
Nah sekarang kita baru bahas Milka, yang membuat sebagian readersku pada penasaran, siapakah orang yang sudah bertabrakan dengan Milka.
..........>>>>><<<<<..........
Ketika Milka yang tadi sudah keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy, dia berjalan dengan sedikit melamun.
Dan tidak sengaja ketika Milka berjalan, dia malah menabrak seseorang yang berlainan arah dengannya.
Milka dan orang yang ditabrak itu, mereka saling pandang, dengan tatapan yang saling mengunci satu sama lainnya.
" Eeh aduh maafkan saya Tuan, saya tidak sengaja menabrak anda ",, kata Milka kepada orang yang tadi ditabraknya, dan ternyata orang itu seorang laki-laki.
" Iya tidak apa-apa, saya juga salah ko Nona, jalan yang tidak fokus ",, jawab laki-laki itu kepada Milka sambil menatap Milka dengan tatapan yang membuat Milka risih.
Sebab tatapannya laki-laki itu kepada Milka seperti orang yang terpesona, dan Milka merasa malu serta tidak nyaman saja.
" Emm kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan, sekali lagi saya minta maaf ",, kata Milka lagi kepada laki-laki yang berdiri didepannya itu.
Namun sebelum Milka pergi, dia ditahan sebentar oleh laki-laki itu.
" Eh tunggu Nona, bolehkah saya tahu nama anda Nona?? ",, tanya laki-laki itu kepada Milka sambil menjulurkan tangannya ingin mengajak berjabat tangan dengan bibir yang tersenyum manis.
" Boleh, nama saya Milkaela, panggil saja Milka ",, kata Milka kepada laki-laki itu sambil membalas jabat tangan dari laki-laki tersebut dengan tersenyum formal.
" Nama saya Christian, panggil saja Tian atau Chris terserah anda saja Nona ",, jawab laki-laki itu kepada Milka sambil tersenyum sangat manis sekali, dan ternyata laki-laki yang bertabrakan dengan Milka adalah Christian Edward Carrington.
" Baiklah Tuan Chris, kalau begitu saya permisi, sudah malam ",, kata Milka lagi kepada Christian dengan sopan.
Dan Milka malah memanggil Christian dengan panggilan Chris, bukannya Tian, seperti orang-orang yang biasa memanggil Christian.
Dan Christian pun yang mendengar panggilannya Milka berbeda dari orang-orang biasanya, dia langsung saja tersenyum manis penuh dengan arti.
" Tunggu Nona ",, kata Christian lagi kepada Milka.
__ADS_1
" Iya ada apa lagi ya Tuan Chris?? ",, tanya Milka dengan ramah kepada Christian.
" Bolehkah saya tahu nomor telefon anda?? ",, tanya Christian lagi kepada Milka.
Sebelum menjawab pertanyaannya dari Christian untuk yang satu itu, Milka langsung saja tersenyum formal lagi kepada Christian.
" Mohon maaf Tuan, saya tidak bisa memberikan nomor ponsel saya kepada sembarangan orang, dan saya berjanji kepada anda, saya akan memberikan nomor ponsel saya kepada anda ketika kita tidak sengaja berjumpa untuk kedua dan ketiga kalinya ",, kata Milka kepada Christian dengan sangat formal sekali.
" Permisi ",, lanjut lagi perkataannya Milka kepada Christian dengan sedikit menundukkan tubuhnya.
Setelah itu, Milka langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Christian dan tidak memperdulikan Christian lagi walau Christian masih menatap punggungnya yang semakin menjauh saja dari pandangannya.
" Gadis sederhana, dan aku akui aku sangat suka sekali dengan penampilannya ",, kata Christian dengan berbicara sendiri, sambil terus memperhatikan punggungnya Milka yang sudah semakin menjauh darinya.
" Sepertinya dia berbeda dari para wanita yang biasa mencoba mendekatiku ",, kata Christian lagi untuk dirinya sendiri.
" Jika kita sampai bertemu lagi untuk kedua dan ketiga kalinya, aku yakin kamu benar-benar jodohku, dan aku juga tidak akan melepaskanmu mulai saat itu Milka ",, kata Christian lagi dengan masih berbicara sendiri, padahal Milka sudah tidak terlihat lagi, sebab Milka sudah masuk kedalam lift.
" Sayang sekali, kita berjumpa diwaktu yang tidak tepat, andai saja aku sedang tidak disuruh oleh Mamah, pastilah aku akan mengikutimu sampai pulang kerumah kamu ",, kata Christian lagi sambil mengangkat kantong berisi makanan yang dia bawa itu.
Denzel yang tadi setelah mencium Tevy dengan begitu mesra sekali, dia yang sudah puas langsung saja melepaskan ciumannya sambil menatap Tevy dengan bibir yang tersenyum manis sekali.
" Mami ",, kata Denzel sambil mengusap lembut bibirnya Tevy yang baru saja dilum4tnya itu dengan bibir yang tersenyum manis sekali.
Tevy sendiri, dia hanya bisa diam saja sambil menatap Denzel dengan tatapan bengongnya.
" Tidurlah, sudah malam, supaya dedek selalu sehat didalam sini ",, kata Denzel lagi dengan begitu mesranya kepada Tevy sambil mengusap lembut perutnya Tevy.
Dan setelah Denzel mengatakan itu kepada Tevy, dia langsung saja melangkahkan kakinya kearah shofa yang ada disitu, meninggalkan Tevy yang masih terbengong sambil terus menatap kearahnya Denzel.
Tevy setelah sadar dari terbengongnya, dia langsung saja mencoba merebahkan badannya lagi keatas brankar pasiennya itu dan langsung juga memejamkan matanya.
Sedangkan Denzel juga langsung saja merebahkan badannya ketika sudah sampai dishofa, dengan mata yang dia pejamkan dan tangan kirinya dia taruh diatas dahinya untuk menutupi matanya.
__ADS_1
Pengaruh obat yang tadi diminum dan juga infus yang masih terpasang ditangannya Tevy, baru sepuluh menit Tevy sudah cukup lelap dalam tidurnya.
Dan Denzel sendiri, ketika sudah mencoba memejamkan matanya, dia tetap saja tidak bisa tidur juga.
" Aduh perutku lapar sekali, tidak biasanya jam segini aku merasakan lapar seperti ini ",, kata Denzel untuk dirinya sendiri, sambil memegangi perutnya, sambil juga mengalihkan pandangannya kearah jam yang tergantung didinding situ yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam malam lebih.
Dan Denzel tidak bisa tidur, ternyata dia merasakan perutnya yang sedang lapar.
Denzel lalu duduk dari rebahannya, sambil menatap kearahnya Tevy yang sudah lelap dalam tidurnya itu.
" Aku tidak bisa meninggalkannya untuk membeli makanan, karena aku tidak mau kehilangan Tevy untuk kedua kalinya ",, kata Denzel sambil melihat kearahnya Tevy.
Dan ketika Denzel sudah memutuskan untuk mencoba memejamkan matanya lagi, supaya bisa teralihkan rasa laparnya itu.
Tiba-tiba saja datanglah Christian sambil membawa kantong makanan yang cukup banyak suruhan dari Mamah Jovanka tadi.
Denzel yang masih membuka matanya sambil rebahan diatas shofa, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu yang tiba-tiba terbuka dari luar itu.
Begitupun dengan Christian, dia juga langsung menatap kearahnya Denzel yang ternyata belum tertidur.
" Tuan Christian, Tuan Denzel ",, kata Christian dan Denzel secara bersamaan.
" Maaf mengganggu anda Tuan Denzel malam-malam begini, ini saya bawakan makanan untuk anda dan juga Tevy disuruh Mamah, karena siapa tahu kalian lapar ketika waktu malam ",, kata Christian kepada Denzel sambil duduk dishofa seberangnya Denzel, dan sambil juga menyerahkan makanan yang dibawanya tadi keatas meja didepan mereka.
Denzel dia sungguh sangat senang sekali ketika melihat begitu banyak makanan yang dibawa oleh Christian malam itu untuk dirinya dan juga Tevy.
Sungguh Denzel malam itu ketika melihat makanan, seperti dia tidak makan selama satu minggu, mungkin karena efek mengidamnya dan juga karena kehamilannya Tevy.
Dan bagaimana Christian bisa masuk kedalam rumah sakit, padahal jam besuk sudah habis, semua itu bisa diatur, apalagi Christian termasuk Keluarga kaya dan keluarga terpandang diNegara itu.
Serta siapa sih yang tidak mengenal Keluarga Carrington, Keluarga kerajaan yang ada diNegara mereka tinggal.
Pastilah sangat mudah sekali, untuk Christian keluar masuk kedalam rumah sakit tersebut.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...