My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 224


__ADS_3

Sekarang terbang lagi keSwedia.


Uang yang begitu banyak membuat kita sangat mudah sekali berpindah tempat keberbagai Negara dalam waktu sekejap saja馃槄.


Dan sekarang kita akan membahas Tevy beserta Denzel.


Jika Christian dan Milka sedang menikmati masa bulan madu mereka, berbeda dengan Tevy.


Tevy saat ini dia sedang mengajar dikampus milik Denzel, dan sama seperti biasanya, Denzel akan selalu ikut, dan dia akan duduk dikursi yang sudah disediakan.


Sebab kursi Dosen akan diduduki oleh Tevy, jika dia kecapekan berdiri didepan kelas.


Tatapan mata elang dari Denzel pun seperti laser yang akan menembus tubuh mangsanya kepada para mahasiswa yang memandangi Tevy dengan begitu lekatnya.


Para mahasiswa atau mahasiswi yang diajar oleh Tevy mereka semua sudah terbiasa dengan kehadiran dari Denzel disetiap jam mengajarnya Tevy.


Namun tetap saja mereka semua masih merasa tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi, mereka semua memaklumi jika Denzel begitu sangat mencintai Princess Moana mereka.


" Xin l峄梚 c么ng ch煤a Moana " ( Permisi Princess Moana ) ",, kata salah satu mahasiswi kepada Tevy sambil menggunakan Bahasa Vietnam.


" C贸 Alexa, c贸 chuy峄噉 g矛 v岷瓂 ?? " ( Iya Alexa, ada apa?? ) ",, jawab dari Tevy kepada mahasiswinya yang bernama Alexa yang bertanya tadi.


Alexa pun langsung saja menanyakan pembahasan yang sedang dibahas oleh Tevy didepan kelas yang sedikit tidak dia fahami.


Dan Tevy pun langsung saja menjelaskan bab tersebut kepada Alexa serta para mahasiswa yang lain dengan santai dan lugas.


Supaya para mahasiswanya semakin faham dengan apa yang diajarkan olehnya didepan kelas.


" B岷 c贸 hi峄僽 Alexa kh么ng ?? " ( Apakah sudah faham Alexa?? ) ",, tanya dari Tevy kepada Alexa.


" Iya Princess saya sudah faham, " c岷 啤n " ( Terimakasih ) ",, jawab Alexa kepada Tevy.


" Bagaimana dengan yang lain??, apakah masih ada yang ingin ditanyakan lagi kepada saya?? ",, tanya Tevy kepada para murid-muridnya.


" No Princess ",, jawab para mahasiswa atau mahasiswi itu dengan kompak kepada Tevy.


Denzel yang daritadi hanya diam saja sambil memainkan laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya.


Dia sedikit tersenyum tipis ketika semua para mahasiswa atau mahasiswi mengerti setiap pembahasan yang diajarkan oleh Tevy.

__ADS_1


Singkat cerita, detik berganti dengan menit, menit berganti dengan jam, dan jam pun berganti dengan hari.


Setelah beberapa bulan Tevy mengajar, hari ini Tevy waktunya mengundurkan diri sebagai Dosen, sebab dia sebentar lagi akan melahirkan.


Sambutan perpisahan yang sengaja diberikan sang Rektor kepada Tevy pun membuat dada dari Denzel terbakar api cemburu.


Karena pasalnya banyak sekali para mahasiswa atau mahasiswi memberikan bunga sebagai tanda perpisahan serta tanda terimakasih karena sang Princess Kerajaan sudah mau mengajar mereka walau sesaat.


Tidak cuma bunga saja yang mereka berikan, banyak sekali hadiah yang diterima oleh Tevy, dari boneka, gelang, coklat, pernak pernik yang lucu, masih banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.


" Terimakasih, kalian semua begitu baik sekali kepada saya ",, kata Tevy kepada semua orang sambil berdiri diatas podium yang sudah disediakan.


" Kami yang begitu sangat berterimakasih Princess, karena Princess sudah mau membagi ilmu yang anda miliki kepada kami semua ",, sahut dari salah satu mahasiswa yang ada diantara barisan.


Tevy pun langsung saja tersenyum manis kepada semua mahasiswa atau mahasiswi yang ada didepannya itu.


Denzel yang berdiri dibelakang Tevy, dia hanya diam saja sambil menatap semua mahasiswa atau mahasiswi yang pada berbaris didepannya dengan tatapan yang menusuk seperti biasanya.


" Sungguh kalian semua tidak akan pernah saya lupakan, karena kalianlah saya bisa menjadi seperti sekarang ",, kata Tevy lagi kepada semua orang sambil tersenyum manis diwajahnya yang cantik.


" Princess you are very beautiful, I love you.......... " ( Putri kamu sangat cantik sekali, aku cinta padamu .......... ) ",, teriak dari salah satu mahasiswa dari dalam barisan tersebut kepada Tevy.


Denzel yang mendengar perkataan dari mahasiswa tadi kepada Tevy, dia langung saja melototkan matanya seakan ingin lepas saja dari tempatnya.


Karena mereka semua merasa lucu saja kepada mahasiswa itu yang sudah berani berkata seperti itu sedangkan ada Denzel diantara mereka.


Tevy pun yang mendengar perkataan itu dari mahasiswanya dia juga langsung saja tersenyum lucu sambil mengalihkan pandangannya kearah Denzel yang berdiri dibelakangnya.


" Jangan marah ya Papi, dia cuma bercanda saja ko, karena yang cinta dengan Mami tidak cuma Papi saja, hampir seluruh warga Swedia mencintai Mami ko, namun cinta Mami yang cuma satu saja ini, hanya untuk Papi seorang ",, kata Tevy diatas podium itu sambil bercanda kepada Denzel.


Semua orang yang mendengar perkataan dari Tevy tadi mereka semua langsung saja pada tertawa lucu, termasuk para bodyguard dan pengawal yang juga ada disitu.


Sedang Denzel sendiri dia hanya melirik sekilas kearah Tevy tanpa ekspresi sama sekali.


" Baiklah, sekiranya cukup sekian sepatah dua patah kata yang tadi sudah saya katakan diatas sini, sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimakasih untuk hadiah-hadiah yang sudah kalian semua berikan kepada saya, kalau begitu saya ijin permisi dulu, permisi ",, kata Tevy lagi kepada semua orang dengan senyum yang masih merekah untuk mereka semua.


" Tunggu Princess ",, cegah dari salah satu mahasiswi kepada Tevy.


" Iya........ ",, jawab ramah dari Tevy kepada mahasiswinya itu.

__ADS_1


" Bolehkan kami berfoto-foto sebentar dengan anda, sebagai kenang-kenangan kami semua?? ",, usul dari mahasiswi itu kepada Tevy.


Denzel pun semakin cemberut saja ekspresinya ketika mereka semua meminta foto juga kepada Tevy.


Namun Tevy yang melihat wajah cemberut dari Denzel, dia tidak mempedulikannya sama sekali dan Tevy pun langsung saja mengiyakan permintaan foto dari mahasiswinya itu.


Akhirnya Tevy pun berfoto-foto ria bersama para mahasiswi atau mahasiswa yang ingin berfoto dengannya.


Begitupun dengan Kajur, Rektor, Dosen, dan para staf kampus yang lainnya pun mereka semua memanfaatkan momen foto-foto itu untuk berfoto dengan Princess Kerajaan mereka yang mungkin tidak akan bisa terulang untuk kedua kalinya.


Setelah beberapa lama menunggu Denzel pun akhirnya jenuh juga melihat Tevy berfoto-foto seperti itu terus dengan semua orang.


Dengan tegas dan cueknya Denzel langsung menyela foto mereka semua dan mengajak Tevy untuk segera pulang bersamanya.


" Bye ",, kata Tevy kepada semua orang sambil melambaikan tangannya.


Sedang Denzel dia cuek-cuek saja sambil terus merangkul pinggang berisi milik Tevy.


Denzel langsung saja membantu Tevy untuk masuk kedalam mobil yang sudah dipersiapkan daritadi.


Dan semua mahasiswa atau mahasiswi, serta para staf kampus lainnya pada melambaikan tangan kearah mobil Tevy yang sudah mulai berjalan karena Tevy juga sedang melambaikan tangan kepada mereka semua sambil membuka kaca jendela mobil.


" Huh, senangnya yang baru saja mendapatkan hadiah seperti itu!!, cuma seperti itu saja, Papi juga bisa membelikannya sekligus tokonya juga!! ",, sindir Denzel dengan bernada merajuk kepada Tevy.


Tevy pun yang mendengar perkataan seperti itu dari Denzel, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Denzel.


" Jika cuma membeli satu buah toko saja Mami juga sanggup Papi, bahkan lebih pun Mami bisa, karena uang Mami sudah banyak sekarang ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Tapi bukan hadiahnya yang Mami lihat, yang Mami hargai adalah ketulusan dari mereka semua yang sudah pada baik dan tidak menyusahkan Mami selama Mami mengajar ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.


Denzel pun hanya diam saja tidak mau menjawab perkataan dari Tevy sebab dia masih merasa sedikit sebal karena kejadian dikampus tadi.


...馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌馃挌...


Jika aku ada disitu, sudah tak colok itu matanya Denzel menggunakan catokan rambut馃槄馃ぃ馃槵.


Yuk mampir di new novel 馃馃馃


__ADS_1


...馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰馃尰...


...***TBC***...


__ADS_2