
Khafita dia sungguh sangat histeris sekali ketika baru mengetahui dari Dokter yang menanganinya jika dia dinyatakan lumpuh tidak bisa berjalan lagi.
Suara tangisan Khafita begitu sangat pilu sekali, bahkan para tenaga medis yang ada disitu, mereka semua sudah mencoba menenangkan Khafita yang sedang menangis histeris seperti itu.
Bahkan mereka sedikit kewalahan dalam menenangkan Khafita yang sedang seperti itu.
Walau Khafita dia seorang tenaga medis sama seperti mereka, tapi Khafita dia hanya seorang manusia biasa, yang pastinya akan bersedih ketika ditimpa masalah seperti sekarang.
Salah satu Dokter, akhirnya dia tidak mempunyai pilihan yang lain, selain memberikan suntikan penenang untuk Khafita, supaya Khafita dia bisa lebih tenang sedikit, dan juga bisa beristirahat dulu dari masa syoknya itu.
" Biarkan dia istirahat dulu, ayo kita keluar ",, ajak dari Dokter yang menyuntikan suntikan penenang kepada Khafita kepada para teman-temannya.
Dan para tenaga medis itu mereka semua langsung saja berlalu pergi meninggalkan Khafita yang kembali tidur lagi dengan tenang diatas brankar pasiennya.
Ayah Cedro dan Mamah Carla mereka berdua ketika melihat para tenaga medis itu sudah pada keluar dari dalam ruang perawatannya Khafita, mereka berdua langsung saja berjalan mendekati para Dokter itu.
" Dokter bagaimana kondisi dengan anak saya Khafita?? ",, tanya dari Ayah Cedro kepada salah satu Dokter.
" Nona Khafita baru saja saya kasih suntikan penenang Tuan, kami terpaksa melakukan itu kepada Nona Khafita, karena dia tadi sangat histeris sekali ketika baru saja mengetahui keadaannya ",, jawab salah satu Dokter kepada Ayah Cedro.
Ayah Cedro dia langsung saja sedih, dan juga sudah menduga jika akan begini hasilnya.
Jadi Ayah Cedro dia pasrah saja kepada Dokter, dengan apa yang dilakukan oleh Dokter itu kepada Khafita.
" Apakah kami boleh melihatnya Dokter?? ",, tanya Mamah Carla kepada para Dokter.
" Mohon maaf Nyonya, kami sarankan Nona Khafita jangan dilihat atau diganggu dulu, biarkan dia beristirahat dulu, dan nanti jika anda melihat Nona Khafita sadar, anda bisa memanggil kami kembali ",, jawab salah satu Dokter itu kepada Mamah Carla dan masih didengar oleh Ayah Cedro juga.
" Baiklah Dokter, terimakasih atas penjelasannya ",, kata Ayah Cedro kepada para tenaga medis itu.
" Iya Tuan, sama-sama, dan mari ",, jawab perwakilan dari salah satu para tenaga medis itu kepada Ayah Cedro dengan ramah dan sambil tersenyum manis.
Dan setelahnya para tenaga medis itu langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Ayah Cedro dan juga Mamah Carla.
Setelah kepergian dari tenaga medis itu, Ayah Cedro serta Mamah Carla mereka berdua kembali duduk lagi dikursi tunggu didepannya Khafita sambil melihat kearahnya Khafita terus dari luar ruang perawatannya Khafita yang gorden jendelanya sudah dibuka lagi setelah tadi ditutup ketika Khafita sedang diperiksa.
..........>>>>><<<<<..........
__ADS_1
Sedangkan kita beralih keChristian dan juga Milka.
Christian dan juga Milka, mereka berdua baru saja sampai dirumah sakit tempat Tevy dirawat.
Christian dan juga Milka langsung saja masuk kedalam rumah sakit, ketika Christian sudah memarkirkan mobilnya.
" Milka, bolehkah saya bertanya kepada kamu?? ",, tanya Christian kepada Milka.
" Boleh Tuan, silahkan ",, jawab Milka kepada Christian, sambil terus berjalan berdua saja menuju keruang perawatannya Tevy.
Sedangkan para pengawalnya Christian, sama seperti biasanya, mereka mengikuti Christian dari jarak jauh dibelakangnya Christian.
" Apakah kamu sudah mempunyai kekasih atau laki-laki yang dekat dengan kamu Milka?? ",, tanya Christian dengan to the point kepada Milka.
" Apakah saya harus menjawabnya Tuan?? ",, tanya balik dari Milka kepada Christian.
" Ya terserah kamu saja, tapi kalau bisa ya dijawab ",, jawab dari Christian kepada Milka sambil tertawa kecil.
" Maaf Tuan, saya tidak bisa menjawabnya ",, jawab Milka kepada Christian sambil tersenyum.
" Jika kamu belum mempunyai pasangan maukah kamu menikah dengan saya Milka?? ",, kata Christian lagi kepada Milka dengan tiba-tiba dan langsung saja to the point sekali ketika mereka sedang berada didalam lift berdua saja.
Dan reflek Milka langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Christian yang berdiri disampingnya itu, karena Milka sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataannya Christian tadi.
Begitupun dengan Christian dia juga sedang menatap kearahnya Milka dengan sangat lekat sekali.
" Maaf Tuan, saya tidak menyukai lelucon anda ",, jawab Milka kepada Christian.
Dan setelah itu Milka langsung saja meninggalkan Christian didalam lift, sebab lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai dimana Tevy sedang dirawat.
Sebelum pintu lift menutup kembali, Christian langsung saja dengan segera keluar dari dalam lift dan menyusul langkah kakinya Milka.
" Milka tunggu ......!! ",, panggil Christian kepada Milka.
Namun Milka bukannya berhenti ketika mendengar Christian memanggilnya, tapi Milka memilih untuk memperlambat langkah kakinya saja.
" Milka, saya tidak bercanda dengan kamu, saya serius sekali Milka dengan perkataan saya tadi ",, kata Christian lagi kepada Milka ketika Christian sudah bisa mensejajarkan langkah kakinya disampingnya Milka.
__ADS_1
Milka yang mendengar perkataannya Christian, dia tidak menanggapi perkataannya Christian, namun Milka malah memilih tersenyum tipis saja sambil menatap kearahnya Christian.
Dan hal itu membuat Christian semakin bingung dengan arti tatapan serta senyuman seperti itu dari Milka.
" Milka........ ",, panggil Christian lagi kepada Milka ketika perkataannya tidak ada tanggapan dari Milka, sambil menghentikan langkah kakinya Milka.
" Kita sudah hampir sampai Tuan Chris, ayo kita segera bawa semua makanan ini untuk mereka semua yang sudah pada menunggu kita ",, kata Milka kepada Christian, dan sambil mengalihkan pembicaraannya Christian.
Dan setelah itu Milka langsung saja melangkahkan kakinya terlebih dahulu daripada Christian yang hanya bisa menatap kepergiaannya.
" Aku tidak bercanda Milka, aku bersungguh-sungguh sangat serius sekali dengan perkataanku tadi",, kata Christian untuk Milka sambil melihat kearah punggungnya Milka yang sudah sedikit menjauh darinya.
Dan setelah itu Christian langsung saja ikut menyusul Milka yang hampir saja ingin membuka pintu ruang perawatannya Tevy.
Semua orang yang ada didalam ruang perawatannya Tevy langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu yang baru saja terbuka itu.
Kecuali Denzel yang masih asik tertidur pulas diatas shofa.
" Ini Tuan, Tante, Tevy makanannya ",, kata Milka kepada Ayah Marson, Mamah Jovanka dan juga Tevy.
" Christian mana Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Milka.
" Nah itu dia Tante ",, jawab Milka kepada Mamah Jovanka ketika Christian baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Tevy.
" Kamu mau makan Nak, mau Ayah suapi?? ",, kata Ayah Marson kepada Tevy.
" Tidak, Ayah saja yang makan dulu, kan kalian semua daritadi belum pada makan ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson sambil tersenyum manis.
" Baiklah kalau begitu, kami mau makan dulu ya Nak ",, jawab Ayah Marson lagi kepada Tevy sambil mengusap lembut pipinya Tevy, yang sudah sedikit berisi karena infus yang dari kemarin tertancap ditangannya.
Tevy hanya tersenyum saja kepada Ayah Marson, dan setelah itu semua orang langsung saja menikmati makanan yang baru saja dibeli oleh Milka dan juga Christian.
Kecuali Denzel, dia masih asik tertidur dan tidak ada yang berani membangunkan tidur lelapnya Denzel.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1