
Sebelum membawa Causa tadi, Cryill sudah berteriak memanggil para asisstan rumah tangganya untuk menyuruh mereka menghubungi sang Kakak tercintanya yaitu Denzel.
Dan Denzel sendiri yang sedang bermain bersama sikembar dan juga Tevy didalam kamar, tiba-tiba saja telinga dia mendengar ponselnya berdering dengan cukup kencang sekali.
Ketika Denzel yang melihat nomor telefon rumah Cryill sedang menelfonnya, dia langsung saja mengangkat sambungan telefon tersebut.
" Halo Cryill, tumben menelfon Kakak menggunakan telefon rumah kamu ",, kata Denzel ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya.
" Halo Tuan, ini saya Bibi, Tuan Cryill sedang membawa Nyonya Causa kerumah sakit Tuan, karena tadi Nyonya Causa sedikit mengalami pendarahan ",, kata sang asisstan rumah tangga itu kepada Denzel.
Denzel yang mendengar kabar tersebut, dia langsung saja berteriak dengan sangat kencang sekali, sehingga membuat baby Hyuna yang sedang dipangku oleh Denzel langsung menangis karena terkejut.
Dan Tevy yang melihatnya, dia langsung saja mengambil alih baby Hyuna terlebih dahulu dari pangkuannya Denzel.
" Dirumah sakit mana Bi, cepat katakan!! ",, kata Denzel kepada asisstan rumah tangga itu.
Tevy sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengarkan percakapan dari Denzel yang mengatakan tentang rumah sakit segala.
" Saya tidak tahu Tuan, yang jelas rumah sakit yang dekat dengan rumahnya Tuan Cryill ",, jawab asisstan rumah tangga itu lagi kepada Denzel.
" Iya baik-baik Bi ",, jawab Denzel kepada asisstan rumah tangga itu.
Dan setelahnya Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya untuk segera bersiap-siap menemui Cryill.
Tevy yang melihat Denzel sudah selesai menelfon, dia pun langsung saja segera bertanya kepada Denzel, siapa, ada apa, dan juga kenapa hingga membuatnya berteriak sebegitu kerasnya tadi.
" Asisstan rumah tangganya Cryill Mami, katanya Causa sedang mengalami pendarahan, dan Cryill saat ini sedang membawa Causa kerumah sakit ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Gantian Tevy yang langsung saja terkejut dan juga menjadi sangat khawatir sekali mendengar kabar dari Denzel.
" Sudah Papi segera temui dan temani Cryill, bantu dia Pi ",, kata Tevy dengan segera kepada Denzel.
" Iya Mami ",, jawab Denzel sambil berlalu menuju kedalam ruang walk in closet untuk berganti baju.
Sedang kembali dirumah Cryill lagi, Cryill selain menyuruh para pekerjanya untuk menghubungi Denzel, dia juga menyuruh mereka untuk memberitahukan kepada Ayah Mark yang sedang beristirahat didalam kamar.
Ayah Mark sungguh sangat terkejut sekali, dan beruntungnya Ayah Mark ketika keluar rumah dia melihat Cryill baru saja mengeluarkan mobil dari dalam garasi.
Tentu saja Ayah Mark tanpa fikir panjang, dia langsung saja ikut masuk kedalam mobil milik Cryill untuk menemani putri tercintanya.
Sedang Khafita setelah pergi dari dalam rumah Cryill, dia memilih kembali kerumah Ayahnya dalam keadaan yang terlihat sangat kacau sekali.
__ADS_1
Sungguh Ayah Cedro dan Mamah Carla yang melihat keadaan dari Khafita mereka seperti tidak mengenali putri mereka sendiri.
Kembali keCryill lagi.
Cryill hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menitan saja untuk sampai dirumah sakit yang dekat dengan rumahnya.
Mobil yang dikendarai oleh Cryill, dia langsung parkirkan tepat didepan ruang UGD yang ada dirumah sakit tersebut.
Setelah keluar dari dalam mobil, Cryill langsung saja berteriak memanggil para Dokter yang sedang berjaga.
Para Dokter, suster, asisstan Dokter mereka semua yang mendengar teriakan dari Cryill tadi, mereka langsung saja pada segera membantu Cryill untuk membawa Causa keruang perawatan intensif.
Cryill dan Ayah Mark mereka berdua terus mengikuti kemana arah brankar pasiennya Causa yang sedang didorong oleh para Dokter.
Ketika Causa baru saja dimasukkan kedalam ruang perawatan intensif, Cryill yang ingin ikut masuk langsung saja dicegah oleh suster.
Dan secara bersamaan ponsel milik Cryill pun tiba-tiba berdering dengan sangat kencang sekali.
Melihat nama sang kakak, Cryill tanpa menunggu waktu lama dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Cryill kamu dimana??, dirumah sakit mana?? ",, tanya Denzel kepada Cryill sambil mengendarai mobilnya.
" Ok aku tahu rumah sakitnya, lima belas menit lagi Kakak sampai ",, jawab Denzel kepada Cryill.
" Iya Kak ",, kata Cryill kepada Denzel.
Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Cryill yang selengekan, suka bercanda, lucu dan sering menghibur orang, saat ini semua itu tidak terlihat sama sekali diwajahnya.
Karena saat ini Cryill sedang merasa khawatir sekali dengan keadaan dari sang istri dan juga calon buah hatinya.
Berjalan kesana kemari tidak tentu arah hanya itu yang bisa Cryill lakukan untuk mengurangi rasa tidak tenang didalam hatinya.
Sedang Ayah Mark yang bingung dengan keadaan tiba-tiba ini, dia pun seperti sungkan ingin bertanya kepada Cryill kenapa Causa tiba-tiba mengalami pendarahan seperti itu.
Lima belas menit seperti kata Denzel, akhirnya dia sampai juga dirumah sakit yang sama dengan Cryill.
Denzel mengendarai mobil sportnya dengan cukup kencang, jadi jangan ditanyakan kenapa dia bisa cepat sampai dirumah sakit tersebut.
Walau sudah menunggu sekitar lima belas menitan, namun Causa belum ada kabar dari Dokter.
__ADS_1
Denzel yang tadi sudah keluar dari dalam mobilnya, dia langsung saja segera masuk kedalam ruang UGD untuk mencari dimana ruangan dari Causa yang sedang mendapatkan penanganan dari Dokter.
Dari jauh Denzel sudah melihat sang adik yaitu Cryill sedang berjalan tidak tentu arah dengan wajah yang terlihat sangat khawatir sekali.
" Cryil....... ",, panggil Denzel kepada Cryill ketika langkah kakinya sudah cukup dekat dengan Cryill.
" Kakak.......... ",, kata Cryill terlihat senang melihat ada sang kakak yang sudah sampai dirumah sakit.
" Bagaimana ini bisa terjadi, kenapa Causa tiba-tiba mengalami pendarahan seperti ini Cryill?? '',, tanya langsung dari Denzel kepada Cryill.
" Ini semua karena Khafita Kak!!, dia yang sudah membuat Causa mengalami pendarahan seperti ini!! ",, jawab Cryill dengan wajah yang menahan amarah untuk Khafita.
" Jika terjadi apa-apa kepada istri dan calon anak Cryill, Cryill pastikan dia akan membusuk dipenjara!! ",, kata Cryill lagi kepada Denzel.
Ayah Mark yang mendengar jawaban dari Cryill, dia sedikit bingung, karena pasalnya Ayah Mark tidak mengenal siapa itu Khafita.
Sedang Denzel sendiri dia semakin bingung saja apa sangkut pautnya dengan Khafita.
" Apakah Khafita berani mendorong Causa Cryill, hingga membuat Causa mengalami pendarahan seperti ini?? ",, tanya Denzel lagi dengan ekspresi yang kebingungan.
" Bukan Kak ",, jawab Cryill kepada Denzel.
Cryill lalu menceritakan semuanya kepada Denzel dan masih didengar oleh Ayah Mark tentang Khafita yang tadi baru saja berkunjung kerumahnya untuk meminta Causa mau berbagi suami dengannya.
Denzel semakin terkejut saja ketika mendengar cerita dari Cryill tadi tentang Khafita yang sampai berani melakukan hal itu kepada adik iparnya.
Ayah Mark yang mendengar cerita dari Cryill jiwa tentara yang ada didalam diri Ayah Mark langsung keluar dari dalam dirinya.
Ayah Mark serasa ingin menembak mati Khafita saja ketika tahu yang menyebabkan putri tercintanya terbaring dibrankar rumah sakit adalah Khafita.
" Anda tenang Tuan Mark, biar saya saja yang mengurus semua masalah ini, dan kamu Cryill jaga Causa baik-baik, besok akan Kakak urus semuanya ",, kata Denzel kepada Ayah Mark dan juga Cryill.
" Baiklah Tuan Denzel, saya percaya kepada anda" ,, jawab Ayah Mark kepada Denze.
" Iya Baik Kak ",, jawab Cryill juga kepada Denzel
Dan ketika mereka bertiga sedang berbincang seperti itu, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan pintu ruang perawatan dari Causa terbuka dari dalam.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1