
Makan malam pun tiba, semua orang yang ada dimansion Denzel, mereka semua langsung saja beranjak menuju keruang makan yang ada dimansion milik Denzel.
Papah Carlson, Mamah Qiara, Ayah Marson, Mamah Jovanka, Denzel, Tevy dan juga Cryill mereka semua sudah pada duduk anteng dikursi mereka sendiri-sendiri.
Mereka semua menikmati makanan mereka dengan tenang dan juga hikmat, hanya diselingi pembicaraan-pembicaraan singkat diantara mereka semua.
Pendengaran dari mereka semua tiba-tiba teralihkan dengan suara dering ponsel yang cukup keras.
Mereka semua langsung pada saling pandang dan mengecek ponsel mereka sendiri-sendiri, namun ponsel mereka tidak pada berbunyi.
Akan tetapi tiba-tiba saja ada yang menyela mereka semua, dan orang itu adalah Cryill.
" Permisi sebentar ",, kata Cryill kepada mereka semua.
Dan ternyata ponsel yang berdering itu adalah milik dari Cryill.
Semua orang langsung saja mengangguk kepada Cryill, setelahnya Cryill langsung saja beranjak bangun dari duduknya untuk meyingkir sejenak dari mereka semua.
Cryill berjalan kearah belakang yang menuju kearah taman belakang mansion Denzel.
Disana Cryill langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu yang ternyata dari sekretarisnya yaitu Evan yang sedang menanyakan berkas-berkas kerja sama dengan Perusahaan Z.
Mereka bertelefonan cukup lama sekitar lima belas menitan, dan ketika Cryill dan Evan sudah selesai bertelefonan, Cryill langsung saja memasukkan lagi ponselnya kedalam saku celananya.
Sesudah bertelefonan Cryill ingin melangkahkan kakinya lagi menuju keruang makan.
Namun sayang baru beberapa langkah berjalan, Cryill sama-samar mendengar perkataan yang mengusik gendang telinganya.
Cryill yang tingkat kepingin tahuannya sangat tinggi sekali, dia langsung saja mencoba mencari sumber suara.
Dan alangkah terkejutnya Cryill ketika dia sudah mendekati sumber suara, Cryill melihat ada anak buah dari Kakaknya yaitu Denzel lagi yang sedang mengutarakan perasaannya kepada Causa, sibodyguard cantik yang lagi menjadi bahan pembicaraan dari para bodyguard laki-laki.
Cryill pun langsung saja mengintip mereka berdua dibalik pilar beton yang menjulang tinggi itu, sambil terus memperhatikan Causa dan Carolus.
" Maaf Tuan Carolus saya tidak bisa menerima pernyataan cinta anda, karena saya belum ingin mempunyai kekasih ",, tolak dari Causa dengan sopan kepada bodyguard yang bernama Caroulus dan masih didengar oleh Cryill dengan cukup jelas.
Cryill yang mendengar penolakan dari Causa kepada Carolus, dia langsung saja tersenyum miring.
" Apakah tidak bisa dipertimbangkan lagi Nona perasaan saya kepada anda?? ",, tanya Carolus kepada Causa.
" Maaf Tuan ",, kata Causa kepada Caroulus sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Setelahnya ditolak oleh Causa, Carolus memilih beranjak dari duduknya dan langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Causa.
Dan Causa sendiri pun juga ingin melangkahkan kakinya pergi juga namun ditahan oleh perkataan dari Cryill.
" Waaao sang primadona bodyguard ",, kata Cyrill yang langsung menghentikan langkah kaki dari Causa.
Causa yang mendengar perkataan dari Cryill, dia langsung saja menghentikan langkah kakinya, dan Causa langsung juga menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat suara siapakah itu.
Dan ketika Causa melihat Cryill, dia langsung saja menundukkan sedikit badannya kepada Cryill.
" Sudah berapa bodyguard yang sudah anda tolak Nona Causa?? ",, kata Cryill lagi sambil berjalan mendekati Causa.
" Bukan hak anda harus mendengar jawaban dari saya Tuan ",, jawab simple dari Causa kepada Cryill dengan berani namun masih terdengar sopan.
" Waaah apakah begini cara anda untuk memikat para laki-laki Nona, dengan kemisteriusan dari anda?? ", kata Cryill lagi kepada Causa sambil berdiri tepat didepan Causa.
" Saya tidak mencoba memikat mereka Tuan ",, jawab Causa dengan singkat kepada Cryill.
" Ok, menarik ",, jawab Cryill kepada Causa sambil tersenyum miring penuh arti.
" Apakah jika saya yang mengutarakan perasaan saya kepada anda, apa anda akan menolaknya juga sama seperti para bodyguard itu?? ",, kata Cryill lagi kepada Causa.
" Apa??!! ",, kata terkejut dari Causa namun masih berwajah dingin.
" Jika sudah tidak ada yang ingin anda sampaikan kepada saya, ijinkan saya permisi kebelakang Tuan Cryill ",, kata Causa dengan tiba-tiba kepada Cryill sambil sedikit menundukkan badannya ingin pergi.
Dan setelahnya Causa langsung saja berbalik badan ingin pergi dari hadapannya Cryill, namun langsung ditahan lagi oleh Cryill lagi dengan memegang pergelangan tangan dari Causa.
" Apakah saya sudah mengijinkan anda pergi dari hadapan saya Nona?? ",, kata Cryill kepada Causa.
" Maaf Tuan, tolong lepaskan tangan saya ",, kata Causa kepada Cryill sambil mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang digenggam oleh Cryill.
" Kalau saya tidak mau?? ",, kata Cryill kepada Causa.
Dan Cryill malah langsung saja menarik tangan dari Causa hingga akhirnya Causa menempel sempurna ketubuhnya.
" Maaf Tuan, tolong lepaskan tubuh saya ",, kata Causa sambil mencoba melepaskan pelukan dari Cryill.
" Jika dilihat dari dekat, ternyata wajah anda cantik juga Nona ",, kata Cryill kepada Causa sambil menatap lekat kewajah Causa.
Causa yang tidak nyaman dengan perlakuan dari Cryill, dia langsung saja mengeluarkan jurusnya, yaitu dengan menonjokkan dahi dia kehidung mancung milik Cryill, hingga sampai mengeluarkan darah.
__ADS_1
Cryill langsung saja mengaduh kesakitan, dan dia reflek langsung juga melepaskan tubuh Causa yang sedang dipeluknya itu untuk memegangi hidungnya yang sedang berdarah.
" Maafkan saya Tuan, anda yang memaksa saya untuk melakukan hal itu kepada anda ",, kata Causa kepada Cryill sambil sedikit menundukkan badannya.
Dan setelahnya Causa tidak menghiraukan Cryill lagi, dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Cryill meninggalkan Cryill yang sedang kesakitan menahan rasa sakit dihidungnya serta darah yang keluar dari hidungnya itu.
" Aaaarrrgghh ",, kata mengaduh Cryill sambil memegangi hidungnya yang terasa sakit itu.
" Hidung mancungku apakah sudah patah??, jika sudah patah hilanglah sudah kegantengan yang aku miliki ",, kata Cryill sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi yang tidak jauh dari situ untuk membersihkan darah yang ada dihidungnya.
Setelahnya Cryill langsung saja kembali lagi keruang makan, yang ternyata semua orang sudah pada selesai makan, namun belum pada pergi dari meja makan.
" Lama sekali kamu menelfonnya Cryill, dan itu hidung kamu kenapa?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Cryill dan Mamah Qiara melihat ada bekas darah dihidung Cryill.
" Tidak apa-apa Mah, hanya kepentok dinding saja ",, jawab Cryill berbohong kepada Mamahnya.
" Dinding apa dahi Nona Causa?? ",, sindir dari Denzel kepada Cryill.
Sebab ternyata Denzel melihat sendiri adegan antara Cryill dan Causa tadi.
Ketika Denzel ingin masuk kedalam kamar mandi yang Cryill tadi masuki, dia tidak sengaja mendengar suara dari Cryill dengan seorang wanita, dan Denzel yang penasaran dia langsung saja mencoba mengintipnya dari balik dinding.
Denzel yang melihat Cryill begitu berani dengan Causa dia hanya tersenyum miring saja, ditambah lagi ketika Denzel melihat Cryill mendapatkan serangan tiba-tiba seperti itu dari Causa, rasanya Denzel ingin langsung tertawa saat itu juga, namun sekuat tenaga langsung Denzel tahan.
Denzel yang melihat adegan Cryill dengan Causa itu mengingatkannya dengan pertemuan awalnya dengan Tevy yang seperti singa betina yang sangat sulit ditakhlukkan.
Setelahnya tidak mau ketahuan jika sedang mengintip Cryill, Denzel langsung saja segera beralu kedalam kamar mandi.
Dan Denzel yang sudah berlalu dari dalam kamar mandi, dia langsung saja kembali lagi kekursi makan yang tadi dia tempatin.
Cryill sendiri yang mendengar perkataan dari Denzel, dia langsung saja melototkan matanya, sebab Cryill sedikit terkejut karena Kakaknya bisa tahu kejadian yang sebenarnya.
Mamah Qiara yang sama dengan Cryill tingkat kepingin tahuannya sangat tinggi.
Ketika mendengar perkataan dari Denzel, mode kepo dari Mamah Qiara antenanya langsung saja tegak berdiri untuk mengintrogasi dan menggoda Cryill.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Lanjut part sebelahπππ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...