My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 192


__ADS_3

Singkat cerita Denzel dan Tevy saat ini mereka berdua sudah pada selesai sarapan bersamanya tadi bersama Ayah Marson dan Mamah Jovanka serta Christian.


Sedangkan Christian setelah sarapan tadi dia langsung saja berangkat bekerja, namun mau menjemput Milka terlebih dahulu dirumahnya.


Tevy yang sedang berbincang asik dengan Denzel dan Mamah Jovanka diruang Keluarga, tiba-tiba saja pandangan dari mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari seorang Dokter Perempuan yang sudah berumur sekitar empat puluh lima tahun bernama Dokter Abigail bersama Ayah Marson.


" Princess, ini Dokter Spesialis Kandungan yang akan memeriksa kehamilan kamu, ayo kita periksa dulu ",, kata Ayah Marson kepada Tevy.


" Iya ayo sayang kita periksa dulu ",, kata Mamah Jovanka juga kepada Tevy.


" Iya Mah, Yah ayo Papi ",, jawab Tevy kepada mereka semua.


Dan selanjutnya mereka semua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk menuju kedalam kamar Tevy untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.


Meninggalkan Tevy dan Keluarga Carrington, kita geser sejenak keNegara Barbados yang jauh disana.


Vince Kakak kandung dari Milka sudah sampai diBarbados sejak satu jam yang lalu.


Ketika Vince sudah tiba diBarbados, dia langsung saja menuju kerumah yang sudah disiapkan oleh Perusahaannya dan akan dia tinggali selama tiga bulan lamanya selama menetap disitu.


Vince tidak sendirian saja diBarbados, melainkan bersama kedua temannya yang satu Perusahaan dengannya dan mempunyai tugas sendiri-sendiri dipekerjaannya.


Dan Vince pun bertugas untuk merancang bangunan yang akan digunakan sebagai cabang kantor Perusahaan tempatnya bekerja.


" Rasanya aku capek sekali, tapi perutku rasanya sangat lapar sekali ",, kata teman Vince yang bernama Liam kepada Vince dan juga Abram, ketika mereka bertiga baru saja masuk kedalam rumah.


" Iya aku juga lapar, tapi kenapa rasanya malas sekali untuk keluar ",, jawab Abram kepada Liam dan juga Vince.


" Kamu bagaimana Vince, apa kamu tidak lapar?? ",, tanya Abram kepada Vince.


" Lapar, tapi aku malas jika disuruh untuk pergi membeli makanan sendirian, lebih baik kita pergi bersama-sama saja ayo, setelah itu kita bisa lanjut bekerja atau beristirahat ",, jawab Vince kepada Liam dan Abram.


" Iya baiklah ",, kata Liam kepada Vince.


Sedangkan Abram dia hanya mengangguk saja kepada Vince dan juga Liam.


Setelah itu mereka bertiga langsung saja keluar dari dalam rumah untuk mencari makanan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal.


Mereka bertiga sengaja memilih berjalan kaki saja untuk lebih mengenal dan menikmati suasana baru diNegara yang baru pertama kali mereka datangi itu.


Ketika sudah berjalan sekitar dua ratus meteran dari rumah yang mereka tinggali, dari jauh mata Vince, Liam dan juga Abram melihat ada sebuah taman yang cukup ramai pengunjung.


Ditaman itu mata Vince teralihkan dengan seorang wanita yang duduk sendirian dikursi roda dengan tatapan yang sarat akan kesedihan.


Wanita itu duduk sendirian dikursi roda dan Vince tidak melihat sama sekali ada seseorang yang menemaninya.

__ADS_1


Hingga tanpa Vince sadari Liam dan Abram akhirnya menemukan sebuah Cafe yang membuat mereka tertarik untuk masuk kedalamnya.


" Kita makan disini saja yuk ",, kata Liam kepada Vince dan Abram.


" Eh Iya ",, jawab Vince kepada Liam sambil terus memperhatikan wanita yang ada ditaman diseberang jalan sana.


Didalam Cafe Vince, Liam dan juga Abram mereka menikmati makanan yang mereka pesan dengan sangat nikmat sekali.


Disaat sudah selesai makan Vince pun memutuskan untuk memesan makanan lagi dan dibungkus untuk dibawanya pulang.


Vince beralasan kepada Liam maupun Abram jika makanan itu untuk dia makan dirumah, padahal kenyataannya Vince ingin memberikan makanan itu kepada perempuan yang dilihatnya tadi yang ada ditaman.


" Yuk kita pulang, mau istirahat aku ",, ajak Abram kepada Vince dan juga Liam.


" Iya ayo ",, kata Liam kepada Abram.


" Kalian duluan saja, aku mau ketoilet dulu ",, jawab Vince bebohong kepada kedua temannya.


" Baiklah, hati-hati dijalan, jika menyasar nanti telefon kita berdua saja ya Vince ",, jawab Liam kepada Vince.


Dan Vince pun langsung saja mengangguk kepada Liam maupun Abram.


Setelah itu Liam dan Abram langsung pulang berdua saja meninggalkan Vince didepan Cafe tersebut.


Vince yang melihat jika kedua temannya sudah sedikit menjauh darinya, dia langsung saja melangkahkan kakinya mendekati wanita yang ada ditaman seberang jalan.


Vince yang berada ditaman itu akhirnya sudah sampai juga disamping kursi roda wanita yang ingin ditemuinya.


" Ehem.......... ",, deham dari Vince sengaja untuk mengalihkan pandangan dari wanita yang duduk dikursi roda itu.


Dan berhasil, wanita itu langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Vince.


" Sendirian saja Nona??, eeehh jangan takut, saya bukan orang jahat ko ",, kata Vince kepada wanita itu.


Sebab wanita itu ketika melihat Vince dia langsung ingin menghindar dari Vince dengan mendorong ban kursi rodanya sendiri.


" Saya kesini hanya ingin memberikan makanan ini untuk anda ",, kata Vince kepada wanita itu sambil memberikan makanan yang dibelinya tadi dipangkuan sang wanita.


" Itu tidak ada racunnya, lihatlah bungkusnya, itu dari Cafe seberang ",, kata Vince lagi sambil menunjuk Cafe yang baru saja dia datangi.


Wanita itu langsung saja melihat kearah Cafe yang ditunjuk oleh Vince tadi.


" Perkenalkan Nona, nama saya Vince, siapakah nama anda?? ",, kata Vince memperkenalkan diri kepada wanita yang ada didepannya yang daritadi hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Vince.


" Oh, emm mungkin lain kali anda mau berkenalan dengan saya ",, kata Vince ketika perkataannya tidak ditanggapi lagi.

__ADS_1


" Jangan bersedih dengan keadaan, karena bersedih pun tidak akan merubah keadaan ",, kata Vince dengan tiba-tiba kepada wanita tersebut.


" Berjuanglah melawan keadaan, karena berjuang kita akan bisa merubah keadaan ",, sambung lagi perkataan dari Vince kepada wanita tersebut dengan menampilkan wajah kedewasaannya sama seperti jika sedang menasehati Milka.


" Janganlah bersedih Nona, karena kesedihan bukan membuat kita bahagia, justru akan membuat kita semakin menderita, hanya satu jalan yang harus kita lalui, yaitu HADAPI, karena dengan menghadapi kita pasti akan menemukan kebahagiaan yang tidak kita temui ",, lanjut lagi perkataan dari Vince kepada wanita tersebut.


Dan setelahnya Vince langsung saja berlalu pergi dari hadapan wanita tersebut, tanpa berpamitan sama sekali.


Sedang wanita itu dia masih saja diam, sambil menatap punggung dari Vince sambil juga mencerna semua perkataan dari Vince tadi.


Vince sedikit tertarik dengan wanita itu karena Vince seperti melihat ada diri adiknya yaitu Milka didalam wanita yang hanya bisa duduk diam dikursi roda dengan sorot mata yang penuh dengan kesedihan .


Vince hanya mencoba ingin memberikan semangat saja kepada wanita itu untuk terus menjalani hidup walau dia akan seumur hidup berada dikursi roda.


Setelah kepergian dari Vince, tiba-tiba saja ada seorang ibu-ibu yang mendekat kearah wanita yang duduk dikursi roda itu.


" Sepertinya dia laki-laki baik, dan juga tampan serta dewasa ",, kata ibu-ibu itu kepada wanita yang diajak bicara oleh Vince tadi.


" Setelah sekitar dua minggu kamu hanya berdiam diri saja jika ditaman ini, tidak Mamah sangka ada yang orang yang mau mengajak berbicara denganmu, dan sekarang apakah kamu mau pulang Khafita?? ",, lanjut lagi perkataan dari ibu-ibu itu yang ternyata adalah Mamah Carla.


Dan wanita yang duduk dikursi roda yang daritadi diajak berbicara oleh Vince adalah Khafita.


Khafita sebenarnya sudah keluar dari rumah sakit sejak beberapa yang lalu, setelah berhasil menjalani operasi yang kesekian kalinya.


Khafita dan keluarganya memutuskan ingin rawat jalan saja untuk mengobati kelumpuhan kaki dari Khafita.


Dan sejak keluar dari rumah sakit yang lalu, Khafita sering berkunjung ketaman itu namun hanya berdiam diri saja sambil melihat orang-orang yang berada ditaman.


Sedangkan Mamah Carla yang setiap hari menemani Khafita dia disuruh Khafita untuk memperhatikannya dari jarak jauh saja, sebab Khafita ingin sendirian tanpa ada yang mengganggu.


Dan Mamah Carla pun juga melihat semua apa yang Vince lakukan kepada Khafita tadi.


Khafita langsung saja mengangguk kepada Mamah Carla, ketika Mamah Carla mengajaknya untuk pulang.


Setelah itu Mamah Carla serta Khafita langsung saja meninggalkan taman itu untuk kembali pulang kerumah Delania menggunakan mobil milik Delania yang disopiri oleh sopir pribadinya Delania.


...πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’...


Apakah ini pertanda??πŸ€”.


Entahlah🀨.


Kita lanjut part selanjutnya😁🀭.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2