
Mamah Jovanka yang tadi ingin memanggil Tevy maupun Denzel yang masih berada didalam kamarnya pun.
Pada saat itu Tevy sedang memainkan kumis dan jenggot milik Denzel yang sedang tertidur.
Dan Denzel yang menyadari keusilan dari tangan Tevy pun, dia hanya membiarkannya saja.
Dan ketika Tevy mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar, dia langsung saja membangunkan Denzel untuk segera membukakan pintunya.
Dengan mata yang masih mengantuk Denzel langsung saja beranjak turun dari atas ranjang untuk membukakan pintu kamar.
Disaat pintu sudah dibuka oleh Denzel, ternyata yang mengetuk adalah Mamah Jovanka.
" Nak Denzel, dimana Tevy?? ",, tanya dari Mamah Jovanka kepada Denzel.
" Itu dia Mah ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka.
" Boleh Mamah masuk?? ",, tanya dari Mamah Jovanka lagi kepada Denzel.
" Silahkan Mah ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka, sambil sedikit menyingkir dari pintu supaya Mamah Jovanka bisa masuk kedalam kamar.
" Eh Mamah,........... ",, kata Tevy ketika melihat Mamah Jovanka sudah masuk kedalam kamarnya sambil masih tiduran diatas ranjang.
" Ayo bangun Nak, itu mereka semua sudah pada menunggu kamu dan Nak Denzel ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Tevy belum mandi Mah, rasanya Tevy malas sekali ",, kata Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Astaga seorang Putri kenapa malas mandi ",, omel dari Mamah Jovanka dengan nada gemas sambil meneteskan air matanya.
Dan Tevy yang melihat Mamah Jovanka seperti itu dia langsung saja berusaha bangun dari rebahannya tadi.
Sedangkan Denzel yang tadi sudah membukakan pintu untuk Mamah Jovanka, dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih badannya.
" Mamah.........Mamah kenapa menangis, Tevy salah ya?? ",, kata Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Tidak sayang, kamu tidak bersalah sama Mamah ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Hanya saja Mamah merasa terharu, akhirnya Mamah bisa merasakan mengomel seperti ini untuk putri Mamah yang selama ini Mamah rindukan ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Jovanka kepada Tevy sambil tersenyum disela-sela menangisnya.
Tevy yang mendengar perkataan dari Mamah Jovanka, dia langsung saja tersenyum dan sambil langsung juga memeluk Mamah Jovanka.
" Mulai sekarang Mamah sudah bisa mengomeli Tevy sesuka hati Mamah, dan kali ini entah kenapa Tevy rasanya malas sekali Mah, kepingin tidur terus bawaannya ",, kata Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Kalau mau malas-malasan bukan sekarang waktunya, mau Mamah jewer ini telinganya ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy sambil menempelkan jarinya ketelinga Tevy dengan bibir yang tersenyum lucu.
" Baiklah, jewer saja Mah telinga Tevy ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka sambil tertawa sangat lucu sekali.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya tertawa dengan sangat senang sekali, ketika bisa bercanda seperti itu.
Sederhana memang, tapi kebahagiaan yang seperti itulah yang tidak pernah Mamah Jovanka maupun Tevy rasakan karena harus terpisah jarak dan waktu.
" Sudah ayo turun, Mamah pilihkan baju untuk kamu ",, ajak Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Iya Mamahku sayang ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka sambil tersenyum manis.
Dan Mamah Jovanka pun juga ikut-ikutan tersenyum kepada Tevy.
Setelah itu Mamah Jovanka dan Tevy langsung saja berlalu masuk kedalam ruang walk in closet milik Tevy untuk memilihkan baju yang pas dipakai malam itu untuk Tevy.
" Nah ini saja Nak, cocok untuk udara malam yang tidak baik untuk ibu hamil, dan tentunya nyaman untuk kamu dan perut kamu, pakailah ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy ketika sudah bisa menemukan baju yang pas untuk Tevy.
" Baiklah kalau begitu Tevy mau mandi dulu ya Mah ",, jawab dari Tevy kepada Mamah Jovanka.
Dan Mamah Jovanka langsung saja mengangguk kepada Tevy.
Tevy langsung berlalu keluar dari ruang walk in closetnya menuju kedalam kamar mandi, sedangkan Mamah Jovanka sendiri sepeninggalan dari Tevy dia lalu memilihkan aksesoris yang pas untuk baju yang dipakai oleh Tevy.
Denzel yang masih mandi dan pintunya tidak dia kunci dari dalam, Denzel tiba-tiba saja dibuat sangat terkejut sekali ketika melihat pintu kamar mandi terbuka dari luar.
Dan pelaku yang membuka pintunya adalah Tevy, yang langsung saja masuk kedalam kamar mandi.
" Tevy, kenapa kamu masuk?? ",, tanya Denzel kepada Tevy dalam keadaan masih mandi dibawah guyuran air shower.
Dan Denzel pun langsung saja melototkan matanya ketika mendengar jawaban dari Tevy.
" Tolong dong, itu rudalnya dikondisikan jangan seperti itu, tidak enak dilihatnya ",, kata Tevy kepada Denzel yang sedang melotot kearahnya, ketika Tevy melihat rudal milik Denzel tiba-tiba saja tegak berdiri siap untuk meluncur.
" Tevy are you sure you want to take a bath now here?? " ( Tevy apakah kamu yakin mau mandi sekarang disini?? ) ",, tanya Denzel kepada Tevy yang sedang mencoba melepaskan baju yang dipakainya.
" Yakinlah, sudah sana minggir gantian aku mau mandi ",, jawab Tevy kepada Denzel dengan nada cuek sekali.
Denzel sungguh sangat bingung sekali dengan jalan fikiran dari Tevy, apakah dia tidak takut jika tiba-tiba saja ketika mandi, dirinya akan khilaf dan menyerangnya.
Denzel yang takut khilaf dia akhirnya memutuskan untuk keluar saja dari dalam kamar mandi walau dia sebenarnya belum selesai mandinya.
Sebab Denzel takut jika dia akan menerkam Tevy didalam kamar mandi saat itu juga ketika melihat keadaan Tevy sedang mandi seperti itu.
" Mamah masih disini?? '',, tanya Denzel kepada Mamah Jovanka ketika dia sudah keluar dari dalam kamar mandi.
" Iya Mamah sengaja menunggu Tevy ",, jawab Mamah Jovanka kepada Denzel sambil duduk diatas ranjang.
Dan Denzel sendiri dia hanya mengangguk saja kepada Mamah Jovanka.
__ADS_1
Setelahnya Denzel langsung saja berlalu masuk kedalam ruang walk in closet untuk berganti baju dengan baju yang tadi sudah dibawakan oleh Halil untuknya.
Tevy sendiri mandi hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menitan saja.
Dan ketika Tevy sudah selesai mandi dia keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobe saja.
Mamah Jovanka yang melihat, dia langsung saja menyuruh Tevy untuk segera ganti baju dengan baju yang tadi sudah dipilihkannya.
Disaat Tevy sudah selesai berganti baju, dan Denzel pun juga sudah selesai bersiap-siapnya, Tevy langsung saja didandani oleh Mamah Jovanka dengan riasan yang simple dan natural untuk acara makan malam saat ini.
Denzel sangat terpesona sekali ketika melihat Tevy sudah selesai dirias oleh Mamah Jovanka tadi.
Dan ketika semua sudah pada siap, Mamah Jovanka langsung saja mengajak Tevy dan Denzel untuk segera menuju ketempat acara makam malam yang sudah disiapkan.
Dan disinilah mereka bertiga sudah duduk anteng dikursi makan yang memang sudah disediakan untuk mereka semua.
" Baiklah sepertinya semuanya sudah pada berkumpul disini serta untuk para asisstan dan semua pekerja yang ada dimansion saya pun sepertinya semua sudah berada disini juga ",, kata Ayah Marson kepada semua orang sambil berdiri dari duduknya.
Dan memang Ayah Marson menyuruh Frumentius untuk memanggilkan semua pekerja yang ada dimansionnya untuk ikut berkumpul sejenak ditaman tengah mansionnya.
" Itu artinya bisakah saya memulai acara makan malam ini dan mengumumkan hal penting untuk kalian semua?? ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Marson kepada semua orang.
Dan semua langsung saja mengangguk kepada Ayah Marson.
" Sini Nak ",, panggil Ayah Marson kepada Tevy.
Mendengar dan melihat Ayah Marson memanggilnya, Tevy pun langsung saja berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati Ayah Marson.
Ketika Tevy sudah berada disamping Ayah Marson, Ayah Marson langsung saja merangkul pundak Tevy dengan sangat sayang sekali.
" Perkenalkan untuk besan saya, Tuan Marson, Nyonya Qiara serta para pekerja mansion saya semuanya ",, kata Ayah Marson sambil memandang kearah orang-orang yang disebutnya tadi.
" Dia adalah Tevy, Tevy Moana Qalesya Carrington........ anak kandung saya, dan putri saya yang hilang sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu ",, kata Ayah Marson kepada semua orang.
" Dan itu artinya dia adalah Princess Moana diKerajaan Carrington ini ",, sambung lagi perkataan dari Ayah Marson.
" Tevy sudah terbukti seratus persen anak saya dari hasil tes DNA yang kami jalani dan dia adalah hasil dari pencarian saya yang selama ini saya lakukan ",, kata Ayah Marson lagi sambil tersenyum kepada semua orang.
Dan Tevy pun juga ikut tersenyum manis kepada semua orang sama seperti Ayah Marson.
Walau kedua orang tua Natalie sedikit terkejut, namun rasa terkejut dari mereka tidak sebesar rasa terkejut yang dialami oleh Papah Carlson dan juga Mamah Qiara.
Sebab Papah Carlson dan Mamah Qiara tidak menyangka jika Tevy adalah Princess Moana Kerajaan Carrington yang hilang dulu.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...