
Geser sejenak keCryill yang dari kemarin sudah menjawil-jawil author untuk dibahas dan masih ingat kan?? Bab yang tentang Cryill.
Jika lupa mari author ingatkan kembali.
Cryill yang sudah berpamitan dengan Ayah Cedro dan juga Mamah Carla, dia langsung saja pergi dari dalam rumah sakit, dan dia langsung saja mengendarai mobilnya untuk kembali kemansionnya Denzel.
Dan setelah sekitar satu jam lamanya mengendarai mobilnya, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Cryill sendiri sampai juga dimansionnya Denzel, sekitar pukul sembilan malam.
Sebab jarak antara rumah sakit tempat Khafita dirawat, cukup jauh dengan mansionnya Denzel.
Tidak seperti biasanya, Cryill yang biasanya selalu menunjukkan wajah ceria, dan selalu tersenyum walau tipis ketika disapa oleh para pekerja dimansionnya Denzel.
Kali ini dia hanya diam saja dengan menunjukkan wajah dinginnya sambil terus berlalu masuk kedalam kamarnya.
Dan semua pekerja dimansionnya Denzel, dibuat sedikit bingung dengan tingkahnya Cryill yang tidak seperti biasanya, namun mereka semua tidak ada yang berani bertanya kepada Cryill.
Anak buah yang ditugaskan oleh Denzel untuk mengawasi Cryill pun, dia langsung saja melaporkan kepada Denzel.
Dan ketika anak buah itu menelfon Denzel, Denzel pada saat itu dia sedang berada didalam kamar mandi, karena baru saja bangun dari tidur nyenyaknya tadi, ketika mencium aroma makanan yang dibeli oleh Milka dan juga Christian.
Melihat nama anak buahnya, Denzel langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Halo?? ",, kata Denzel kepada anak buahnya.
" Halo Tuan Denzel, saat ini Tuan Cryill dia sudah pulang kemansion anda Tuan, namun ada yang berbeda kali ini dengan Tuan Cryill ",, lapor dari anak buah itu kepada Denzel.
" Apa itu yang berbeda dengan Cryill?? ",, tanya Denzel kepada anak buahnya.
" Wajah Tuan Cryill, sangat dingin dan juga pendiam sekali, serta terlihat sekali jika Tuan Cryill juga sedang sedih ",, jawab anak buah itu kepada Denzel.
" Iya mungkin dia seperti itu karena Khafita baru saja kecelakaan ",, kata Denzel kepada anak buahnya.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah mencari informasi tentang Khafita, bagaimana keadaannya??, sehingga bisa membuat adik l4knatku terdiam seperti itu?? '',, tanya Denzel lagi kepada anak buahnya.
" Sudah Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel lagi, dan masih melalui sambungan telefon.
Setelah itu anak buah itu menjelaskan kepada Denzel, bagaimana kondisi yang dialami oleh Khafita karena kecelakaan itu.
" Ternyata cukup parah juga, pantas saja Cryill terlihat seperti itu ",, kata Denzel kepada anak buahnya.
" Kamu terus awasi Cryill, dan selalu laporkan kegiatannya kepadaku seperti biasanya ",, kata Denzel lagi kepada anak buahnya.
Dan Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu ketika dia sudah mendengar jawaban dari anak buahnya.
Sedangkan kita kembali keCryill, Cryill yang tadi sudah sampai didalam kamarnya, dan masih menunjukkan wajah tanpa ekspresinya, dia langsung saja melepaskan jas dan juga kemejanya.
Setelah itu dia langsung saja menuju kebalkon kamarnya untuk merenungi kejadian yang baru saja dialaminya satu hari itu.
" Apakah aku harus bertahan dengan kamu Khafita??, ataukah aku harus mencari perempuan lain selain dirimu?? ",, kata batinnya Cryill sambil menatap kehalaman mansionnya Denzel seperti sedang melamun.
" Rasanya baru semenit kita merasakan kebahagiaan, tapi cinta kita sudah diuji seperti ini Khafita ",, kata Cryill lagi dengan perasaan yang cukup sedih teringat dengan keadaannya Khafita yang cukup parah sekali.
" Maafkan aku yang malam ini tidak bisa menemanimu dirumah sakit, karena hatiku serasa sesak dan tidak kuat terlalu lama berada dirumah sakit ketika melihat kamu terbaring lemah seperti itu ",, kata batinnya Cryill lagi sambil berbalik badan dan menyandarkan badannya dipagar pembatas balkon kamarnya.
" Pantas saja, Kak Denzel kemarin seperti orang gila ketika kehilangan Tevy dan melihat Tevy sedang sakit, ternyata seperti ini rasanya melihat orang yang kita cintai sedang terluka atau tidak terlihat dalam pandangan kita ",, kata Cryill sambil mendongak menatap langit yang gelap.
" Besok aku akan datang lagi untuk melihatmu Khafita, tunggu aku ",, kata Cryill lagi dan setelah itu dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya.
Dan ketika Cryill sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, dan merilaxkan badannya yang sedikit kaku karena kegiatannya hari itu.
Sedangkan tanpa sepengetahuannya Cryill, ternyata Khafita dia sudah sadar lagi dari masa tenangnya tadi karena suntikan yang diberikan oleh Dokter.
Saat ini dijam yang sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam, Khafita baru saja terbangun dan langsung menangis dalam diamnya tidak sehisteris tadi.
__ADS_1
Ayah Cedro dan Mamah Carla yang selalu menunggu daritadi diluar ruangannya Khafita, ketika mereka melihat Khafita terbangun dan langsung menangis dalam diamnya seperti itu, Ayah Cedro langsung saja memanggil Dokter yang menangani Khafita.
Dan Dokter yang sudah dipanggil oleh Ayah Cedro, dia langsung saja masuk untuk memeriksa keadaannya Khafita.
Melihat Dokter sudah keluar dari dalam ruang perawatannya Khafita, ketika sudah memeriksa Khafita beberapa menit lamanya, Ayah Cedro dan Mamah Carla langsung saja berjalan mendekati para tenaga medis tersebut.
" Bagaimana Dokter?? ",, tanya Ayah Cedro kepada para Dokter itu.
" Sepertinya Nona Khafita dia sedikit mengalami depresi Tuan, karena baru saja mengetahui keadaannya, Tuan dan Nyonya boleh menemuinya untuk memberikan suport serta ketenangan untuk perasaannya ",, kata salah satu Dokter itu kepada Ayah Cedro dan juga Mamah Carla.
" Baik, terimakasih Dokter ",, jawab Ayah Cedro lagi kepada para tenaga medis itu.
Dan setelah berbincang sebentar, beberapa tenaga medis itu langsung saja berpamitan kepada Ayah Cedro dan juga Mamah Carla untuk kembali keruangan mereka.
Ayah Cedro dan Mamah Carla mereka terpaksa masuk berduaan kedalam ruang perawatannya Khafita, dan langsung saja menutup gorden penyekat jendela tadi supaya mereka tidak ditegur dan terlihat dari luar.
" Khafita?? ",, panggil Ayah Cedro kepada Khafita ketika dia sudah sampai disamping ranjang pasiennya Khafita.
" Fita hancur Ayah??, karir Fita juga tidak bisa Fita pertahankan lagi ",, kata Khafita kepada Ayah Cedro dengan tatapan kosongnya.
" Jangan bilang seperti itu Nak, Kakak kamu Nia dia sedang mencarikan rumah sakit terbaik disana, untuk membantu penyembuhan kamu ",, kata Mamah Carla kepada Khafita sambil memberikan semangat.
" Untuk apa Mah??, percuma saja, kaki Fita juga tidak bisa disembuhkan lagi, seumur hidup Fita, Fita akan hidup diatas kursi roda, dan mungkin tidak akan ada laki-laki yang mau dengan Khafita Mah ",, jawab Khafita kepada Mamah Carla sambil meneteskan air matanya, dengan mata yang masih menatap langit-langit ruang perawatannya.
" Kata siapa tidak ada laki-laki yang mau bersama kamu Nak, itu Nak Cryill dia daritadi menunggui kamu, bahkan dia terihat begitu sangat sedih sekali ketika mengetahui keadaan kamu?? ",, kata Ayah Cedro kepada Khafita.
Dan perkataan dari Ayah Cedro sukses membuat Khafita yang daritadi melamun sambil menatap langit-langit kamarnya, langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Ayah Cedro, karena Ayah Cedro baru saja menyebutkan namanya Cryill.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1