkan Charles dan Christian mereka berdua hanya diam saja sambil mendengarkan Ayah Marson yang sedang menerima telefon dari Mamah Jovanka.
" Tidak ada Ayah, hanya saja saat ini Tevy sedang berkunjung kemansion, dan dia saat ini juga sedang Mamah suruh beristirahat didalam kamar yang sudah kita siapkan untuknya ",, kata Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.
Ayah Marson yang mendengar perkataan dari Mamah Jovanka dia langsung saja menunjukkan ekspresi senangnya, walau Mamah Jovanka tidak bisa melihatnya.
" Tevy berkunjung kemansion Mah??, sama siapa Tevy datangnya?? ",, kata Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.
Dan Charles serta Christian pun, mereka berdua juga mendengar perkataan dari Ayah Marson jika Tevy sedang berkunjung kemansion.
" Sama Nak Denzel Ayah, tapi saat ini katanya Nak Denzel sedang ada meeting dengan clientnya tadi diluar ",, jawab Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.
" Ayah mau pulang sekarang saja Mah, Ayah ingin melihat Tevy, untuk urusan pekerjaan bisa diatur nanti, dan Mamah suruh para pelayan untuk menyiapkan makan besar sebab kita akan makan bersama malam ini sekalian mengumumkan kepada semua penghuni mansion, siapa itu Tevy sebenarnya ",, kata Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.
" Baik Ayah, kalau begitu Mamah tutup dulu telefonnya ya, dan Ayah hati-hati pulangnya ",, jawab Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.
" Iya Mah ",, jawab dari Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.
Charles dan Christian yang melihat Ayah Marson sudah selesai menelfon, mereka berdua langsung saja bertanya kepada Ayah Marson.
" Tevy dimansion Ayah?? ",, tanya Charles kepada Ayah Marson.
" Iya dan malam ini kita akan malam bersama, ajak Natalie dan Nia juga untuk datang kemansion malam ini ya Charles ",, jawab dari Ayah Marson kepada Charles.
" Christian mau ikut pulang juga ya Ayah, mau bertemu dengan adik Tian yang cantik itu ",, kata Christian kepada Ayah Marson.
" Iya ayo kita pulang saja Tian, Ayah juga ingin segera melihat Tevy ",, jawab Ayah Marson kepada Christian.
Dan setelah itu mereka bertiga langsung saja memutuskan untuk pulang kemansion sedangkan Charles pulang kerumah mewah dia untuk menjemput Natalie dan juga Nia.
Sedangkan geser sejenak keDenzel.
__ADS_1
Denzel yang tadi sudah sampai direstoran tempat dia meeting dengan clientnya, dia langsung saja berjalan menuju kemeja yang sudah dipesan oleh clientnya itu bersama Halil sekretarisnya.
Dan clientnya Denzel adalah Tuan Bashan, Ayah dari wanita yang menyukai Denzel, yaitu Keyna Lighty.
Keyna yang sudah melihat kedatangan dari Denzel, dia langsung saja memasang wajah sok cantiknya untuk menarik dan memikat hati Denzel.
Namun sayang dari dulu Denzel tidaklah mudah untuk tertarik dengan seorang wanita.
" Selamat siang Tuan Denzel, silahkan duduk ",, kata Tuan Bashan menyambut kedatangan dari Denzel.
Denzel hanya mengangguk saja kepada Tuan Bashan dan dia langsung saja duduk diikuti oleh yang lainnya juga.
" Bukannya ini meeting untuk proyek kita Tuan Bashan, kenapa ada Nona Keyna disini?? ",, kata Denzel dengan nada yang super dingin kepada Tuan Bashan.
Sebab Denzel kurang menyukai adanya Keyna disitu, yang masih gencar mengejar-ngejarnya hingga saat ini.
" Dia kan anak saya Tuan, kebetulan dia tadi sedang makan direstoran ini jadi saya ajak saja dia bergabung dengan kita ",, jawab santai dari Tuan Bashan kepada Denzel.
Padahal kenyataan aslinya adalah Tuan Bashanlah yang sengaja mengajak Keyna, berharap Keyna bisa memikat hati Denzel, dan Denzel pun bisa terpikat dengan Keyna.
Karena Tuan Bashan sungguh sangat bangga sekali jika bisa mempunyai seorang menantu seperti Denzel yang kaya, berwibawa dan juga disegani banyak orang.
" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Bashan, lebih baik kita bahas lain kali waktu saja, karena saya tidak suka ada orang lain yang tidak berkepentingan ada didalam urusan saya!! ",, kata Denzel kepada Tuan Bashan dengan nada yang super dingin sekali.
" Jangan begitu dong Tuan Denzel, anak saya Keyna dia tidak akan mengganggu kita yang sedang meeting ko Tuan ",, cegah dari Tuan Bashan kepada Denzel.
" Tapi saya yang terganggu Tuan, dan lagi pula saya sampai kapanpun tidak akan tertarik dengan anak anda, sebab saya lebih memilih istri saya yang jauh lebih cantik dari Nona Keyna, terlebih lagi istri saya sedang hamil ",, kata Denzel dengan nada yang super dingin kepada Tuan Bashan.
Tuan Bashan dan juga Keyna yang mendengar perkataan dari Denzel yang mengatakan jika Denzel sudah mempunyai istri dan sedang hamil pula, mereka berdua cukup sangat terkejut sekali.
Dan berita viral yang mereka dengar kemarin tentang Denzel yang sudah menikah ternyata benar adanya.
Denzel setelah berkata seperti itu tanpa permisi lagi kepada Tuan Bashan, Denzel langsung saja berdiri meninggalkan Tuan Bashan dan juga Keyna, untuk berlalu pulang kembali.
Sedangkan Tuan Bashan dan juga Keyna yang ditinggal begitu saja oleh Denzel, mereka sedikit marah dan serta kecewa, sebab rencana mereka tidak berjalan dengan mulus.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...