My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 88


__ADS_3

Perasaannya Tevy sungguh sangat tidak enak sekali, ketika dia melihat Denzel langsung bangun dari rebahannya sambil menatapnya dan melirik Milka dengan tatapan yang sangat tidak enak sekali dipandang.


Dan Milka yang melihat tatapannya Denzel seperti itu kepada Tevy, dia merasa tidak enak juga dan merasa bersalah sekali kepada Tevy.


Sebab Milka sangat takut sekali, jika Denzel akan marah kepada Tevy, dan melampiaskan kemarahannya itu kepada sahabatnya yang sedang mengandung.


" Eeh emm, Tevy sepertinya sudah malam, aku pamit pulang saja ya, nanti kapan-kapan jika pekerjaanku tidak banyak, aku akan mengunjungimu lagi ",, kata Milka kepada Tevy.


Dan Milka sengaja berpamitan kepada Tevy, bukan karena ingin menghindar dan lepas tangan atas ucapannya tadi yang mengusik hatinya Denzel.


Namun Milka berpamitan dengan Tevy karena dia merasa tidak nyaman sekali berada disituasi seperti itu, apalagi Denzel adalah Bos ditempatnya bekerja.


Tevy hanya tersenyum tipis saja kepada Milka ketika Milka berpamitan kepadanya.


Dan sebelum pergi Milka dia memeluk Tevy khas seorang perempuan, sambil berbisik tepat ditelinganya Tevy.


" Maafkan aku, aku tidak nyaman sekali dengan Tuan Denzel ",, bisik Milka kepada Tevy sambil berpelukan khas perempuan.


" Tidak apa-apa, nanti aku akan menghubungimu ",, jawab Tevy juga kepada Milka sambil berbisik juga.


Dan setelahnya Milka langsung saja melepaskan pelukannya itu sambil mengkode Tevy dengan tatapannya.


Dan Tevy sangat tahu sekali apa arti kode yang ditunjukkan Milka kepadanya.


" Permisi Tuan Denzel ",, pamit Milka kepada Denzel ketika Milka melewati shofa yang sedang didudukin oleh Denzel.


Denzel tidak menjawab sama sekali, atau mengangguk kepada Milka, dia hanya diam saja tidak menanggapi sapaan dari Milka.


Dan ketika Milka sudah berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy, dia langsung saja bernafas dengan sangat lega sekali sambil jalan tidak memperhatikan jalannya.


Sambil memegangi dadanya, Milka sambil terus jalan, hingga tiba-tiba........


Bruuukkkk!!!


Milka tidak sengaja menabrak seseorang, dan orang itu yang ditabrak oleh Milka, dia langsung saja terpesona melihat wajah naturalnya Milka malam itu.


Sedangkan kita kembali keruang perawatannya Tevy.


Disaat Milka sudah berlalu dari dalam ruangannya Tevy tadi.

__ADS_1


Denzel langsung saja berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati Tevy yang sedang duduk diatas brankarnya itu.


Dengan menatap Tevy dengan sangat lekat sekali, membuat Tevy seperti merasa ketahuan selingkuh saja dengan perkataannya Milka tadi.


" Kamu kenapa menatapku seperti itu Denzel?? '',, tanya Tevy mencoba biasa saja dihadapannya Denzel.


" Siapa laki-laki yang daritadi dibicarakan oleh Milka?? ",, tanya Denzel kepada Tevy dengan nada yang super dingin sekali ketika dia sudah sampai disamping ranjang pasiennya Tevy.


" Laki-laki yang mana?? ",, tanya balik Tevy kepada Denzel, dengan berpura-pura tidak tahu apa maksudnya Denzel.


" Jangan berpura-pura tidak tahu Tevy, dan aku ini bukan laki-laki bodoh!!, akan maksud dibalik perkataannya Milka tadi!! ",, kata Denzel kepada Tevy dengan menampilkan wajah dinginnya itu dihadapannya Tevy.


Tanpa sadar, ketika melihat Denzel seperti itu kepadanya, tiba-tiba saja ada air mata yang keluar dari kelopak matanya Tevy yang indah itu.


Dan Denzel yang melihatnya dia langsung saja tersadar jika Tevy sedang hamil, dan tidak boleh berada dibawah tekanan.


Denzel yang melihat Tevy menangis, reflek dia langsung saja membawa Tevy kedalam pelukannya.


Dan Tevy yang melihat Denzel merasa kasihan dengannya, dia malah memanfaatkannya dengan berpura-pura menangis.


" Huhuhuhu, Papi Denzel jahat Nak, sama Mami, huhuhuhu, Papi tiba-tiba marah sama Mami, padahal Mami tidak tahu apa-apa maksudnya Papi?? ",, kata Tevy didalam pelukannya Denzel sambil menangis sambil juga berbicara seperti itu.


Denzel yang mendengar Tevy mengucapkan kata Papi dan Mami dia langsung saja melepaskan pelukannya itu dan langsung juga menatap wajahnya Tevy yang sudah berlinang air mata.


" Iya memangnya kenapa??, tidak suka jika dipanggil Papi sama anak-anak?? ",, kata Tevy lagi kepada Denzel dengan mode sebal.


Dan sepertinya kehamilannya Tevy itu, merubah sikapnya Tevy yang awalnya selalu jutek kepada Denzel sekarang menjadi sedikit manja.


Denzel yang mendengar jawabannya Tevy, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali, sebab dia tidak menyangka jika sebentar lagi akan dipanggil Papi sama anak dia sendiri.


" Boleh, dan aku suka ko panggilannya, Papi sama Mami ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tersenyum.


" Jangan marah-marah lagi ya Denzel, aku takut ",, kata Tevy kepada Denzel.


Dan sepertinya lagi, siTevy sudah menjadi kucing yang jinak kepada Denzel, karena efek kehamilannya juga.


Tapi entahlah, moodnya ibu hamil kan suka berubah-ubah, mungkin keesokan harinya Tevy malah eneg melihat mukanya Denzel, kita juga tidak tahu apa kelanjutannya nanti.


" Jangan panggil aku Denzel, panggil Papi saja seperti tadi, jika tidak mau, aku akan marah lagi sama kamu Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy.

__ADS_1


" Tapi kan kita belum menikah?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.


" Kita sebentar lagi juga akan menikah ko Tevy??, semua surat-suratnya sudah diurus sama sekretaris aku ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Ya baiklah kalau begitu ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Sudah sana kembali lagi keshofa, aku mau tidur, sudah malam ",, kata Tevy kepada Denzel, sambil mendorong pelan tubuhnya Denzel.


" Tadi saja manja-manja seperti itu kepadaku, sekarang kamu malah mengusirku ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Aku mau kembali lagi keshofa asal kamu panggil aku Papi lagi dengan gaya kamu yang seperti tadi ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.


" Tidak mau!! ",, jawab tegas Tevy kepada Denzel.


Dan Tevy tadi saja memanggil Denzel seperti itu, juga relfek karena Tevy tidak mau jika Denzel membahas Dosen Cony, atau Vince kakaknya Milka.


Terlebih lagi jika Denzel mencari tahu tentang mereka, dan juga akan menghancurkan Dosen Cony atau Vince dengan melalui kekuasaannya.


" Kalau tidak mau, baiklah aku akan tidur disini saja bersama kamu ",, jawab Denzel keapda Tevy.


" Jangan-jangan-jangan!!! ",, kata Tevy dengan segera kepada Denzel sambil menahan tubuhnya Denzel yang ingin naik keatas ranjang pasiennya.


" Kalau begitu cepat katakan kepada Papi dong Mami ",, goda Denzel kepada Tevy sambil menjawil dagunya Tevy dengan manja.


Dan sikap seperti itu yang sedang dilakukan oleh Denzel, hanya dia perlihatkan kepada Tevy seorang.


" Papi, sana pergi bobo diatas shofa!! ",, kata Tevy kepada Denzel dengan malas-malasan.


" Yang mesra dan manja dong ",, kata Denzel lagi kepada Tevy dengan semakin mendekat kearahnya Tevy.


Dan dengan terpaksa, Tevy langsung saja menampilkan senyum manisnya kepada Denzel sebelum dia berbicara.


" Papiiii ....., Papi boboknya dishofa saja ya, jangan disini, kalau disini sempit, nanti Mami sama dedek tidak nyaman jika tidurnya, mau ya Papi ..... ",, kata Tevy kepada Denzel dengan nada yang dibuat semanis mungkin.


Dan Denzel yang mendengar perkataannya Tevy, dia langsung saja tersenyum sangat lebar sekali.


Serta sebelum Denzel berlalu kearah shofa, dia langsung saja mencium Tevy tepat dibibirnya dan melum4tnya sebentar bibirnya Tevy dengan sangat mesra sekali.


Sedangkan Tevy yang terkejut dengan tindakannya Denzel, dia hanya diam saja dan tidak membalas ciumannya Denzel kepadanya.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2