
Tevy sudah membujuk Denzel untuk tiduran didalam kamar yang disediakan didalam ruang perawatannya, namun dia tidak mau.
Dan Tevy juga sudah membujuk Denzel untuk pindah keshofa pun juga tidak mau.
Akhirnya Tevy membiarkan saja apa maunya Denzel, dan maunya Denzel ya memeluk Tevy seperti itu, sambil menikmati aroma tubuhnya Tevy yang khas menurut Denzel.
" Denzel ",, panggil Tevy kepada Denzel yang sedang memejamkan matanya itu.
" Hmm ",, jawab Denzel kepada Tevy tanpa membuka matanya.
" Pinjam ponselnya ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Untuk apa?? ",, tanya Denzel kepada Tevy dengan masih tidak membuka matanya.
" Untuk aku pukulkan kekepalamu ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Oh, ini ponselnya, dan silahkan pukulkan saja kekepalaku, aku rela ko, asal kamu yang memukulnya, karena siapa tahu itu keinginan dari anak kita ",, jawab Denzel dengan begitu puitisnya kepada Tevy.
Tevy langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya kepada Denzel ketika mendengar kalimat puitisnya Denzel itu sambil menerima ponselya Denzel.
Sedangkan Denzel dia hanya tersenyum saja sambil melihat kearah wajahnya Tevy.
Padahal ponselnya Denzel masih dipasword, dan Denzel sama sekali tidak pernah memberikan kata sandi dari ponselnya itu kepada Tevy.
Namun Tevy dapat membukanya dengan mudah sekali, tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Denzel.
Denzel pun juga sengaja tidak memberitahukan kepada Tevy apa pasword ponselnya, setelah memberikan ponselnya tadi, Denzel langsung saja memejamkan matanya lagi.
" Tevy ko tidak bertanya kepadaku, apa pasword dari ponselku?? ",, kata batinnya Denzel sambil menunggu Tevy untuk bertanya kepadanya apa pasword ponselnya.
Namun setelah ditunggu-tunggu oleh Denzel, Tevy tidak kunjung bertanya juga kepadanya, dan Denzel malah mendengar Tevy sedang menelfon seseorang.
" Halo maaf ini siapa?? ",, tanya seseorang yang ditelefon oleh Tevy.
Dan Denzel dia masih saja diam sambil berpura-pura tidur, sambil juga mendengarkan siapa yang sedang ditelefon oleh Tevy.
" Halo Milka, ini aku Tevy ",, jawab Tevy kepada orang yang ditelefonnya, dan ternyata orang itu adalah Milka, sahabat dekatnya Tevy.
" Tevy??, ini beneran kamu Tevy?? ",, tanya Milka kepada Tevy dengan nada yang sedikit tidak percaya.
" Iya beneran, kenapa kamu tidak percaya Milka?? ",, tanya balik Tevy kepada Milka.
__ADS_1
" Sedikit, soalnya kamu menelfonku dengan nomor berbeda lagi ",, jawab Milka kepada Tevy.
" Sebentar ",, jawab Tevy kepada Milka.
Dan ternyata Tevy mengubah panggilan telefonnya menjadi panggilan video call.
Milka langsung saja mengangkatnya, dan akhirnya Milka percaya jika itu memang benar-benar Tevy sahabatnya.
" Iya kamu Tevy, kamu sedang ada dimana Tevy??, ko seperti sedang berada dirumah sakit?? ",, tanya Milka kepada Tevy dengan wajah pensarannya.
Sedang Denzel, dia masih dengan posisi yang sama memeluk Tevy dengan sambil terus mendengarkan Tevy yang sedang menelfon.
" Iya aku memang sedang berada dirumah sakit, kamu segera kesini ya, temenin aku disini ",, jawab Tevy kepada Milka sambil tersenyum.
" Kamu kenapa meminta teman kamu menemani kamu disini, kan sudah ada aku disini Tevy ",, kata Denzel akhirnya kepada Tevy sambil mendongakkan wajahnya menatap Tevy.
Dan wajahnya Denzel akhirnya terlihat jelas didalam kamera video callnya Tevy dengan Milka.
Sungguh Milka sangat terkejut sekali, ketika mendengar ada suara laki-laki didalam video callnya dengan Tevy.
Dan semakin terkejut ketika laki-laki itu sedang memeluk Tevy sebegitu mesranya.
Terlebih lagi ketika Denzel mengalihkan wajahnya kearah kamera, semakin tambah super terkejut lagi, ternyata laki-laki yang dimaksud Denzel oleh Tevy adalah Bosnya sendiri, pemilik dari Perusahaan tempat dia bekerja.
" Maaf apa saya mengenal kamu?? ",, tanya Denzel kepada Milka.
" Saya salah satu karyawan kantornya Tuan ",, jawab Milka kepada Denzel.
Sekarang gantian Tevylah yang sangat terkejut jika Milka sahabatnya adalah karyawan kantornya Denzel.
" Oh, sebagai apa kamu dikantor saya?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Hanya karyawan biasa Tuan ",, jawab Milka dengan sopan kepada Denzel.
" Sudah lama kamu kenal dengan Tevy?? ",, tanya Denzel lagi kepada Milka.
" Sudah sangat lama Tuan, sejak masih SMP kalau tidak salah, iya kan Tevy?? ",, jawab Milka kepada Denzel dan juga Tevy.
" Iya ",, jawab Tevy kepada Milka.
" Ya sudah lanjutkan saja mengobrolnya, saya tidak akan menganggu lagi ",, kata Denzel dan dia langsung saja menundukkan lagi wajahnya dengan posisi masih terus memeluk Tevy dengan erat.
__ADS_1
" Sudah jangan hiraukan pengganggu tadi Milka, sekarang kamu segera datang saja kerumah sakit, Healthy Living Hospital, nanti akan aku jelaskan kenapa aku bisa berada dirumah sakit ini ",, kata Tevy kepada Milka sambil menahan suara d***hannya, karena ulah usil tangannya Denzel yang sedang memainkan pucuk bukti mochinya itu dengan seenaknya sendiri.
" Ok baiklah kalau begitu tunggu aku Tevy ",, jawab Milka kepada Tevy.
" Nanti ruanganku, aku kirimkan lewat pesan saja ya, dan kamu jangan beritahu kepada Mamah sama Ayah, atau Kakak kamu itu jika aku sedang berada dirumah sakit ya Milka ",, kata Tevy lagi kepada Milka.
" Memangnya kenapa Tevy, mereka selalu menanyakan kabar kamu lho?? ",, tanya Milka kepada Tevy.
" Iya pokoknya jangan saja, sudah aku tunggu ya ",, jawab Tevy kepada Milka dan Tevy ingin segera mengakhiri panggilan video callnya sebab Tevy sudah tidak tahan dengan perbuatannya Denzel yang seperti tidak punya dosa malah mengh***p lagi pucuk bukit mochinya itu.
" Ok, bye Tevy ",, jawab Milka kepada Tevy.
" Bye ",, jawab Tevy juga kepada Milka, dan selanjutnya Tevy langsung saja mematikan sambungan telefonnya Milka dengan segera.
" Aaaaah Denzel, apa yang kamu lakukan, aaaah ",, kata Tevy akhirnya kepada Denzel, karena Denzel malah memainkan pucuk bukit mochinya menggunakan lidahnya.
Sekuat tenaga Tevy menahan gelayar aneh yang ada ditubuhnya itu untuk mengirimi pesan kepada Milka dimana letak ruangannya.
Dan ketika sudah selesai mengirimi pesan kepada Milka, Tevy langsung saja melepaskan paksa bukit mochinya itu dari dalam mulutnya Denzel.
Dan selanjutnya Tevy langsung saja sedikit memberontak, serta mendorong tubuhnya Denzel dengan cukup kuat hingga akhirnya Denzel terjatuhlah dari atas brankarnya itu.
Tevy tertawa cukup puas sekli melihat Denzel terjatuh dari atas brankar pasiennya, sedangkan Denzel, dia langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya dan serta wajah garangnya kepada Tevy, sambil mengusap-usap p***tnya yang cukup sakit karena terjatuh tadi.
" Makanya jadi orang jangan usil daritadi ",, kata Tevy kepada Denzel sambil tertawa.
" Jika aku tidak sedang sakit, sudah aku robek itu mulut kamu, karena daritadi ko bawaannya ingin n3n3n terus ",, kata Tevy lagi kepada Denzel yang masih duduk diatas lantai yang dingin itu, sambil mendongak melihat kearahnya.
" Jika kamu tidak sedang sakit juga, sudah aku masukin lagi Tevy, karena daritadi kamu juga sudah membuat rudalku siap meluncur!! ",, jawab Denzel dengan sedikit geram kepada Tevy sambil berdiri dari duduknya.
" Enak saja, sebelum itu sampai terjadi, sudah aku potong dulu itu rudal kamu, biar kamu sekalian tidak bisa seenaknya sendiri memasukkiku atau wanita lain ",, jawab Tevy juga kepada Denzel, dan Tevy tidak mau kalah dengan Denzel.
" Denzel, sabar-sabar, ingat calon Maverick yang sedang dikandung oleh istri kamu itu, tahan ..... ambil nafas panjang, jangan sampai kamu mencekik Tevy ",, kata Denzel untuk dirinya sendiri, sambil menyindir Tevy.
Tevy yang merasa disindir oleh Denzel pun, dia langsung saja membantah Denzel lagi.
" Istri-istri, aku itu belum menjadi istri kamu, kamu saja yang membuatku menjadi seperti ini ",, jawab Tevy lagi kepada Denzel dengan nada judesnya.
Dan sepertinya tenaganya Tevy sudah kembali seperti semula dan sudah cukup membaik, mungkin berkat diinfus serta dirawat dirumah sakit itu, karena Tevy sekarang dia sudah bisa membantah Denzel terus daritadi.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...