
Cryill yang mengalihkan pandangannya kearahnya Tevy.
Dia langsung saja sedikit terkejut, ketika melihat posisinya Denzel sudah ikut merebahkan tubuhnya disampingnya Tevy sambil ikut masuk juga kedalam selimutnya Tevy.
" Kalian bisa tidak sih, menahannya dulu sampai Tevy pulang dari rumah sakit ",, kata Cryill dengan sedikit gemas kepada Kakaknya.
" Eeeh Denzel, kamu apakan Tevy, kenapa dia bisa sampai mend***h seperti itu?? ",, tanya Garvyn juga kepada Denzel, dengan nada yang sangat penasaran sekali.
Denzel dia hanya diam saja tidak mau menanggapi perkataannya Cryill maupun Garvyn, tapi dia malah lebih asik memijat lembut bukit mochinya Tevy.
Dan Tevy daritadi terus menerus menahan tangannya Denzel, namun dia kalah tenaga dengan Denzel.
" Kamu jika tidak ada kepentingan denganku lagi, aku akan mematikan sambungan telefonnya ",, kata Denzel akhirnya kepada Garvyn dengan posisi ponselnya dia taruh diatas telinganya.
" Yaelah kamu terburu-buru sekali sih Denzel, kan aku masih ingin mendengar suara d***hannya Nona Tevy tadi, yang sangat merdu sekali ",, kata Garvyn kepada Denzel.
" Ini aku gara-gara mendengar suara d***hannya Nona Tevy tadi, tiang listrikku sudah tegak sempurna, siap memangsa ",, kata Garvyn lagi kepada Denzel.
" Si4l4n kamu!! ",, jawab Denzel kepada Garvyn.
Dan Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya Garvyn, tanpa harus mendengar jawaban dari Garvyn terlebih dahulu.
Dengan posisi tangannya Denzel masih berada dibukit mochinya Tevy.
" Denzel stop!!, apa yang kamu lakukan sih?? ",, kata Tevy lagi kepada Denzel dengan nada yang sedikit tegas sekali.
Cryill yang tadi sudah mengalihkan pandangannya kearah televisi yang dilihatnya pun.
Dia langsung saja mengalihkan pandangannya lagi kearahnya Tevy dan juga Denzel.
" Kakak bisa tidak sih, jangan membuat Cryill kepingin, Cryill kan masih dibawah umur, jangan memperlihatkan adegan enak-enak seperti itu didepannya anak kecil seperti Cryill ini dong Kak ",, tegur Cryill lagi kepada Denzel.
Namun Denzel dia masih tetap tidak memperdulikan Cryill, dan Denzel malah memilih menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut yang sama dengan Tevy hingga sampai kepalanya.
" Aaah Denzel!!! ",, d***h Tevy lagi kepada Denzel, sebab Denzel tiba-tiba memasukkan bukit mochinya kedalam mulutnya.
" Kalian berdua itu sangat beren953k sekali!!! ",, kata Cryill kepada Tevy dan juga Denzel, ketika mendengar suara d***hannya Tevy tadi, dan sambil mengeraskan volume televisi yang dilihatnya itu.
__ADS_1
Tevy sebetulnya dia juga tidak mau mende***h seperti itu, cuma karena gerakannya Denzel dengan tiba-tiba seperti itu, mau tidak mau dan Tevy juga reflek dia langsung saja mend***h karena ulahnya Denzel.
Dan Tevy sebenarnya dia sangat malu sekali kepada Cryill, karena harus mendengar suara d***hannya itu karena ulah Kakaknya.
Tevy terus menahan suaranya untuk tidak keceplosan mend***h lagi, sebab Denzel dia malah semakin rakus saja menikmati bukit mochinya Tevy yang sebelah kiri itu.
Dan Denzel sendiri, tidak tahu kenapa, ketika dia baru saja keluar dari dalam kamar mandi tadi, rasanya dia ingin sekali menyusu kepada Tevy.
Padahal didalam hatinya, dia sudah bertekad tidak ingin menyentuh Tevy hingga dia resmi menjadi suaminya Tevy.
Tapi apalah daya, dorongan itu sungguh kuat sekali, dari dalam hatinya, sampai-sampai Denzel tidak memperdulikan jika mereka posisinya masih berada dirumah sakit.
" Denzel stop Denzel, ini itu rumah sakit ",, kata Tevy lagi dengan suara yang tertahan karena menahan sesuatu yang menggelayar aneh ditubuhnya karena lidahnya Denzel yang sedang menikmati bukit mochinya itu.
" Apakah jika tidak dirumah sakit, berarti aku boleh menyusu seperti ini lagi dong?? ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil melepaskan hi54pannya dibukit mochinya Tevy.
" No!!! ",, jawab tegas dari Tevy kepada Denzel, sambil menutupi bukit mochinya lagi yang tadi dibuka oleh Denzel.
Entah kenapa Denzel yang dibentak tegas oleh Tevy seperti itu, rasanya dia ingin sekali menangis namun masih dia tahan, dan Denzel juga langsung saja menunjukkan wajah bersedihnya itu kepada Tevy.
Tevy pun juga dibuat bingung dengan wajahnya Denzel yang seperti itu kepadanya.
Hingga membuat Tevy sedikit menyesal karena tadi sudah sedikit membentak Denzel.
Tanpa banyak berbicara dan berkata kepada Tevy, Denzel langsung saja beranjak turun dari atas brankarnya Tevy dan langsung memakai kemejanya lagi yang dia taruh dikursi samping brankarnya Tevy.
Tevy pun masih diam saja sambil terus memperhatikan Denzel.
Dan Denzel yang sudah memakai kemejanya dia langsung saja keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy tanpa berpamitan kepada Tevy maupun Cryill.
Cryill yang melihat kakaknya berlalu keluar tanpa menyapanya pun, dia sedikit pensaran namun dia tidak mau memperdulikannya, sebab Cryill sedang asik menikmati televisi yang sedang ditontonnya itu.
Tevy yang melihat Denzel seperti itu, entah kenapa dihatinya dia sedikit merasa bersalah kepada Denzel, karena sudah berkata tegas tadi.
Serta Tevy sangat takut sekali dan tidak rela jika Denzel menyalurkan hasr4tnya itu kepada jalan9.
Aneh!!!???, ya memang itu yang dirasakan oleh Tevy kepada Denzel.
__ADS_1
" Apa Denzel mau mencari jalan9 untuk menyalurkan hasr4tnya itu ya ?? ",, kata batinnya Tevy dengan sangat tidak tenang sekali.
Namun apa yang difikirkan oleh Tevy tidaklah benar.
Denzel ketika sudah keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.
Dia langsung saja berjalan kelift dan ingin menuju ketaman rumah sakit untuk menghirup udara sore yang sangat cerah sekali.
Namun ketika Denzel sudah sampai ditaman rumah sakit sambil menikmati suasana, tiba-tiba saja Denzel melihat ada mangga muda yang menggantung indah dipohonnya.
Denzel tanpa sadar dia menelan air liurnya dengan sangat berselera sekali.
Dan entah kenapa Denzel rasanya ingin sekali menikmati mangga muda itu, padahal seumur-umur Denzel tidak pernah sama sekali makan apa itu yang namanya mangga muda.
Sambil terus memperhatikan mangga muda yang masih menggantung diranting pohonnya, Denzel lalu mengalihkan pandangannya kearah sekitar taman.
Ketika sudah memperhatikan sekitar taman, Denzel melihat ada orang yang sedang menyapu diarea taman rumah sakit tersebut.
" Tuan?? ",, panggil Denzel kepada orang yang sedang menyapu itu dengan sedikit berteriak.
Orang yang dipanggil Denzel pun dia langsung saja mendekat kearahnya Denzel.
" Iya Tuan, apa Tuan memanggil saya?? ",, kata tukang bersih-bersih itu kepada Denzel.
" Bisakah anda mengambilkan buah mangga itu untuk saya Tuan??, tiga saja tidak perlu banyak-banyak, saya akan memberi upah kepada anda ",, kata Denzel kepada tukang bersih-bersih itu.
" Tapi Tuan, saya takut, nanti kalau dimarahi pihak rumah sakit bagaimana?? ",, jawab situkang bersih-bersih itu kepada Denzel.
" Anda tenang saja, biar saya yang menanggungnya, sebab saya sangat ingin sekali memakan buah mangga itu ",, kata Denzel lagi kepada situkang bersih-bersih itu.
" Apakah istri Tuan sedang hamil??, jika iya, ya wajar saja sih jika Tuan ingin sekali menikmati mangga muda itu?? ",, kata situkang bersih-bersih kepada Denzel sambil menunjuk mangga muda yang ada diatas pohon.
Denzel dia sedikit bingung dengan perkataan situkang bersih-bersih itu kepadanya tadi yang bisa tahu jika Tevy sedang hamil anaknya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1