My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 67


__ADS_3

Sungguh Cryill jadi orang selalu serba bisa, bisa merusak suasana, bisa membuat suasana menjadi berwarna, bisa membuat suasanya menjadi rusuh, dan masih banyak yang lainnya.


Seperti sekarang contohnya, ketika Denzel sedang menyuapi Tevy dengan terus saling pandang, sifat keusilannya Cryill pun muncul seketika.


Cryill sepertinya tidak menyukai Kakaknya hidup dengan tenang, hidup bahagia, hidup sedih, entah apalagi yang tahu hanya Cryill saja.


Sebab Cryill langsung saja menyeletuk dengan perkataan yang membuat Denzel dan Tevy langsung malu seketika.


" Ehem-ehem cie-cie, sudah akur nih ya, mau dong adik tampanmu ini disuapin Kak ",, goda dan sindir Cryill kepada Denzel.


" Kakak tidak pernah lho menyuapi adik tertampannya ini, sekalinya mau nyuapin, sama sendoknya sekalian dimasukin kedalam mulutku, kan membuatku auto tersedak ",, lanjut lagi perkataannya Cryill sambil menggoda Denzel dengan diselingi suara tawanya.


Tevy langsung saja reflek tertawa kecil ketika mendengar godaannya Cryill kepada Denzel.


Sedangkan semua orang langsung saja tertawa lucu juga ketika mendengar perkataannya Cryill.


Kecuali Denzel, dia langsung saja menatap Cryill dengan tatapan mautnya.


" Nyonya anak anda yang ini dia sungguh sangat lucu sekali ya Nyonya ",, kata Mamah Jovanka kepada Mamah Qiara sambil menunjuk Cryill.


" Iya, soalnya ketika pembagian otak sama Tuhan, dia dapatnya cuma setengah ",, jawab Mamah Qiara kepada Mamah Jovanka dengan sambil tertawa lucu.


" Bagaimana tidak setengah Mah, lha setengah lagi Mamah minta ",, jawab Cryill kepada Mamahnya dengan wajah yang sebal dibuat-buat.


Jawabannya Cryill kepada Mamah Qiara membuat semua orang langsung saja tertawa lagi, termasuk Tevy dan Mamah Qiara, namun masih sama seperti tadi, kecuali Denzel.


Denzel seperti sulit tertawa ketika cuma mendengar lawakannya Cryill, sebab Denzel sudah bosan mendengarnya.


Geser keTevy lagi dan juga Denzel.


Ketika Tevy sedang asik tertawa lucu dengan tingkahnya Cryill, Denzel yang ingin menyuapi Tevy lagi, Tevy tidak mau sebab dia sudah merasa kenyang sekali.


" Tidak mau, kamu saja ya yang makan, aku sudah kenyang ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Kamu kan baru makan cuma lima atau enam sendok saja Tevy, kasihan anak kita nanti didalam sini, kekurangan asupan makanan, kan kamu harus memberi makan empat orang juga didalam sini ",, kata Denzel kepada Tevy dengan sangat perhatian sekali sambil mengusap lembut perutnya Tevy.


Dan entah kenapa Denzel ketika mengucapkan kata anak kita, dihatinya merasa ada suatu kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Serta tanpa mereka berdua sadari, percakapan mereka sudah menggunakan kata aku, kamu, bukan saya anda.

__ADS_1


" Aku mau makan, asal kamu mau menuruti permintaanku ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Apapun akan aku turuti demi kamu dan calon anak-anak kita sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan sangat romantis sekali.


Tevy yang mendengar panggilan sayang dari Denzel, dia langsung saja tersenyum manis sekali.


Dan sepertinya suasana hatinya Tevy berubah ketika mendengar candaannya Cryill tadi.


" Baiklah, aku mau makan lagi, asal kamu juga makan tapi harus disuapin sama Cryill ",, kata Tevy kepada Denzel.


Dan perkataannya Tevy membuat Denzel reflek langsung saja berteriak cukup keras didalam ruangan itu.


Hingga membuat semua orang yang tadi masih bercanda dengan Cryill dan Mamah Qiara langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel.


" Aku tidak mau Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy dengan nada tegasnya.


Wajar saja Denzel tidak mau, ya sungguh Denzel malulah makan harus disuapin, terlebih yang menyuapi adalah adik l4knatnya itu.


Masih mending yang menyuapi Tevy, Denzel malah dengan senang hati membuka mulutnya terus.


Apalagi didalam ruang perawatannya Tevy juga sedang banyak orang pula, tambah malu lagilah Denzel.


Tapi Denzel tidak tahu saja, jika itu adalah mengidam pertamanya Tevy sebagai calon ibu.


Cryill masih saja pada mode usilnya, ketika mendengar sang Kakak berteriak cukup kencang sekali kepada Tevy tadi, dia langsung saja menggoda Denzel lagi.


" Ada apa sih Kak, apa Tevy tidak mau memberi jatah kepada Kakak, hingga Kakak sampai berteriak seperti itu?? ",, goda Cryill menjawab teriakannya Denzel.


" Sabar dulu kenapa sih Kak, Tevy masih sakit, dan Tevy seperti itu juga karena kecebongnya Kakak, ditahan itu burung perkututnya supaya tidak berkicau terus jika tidak mendapatkan jatah makanannya ",, lanjut lagi perkataannya Cryill kepada Denzel sambil tertawa lucu.


Membuat semua orang langsung saja tertawa lagi, termasuk Tevy, namun kecuali Denzel.


" Adik l4knat bisakah kamu diam!! ",, kata Denzel kepada Cryill dengan sangat tegas sekali.


Cryill bukannya takut, dia malah semakin menjadi dalam menggoda Denzel.


" Lihat itu jika kekurangan jatah, marah-marah melulu bisanya ",, jawab Cryill kepada Denzel sambil tertawa keras sekali.


Denzel mencoba bersabar akan keusilan yang dilakukan Cryill kepadanya, terlebih lagi mereka semua sedang berada didalam rumah sakit.

__ADS_1


" Kamu kenapa Denzel, tiba-tiba berteriak seperti itu kepada Tevy?? ",, tanya Mamah Qiara mencoba menengahi Denzel dan juga Cryill, sambil juga menghentikan aksinya Cryill yang terus menggoda Denzel.


" Dia tidak mau menuruti permintaannya Tevy Mah ",, bukan Denzel yang menjawab melainkan Tevy.


" Memangnya apa permintaan kamu Nak?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Tevy, sambil berdiri dari duduknya untuk mendekati ranjang pasiennya Tevy.


" Aku ingin melihat dia makan, tapi disuapin oleh Cryill ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara ketika Mamah Qiara sudah berdiri disamping brankarnya Tevy.


Dan kali ini gantian Cryilllah yang berteriak keras seperti Denzel tadi.


Mamah Qiara langsung saja menegur Cryill, sebab teriakannya Cryill seperti lebih keras dari teriakannya Denzel tadi.


" Hei ulat bulu, malahan teriakan kamu lebih keras dari Kakak kamu ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill.


" Iya masa Cryill harus menyuapi Kakak Mah ",, kata Cryill kepada Mamah Qiara dengan menampilkan wajah memelasnya.


" Apa kamu mengidam Nak Tevy?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Tevy.


" Mengidam?? ",, kata Tevy dengan ekspresi bingung kepada Mamah Jovanka.


" Iya mengidam itu keinginan aneh-aneh yang biasa ibu hamil rasakan, dan sepertinya kamu sedang mengalaminya ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy.


" Mungkin saja Tante, dan rasanya saya ingin sekali melihat Denzel makan disuapin oleh Cryill sampai makanannya habis ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.


Sungguh sedikit sakit hatinya Mamah Jovanka, ketika mendengar Tevy memanggilnya Tante, tapi Mamah Jovanka tetap ingin memperlihatkan wajah yang biasa saja dihadapannya Tevy, sebab itu belum waktunya.


" Denzel segera turutin permintaan ibu hamil, memang seperti itulah suka aneh-aneh permintaan wanita hamil ",, kata Mamah Qiara kepada Denzel.


" Harus ya Mah?? ",, tanya Denzel kepada Mamahnya.


Dan Mamah Qiara langsung saja mengangguk kepada Denzel.


" Cryill sini, turutin permintaan calon keponakan kamu itu, ayo suapin Kakak kamu makan!! ",, perintah tegas dari Mamah Qiara kepada Cryill.


" Belum lahir saja sudah merepotkanku, nanti jika sudah lahir, mungkin beneran mereka akan menggunduli rambut kepalaku dan membabat habis jenggotku ini mungkin ",, gerutu Cryill sambil berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati Denzel.


Mau tidak mau Cryill dan Denzel mereka melakukan mengidamnya Tevy dengan terpaksa, dan dengan disaksikan semua orang yang ada didalam ruangan itu.


Mamah Qiara pun, tidak mau meninggalkan momen itu, dia terus memvideo aksi kedua putranya yang sedang menuruti mengidamnya Tevy sambil tertawa senang sekali.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2