
Jam mengajar pun sudah selesai, cuma dua jam saja Tevy mengajar untuk hari itu.
Yaps kita akan membahas Tevy dan Denzel sekarang.
Tadi ketika masih berada dikelas, Denzel lebih banyak diam sambil memainkan ponselnya sambil juga terus menatap kesemua murid-muridnya Tevy disela-sela memainkan ponselnya.
Jika Denzel bosan, Denzel akan berjalan keliling didalam kelas untuk melihat apakah para murid-murid dari istrinya itu mendengarkan atau mencatat pelajaran yang diberikan oleh Tevy didepan papan tulis.
Sungguh Denzel sudah persis seperti pengawas ujian atau ruangan yang akan siap menghukum kepada para murid jika melanggar aturan.
" Sssttt-ssstt ",, bisik dari salah satu mahasiswa kepada teman sebelahnya.
" Ada apa ",, jawab berbisik juga kepada teman yang memanggilnya.
" Suami dari Princess Moana menyeramkan sekali ya, mirip seperti bulldog ",, balas temannya lagi dengan masih berbisik.
" Ssuuusstt kamu ini sembarangan saja jika berbicara, kalau dia mendengar bagaimana, bisa dipenggal itu kepala kamu?? ",, jawab temannya kepada teman yang tadi.
" Tapi memang benar sih apa yang kamu katakan ",, sambung lagi perkataan dari mahasiswa tadi sambil tertawa dengan tertahan.
Mereka akhirnya tertawa dengan sembunyi-sembunyi ketika geli sendiri dengan perbincangan mereka.
Saat ini Tevy dan Denzel sudah berada diruang kerja milik Tevy yang sudah dipisah sendiri oleh sang Rektor dan diberkan ruangan yang cukup nyaman untuknya.
Tevy yang sudah duduk dikursi kerjanya, dia langsung saja membuka buku catatan atau gadgetnya untuk membaca materi yang baru saja diajarkannya tadi.
Supaya lain hari Tevy sudah tahu materi apa lagi yang ingin dia ajarkan kepada para murid-muridnya nanti.
Denzel sungguh sudah sangat-sangat jenuh sekali ingin segera pergi dari kampus miliknya itu.
Apalagi ketika sudah masuk kedalam ruang kerja Tevy, Tevy malah sibuk sendiri dengan gadget atau buku pelajarannya dan tidak mempedulikannya sama sekali.
" Mami, kapan Mami ingin pulang??, Papi sudah jenuh ini............. ",, kata Denzel merengek kepada Tevy seperti anak kecil saja.
" Papi pulang saja dulu sana ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil mencatat sesuatu didalam buku catatannya.
" Ayolah Mami, Papi ingin berangkat pergi kekantor ", kata Denzel lagi kepada Tevy.
" Yang menyuruh Papi ikut kesini itu siapa??, Mami tidak mengajak Papi ko ",, jawab enteng dari Tevy kepada Denzel dengan sambil terus mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Denzel langsung saja memajukan bibirnya dengan cemberut ketika mendengar jawaban dari Tevy tadi.
" Papi itu nyebelin tahu, kenapa daritadi ketika didalam kelas malah menunjukkan muka seperti pa***t sapi seperti itu??, menyeramkan untuk para murid-murid Mami dan membuat mereka tidak nyaman saja Papi ............ ??",, kata Tevy kepada Denzel.
Denzel langsung saja melototkan matanya ketika Tevy malah menyamakan wajahnya dengan pa***t sapi.
" Muka tampan seperti ini Mami samakan dengan pa***t sapi?? ",, kata Denzel dengan sedikit tidak terima kepada Tevy.
" Iya......... ",, jawab Tevy sambil menatap Denzel.
" Habisnya Papi membuat para murid-murid Mami pada tidak nyaman dengan kehadiran dari Papi didalam kelas ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
" Bukan Papi yang membuat mereka tidak nyaman, mereka sendiri sajalah yang tidak bisa menggoda Mami, jadinya kehadiran dari Papi yang dibuat alasan oleh mereka ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Tevy memilih tidak menjawab perkataan dari Denzel, dan dia tadi cuma menggelengkan kepalanya saja ketika mendengar perkataan dari Denzel.
Setelahnya Tevy memilih melanjutkan lagi pekerjaannya yang sedikit tertunda itu.
" Mami.........!! jika Mami tidak mau segera pulang sama Papi, jangan salahkan Papi jika kampus ini besok sudah rata dengan tanah!! ",, kata Denzel kepada Tevy dengan bernada sangat tegas sekali.
Tevy langsung saja menaruh bolpoinnya diatas meja dengan cukup keras sekali sambil menatap sebal kepada Denzel.
Denzel yang melihat Tevy sudah berdiri dari duduknya dan sedang berjalan kearahnya, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Tevy.
" Sudah ayo kita PULANG!! ",, kata Tevy kepada Denzel ketika sudah berada didepan Denzel.
" Ayo sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil masih tersenyum manis sekali.
Setelahnya Denzel dan Tevy langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari dalam ruang kerja itu menuju keparkiran mobil kampus.
Denzel dan Tevy yang sedang berjalan dengan diikuti para bodyguard dibelakangnya dan juga pengawal pribadinya Tevy.
Membuat para mahasiswa atau mahasiswi dan semua orang yang melihatnya langsung saja mengalihkan pandangan mereka semua kearah Denzel dan juga Tevy.
Denzel masih saja cuek seperti biasanya dengan menampilkan wajah dingin tidak bersahajanya kepada semua orang.
Sedang Tevy dia selalu mengumbar senyum manisnya kepada semua orang, menambah kesan cantik dan ramah semakin melekat saja didalam diri Tevy.
Akhirnya Denzel dan Tevy sudah sampai juga didepan mobil mewah milik mereka.
__ADS_1
Denzel dan Tevy langsung saja masuk kedalam mobil tersebut.
Dan ketika Tevy serta Denzel sudah pergi dari kampus tersebut, Tevy dan Denzel langsung saja menjadi buah bibir oleh para semua mahasiswi maupun mahasiswa yang tadi sudah diajar oleh Tevy.
" Sungguh Princess Moana sangat cantik sekali, dia enak dalam mengajar, santai ramah dan seperti yang sudah pernah kita dengar selama ini ",, kata salah satu mahasiswa A kepada para teman-temannya.
" Iya, ternyata benar apa yang dibicarakan oleh Kakak-kakak tingkat kita jika kita pasti akan senang kalau diajar oleh Princess Moana ",, sahut dari mahasiswi B kepada para mahasiswa atau mahasiswi yang lainnya.
" Tapi sayang tadi dia mengajar mengajak Tuan Denzel, sungguh membuatku tidak nyaman saja jika ingin berbicara atau bertanya kepada Princess Moana ",, sahut dari Mahasiswa C kepada yang lainnya.
" Iya, lihatlah saja tadi muka dari Tuan Denzel, sangat menyeramkan sekali, ko Princess Moana mau ya dengan Tuan Denzel ",, kata Mahasiswa D kepada yang lainnya juga.
Yah seperti itulah sekiranya yang hampir dibicarakan oleh semua para mahasiswa maupun mahasiswi yang ada dikampus tersebut.
Dan untuk Tevy serta Denzel sendiri, mereka berdua sudah berada diperjalanan menuju kekantor milik Denzel.
Awalnya Tevy tidak mau dan ingin pulang saja kemansion, namun karena Denzel merengek dan sudah membuat keputusan jika dia ingin kekantor.
Alhasil Tevy mau tidak mau akhirnya dia pasrah saja ketika Denzel mengajaknya pergi kekantor milik sang suami.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Denzel dan Tevy sampai juga dipelataran kantor milik Denzel.
Denzel langsung saja menggandeng mesra pinggang Tevy untuk berjalan menuju kedalam ruang kerjanya.
Dan ketika mereka berdua sudah berada didalam ruang kerja Denzel, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang lebih.
" Bekerjalah biarkan aku beristirahat dulu, pinggangku sudah capek sekali karena daritadi harus menyangga perut besarku ini ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Dan dimana kamar istirahatnya Papi ",, tanya Tevy kepada Denzel.
Denzel pun langsung saja mengantarkan Tevy kedalam kamar pribadi miliknya yang ada didalam ruang kerjanya.
Setelahnya Denzel ijin kepada Tevy untuk mengerjakan pekerjaannya dan menyuruh Tevy untuk beristirahat saja didalam kamar tersebut.
Tevy pun hanya menganguk saja kepada Denzel, setelah itu Tevy langsung saja mencoba merebahkan badannya diatas ranjang empuk yang ada didalam kamar tersebut untuk mengistirahatkan pinggangnya yang sudah sangat pegal sekali.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1